BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.4 Pembahasan
Berdasarkan kajian produk yang telah direvisi sesuai hasil validasi pakar pembelajaran Bahasa Indonesia, pakar pendidikan karakter, dua guru Bahasa Indonesia SD Kelas IV, dan 10 siswa kelas IV SD Negeri Daratan dapat disimpulkan bahwa bahan ajar dinilai sudah memenuhi kriteria kelayakan yang sangat baik untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran mendengarkan Bahasa Indonesia. Hal ini terbukti dengan perolehan skor pada hasil validasai yang tertera dalam tabel berikut.
Tabel 4.5 Rekapitulasi Validasi Pakar Pembelajaran Bahasa Indonesia, Pakar Pendidikan Karakter, Guru Bahasa Indonesia, dan Siswa kelas IV
No Penilaian Bahan Ajar Skor Kategori 1. Pakar pembelajaran Bahasa Indonesia 4,23 “sangat baik” 2. Pakar pendidikan karakter 4,06 “baik” 3. Guru Bahasa Indonesia kelas IV 4,58 “sangat baik” 4. Siswa kelas IV 4,5 “sangat baik”
Skor rata-rata 4,34 Kategori “sangat baik”
Pada tabel tersebut terdapat dua kategori skor yaitu “sangat baik” dan “baik”. Kategori “sangat baik” merupakan kategori untuk skor rata-rata lebih dari 4,21. Ketegori “baik” merupakan kategori untuk skor rata-rata lebih dari 3,40 dan kurang dari atau sama dengan 4,21. Pada validasi produk, pakar pembelajaran Bahasa Indonesia memberikan skor 4,23 dengan kategori “sangat baik”. Pakar pendidikan karakter memberikan skor 4,06 dengan kategori “baik”. Guru Bahasa Indonesia SD kelas IV memberikan skor 4,58 dengan kategori “sangat baik”. Pada saat validasi lapangan, siswa kelas IV SD Negeri Daratan memberikan skor 4,5 dengan kategori “sangat baik”. Dari kesuluruhan hasil validasi tersebut, diperoleh skor rata-rata 4,34 dengan kategori “sangat baik”. Dengan demikian, produk yang dikembangkan dapat dikatakan memiliki kualitas sangat baik dan layak untuk digunakan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia keterampilan mendengarkan kelas IV semester gasal.
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan sebagai berikut.
5.1.1 Bahan ajar yang terintegrasi dengan pendidikan karakter untuk keterampilan mendengarkan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia SD kelas IV semester gasal dikembangkan dengan prosedur penelitian pengembangan yang meliputi tujuh langkah yaitu 1) potensi dan masalah, 2) pengumpulan data, 3) desain produk (prototipe), 4) validasi, 5) revisi desain, 6) uji coba desain, dan 7) revisi desain hingga menghasilkan produk final berupa bahan ajar yang terintegrasi dengan pendidikan karakter (jujur, tanggung jawab, dan kerjasama) untuk keterampilan mendengarkan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas IV SD semester gasal.
5.1.2 Bahan ajar yang terintegrasi dengan pendidikan karakter untuk keterampilan mendengarkan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia SD kelas IV semester gasal dikembangkan dengan kualitas yang sangat baik dan layak untuk digunakan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas IV semester gasal berdasarkan validasi dari pakar pembelajaran Bahasa Indonesia, pakar pendidikan karakter, guru Bahasa Indonesia SD kelas IV, dan siswa kelas IV SD Negeri Daratan. Hal itu ditunjukkan dengan skor rata-rata produk yaitu 4,34 dengan kategori “sangat baik” ditinjau dari aspek 1) tujuan dan pendekatan, 2) desain
dan pengorganisasian, 3) isi, 4) keterampilan berbahasa, 5) topik, dan 6) metodologi.
5.2 Keterbatasan Pengembangan
Produk yang dikembangkan ini mempunyai beberapa keterbatasan, diantaranya sebagai berikut.
5.2.1 Wawancara analisis kebutuhan hanya dilakukan terhadap guru Bahasa Indonesia SD kelas IV karena siswa dianggap masih abstrak terhadap pendidikan karakter.
5.2.2 Bahan ajar yang dikembangkan terbatas pada satu keterampilan berbahasa yaitu keterampilan mendengarkan.
5.2.3 Karakter yang dikembangkan dalam bahan ajar hanya tiga yaitu jujur, tanggung jawab, dan kerjasama.
5.3 Saran
Saran untuk peneliti selanjutnya yang akan mengembangkan bahan ajar dalam pembelajaran adalah sebagai berikut.
5.3.1 Wawancara untuk analisis kebutuhan seharusnya dilakukan terhadap guru Bahasa Indonesia kelas IV dan siswa kelas IV.
5.3.2 Bahan ajar yang dikembangkan sebaiknya terdiri dari beberapa keterampilan berbahasa.
5.3.3 Karakter yang dikembangkan dalam bahan ajar sebaiknya lebih dari tiga karakter.
5.3.4 Sebaiknya dilakukan penelitian pengembangan lanjutan dengan jumlah responden uji coba yang lebih banyak.
DAFTAR REFERENSI
Asmani, Jamal Ma’mur. 2012. Buku Panduan Internalisasi Pendidikan Karakter di Sekolah. Yogyakarta: Diva Press.
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. 2011. Kamus Bahasa Indonesia untuk Pelajar. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
Cunningsworth, Alan. 1995. Choosing Your Coursebook. Oxford: Macmillan Publishers Limited.
Daryanto, Haji. 2007. Evalusi Pendidikan. Jakarta: PT Rineka Cipta. Depdiknas (2006). Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta: Media
Makmur Mandiri.
Djuanda, Dandan. 2006. Pembelajaran Bahasa Indonesia yang Komunikatif dan Menyenangkan. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Hidayatullah, M. Furqon. 2010. Pendidikan Karakter: Membangun Peradaban Bangsa. Surakarta: Yuma Pustaka.
Jais, Mohd Samsiah., Ab. Aziz Md. Yatim, dan Mohammed Aziz Shah
Mohammad Arip. 2012. Prodigy: An Innovative Approach for Character Development. Jurnal Pendidikan Karakter, 2(3): 239-247.
Johnson, D. W, dkk. 2012. Colaborative Learning Strategi Pembelajaran untuk Sukses Bersama Cetakan III. Bandung: Nusa Media.
Kemendiknas. 2011. Panduan Pelaksanaan Pendidikan Karakter di SMP. Jakarta: Dinas Pendidikan Nasional.
Koesoema, Doni. 2011. Pendidikan Karakter. Jakarta: PT Grasindo.
Majid, Abdul. 2009. Perencanaan Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Mulyasa. 2011. Manajemen Pendidikan Karakter. Jakarta: PT Bumi Aksara. Narwanti, Sri. 2011. Pendidikan Karakter. Yogyakarta: Familia (Grup Relasi Inti
Media).
Nurjamal, Daeng., Sumirat, Warta., & Darwis, Riadi. 2011. Terampil Berbahasa Menyusun Karya Tulis Akademik, Memandu Acara (MC-Moderator), dan Menulis Surat. Bandung: Alfabeta.
Pemendiknas. 2009. Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan: EYD Terbaru. Yogyakarta: Pustaka Timur.
Permatasari, Bernadetta Lisa Andika. 2012. Pendidikan Karakter Terintegrasi dalam Pembelajaran Berbicara Bahasa Indonesia Kelas VII Semester 1 dan 2. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.
Prastowo, Andi. 2011. Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif. Yogyakarta: Diva Press.
Prawiradilaga, Dewi Salma. 2007. Prinsip Desain Pembelajaran. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Raka, Gede dkk. 2011. Pendidikan Karakter di Sekolah Dari Gagasan ke Tindakan. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
Rohani, Anastasia Tiur. 2012. Pendidikan Karakter Terintegrasi dalam Pembelajaran Menulis Bahasa Indonesia Kelas VIII Semester 1 dan 2.
Slavin, R. E. 2008. Cooperative Learning: Teori, Riset, dan Praktik. Bandung: Nusa Media.
Soewandi, Slamet., Setiyaningsih, Yuliana., & Nugraha, Setya Tri. 2000. Strategi Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di Sekolah Berdasarkan Pendekatan Komunikatif. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.
Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta.
Sukardjo. 2008. Kumpulan Materi Evaluasi Pembelajaran. Yogyakarta: Prodi Teknologi Pembelajaran, Pps UNY.
Sutari, Ice dkk. 1998. Menyimak. Jakarta: Depsikbud.
Tarigan, Henry Guntur. 2008. Menyimak Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: PT Angkasa.
Trianto. 2009. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif: Konsep, Landasan, dan Implementasinya pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Wibowo, Agus. 2012. Pendidikan Karakter. Yogyakarta: Pustaka Belajar.
Yamin, Martinis. 2007. Kiat Membelajarkan Siswa. Jakarta: Gaung Persada Press. Zubaedi. 2011. Desain Pendidikan Karakter. Jakarta: Kencana Prenada Media
Group.