• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.3. Pembahasan

1. Rasio Likuiditas

Hasil pengujian statistic dengan uji regresi berganda menunjukkan bahwa variable likuiditas mempunyai pengaruh yang positif yaitu 0,50, sehingga dapat dikatakan bahwa secara parsial rasio likuiditas berpengaruh positif dan signifikan terhadap strukur modal artinya apabila rasio likuiditas dalam hal ini rasio current rasio ditingkatkan akan mengakibatkan struktur modal perusahaan meningkat sesuai dengan proporsi peningkatan dari rasio likuiditas.

Hasil ini, cukup membuktikan bahwa pada prinsipnya kondisi likuid memiliki standar umum yaitu dapat diklasifikasikan ”Baik” jika nilai kinerja diatas 100% dan dibawah 200%. Dan jika likuiditas berada dibawah 100% dan diatas 200% maka diklasifikasikan ”kurang baik”. 2. Rasio Aktivitas

Hasil pengujian pada rasio aktivitas yang terlihat pada rasio perputaran aktiva (TATO = Total Assets Turn Over) menunjukkan pengaruh negatif dan signifikan -1.728 artinya bahwa secara parsial,

rasio aktivitas (TATO) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap struktur modal perusahaan.

Rasio Aktivitas (TATO) memilki standar umum yaitu dapat dikatakan ”Baik” jika memilki nilai kinerja Total Asset Turn Over diatas 1, artinya perputaran aktiva harus diatas 100, dan kenyataan dari hasil analisa rasio selama kurun waktu 9 tahun dari tahun 2004 sampai tahun 2012 rasio TATO dibawah 100 atau 1.

3. Rasio Solvabilitas

Hasil dari rasio solvabilitas menunjukkan pengaruh yang positif dan signifikan yaitu 0.884. Hal ini berarti bahwa ada kecenderungan bagi kreditor untuk menilai perusahaan yang akan diberikan hutang jangka panjang karena dari rasio DER (Debt Equity Ratio) dalam keadaan cenderung turun selama kurun waktu tahun 2004 sampai dengan tahun 2012.

Solvabilitas memiliki standar umum yaitu dapat dikatakan ”Baik” jika nilai kinerjanya dibawah 100% dan dapat diklasifikasikan ”kurang baik” jika nilai kinerjanya diatas 100%. Ternyata kinerja keuangan PT. Telkom Indonesia, Tbk, dari tahun 2004 sampai dengan tahun 2009 diklasifikasikan ”kurang baik” karena nilai kinerjanya diatas 100%, sedangkan tahun 2010 sampai dengan 2012 diklasifikasikan “baik” karena nilai kinerjanya dibawah 100%.

4. Rasio Pr ofitabilitas

Pada analisa rasio profitabilitas yang terlihat pada rasio ROI menunjukkan nilai koefisien dari rasio profitabilitas (ROI) cukup besar yaitu 4.417. Dengan demikian kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dengan penggunaan keseluruhan aktiva perusahaan yang dimiliki cukup berhasil.

Dari hasil pembahasan tersebut diatas, dapat dikatakan bahwa Tujuan dari manajemen struktur modal atau capital structure management adalah menggabungkan sumber-sumber dana yang digunakan perusahaan untuk membiayai operasi. Dengan kata lain, tujuan ini dapat dilihat sebagai pencarian gabungan dana yang akan meminimumkan biaya modal dan dapat memaksimalkan harga saham. Struktur modal yang demikian, dapat kita sebut sebagai struktur modal yang optimal.

Konsep penting manajemen modal adalah masalah sumber dana dan penggunaan dana. Dana dapat dipenuhi dari sumber intern ataupun sumber ekstern perusahaan. Dana tersebut dialokasikan untuk membelanjai aktiva perusahaan. Pada hakekatnya, pemenuhan dan pengalokasian dana menyangkut masalah keseimbangan finansial dalam perusahaan, yaitu mengadakan keseimbangan finansial antara aktiva dengan pasiva tersebut dengan sebaik-baiknya. Keseimbangan finansial dapai dicapai, apabila perusahaan tersebut selama menjalankan fungsinya tidak menghadapi gangguan-gangguan finansial yang

disebabkan tidak adanya keseimbangan antara jumlah modal yang tersedia dengan modal yang dibutuhkan artinya faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan harus dalam kondisi seimbang dengan kata lain ke-4 (empat) rasio yaitu rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio aktivitas dan rasio profitabilitas harus sejalan sehingga menjamin kesehatan dari struktur modal dan pada akhirnya tercapai peningkatan kinerja keuangan perusahaan.

Sementara hasil penelitian ini, jika dibandingkan dengan jurnalnya sangatlah berbeda, seperti terangkum dalam tabel berikut ini.

Tabel 4.10

Perbedaan Skripsi yang terdahulu dengan sekarang

No Nama dan Judul Penelitian Variable dan Alat Uji Kesimpulan Jurnal 1 Sepdianto Yoesdhas

Prasetyo Aji (2011)

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi

Kelengkapan

Penguangkapan Laporan Keuangan Perusahaan Jasa Telekomunikasi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI)

Variablenya menggunakan Rasio Likuiditas, Rasio Profitabilitas dan Ukuran Perusahaan, Alat Uji menggunakan regresi berganda

Liquidity secara individu

berpengaruh signifikan terhadap struktur modal perusahaan,

Profitability secara individu tidak

berpengaruh signifikan terhadap struktur modal perusahaan, firm

size, growth opportunity, liquidity,

dan profitability secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap struktur modal perusahaan.

2 Akhamd Syafrudin Noor (April, 2011)

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Keuangan Perusahaan Telekomunikasi Yang Go Public di Bursa Efek Indonesia (BEI)”

Variablenya menggunakan

Current ratio, Debt Equity Ratio, Debt Ratio, Total Asset turnover, Working Capital Turn Over, dan Profit Margin, Alat uji

Menggunakan Regresi Berganda

Hasil pengujian menjukkan bahwa struktur aktiva, probabilitas dan kebijakan deviden berpengaruh secara simultan terhadap struktur pendanaan pada industri

perbankan.

3. Nurul Laili Agustin (Januari, 2008)

Analisa Kinerja Keuangan Perusahaan Jasa Telekomunikasi yang Go Public di Bursa Efek Jakarta Periode Tahun (2004-2006)

Variable menggunakan Konsep Likuiditas, Konsep Aktivitas, Konsep

Solvabilitas, KOnsep Profitabilitas, Alat uji menggunakan Time series,

Cros Sectional

Empat variabel bebas yang berpengaruh secara parsial terhadap variabel terikat struktur modal yaitu variable struktur aktiva, ukuran perusahaan, profitabilitas dan likuiditas. Sedangkan untuk kedua variabel lainnya yaitu operating leverage dan pertumbuhan penjualan tidak berpengaruh signifikan secara parsial terhadap struktur modal. 4. M. Khozzan. Ifa Suyitno

(2013) Analisis Faktor-faktor yang mempengaruhi Kinerja Keuangan pada Perusahaan Telekomunikasi yang Go Public di Bursa Efek Indonesia

Variable menggunakan Ratio Likuiditas, Ratio Aktivitas, ratio Solvabilitas, Ratio Profitabilitas dengan

menggunakan alat uji Regresi Linear Berganda

Hipotesa 1, terbukti benar Bahwa Faktor-faktor yang mempengaruhi Kinerja (Current Ratio, Total

Assets Turn Over, Debt Equity Ratio,dan Return On Investment)

berpengaruh secara signifikan terhadap Kinerja Keuangan (Struktur Modal) perusahaan jasa Telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Hipotesa 2, terbukti benar Bahwa ada variabel dari faktor-faktor yang mempengaruhi Kinerja (Current

Ratio, Total Assets Turn Over, Debt Equity Ratio,dan Return On Investment) berpengaruh secara

signifikan terhadap Kinerja Keuangan (Struktur Modal) perusahaan jasa Telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, yaitu variable rasio DER

Hasil penelitian ini, tidak luput dari kendala selama ini, yaitu kendala untuk mendapatkan data laporan keuangan obyek penelitian (PT. Telkom Indonesia, Tbk), karena untuk mendapatkan harus mengeluarkan biaya sebagai penggantian fotocopy. Selain dari kendala mendapatkan data penelitian, juga terkendala oleh waktu, dimana peneliti selalu terbentur dengan waktu untuk kerja. Akan tetapi syukur Alhamdulillah, kendala-kendala tersebut sedikit dapat diatas, dengan bukti hasil penelitian ini.

5.1. Kesimpulan

Berdasarkan analisa dan pembahasan yang telah dilakukan terhadap neraca dan laporan laba rugi PT. Telkom Indonesia, Tbk diperoleh kesimpulan sebagai berikut:

1. Hipotesa 1 mengatakan “Bahwa Faktor-faktor yang mempengaruhi Kinerja (Current Ratio, Total Assets Turn Over, Debt Equity Ratio,dan

Return On Investment) berpengaruh secara signifikan terhadap Kinerja

Keuangan (Struktur Modal) perusahaan jasa Telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia”. Hasilnya terbukti benar adanya, yaitu bahwa Faktor-faktor yang mempengaruhi Kinerja (Current Ratio,

Total Assets Turn Over, Debt Equity Ratio,dan Return On Investment)

berpengaruh secara signifikan terhadap Kinerja Keuangan (Struktur Modal) perusahaan jasa Telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

2. Hipotesa 2 mengatakan “Bahwa ada variabel dari faktor-faktor yang mempengaruhi Kinerja (Current Ratio, Total Assets Turn Over, Debt

Equity Ratio,dan Return On Investment) berpengaruh secara signifikan

terhadap Kinerja Keuangan (Struktur Modal) perusahaan jasa Telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia”. Dan hasilnya juga terbukti benar adanya, bahwa ada variable indenpend yang

berpengaruh secara signifikan terhadap variable dependen, yaitu variable rasio DER, yaitu rasio solvabilitas karena dengan menggunakan batas signifikansi membuktikan kalau

t

hitung

> t

tabel

,

yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima

5.2. Sar an

Dari hasil penelitian yang telah dilakukan telah dapat ditarik beberapa kesimpulan yang dapat digunakan untuk factor-faktor yang mempengaruhi kinerja keuangan pada perusahaan telekomunikasi khususnya PT. Telkom Indonesia, Tbk. Keterbatasan dari penelitian menyebabkan tidak semua perusahaan telekomunikasi yang go public di Bursa Efek Indonesia dapat dimasukkan didalam uji statistik. Untuk itu peneliti mengusulkan beberapa saran khususnya untuk peneliti-peneliti yang tertarik dengan topik penelitian yang sama.

1. Dengan topik penelitian yang sama hendaknya perlu dikaji lagi keberadaan perusahaan telekomunikasi lain yang mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan.

2. Untuk peneliti lanjutan disarankan untuk menggunakan periode penelitian yang lebih panjang dan memperbandingkan dengan industri lainnya.

3. Sebaiknya periode pengamatan diperpanjang sehingga jumlah sampel yang ada lebih banyak sehingga memungkinkan dapat diambil kesimpulan yang lebih baik.

Abdullah, M. Faisal. 2001. Dasar-dasar Manajemen Keuangan; Edisi Pertama, Universitas Muhammadiyah Malang, Malang

Baridwan, Zaki. 2001. Intermediated Accounting, Edisi 8, BPFE, Yogyakarta. Ghozali. 2001. Aplikasi Analisis Multivar iate dengan Program SPSS, Badan

Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang.

Halim Abdul. 2003. Analisis Investasi, PT. Salemba Empat, Jakarta.

Jogiyanto. 2003. Teori Portofolio dan Analisis Investasi, Edisi Ketiga, BPFE. Yogyakarta.

Mulyadi. 2007. Akuntansi Manajemen, Konsep, Manfaat dan Rekayasa, Edisi Kedua, Bagian Penerbitan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi-YKPN, Yogyakarta.

Munawir. 2007. Analisis Laporan Keuangan, Cetakan Kedua, Liberty, Yogyakarta.

Prastowo. 1995. Analisa Lapor an Keuangan (konsep dan Aplikasi). Edisi 2. Yogyakarta. Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN

Riyanto, Bambang. 2001. Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan. Edisi Keempat, Cetakan Pertama, BPFE-UGM, Yogyakarta.

Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Bisnis (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R & D). Bandung. Alfabeta

Sunjaja dan Berlian. 2003. Manajemen Keuangan I. Edisi 5.Klaten. PT Intan Sejati Syamsudin, Lukman. 2004. Manajemen keuangan Perusahaan Konsep Aplikasi dalam Perencanaan, Pengawasan dan Pengambilan Keputusan, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Skr ipsi

Sepdianto Yoesdhas Prasetyo Aji (2011). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengar uhi Kelengkapan Penguangkapan Laporan Keuangan Perusahaan J asa Telekomunikasi yang Ter daftar di Bur sa Efek Indonesia (BEI).Skripsi Mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional

“Veteran” Jawa Timur.

Nurul Laili Agustin (Januari, 2008) dalam skripsinya yang berjudul “Analisa Kinerja Keuangan Perusahaan J asa Telekomunikasi yang Go Public di Bursa Efek J akarta Periode Tahun (2004-2006)”Skripsi Mahasiswa

Universitas Islam Negeri Malan.

J ur nal

Akhamd Syafrudin Noor (April, 2011). “Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengar uhi Kinerja Keuangan Perusahaan Telekomunikasi Yang Go Public di Bur sa Efek Indonesia (BEI)”. Skripsi Mahasiswa

Universitas Antakusuma Pangkalan Bun.

Website

Dokumen terkait