BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
C. Pembahasan
131
Tabel 20. Tabel analisis Tukey HSD Daya tahan_ototlengan
Tukey HSDa,b
Kelompok_latihan N Subset
1 2 3
A2B2 5 59,33
A1B1 5 70,95
A1B2 5 97,7
A2B1 5 97,7
Sig. 1 1 1
Berdasarkan hasil uji Tukey HSD pada Tabel 11 di atas, dapat dijelaskan yaitu perbedaan tiap kelompok dapat dilihat dari nilai harmonic mean yang dihasilkan tiap kelompok berada dalam kolom subset. Pada hasil uji di atas menunjukkan kelompok A2B1 (Atlet yang dilatih menggunakan metode latihan Body Weight Training dengan kekuatan otot lengan tinggi) dan A1B1 (Atlet yang dilatih menggunakan metode latihan TRX dengan kekuatan otot lengan tinggi) berada pada kolom subset yang berbeda (kolom subset 3). Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa peningkatan daya tahan otot lengan kelompok A1B1 (Atlet yang dilatih menggunakan metode latihan Body Weight Training dengan kekuatan otot lengan tinggi) dan A2B1 (Atlet yang dilatih menggunakan metode latihan TRX dengan kekuatan otot lengan rendah) lebih baik dibanding kelompok A2B2 dan A1B2.
132
hipotesis menghasilkan dua kelompok kesimpulan analisis yaitu: (1) ada perbedaan pengaruh yang bermakna antara faktor-faktor utama penelitian; dan (2) ada interaksi yang bermakna antara faktor-faktor utama dalam bentuk interaksi dua faktor. Pembahasan hasil analisis tersebut dapat dipaparkan lebih lanjut sebagai berikut.
1. Perbedaan pengaruh antara metode latihan TRX dan Body Weight Training terhadap Daya tahan otot lengan dan akurasi memanah.
Berdasarkan pengujian hipotesis diketahui bahwa ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara metode latihan TRX dan Body Weight Training terhadap Daya tahan otot lengan dan akurasi memanah Atlet Panahan U-18 di Kabupaten Banyumas. Kelompok latihan TRX lebih baik dibandingkan dengan kelompok latihan Body Weight Training, selisih rata-rata kedua kelompok sebesar 7,18 detik dan akurasi memanah 18,9. Kelebihan metode TRX adalah memanfaatkan berat tubuh serta gravitasi untuk membangun kekuatan, keseimbangan, koordinasi, fleksibilitas, serta stabilitas otot perut dan sendi dengan mengatur intesnsitas gerakan melalui sudut dan tali sehingga. sedangkan Body Weight Training sulit untuk mengatur intensitas karena hanya mengandalkan grafitasi dan berat badan tubuh tanpa adanya tali suspensi yang membantu untuk mengatur intensitasnya, dengan demikian membuat peningkatan repetisi atau proses progresif overload dapat tercapai sesuai dengan program dan atlet akan menampilkan kemampuan terbaiknya dan mempunyai pengembangan kemampuan daya tahan otot khususnya pada lengan dengan baik sehingga dapat meningkatkan Daya tahan otot lengan.
Olahraga TRX memiliki tujuan utama untuk melatih seluruh tubuh dalam waktu
133
yang singkat, dengan target utama otot perut, sambil juga melatih pergerakan otot lain secara keseluruhan (Arazi et al., 2018). (Pratomo et al., 2022) menjelaskan bahwa dengan melakukan latihan secara pogresif maka dapat meningkatkan daya tahan otot lengan dibandingkan dengan latihan tanpa adanya progresifitas. Selain itu metode TRX dengan repetisi yang progresif yang sesuai dengan program latihan dapat meningkatkan kemampuan kardiovaskularnya (Arazi et al., 2018)
Memperhatikan karakteristik metode latihan TRX juga mempunyai kelebihan dari segi peningkatan kemampuan daya tahan otot lengan. Dalam hal ini, metode TRX dirancang agar atlet mampu menyesuaikan kemampuannya terhadap intensitas dan repetisi yang diberikan dengan ketepatan form gerakan yang mengakibatkan focus perkenaan otot utama dapat dicapai dengan sempurna (Eskiyecek et al., 2020). Dengan meningkatnya daya tahan otot lengan berefek pada akurasi memanah atlet panahan yang meningkat, untuk mendapatkan akurasi yang tinggi, perlu adanya konsistensi (Yachsie, 2019)
2. Perbedaan pengaruh antara Atlet yang memiliki Kekuatan otot lengan tinggi dan rendah terhadap Daya tahan Otot Lengan dan akurasi memanah.
Hasil analisis menunjukkan bahwa ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara Atlet dengan kekuatan otot lengan tinggi dan rendah terhadap Daya tahan Otot Lengan dan akurasi memanah Atlet Panahan U-18 di Kabupaten Banyumas.
Peningkatan daya tahan atlet yang memiliki kekuatan otot lengan rendah lebih baik dibandingkan dengan Atlet yang memiliki kekuatan otot lengan tinggi, dengan selisih rata-rata sebesar 8,87 dan atlet dengan kekuatan otot rendah memiliki selisih
134
rata-rata akurasi memanah 5,10 dengan kekuatan otot tinggi. Peningkatan daya tahan otot lengan pada kelompok otot lengan rendah lebih tinggi dibandingkan pada kelompok kekuatan otot lengan tinggi dikarenakan kelompok kekuatan otot lengan rendah belum terlatih sehingga setelah diberikan latihan secara progresif dan overload sesuai dengan program yang ada yang mengakibatkan peningkatan akurasi memanah atlet panahan juga meningkat lebih signifikan dibandigkan dengan kekuatan otot lengan tinggi.
Daya tahan adalah kemampuan otot untuk banyak kontraksi pada waktu yang sama secara terus menerus. Daya tahan otot didefinisikan sebagai kemampuan kelompok otot untuk melakukan kontraksi berulang selama periode waktu yang cukup untuk menyebabkan kelelahan otot, atau untuk mempertahankan persentase tertentu dari kontraksi sukarela maksimum untuk periode waktu yang lama (Kojima et al., 2020). (1) Daya tahan dengan waktu pendek (sampai 2 menit). (2) Daya tahan dengan waktu menengah/sedang (2-8 menit). (3) Daya tahan dengan waktu yang lama/panjang (8 menit atau lebih). (Bafirman. sujana wahyuri, 2019). Dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa latihan daya tahan otot lengan memerlukan waktu kontraksi yang cukup lama agar kemampuan daya tahan menjadi lebih baik waktu kontraksi yang lama ini dilatih melalui repetisi dan set yang tinggi selama latihan mengakibatkan peningkatan durasi kontraksi otot selama latihan (Bafirman & Wahyuri, 2019). Dengan meningkatnya daya tahan otot lengan yang lebih signifikan mengakibatkan kemampuan dalam memanah menjadi lebih stabil dan konsisten sehingga akurasi memanah dapat lebih konsisten dari sesi satu sampai enam yang berakibat akurasi akan meningkat dibandingkan pada hasil
135
observasi dikarenakan daya tahan otot lengan atlet panahan yang kurang baik sehingga konsistensi akurasi memanah dari sesi satu ke enam tidak konsisten dan cenderung menurun. Kekuatan otot lengan sangat bermanfaat dalam kegiatan panahan terutama saat melakukan persiapan memanah mulai mengangkat busur, menahan busur, menarik tali busur, penjangkaran (Anchor), sampai melakukan gerakan melepaskan anak panah (Release). Pada saat melakukan release dibutuhkan menahan dan menarik busur yang kuat sehingga saat release bisa tepat pada target face dan mendapat point tinggi (Rizal & Jatmiko, 2018). dikarenakan pada saaat proses memanah lengan memegang busur tidak hanya mengandalkan daya tahan otot saja namun diperlukan komponen lain salah satunya kekuatan untuk dapat menahan busur dengan tenang (Windasari, 2021). Berdasarkan penjelasan tersebut maka kekuatan otot lengan juga berpengaruh dalam kemampuan memanah.
3. Interaksi antara metode latihan (TRX dan Body Weight Training) dan kekuatan otot lengan (tinggi dan rendah) terhadap Daya tahan Otot Lengan dan akurasi memanah
Berdasarkan hasil yang telah dikemukakan pada hasil penelitian ini bahwa tidak ada interaksi yang signifikan antara metode latihan TRX dan Theraband dengan kekuatan otot lengan (tinggi dan rendah) terhadap Daya tahan Otot Lengan dengan nilai F ,006 dan p > 0,05 namun terdapat interaksi terhadap akurasi memanah dengan nilai F ,006 dan p > 0,05 pada Atlet Panahan U-18 di Kabupaten Banyumas.
Peningkatan daya tahan otot lengan kelompok A2B1 (Atlet yang dilatih menggunakan metode latihan Body Weight Training dengan kekuatan otot lengan
136
tinggi) dan A1B2 (Atlet yang dilatih menggunakan metode latihan TRX dengan kekuatan otot lengan rendah) lebih baik daripada kelompok A1B1, A2B2 . hasil penelitian menunjukan bahwa kelompok dengan metode latihan Body Weight Training merupakan metode yang efektif digunakan untuk meningkatkan Daya tahan Otot Lengan Atlet yang memiliki kekuatan otot lengan tinggi, dengan selisih sebesar 3,2 dibandingkan dengan metode latihan TRX. Hal ini dikarenakan dengan adanya pembebanan pada otot lengan sesuai dengan kemampuan dan repetisi dan intensitas yang diberikan di program latihan sedangkan pada TRX prinsip progresif dan overload sebenarnya juga terlaksana namun intensitas yang dilakukan oleh sampel kurang maksimal yang menakibatkan peningkatan kurang signifikan. Pada model latihan TRX baik digunakan untuk meningkatkan daya tahan otot lengan secara signifikan pada kelompok kekuatan otot lengan rendah hal ini dikarenakan pada kelompok kekuatan otot lengan rendah dapat tercapai baik set maupun repetisinya secara signifikan dengan melakukan penyesuaian intensitas melalui sudut kemiringan saat melakukan gerakan latihan menggunakna TRX dibandingkan dengan menggunakan model latihan body weight training pada prakteknya form gerakan yang dilakukan oleh atlet pada waktu mulai kelelahan mulai kurang baik dikarenakan kekuatan otot lengan yang kurang baik mulai dari form maupun dari repetisi dan set yang dicapai sehingga perkenaan otot utama kurang tercapai (Bompa, T. O. & Buzzichelli, 2018), sampel yang melakukan gerakan sesuai dengan program yang diberikan mengakibatkan peningkatan kemampuan daya tahan otot lengan yang tinggi yang berefek terjadinya peningkatan massa otot dan serabut otot yang dapat meningkatkan daya tahan otot lengan. Dengan memiliki
137
kekuatan otot dan daya tahan otot yang baik, maka akan memberikan keuntungan bagi setiap pemanah.
Pada kelompok akurasi memanah hasil bentuk interaksi, telah terlihat bahwa dua faktor utama penelitian menunjukkan tidak ada interaksi yang signifikan. Tetapi, ada interaksi ini memiliki kelompok peningkatan akurasi yang lebih signifikan dengan menggunakan metode latihan TRX. (Pratomo et al., 2022) menjelaskan bahwa dengan melakukan latihan secara pogresif maka dapat meningkatkan daya tahan otot lengan dibandingkan dengan latihan tanpa adanya progresifitas. Sehingga sesuai dengan karakteristik TRX yang dapat diatur intensitas latihannya sehingga repetisi yang telah diprogram dapat dicapai dengan maksimal yang mengakibatkan daya tahan otot lengan meningkat dengan signifikan dan diikuti peningkatan akurasi memanah dikarenakan kestabilan yang diperoleh dari daya tahan yang meningkat. Kekuatan dan daya tahan otot lengan merupakan kemampuan yang sangat penting untuk seorang pemanah pada program latihan yang dibuat bertujuan untuk meningkatan daya tahan yang diharapkan meningkatkan konsistensi pada saat melakukan skoring sehingga kemampuan akurasi memanah meningkat menurut (Deviyanti et al., 2022) kemampuan akurasi memanah berhubungan dengan kekuatan otot lengannya dikarenakan ketika memiliki daya tahan otot lengan yang baik maka akan mengakibatkan konsistensi dalam memanah.