• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Pembahasan

Gambar IX: Diagram Komparasi Prestasi Belajar Pra Siklus, Siklus I dan Siklus II

C. Pembahasan

Berdasarkan deskripsi pelaksanaan penelitian dan hasil penelitian yang diuraikan sebelumnya, maka pada bagian ini akan membahas tentang indikator keberhasilan dalam penelitian ini yaitu terlaksananya pembelajaran menggunakan model pembelajaran Mind Mapping. Berikut ini hasil penelitian terhadap minat dan prestasi belajar sejarah siswa kelas XI IPS 3 SMA Negeri 2 Ngaglik.

1. Minat Belajar Siswa

Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan suatu hubungan antar diri sendiri dengan sesuatu diluar diri sendiri. Semakin kuat atau dekat hubungannya tersebut, semakin besar minat. Menurut Slameto, minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa keterkaitan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh.50 Dari penjelasan di atas peningkatan minat belajar siswa dapat dilihat secara langsung pada saat proses pembelajaran di kelas.

50Slameto, Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, Jakarta: Bina Aksara, 1988, hlm.182. 90-100 80-89 70-79 60-69 0-59

1 2 3 4 5

Pra Siklus Siklus I Siklus II

Pada pra siklus minat belajar siswa masih perlu ditingkatkan hal ini terlihat ketika pembelajaran sejarah berlangsung masih banyak siswa yang tidak mendengarkan penjelasaan guru. Dalam pembelajaran sejarah siswa cendrung pasif. Pada awal pembelajaran sejarah siswa memperhatikan penjelasan guru dan mencatat hal-hal penting. Namun keadaan tersebut tidak berlangsung lama karena ada beberapa siswa yang terlihat sibuk sendiri, mengobrol, dan bermain HP.

Kondisi kelas yang tidak kondusif mengganggu kegiatan belajar mengajar di kelas, terutama bagi siswa yang sungguh-sungguh serius mengikuti kegiatan belajar mengajar. Pada saat guru melakukan tanya jawab tentang materi yang didiskusikan hanya beberapa peserta didik yang mengajukan pertanyaan. Dari persoalan-persoalan ini membuat siswa kurang tertarik dalam proses pembelajaran sejarah. Keadaan tersebut diperkuat dengan rata-rata siswa 74. Siswa yang memperolah sekor tertinggi 84 dan siswa yang memperoleh skor terendah 62.

Setelah diterapkannya model pembelajaran Mind Mapping terjadi peningkatan terhadap minat belajar siswa hal ini terlihat dari siswa yang sudah saling berkerjasama dalam kelompok, siswa aktif dalam pembelajaran sejarah, dan berani mengemukakan pendapat di depan kelas. Pada siklus dua minat belajar siswa naik dengan rata-rata 83. Sedangkan skor tertinggi siswa 95 dan skor terendah siswa 71.

Temuan tersebut ditinjau dari manfaat model pembelajaran Mind Mapping, yaitu meningkatkan kreativitas dan aktivitas individu maupun kelompok, memudahkan otak memahami dan menyerap informasi dengan cepat, meningkatkan daya ingat, mengakomodasi berbagai sudut pandang terhadap suatu

informasi, dapat memusatkan perhatian siswa, mencatat dengan teknik Mind Mapping menyenangkan, dan mengaktifkan seluruh bagian otak.51

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Mind Mapping dapat meningkatkan minat belajar sejarah siswa kelas XI IPS 3 SMA Negeri 2 Ngaglik. Terjadinya peningkatan minat belajar sejarah tersebut karena siswa sudah paham dengan langkah-langkah pembelajaran model Mind Mapping. Sehingga dalam proses pembelajaran sejarah siswa dapat memahami pelajaran sejarah. Hal ini berdampak pada siswa yang semakin aktif dalam proses pembelajaran sejarah.

2. Prestasi Belajar Sejarah

Prestasi merupakan suatu bukti keberhasilan usaha yang dicapai oleh peserta didik dalam suatu bidang sebagai hasil dari proses belajar yang spesifik disengaja, biasa dalam bentuk pengetahuan dan keterampilan.52

Hasil dari prestasi belajarini ditunjukkan dengan nilai atau angka oleh guru kepada peserta didiknya sebagai bentuk penghargaan atas apa yang telah dikerjakan oleh peserta didiknya.

Prestasi belajar sejarah kelas XI IPS 3 SMA Negeri 2 Ngaglik, pada pra penelitian atau sebelum menggunakan model pembelajaran Mind Mapping, hanya 12 siswa atau 39% yang nilainya mencapai KKM dan berjumlah 19 siswa atau 61% yang tidak mencapai KKM, dengan nilai rata-rata siswa pada pra penelitian adalah 72.

51http://abdullohrasta.blogspot.com/2013/10/model-pembelajaran-mind-mapping.html

52Dewa Ketut, Bimbingan dan Konseling, Jakarta: Bima Aksara, 1988, hlm. 51.

Pada siklus pertama, siswa yang nilainya mencapai KKM berjumlah 25 siswa atau 81% sedangkan siswa yang tidak mencapai KKM berjumlah 6 siswa atau19%. Adapun nilai rata-rata siswa pada siklus I adalah 78. Pada siklus kedua, siswa yang nilainya mencapai KKM berjumlah 29 siswa atau 94%, sedangkan yang tidak mencapai KKM ada 2 siswa atau 6%. Adapun nilai rata-rata yang diperoleh siswa pada siklus kedua adalah 88%.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar sejarah kelas XI IPS 3 SMA Negeri 2 Ngaglik ditandai dengan naiknya jumlah dan prosentase siswa yang nilainya mencapai KKM. Selain itu, peningkatan prestasi belajar sejarah siswa juga ditandai dengan meningkatnya nilai rata-rata siswa pra siklus 72%, siklus I 78% dan meningkat lagi pada siklus kedua nilai rata-rata siswa 88%.

Peningkatan prestasi belajar siswa dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal artinya timbulnya kertertarikan dari siswa terhadap pelajaran sejarah, memperhatikan penjelasan guru, dan mengemukakan pendapat. Hal ini yang membuat siswa semakin berminat dan tertarik untuk mendapatkan prestasi belajar yang semakin baik. Sedangkan faktor eksternal yaitu model pembelajaran Mind Mapping. Model pembelajaran ini merupakan teknik mencatat yang menonjolkan sisi kreativitas sehingga efektif dalam memetakan pikiran, selain itu model pembelajaran Mind Mapping menuntut siswa kerjasama dalam kelompok.53

Tercapainya hasil belajar yang optimal tersebut, tidak lepas dari banyak aspek yang mendukung selama proses pembelajaran dalam kelas. Selama proses

53Sutanto Windura, Mind Map Langkah Demi Langkah, Jakarta: Gramedia, 2016, hlm. 16.

pembelajaran sejarah mulai dari siklus I sampai dengan siklus II, guru telah menunjukkan tindakan-tindakan yang memang seharusnya dilakukan seorang guru dalam pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran Mind Mapping.

Pada siklus I guru mulai menerapkan model pembelajaran Mind Mapping. Dalam penerapan model pembelajaran ini nampak siswa sudah mulai berkerjasama dalam kelompok, walaupun masih ada siswa yang kurang serius mengerjakan tugas kelompok. Selain itu minat siswa untuk mengkomunikasikan setiap ide yang mereka punya dalam kelompok sudah semakin baik. Ketika siklus II dalam penerapan model pembelajaran Mind Mapping siswa sudah sangat aktif dalam pembelajaran, mengkomunikasikan dan menyampaikan argumentasi sudah sangat baik.

Berdasarkan penjelasan di atas tindakan yang dilakukan guru dengan model pembelajaran Mind Mapping dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas XI IPS 3 SMA Negeri 2 Ngaglik

92 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN

Penelitian tindakan kelas (PTK) ini dilaksanakan di SMA Negeri 2 Ngaglik pada siswa kelas XI IPS 3 secara umum dapat dikatakan mencapai keberhasilan. Hal ini dikarenakan dalam penerapan model pembelajaran Mind Mapping berjalan dengan baik meskipun masih ada beberapa kekuarangan selama proses pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada siswa kelas XI IPS 3 SMA Negeri 2 Ngaglikdengan diterapkannya model pembelajaran Mind Mapping maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut.

1. Penerapan model pembelajaran Mind Mapping dapat meningkatkan minat belajar sejarah siswa kelas XI IPS 3 SMA Negeri 2 Ngaglik. Peningkatan minat belajar tersebut ditunjukkan dari keadaan pra siklus dimana skor rata-rata minat belajar sejarah siswa adalah Penerapan model pembelajaran Mind Mapping dapat meningkatkan minat belajar siswa kelas XI IPS 3 SMA Negeri 2 Ngaglik. Hal ini dapat ditunjukkan dengan keadaan awal skor rata-rata 72 dan pada siklus II menjadi 83.

2. Penerapan model pembelajaran Mind Mapping dapat meningkatkan prestasi belajar sejarah siswa kelas XI IPS 3 SMA Negeri 2 Ngaglik. Hal ini dapat ditunjukkan dengan peningkatan baik dari segi nilai KKM maupun nilai rata-rata. Dari segi KKM sekolah dengan nilai 75, pada keadaan awal 12 siswa atau 39%, meningkat pada siklus I menjadi 25 siswa atau 81% dan pada

siklus II meningkat menjadi 29 atau 94%. Dari segi nilai rata-rata prestasi belajar sejarah siswa yaitu 72 kemudian meningkat pada siklus I menjadi 78.

Pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 88.

Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Mind Mapping terbukti dapat meningkatkan minat dan prestasi belajar sejarah siswa kelas XI IPS 3 SMA Negeri 2 Ngaglik.

B. SARAN

Adapun saran bagi guru dan sekolah sebagai berikut:

1. Bagi Sekolah

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dapat dijadikan masukan bagi sekolah untuk memilih model pembelajaran yang dapat digunakan untuk menjalankan proses pembelajaran sejarah di dalam kelas. Penerapan model pemeblajaran Mind Mapping ini akan membuat siswa semakin aktif dan meningkatkan kesiapan siswa dalam proses pembelajaran, sehingga dapat meningkatkan mutu sekolah dan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran siswa.

2. Bagi Guru

Melalui model pembelajaran Mind Mapping diharapkan guru dapat mengembangkan berbagai penggunaan model pembelajaran yang bervariasi dalam menyampaikan materi pembelajaran sejarah kepada siswa di kelas.

3. Bagi Peneliti Berikutnya

Hasil penelitian yang diperoleh dapat dijadikan masukan bagi peneliti lain untuk mengembangkan penelitiannya yang menggunakan model

pembelajaran yang lain. Bagi peneliti sendiri penelitian ini merupakan suatu pembelajaran yang berharga karena peneliti semakin terlatih dalam menggunakan model-model pembelajaran salah satunya adalah model pembelajaran Mind Mapping.

95

DAFTAR PUSTAKA

Baharuddin dan Esa Nur Wahyuni. Teori Belajar dan Pembelajaran. Yogyakarta:

Ar-ruzz Media. 2015.

Depdikbud. 1999. Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research), Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah. Direktorat Pendidikan Menengah Umum.

Dimyati. 2013. Belajar & Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

Eko Putro Widoyo. 2014. Hasil Belajar di Sekolah. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sartono Kartodirdjo. 1982. Pemikiran dan Perkembangan Historiografi Indonesia. Jakarta: Gramedia.

Kunandar. 2009. Penelitian Tindakan Kelas: Sebagai pengembangan Profesi Guru. Jakarta: Rajawali Pers.

Muri Yusuf. 2015. Asesmen dan Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Prenadamedia Group.

Nana Syaodih Sukmadinata. 2008. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung:

Remaja Rosdakarya Offset.

Noer Rohmah. 2015. Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: Kalimedia.

Slameto. Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jakarta: Bina Aksara.

1988.

Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta.

Suharsimi Arikunto. 2013. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan (edisi 2). Jakarta:

Bumi Aksara.

Suharsimi Arikunto. 1989. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik.

Jakarta: Bina Aksara.

2003. Manajemen Penelitian. Jakarta: Asdi mahasatya.

2006. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.

2010. Penelitian Tindakan. Yogyakarta: Adytia Media.

Sutanto Windura. 2016. Mind Map Langkah demi Langkah. Jakarta: Gramedia.

Sutarjo Adisusilo. 2012. Pembelajaran Nilai–Karakter Konstruktivisme Dan VCT Sebagai Inovasi Pendekatan Pembelajaran Afektif. Jakarta:

Rajagrafindo Persada.

Tukiran Taniredja, dkk. 2013. Model-model Pembelajaran Inovatif. Bandung:

Alfabeta.

Winkel W. S. 1987. Psikologi pengajaran. Jakarta: PT. Gramedia.

Yatim Riyanto. 2009. Paradigma Baru Pembelajaran Sebagai Referensi bagi Pendidik dalam Implementasi Pembelajaran yang Efektif dan Berkualitas.

Surabaya: Kencana Prenada Media Group.

Rusman. 2013.Model-model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru. Jakarta: Rajagrafindo Persada.

SUMBER INTERNET

http://abdullohrasta.blogspot.com/2013/10/model-pembelajaran-Mind Mapping.html

http://zaifbio.wordpress.com/2014/01/23/metode-pembelajaran-mind-mapping/.com

http://abdullohrasta.blogspot.com/2013/10/model-pembelajaran-mind-mapping.html

Lampiran 1a

(Surat Izin Penelitian dari Universitas Sanata Dharma)

Lampiran 1b

(Surat Pernyataan Sudah Melakukan Penelitian di SMA Negeri 2 Ngaglik)

Lampiran 2 (Silabus)

SILABUS

MATA PELAJARAN SEJARAN (PEMINATAN ILMU-ILMU SOSIAL) Satuan Pendidikan : SM A Negeri 2 Ngaglik

Mata Pelajaran : Sejarah Peminatan

Kelas : XI

Kompetensi Inti :

1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya

2. Mengahayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjaasama, toleran, damai), santun, responsif, dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia 3. Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahuna

tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.

4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.

Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian Alokasi

Waktu

Sumber Belajar 1.1 Menghayati nilai-nilai

peradaban dunia yang menghargai perbedaan sebagai karunia Tuhan yang Maha Esa.

2.1 Mengembangkan sikap jujur, rasa ingin tahu, tanggung jawab, peduli, santun, cinta damai dalam mempelajari peristiwa sejarah sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

2.2 Menunjukan sikap cinta tanah air, nilai-nilai rela berkorban dan kerja sama yang dicontohkan para

 Membaca buku teks tentang sistem pemerintahan, sosial, ekonomi, dan kebudayaan masyarakat Indonesia pada masa kerajaan-kerajaan besar Hindu-Buddha dan Islam yang berpengaruh pada kehidupan masyarakat Indonesia masa kini.

Tugas:

Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian Alokasi ekonomi, dan kebudayaan masyarakat Indonesia pada masa kerajaan-kerajaan besar Hindu-Buddha yang berpengaruh pada

kehidupan masyarakat Indonesia masa kini.

3.2 Menganalisis sistem pemerintahan, sosial, ekonomi, dan kebudayaan masyarakat Indonesia pada masa kerajaan-kerajaan besar Islam di Indonesia yang berpengaruh pada kehidupan masyarakat Indonesia masa kini.

4.1 Menyajikan warisan sistem pemerintahan, sosial, ekonomi, dan kebudayaan masyarakat Indonesia pada

 Menanya dan berdiskusi untuk mendapatkan klarifikasi, penjelasan dan perluasan bahan analisis

mengenai sistem pemerintahan, sosial, ekonomi, dan kebudayaan masyarakat Indonesia pada masa kerajaan-kerajaan besar Hindu-Buddha dan Islam yang

berpengaruh pada kehidupan masyarakat Indonesia masa kini.

Mengeksplorasikan:

 Mengumpulkan data dan informasi lanjutan terkait dengan pertanyaan mengenai sistem pemerintahan, sosial, ekonomi, dan kebudayaan masyarakat Indonesia pada masa kerajaan-kerajaan besar Hindu-Buddha dan Islam yang

berpengaruh pada kehidupan masyarakat Indonesia masa kini, melalui bacaan dan sumber lain yang tersedia. data, analisis data dan pembuatan laporan.

Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian Alokasi Indonesia masa kini, dalam bentuk tulisan dan media lain. besar Islam di Indonesia yang berpengaruh pada kehidupan masyarakat Indonesia masa kini, dalam bentuk tulisan dan media lain.

Mengasosiasikan:

 Menganalisis informasi dan data yang di dapat dari bacaan dan sumber lain yang terkait mengenai sistem pemerintahan, sosial,

ekonomi, dan kebudayaan masyarakat Indonesia pada masa kerajaan-kerajaan besar Hindu-Buddha dan Islam yang

berpengaruh pada kehidupan masyarakat Indonesia masa kini Mengomunikasikan:

 Membuat laporan hasil analisis dalam bentuk tulisan dan atau media lain mengenai sistem pemerintahan, sosial, ekonomi, dan kebudayaan masyarakat Indonesia pada masa kerajaan-kerajaan besar Hindu-Buddha dan Islam yang berpengaruh pada kehidupan masyarakat Indonesia masa kini

masa kini.

 Membaca buku teks tentang pemikiran dan peristiwa-peristiwa

Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian Alokasi Waktu

Sumber Belajar di Eropa antara lain:

Merkantilisme,

Renaissance, Reformasi Gereja, Revolusi Industri dan pengaruhnya bagi kehidupan bangsa Indonesia dan bangsa lain di dunia pada masa itu dan masa kini.

4.3 Membuat karya tulis tentang pemikiran dan peristiwa-peristiwa penting di Eropa antara lain:

Merkantilisme,

Renaissance, Reformasi Gereja, Revolusi Industri yang berpengaruh bagi Indonesia dan dunia.

Ummat Manusia dan bangsa lain di dunia pada masa itu dan masa kini.

penting di Eropa antara lain:

Merkantilisme, Renaissance,

Reformasi Gereja, Revolusi Industri dan pengaruhnya bagi kehidupan bangsa Indonesia dan bangsa lain di dunia pada masa itu dan masa kini.

Menanya:

 Menanya dan berdiskusi untuk mendapatkan klarifikasi dan pendalaman pemahaman tentang pemikiran dan peristiwa-peristiwa penting di Eropa antara lain:

Merkantilisme, Renaissance,

Reformasi Gereja, Revolusi Industri dan pengaruhnya bagi kehidupan bangsa Indonesia dan bangsa lain di dunia pada masa itu dan masa kini.

Mengeksplorasikan:

 Mengumpulkan data dan informasi lanjutan terkait dengan pertanyaan dan materi tentang pemikiran dan peristiwa-peristiwa penting di Eropa antara lain: Merkantilisme,

Renaissance, Reformasi Gereja,

peristiwa-peristiwa penting di Eropa antara lain: Merkantilisme, lain di dunia pada masa itu dan masa kini.

Observasi :

Mengamati kegiatan peserta didik dalam proses mengumpulkan data, analisis data dan pembuatan laporan. penting di Eropa antara lain: Merkantilisme,

Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian Alokasi Waktu

Sumber Belajar Revolusi Industri dan pengaruhnya

bagi kehidupan bangsa Indonesia dan bangsa lain di dunia pada masa itu dan masa kini, melalui bacaan dan sumber-sumber lainya yang terkait

Mengasosiasikan:

 Menganalisis informasi dan data yang di dapat dari bacaan dan sumber lain yang terkait mengenai pemikiran dan peristiwa-peristiwa penting di Eropa antara lain:

Merkantilisme, Renaissance,

Reformasi Gereja, Revolusi Industri dan pengaruhnya bagi kehidupan bangsa Indonesia dan bangsa lain di dunia pada masa itu dan masa kini.

Mengomunikasikan:

 Membuat karya tulis mengenai pemikiran dan peristiwa-peristiwa penting di Eropa antara lain:

Merkantilisme, Renaissance,

Reformasi Gereja, Revolusi Industri dan pengaruhnya bagi kehidupan

Renaissance, Reformasi lain di dunia pada masa itu dan masa kini. penting di Eropa antara lain: Merkantilisme, lain di dunia pada masa itu dan masa kini.

Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian Alokasi Waktu

Sumber Belajar bangsa Indonesia dan bangsa lain di

dunia pada masa itu dan masa kini.

3.4 Menganalisis keterkaitan antara revolusi-revolusi besar dunia (Perancis, Amerika, Cina, Rusia dan Indonesia) dan kehidupan umat manusia pada masa itu dan masa kini.

4.4 Menyajikan hasil analisis tentang revolusi-revolusi besar dunia (Perancis, Amerika, Cina, Rusia dan Indonesia) serta

pengaruhnya terhadap kehidupan umat manusia dalam bentuk tulisan dan media lain.

 Membaca buku teks mengenai keterkaitan antara revolusi-revolusi besar dunia (Perancis, Amerika, Cina, Rusia dan Indonesia) dan kehidupan umat manusia pada masa itu dan masa kini.

Menanya:

 Menanya dan berdiskusi untuk mendapatkan klarifikasi dan pendalaman pemahaman mengenai keterkaitan antara revolusi-revolusi besar dunia (Perancis, Amerika, Cina, Rusia dan Indonesia) dan kehidupan umat manusia pada masa itu dan masa kini.

Mengeksplorasikan:

 Mengumpulkan data dan informasi lanjutan terkait dengan pertanyaan dan materi mengenai keterkaitan antara revolusi-revolusi besar dunia

Tugas: manusia pada masa itu dan masa kini.

Observasi:

Mengamati kegiatan peserta didik dalam proses mengumpulkan data, analisis data dan pembuatan laporan.

Portofolio:

Menilai tulisan dan atau media lain mengenai

Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian Alokasi Waktu

Sumber Belajar (Perancis, Amerika, Cina, Rusia dan

Indonesia) dan kehidupan umat manusia pada masa itu dan masa kini, melalui bacaan dan sumber-sumber lainnya yang terkait.

Mengasosiasikan:

 Menganalisis informasi dan data yang di dapat dari bacaan dan sumber lain yang terkait mengenai keterkaitan antara revolusi-revolusi besar dunia (Perancis, Amerika, Cina, Rusia dan Indonesia) dan kehidupan umat manusia pada masa itu dan masa kini, melalui bacaan dan sumber-sumber lainnya yang terkait.

Mengomunikasikan:

 Membuat laporan dalam bentuk tulisan dan media lain mengenai keterkaitan antara revolusi-revolusi besar dunia (Perancis, Amerika, Cina, Rusia dan Indonesia) dan kehidupan umat manusia pada masa itu dan masa kini, melalui bacaan

revolusi-revolusi besar dunia (Perancis, Amerika, Cina, Rusia dan Indonesia) dan kehidupan umat manusia pada masa itu dan masa kini. manusia pada masa itu dan masa kini.

Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian Alokasi Waktu

Sumber Belajar dan sumber-sumber lainnya yang

terkait. pada masa itu dan masa kini.

4.5 Menyajikan hasil analisis tentang hubungan dalam bentuk tulisan dan media lain.

 Membaca buku teks mengenai hubungan perkembangan faham-faham besar seperti nasionalisme, liberalisme, sosialisme, demokrasi, Pan Islamisme dengan gerakan nasionalisme di Asia-Afrika pada masa itu dan masa kini.

Menanya:

 Menanya dan berdiskusi untuk mendapatkan klarifikasi dan pendalaman pemahaman mengenai hubungan perkembangan faham-faham besar seperti nasionalisme, liberalisme, sosialisme, demokrasi, Pan Islamisme dengan gerakan nasionalisme di Asia-Afrika pada masa itu dan masa kini.

Mengeksplorasikan:

 Mengumpulkan data dan informasi lanjutan terkait dengan pertanyaan

Tugas: data, analisis data dan pembuatan laporan.

Portofolio:

Menilai tulisan dan atau

3 mg x 4

Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian Alokasi Waktu

Sumber Belajar dan materi mengenai hubungan

perkembangan faham-faham besar seperti nasionalisme, liberalisme, sosialisme, demokrasi, Pan Islamisme dengan gerakan nasionalisme di Asia-Afrika pada masa itu dan masa kini.

Mengasosiasikan:

 Menganalisis informasi dan data yang di dapat dari bacaan dan sumber lain yang terkait mengenai hubungan perkembangan faham-faham besar seperti nasionalisme, liberalisme, sosialisme, demokrasi, Pan Islamisme dengan gerakan nasionalisme di Asia-Afrika pada masa itu dan masa kini.

Mengomunikasikan:

 Membuat laporan dalam bentuk tulisan dan atau media lain

mengenai hubungan perkembangan

Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian Alokasi Waktu

Sumber Belajar Islamisme dengan gerakan

nasionalisme di Asia-Afrika pada masa itu dan masa kini.

3.6 Menganalisis pengaruh PD I dan PD II terhadap

kehidupan politik, sosial-ekonomi dan hubungan internasional (LBB, PBB), politik, sosial-ekonomi dan hubungan internasional (LBB, PBB ), pergerakan nasional dan regional dalam bentuk tulisan dan media

 Membaca buku teks mengenai pengaruh PD I dan PD II terhadap kehidupan politik, sosial-ekonomi dan hubungan internasional (LBB, PBB), pergerakan nasional dan regional.

Menanya:

 Menanya dan berdiskusi untuk mendapatkan klarifikasi dan pendalaman pemahaman mengenai pengaruh PD I dan PD II terhadap kehidupan politik, sosial-ekonomi

 Menanya dan berdiskusi untuk mendapatkan klarifikasi dan pendalaman pemahaman mengenai pengaruh PD I dan PD II terhadap kehidupan politik, sosial-ekonomi