• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Pembahasan

94

sendiri tentang toko onlinebertanya dan mencari informasi

menghindarkan dari penipuaan

10.Subyek sebelum berbelanja akan beramsumsi tentang ciri-ciri

barang dan subyek mempunyai ciri-ciri tersendiri tentang

barang-barang yang akan dibeli dan subyek tidak mematok harus merek

ini itu dan selama ia berbelanja online subyek merasa puas.

11.Subyek memutuskan untuk membeli berdasarkan keinginannya

dan tidak di pengaruhi oleh sikap orang lain.

12.Rata-rata subyek merasa puas dengan barang yang dibelinya

karena barang yang sesuai dengan gambar dan kualitas yang

bagus.

C. Pembahasan

1. Subyek 1

Menurut Kotler & Armstrong (1993) dan Suharno & sutarso (2010)

beberapa tahap dalam keputusan pembelian pertama pengenalan kebutuhan,

pencarian informasi, evaluasi Alternatif, keputusan pembelian, perilaku

pascapembelian.

a. Pengenalan Kebutuhan

Dalam hasil penelitian ini didapat bahwa subyek I tidak mengenali adanya

kebutuhan masalah, ini terlihat dari subyek yang berbelanja karena

ketertarikannya dengan barang yang diupload oleh penjual online. Dan

menurut subyek 1 berbelanja online tidak susah, tak perlau harus kesana ke

95

mahasiswa sedangkan cara pembayarannya pun menurut subyek tinggal

transfer setelah itu barang di kirim.

Menurut Kotler & Armstrong (1993) proses pembelian diawali dengan

pengenalan masalah – dengan pembeli yang mengenali suatu masalah atau

kebutuhan. Pembeli merasakan perbedaan antara keadaan aktualnya dan

sebagian keadaan yang diinginkannya. Menurut Suharno & Sutarso (2010)

pengenalan kebutuhan, merupakan tahap pertama proses keputusan pembeli,

di mana konsumen menyadari suatu masalah atau kebutuhan. Pengenalan

kebutuhan adalah proses yang terjadi pada saat konsumen menyadari adanya

perbedaan antara keadaan yang ada pada mereka dengan kondisi ideal yang

mereka inginkan.

b. Pencarian informasi

Dalam hasil penelitian ini didapat bahwa subyek I dapat dinyatakan

mencari informasi terlebih dahulu sebelum membeli, terlihat dari subyek I

yang bertanya kepada penjual dari bahan sampai cara pengirimannya. Setelah

bertanya kepada penjual subyek 1 bertanya kepada teman yang sama-sama

penjual online.

Menurut Kotler & Armstrong (1993) seorang konsumen yang tergerak

pada suatu produk bisa atau tidak bisa mencari lebih banyak informasi. Jika

dorongan konsumen itu kuat dan produk yang dapat memuaskan kebutuhan

ada didekatnya, konsumen itu akan membelinya. Dan menurut Suharno &

Sutarso (2010) informasi adalah hal utama yang akan digunakan konsumen

96

Pencarian informasi merupakan tahap proses keputusan pembeli di mana

konsumen mencari informasi sebanyak-banyaknya.

c. Evaluasi Alternatif

Dalam hasil penelitian ini didapat bahwa subyek I menggunakan informasi

yang telah didapatnya terlihat dari subyek 1 yang bertanya kepada penjual

dan teman, tetapi subyek 1 tidak mengevaluasi untuk menentukan sebuah

merek, karena subyek 1 tidak pernah membeli barang, dengan harus

menggunakan merek ini dan itu.

Menurut Kotler & Armstrong (1993) evaluasi alternatif yaitu bagaimana

konsumen memproses untuk sampai pada pilihan-pilihan merek. Dan

menurut Suharno & Sutarso (2010) evaluasi alternatif merupakan tahap

proses keputusan pembeli di mana konsumen menggunakan informasi untuk

mengevaluasi merek alternatif dalam sekelompok pilihan.

d. Keputusan pembelian

Dalam hasil penelitian ini didapat bahwa subyek I tidak membeli karena

pengaruh sikap orang lain maupun karna situasional. Di mana subyek

mengatakan bahwa ia membeli barang melalui online shop karena

kemauannya tidak ada dorongan dari orang lain.

Menurut Kotler & Armstrong (1993) keputusan pembelian konsumen akan

terwujud untuk membeli merek yang paling disukai, tetapi dua faktor bisa

muncul di antara niat pembelian dan keputusan pembelian. faktor faktor

tersebut yaitu : yang pertama faktor sikap orang lain & faktor situasional yang

97

pembelian. Tahap ini adalah tahap di mana pembeli telah menentukan

pilihannya dan melakukan pembelian produk, serta mengkonsumsinya.

e. Perilaku pasca pembelian

Dalam hasil penelitian ini didapat bahwa subyek I perilakupasca membeli

memenuhi, terlihat dari subyek 1 yang merasa puas dengan berberangnya,

yang sebasar 70% subyek 1 merasa puas dan 30% merasa tidak puas. Harapan

subyek tentang terhadap penjual online shop adalah meenvari supliyer yang

baik lagi.

Menurut Kotler & Armstrong (1993) perilaku purnabeli pada pemasar.

Apa yang menentukan pembeli merasa puas atau tidak puas terhadap

pembelian? jawabannya terletak dalam hubungan antara harapan konsumen

(consumer expectation) dan kinerja yang dirasakan (received performance)

dari produk. Jika produk tersebut memenuhi harapan, konsumen merasa puas,

jika tidak, konsumen tidak puas. Dan menurut Suharno & Sutarso (2010)

perilaku pasca pembelian. Tahap ini merupakan tahap proses keputusan

pembeli di mana konsumen mengambil tindakan selanjutnya setelah

pembelian dan konsumsi dilakukan dan berdasarkan kepuasan atau

ketidakpuasan yang mereka rasakan.

2. Subyek 2

a. Pengenalan Kebutuhan

Dalam hasil penelitian ini didapat bahwa subyek II dalam pengenalan

masalah memenuhi, terlihat dari salah satu contok subyek yang sebelumnya

98

internetan dan berkomunikasi dengan temannya dan lebih mudah untuk

membeli barang melalui internet. Menurut subyek harga yang ditawarkan

standar.

Menurut Kotler & Armstrong (1993) proses pembelian diawali dengan

pengenalan masalah – dengan pembeli yang mengenali suatu masalah atau

kebutuhan. Pembeli merasakan perbedaan antara keadaan aktualnya dan

sebagian keadaan yang diinginkannya. Menurut Suharno & Sutarso (2010)

pengenalan kebutuhan, merupakan tahap pertama proses keputusan pembeli,

di mana konsumen menyadari suatu masalah atau kebutuhan. Pengenalan

kebutuhan adalah proses yang terjadi pada saat konsumen menyadari adanya

perbedaan antara keadaan yang ada pada mereka dengan kondisi ideal yang

mereka inginkan.

b. Pencarian informasi

Dalam hasil penelitian ini didapat bahwa subyek II memenuhi dalam

indikator, terlihat dari subyek yang mencari informasi dari teman dan mencari

informasi sendiri, subyek bisa memperhatikan spesifikasinya dan kualitasnya.

Menurut Kotler & Armstrong (1993) seorang konsumen yang tergerak

pada suatu produk bisa atau tidak bisa mencari lebih banyak informasi. Jika

dorongan konsumen itu kuat dan produk yang dapat memuaskan kebutuhan

ada didekatnya, konsumen itu akan membelinya. Dan menurut Suharno &

Sutarso (2010) informasi adalah hal utama yang akan digunakan konsumen

99

Pencarian informasi merupakan tahap proses keputusan pembeli di mana

konsumen mencari informasi sebanyak-banyaknya.

c. Evaluasi Alternatif

Dalam hasil penelitian ini didapat bahwa subyek II menggunakan

informasi untuk mengevaluasi alternatif, terlihat subyek yang bertanya

kepada teman-temannya.

Menurut Kotler & Armstrong (1993) evaluasi alternatif yaitu bagaimana

konsumen memproses untuk sampai pada pilihan-pilihan merek. Dan

menurut Suharno & Sutarso (2010) evaluasi alternatif merupakan tahap

proses keputusan pembeli di mana konsumen menggunakan informasi untuk

mengevaluasi merek alternatif dalam sekelompok pilihan.

d. Keputusan pembelian

Dalam hasil penelitian ini didapat bahwa subyek II dalam keputusan

pembelian tidak memenuhi, terlihat dari subyek faktor yang situasional.

Subyek memutuskan untuk membeli barang karna sikap situasional.

Menurut Kotler & Armstrong (1993) keputusan pembelian konsumen akan

terwujud untuk membeli merek yang paling disukai, tetapi dua faktor bisa

muncul di antara niat pembelian dan keputusan pembelian. faktor faktor

tersebut yaitu : yang pertama faktor sikap orang lain & faktor situasional yang

tidak diharapkan. Dan menurut Suharno & Sutarso (2010) keputusan

pembelian. Tahap ini adalah tahap di mana pembeli telah menentukan

pilihannya dan melakukan pembelian produk, serta mengkonsumsinya.

100

Dalam hasil penelitian ini didapat bahwa subyek II subyek merasa puas

dengan membeli barang terlihat dari subyek yang memakai barang yang beli

melalui online shop, seperti leptop, HP dan meja belajar.

Menurut Kotler & Armstrong (1993) perilaku purnabeli pada pemasar.

Apa yang menentukan pembeli merasa puas atau tidak puas terhadap

pembelian? jawabannya terletak dalam hubungan antara harapan konsumen

(consumer expectation) dan kinerja yang dirasakan (received performance)

dari produk. Jika produk tersebut memenuhi harapan, konsumen merasa puas,

jika tidak, konsumen tidak puas. Dan menurut Suharno & Sutarso (2010)

perilaku pasca pembelian. Tahap ini merupakan tahap proses keputusan

pembeli di mana konsumen mengambil tindakan selanjutnya setelah

pembelian dan konsumsi dilakukan dan berdasarkan kepuasan atau

ketidakpuasan yang mereka rasakan.

3. Subyek 3

a. Pengenalan Kebutuhan

Dalam hasil penelitian ini didapat bahwa subyek III memenuhi indikator.

Subyek membutuhakan cassing terlihat dari saat subyek membeli HP baru,

subyek merasa membutuhkan cassing untuk melindungin HP dari kerusakan.

Menurut Kotler & Armstrong (1993) proses pembelian diawali dengan

pengenalan masalah – dengan pembeli yang mengenali suatu masalah atau

kebutuhan. Pembeli merasakan perbedaan antara keadaan aktualnya dan

sebagian keadaan yang diinginkannya. Menurut Suharno & Sutarso (2010)

101

di mana konsumen menyadari suatu masalah atau kebutuhan. Pengenalan

kebutuhan adalah proses yang terjadi pada saat konsumen menyadari adanya

perbedaan antara keadaan yang ada pada mereka dengan kondisi ideal yang

mereka inginkan.

b. Pencarian informasi

Dalam hasil penelitian ini didapat bahwa subyek III memeuhi indikator

terlihat dari subyek mencari tahu dari temannya dan melihat akun-akun

penjual. Dari akun penjual terlihat akun yang resmi dari komentar para

pembeli.

Menurut Kotler & Armstrong (1993) seorang konsumen yang tergerak

pada suatu produk bisa atau tidak bisa mencari lebih banyak informasi. Jika

dorongan konsumen itu kuat dan produk yang dapat memuaskan kebutuhan

ada didekatnya, konsumen itu akan membelinya. Dan menurut Suharno &

Sutarso (2010) informasi adalah hal utama yang akan digunakan konsumen

dalam mengambil keputusan membeli atau tidak membeli suatu produk.

Pencarian informasi merupakan tahap proses keputusan pembeli di mana

konsumen mencari informasi sebanyak-banyaknya.

c. Evaluasi Alternatif

Dalam hasil penelitian ini didapat bahwa subyek III tidak melalukan

evalusi merek, karna setelah subyek mencari informasi dan sekiranya akun

tersebut subyek langsung memesannya sesuai denga kebutuhannya.

Menurut Kotler & Armstrong (1993) evaluasi alternatif yaitu bagaimana

102

menurut Suharno & Sutarso (2010) evaluasi alternatif merupakan tahap

proses keputusan pembeli di mana konsumen menggunakan informasi untuk

mengevaluasi merek alternatif dalam sekelompok pilihan.

d. Keputusan pembelian

Dalam hasil penelitian ini didapat bahwa subyek III memenuhi indikator

keputusan pembelian, terlihat dari subyek membeli karna keinginannya dan

kebutuhannya, bukan karna sikap orang lain maupun karna situasional.

Menurut Kotler & Armstrong (1993) keputusan pembelian konsumen akan

terwujud untuk membeli merek yang paling disukai, tetapi dua faktor bisa

muncul di antara niat pembelian dan keputusan pembelian. faktor faktor

tersebut yaitu : yang pertama faktor sikap orang lain & faktor situasional yang

tidak diharapkan. Dan menurut Suharno & Sutarso (2010) keputusan

pembelian. Tahap ini adalah tahap di mana pembeli telah menentukan

pilihannya dan melakukan pembelian produk, serta mengkonsumsinya.

e. Perilaku pasca pembelian

Dalam hasil penelitian ini didapat bahwa subyek III memenuhi indikator

terlihat dari subyek yang memakai barang yang dibeli melalui toko online dan

selama ini subyek merasa puas dengan toko online, ada beberapa teman

subyek yang pernah merasa tertipu dengan online shop tapi hal itu tidak

membuat subyek untuk membeli.

Menurut Kotler & Armstrong (1993) perilaku purnabeli pada pemasar.

Apa yang menentukan pembeli merasa puas atau tidak puas terhadap

103

(consumer expectation) dan kinerja yang dirasakan (received performance)

dari produk. Jika produk tersebut memenuhi harapan, konsumen merasa puas,

jika tidak, konsumen tidak puas. Dan menurut Suharno & Sutarso (2010)

perilaku pasca pembelian. Tahap ini merupakan tahap proses keputusan

pembeli di mana konsumen mengambil tindakan selanjutnya setelah

pembelian dan konsumsi dilakukan dan berdasarkan kepuasan atau

ketidakpuasan yang mereka rasakan.

Dalam keputusan pembelian terdapat beberapa model manusia, Menurut

Schiffman dan Kanuk (dalam Sumarwan: 2002, dan Sangjadji & Sopiah: 2013)

mengemukakan empat macam perspektif dari model manusia (model of man).

Manusia yang di maksud disni adalah suatu model tingkah laku keputusan dari

seorang individu berdasarkan empat perspektif, yaitu manusia ekonomi (economi

man), manusia pasif (passive man), manusia koqnitif (cognitive man), dan manusia emosional (emotional man). Model manusia ini menggambarkan

bagaimana dan mengapa seorang individu berperilaku seperti apa yang mereka

lakukan. Dalam penelitian ini subyek 1, 2, 3 termasuk dalam dalam model

manusia.

1. Subyek 1

Subyek I termasuk dalam manusia koqnitif, model manusia koqnitif yang

menggambarkan konsumen sebagai sistem pemrosesan informasi akan membawa

104

bukan karna kebutuhan tetapi karena keinginannya, barang yang lebih disukai

subyek seperti jam tangan, tas dan sepatu.

2. Subyek 2

Subyek I termasuk dalam manusia koqnitif, model manusia koqnitif yang

menggambarkan konsumen sebagai sistem pemrosesan informasi akan membawa

konsumen pada pembentukan kesukaan. Terlihat bagaimana subyek berbelanja

yang mudah terpengaruh oleh ikalan-ikaln yang tersebardi jajaring sosial dan

subyek yang sering berbelanja dengan harga yang tidak murah.

3. Subyek 3

Subyek III termasuk dalam manusia ekonomis, manusia ini sebagai individu

yang memutuskan secara rasional. Agar dapat berfikir rasional, seorang individu

harus menyadari berbagai produk yang tersedia. Terlihat bagaimana subyek yang

berbelanja sesuai dengan yang dibutuhkan dan subyek yang tak pernak kecewa

105

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

Dari hasil penelitian yang didapat dari ketiga subyek, adalah bahwa ketiga

subyek dalam melakukan proses keputusan pembelian konsumen online shop,

dari cara pengenalan kebutuhannya sampai pasca pembelian

Pada subyek I dalam proses keputusan pembelian konsumen terdapat lima

indikator, dari kelima indikator terdapat satu indikator yang tidak telihat yaitu

pengenalan kebutuhannya, subyek tidak mengenali kebutuhannya karna subyek

membeli karna ketertarikannya, kesukaan terhadap barang yang dibeli.

Pada subyek II dalam proses keputusan pembelian konsumen diketahui

dari kelima indikator terdapat 1 indikator yang tidak terlihat, yaitu waktu

keputusan pembelian, subyek mengambil keputusan pembelian karna faktor

situasional.

Pada subyek III dalam proses keputusan pembelian konsumen diketahu

dari kelima indikator terdapat 1 indikator yang tidak terlihat, yaitu evaluasi

alternatif, subyek tidak mengevaluasi sebuah merek yang akan dibelinya, subyek

hanya mencari informasi dan setelah mencari informasi subyek memutuskan

106

B. Saran

1. Bagi subyek, sebelum melakukan pembelian barang pada online shop,

sebaiknya terlebih dahulu melakukan proses-proses pembelian.

2. Untuk penelitian selanjutnya dengan tema yang sama agar lebih fokus

105

BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari hasil penelitian yang didapat dari ketiga subyek, adalah bahwa ketiga subyek dalam melakukan proses keputusan pembelian konsumen online shop,

dari cara pengenalan kebutuhannya sampai pasca pembelian

Pada subyek I dalam proses keputusan pembelian konsumen terdapat lima indikator, dari kelima indikator terdapat satu indikator yang tidak telihat yaitu pengenalan kebutuhannya, subyek tidak mengenali kebutuhannya karna subyek membeli karna ketertarikannya, kesukaan terhadap barang yang dibeli.

Pada subyek II dalam proses keputusan pembelian konsumen diketahui dari kelima indikator terdapat 1 indikator yang tidak terlihat, yaitu waktu keputusan pembelian, subyek mengambil keputusan pembelian karna faktor situasional.

Pada subyek III dalam proses keputusan pembelian konsumen diketahu dari kelima indikator terdapat 1 indikator yang tidak terlihat, yaitu evaluasi alternatif, subyek tidak mengevaluasi sebuah merek yang akan dibelinya, subyek hanya mencari informasi dan setelah mencari informasi subyek memutuskan untuk membelinya.

106

B. Saran

1. Bagi subyek, sebelum melakukan pembelian barang pada online shop,

sebaiknya terlebih dahulu melakukan proses-proses pembelian.

2. Untuk penelitian selanjutnya dengan tema yang sama agar lebih fokus kepada proses yang dilalui dalam keputusan pembelian

107

DAFTAR PUSTAKA

Azzadina, I., & Huda, A. ( 2012). Understanding Relationship Between Personality Types, marketing-Mix Faktors, And Purchasing

Decisions. Jurnal Procedia- Social and Behvioral Sciences 65 2012:

352-357.

Bunguin, B. (2007). Penelitian kualitatif. Jakarta: Kencana

Caesarlita, D. (2015, 23 Januari). Tahun 2015, Pertumbuhan Online Shopping

Akan Mencapai 57 Persen. Di akses pada tanggal 4 Mei 2015 dari http://lifestyle.sindonews.com

Deng, X. (2014). Understanding Chinese Consumers’ Ethical Purchasing

Decision-Making Process: A Combination of Qualitative and Quantitative Study. Jurnal Homopage oktober 2014.

Ellsworth, M., & Ellsworth, J. (1997). Marketing On The Internet Pemasaran di

Internet. Jakarta: PT. Grasindo.

Firdaus, Y., & Hazisma, S. (2013). Pengaruh Persepsi terhadap Keputusan Pembelian Produk Fleksi pada CV. Satu Utama Cipta Mandiri. Jurnal Ekonomi dan Informasi Akuntasi (JENIUS) Vol 3 No. 1 Januari 2013. Herdiansyah, H. (2010). Metodologi Penelitian Kualitatif untuk Ilmu-ilmu Sosial.

Jakarta: Salemba Humanika.

Isyanto, P., Eman., & Herligiani. (2012). Pengaruh Kualitas Produk terhadap Keputusan Pembelian Handpone Blackberry pada Mahasiswa Ekonomi Universitas Singa Perbangsa karawang. Jurnal Manajemen Vol 9 No. 4 Juli 2014

Janah, M,R. (2013). Hubungan Antara Citra Merek Mobil Suzuki dengan Keputusan Pembelian pada Konsumen di Dealer Sumber baru Mobil Purwokerto. Jurnal Talenta Psikologi Vol 2 No. 2 Agustus 2013.

Kotler, P. (2005). Manajemen Pemasaran Jilid 1. Indonesia: PT Intan Sejati

klaten.

Kotler, P., & Armstrong ,G. (1997). Prinsip-Prinsip Pemasaran. Jakarta:

Erlangga

Muhadjir, N. (1996). Metode Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: PT. Bayu Indra

Grafika

Moleong, Lexy.J. (2009). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja

108

Moly, V. (2014). Pengaruh Citra Merek dan Kualitas Produk terhadap Keputusan Pembelian Handpone Nokia. e Journal Psikologi, 2 (2) 2014 : 258-268

Persetiji, R & Ihlauw, J. (2005). Perilaku konsumen. Yogyakarta: Andi

Petiyo, A. (2014, 19 Januari). 78 persen pembeli online kecewa pada produk belanjaannya. Di akses pada tanggal 20 April 2015 dari

http://www.merdeka.com

Poerwandari, K. (2005). Pendekatan Kualitatif. Jakarta: Lembaga Pengembangan Sarana Pengukuran dan Pendidikan Psikologi (LPSP3).

Rahmat, P. (2009). Penelitian Kualitatif. Equilibrium, vol .5 No. 9 2009: 1-8

Ramzy, O., Ogden, D., Ogden, J., & Zakaria, M. (2012). Perceptions Of

Children’s Influence on Purchase Decision Empirical Investigation for

the U.S. and Egyption Families. Jurnal of Management Vol 4 No. 1

March 2012 : 30-50.

Rick, S., Pereira, B., & Burson, K. (2014) .The Benefits of Retail Therapy:

Making Purchase Decisions Reduces Residual Sadnes. Jurnal of

Consumer Psychology 24, 3, 2014 : 373-380.

Sangadji, E., & Sopiah. (2013). Perilaku Konsumen. Yogyakarta :Andi

Septrani, B., & Kusuma, D. (2013). Pengaruh Orientasi Belanja Terhadap Intesitas Pembelian Produk Pakaian secara Online pada Pengguna Online Shop. Jurnal Psikologi Industri dan Organisasi. Vol II, No 1 Februari 2013.

Saryono., & Anggraeni, M. (2013). Metodologi Penelitian Kualitatif dan

Kuantitatif dalam Bidang Kesehatan. Yogyakarta: Nuha Medika Setiadi, J, N. (2003). Perilaku Konsumen. Jakarta:Kencana.

Siagian, H., & Cahyono, E. (2014). Analisis Website Quality, Trust dan Loyalty Pelanggan Online Shop. Jurnal Manajemen Pemasaran Vol 8 No 2 Oktober 2014

Suharno & Sutarso, Y. (2010). Marketing in Practice. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Sumarwan, U. (2011). Perilaku Konsumen dan Teori Penerapan dalam

Pemasaran. Bogor: Ghalia Indonesia.

Suprapti, N, W. (2010). Perilaku Konsumen: pemahaman dasar dan Aplikasinya dalam staregi pemasaran. Denpasar: Udayana University

109

Tohirin. (2012). Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada.

Wahuni, S . (2013). Analisis Pengaruh Persepsi Kualitas Produk, Citra Merek dan Dukungan Layanan Purna Jual terhadap Keputusan Konsumen dalam Membeli Skuter Matic Honda di Kota Semarang. Jurnal Pengembangan Humaniora Vol 13 No 2 Agustus 2013.

Wang, S. (2014). Do Global Airline Alliance Influence the Passengger’s Purchase

Dokumen terkait