• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

D. Pembahasan

1. Penerapan Auhan Persalinan Normal Berdasarkan Pelatihan APN

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan dari responden yang terlatih mayoritas terampil memberikan asuhan persalinan normal, yaitu sebanyak 70 responden (100%).

Menurut teori Suryani (2008), Asuhan Persalinan Normal (APN) adalah asuhan yang bersih dan aman selama persalinan dan setelah bayi baru lahir serta upaya pencengahan komplikasi terutama pasca persalinan, hipotermia dan asfeksia bayi baru lahir. Dan Bidan adalah seseorang yang telah menjalani program pendidikan bidan, yang diakui oleh negara tempat ia tinggal, dan telah berhasil menyelesaikan studi terkait kebidanan serta memenuhi persyaratan untuk terdaftar dan atau belum memiliki ijazah formal untuk praktik bidan.

Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi (janin dan uri) yang telah cukup bulan atau dapat hidup di luar kandungan melalui jalan lahir atau jalan lain, dengan bantuan atau tanpa bantuan (kekuatan sendiri). Persalinan normal adalah proses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan (37 – 42 minggu), lahir spontan dengan presentasi belakang kepala yang berlangsung dalam 18 jam, tanpa komplikasi baik pada ibu maupun pada janin (Suparyanto, 2011).

Hasil Penelitian dari Dinkes (2010), menunjukkan bahwa proporsi kelahiran yang ditolong tenaga kesehatan terlatih di Aceh sebanyak 92,5%. Angka ini telah mencapai target dari kementrian kesehatan yaitu 90%,dan juga

angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan proporsi kelahiran yang ditolong tenaga kesehatan terlatih secara Nasional,yaitu 82,2%.

Menurut Asumsi bahwa responden yang terlatih tentunya akan lebih terampil dalam memberikan asuhan persalinan normal, karena dengan sering mendapatkan pelatihan, maka akan semakin terampil dalam memberikan asuhan persalinan normal.Dan Asuhan persalinan kepada ibu bersalin, sebelum itu harus memperhatikan kenyamanan fisik dan emosional termasuk ukur suhu, nadi dan tekanan darah, memeriksa asupan cairan dan output urin supaya di saat persalinan aman, setelah bayi lahir serta mencegah komplikasi terutama pendarahan pasca persalinan.tercapainya kelangsungan hidup dan kesehatan yang tinggi bagi ibu serta bayinya, melalui upaya yang terintegrasi dan lengkap namun menggunakan intervensi seminimal mungkin sehingga prinsip keamanan dan kualitas layanan dapat terjaga pada tingkat yang seoptimal mungkin.

BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini membahas tentang kesimpulan dan saran terhadap penelitian yang sudah dilakukan, sehingga dapat diberikan kesimpulan dan saran sebagai berikut: A. Kesimpulan

1. Mayoritas responden dalam memberikan pertolongan persalinan normal sudah sesuai dengan anjuran dari Asuhan Persalinan Normal, yaitu sebanyak 69 responden (80,2%).

2. Responden yang terlatih mayoritas terampil memberikan asuhan persalinan normal, yaitu sebanyak 69 responden (80,2%).

3. Responden yang tidak terlatih mayoritas terampil memberikan asuhan persalinan normal, yaitu sebanyak 69 responden (80,2%).

B. Saran-saran

7. Bagi Dinas Kesehatan Pidie

Sebagai masukan bagi Dinas Kesehatan untuk dapat memberikan pelatihan asuhan persalinan normal kepada bidan yang berada di Kabupaten Pidie, sehingga bisa menjadikan bidan yang terampil dalam memberikan pertolongan persalinan, sehingga angka kematian ibu dan bayi bisa di minimalisir.

8. Bagi Ikatan Bidan Indonesia

Memberikan masukan kepada organisasi IBI agar terus mengadakan monitoring bagi para bidan yang telah mendapatkan pelatihan APN agar tetap melakukan pertolongan persalinan sesuai dengan standar pada pelatihan APN. 9. Bagi institusi Pendidikan

Sebagai masukan bagi institusi tentang bagaimana hubungan pelatihan

asuhan persalinan normal terhadap penerapan langkah-langkah persalinan dan sebagai bahan bacaan di perpustakaan yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa/ mahasiswi

DAFTAR PUSTAKA

Syafruddin. (2009). Kebidanan Komunitas. EGC: Jakarta Suryani, Soepardan. (2008). Konsep Kebidanan. EGC: Jakarta

Suparyanto. (2011). Asuhan Persalinan Normal. konsep-asuhan-persalinan-normal Profil Kesehatan Aceh, (2010). Laporan Profil Kesehatan Aceh: Banda Aceh

Puskesmas Kembang Tanjong. (2012). Laporan Jumlah Pegawai: Kembang Tanjong Notoatmodjo, (2005), Metodologi Penelitian Kesehatan (Edisi Revisi), Rineka Cipta,

Jakarta

Notoatmodjo, (2010), Pengolahan Data (Edisi Revisi), Rineka Cipta, Jakarta

Mochtar, Rustam. (2002). Sinopsis Obstetri. EGC: Jakarta

Maulidaniah, (2011). Pedoman Asuhan Persalinan Normal. [Online] dari: http://Kuliahbidan.wordpress.com (Diakses 19 Januari 2013).

Manuaba, Ida Bagus. (2004). Penuntun Kepaniteraan Klinik Obstetri dan Ginekologi. EGC: Jakarta

Dinkes Pidie, (2012). Laporan Dinkes Pidie: Pidie

Depkes RI. (2008), Pelatihan Klinik Asuhan Persalinan Normal. Departemen Kesehatan Republik Indonesia: Jakarta

Diah, (2012). 58 Langkah Asuhan Persalinan Normal (APN).

Ahira, Anne. (2012). Standar WHO pada Persalinan Normal. [Online] dari: http://www.anneahira.com/persalinan-normal.html (Diakses 19 Januari 2013)

Wikipedia. 2012. Bidan. [Online] dari: http://id.wikipedia.org/wiki/bidan (Diaskes 19 Januari 2013).

Wikipedia. 2013. Bidan. [Online] dari: http//id.wikipedia.org/wiki/bidan (Diaskes 19 januari 2013).

JNKP-KR, (2008), Pelatihan Bidan APN, Departemen Kesehatan: Jakarta Riayat,Al-Qahar. 2012. Asuhan Persalinan Normal.

Riayat,Al-Qahar. (2012). Asuhan Persalinan Normal. [Online] dari:http//pecintailmu. com (Diakses 15 Januari 2013).

Riskesdas, (2010), Visi Indonesia Sehat.

Suparyanto. (2011). Asuhan Persalinan Normal. konsep-asuhan-persalinan-normal Wikipedia. (2012). Bidan. [Online] dari: http://id.wikipedia.org/wiki/bidan (Diaskes

KUESIONER PENELITIAN

HUBUNGAN PELATIHAN ASUHAN PERSALINAN NORMAL TERHADAP PENERAPAN LANGKAH-LANGKAH PERTOLONGAN PERSALINAN

OLEH BIDAN DI PUSKESMAS KAMBANG TANJONG KABUPATEN PIDIE TAHUN 2013

Petunjuk:

(a) Tujuan diadakan angket ini adalah untuk mengetahui hubungan pelatihan asuhan persalinan normal terhadap penerapan langkah-langkah pertolongan persalinan oleh bidan.

(b) Angket ini terdiri atas 59 soal, yang terdiri dari 58 soal tentang pertolongan persalinan dan 1 soal tentang pelatihan APN Anda diminta menjawab solah seluruhnya.

(c) Bacalah setiap butir soal secara cermat, dan jawablah dengan memilih pilihan jawaban yang mencerminkan keadaan diri Anda sendiri berkaitan dengan pelatihan asuhan persalinan normal terhadap penerapan langkah-langkah pertolongan persalinan.

(d) Jawaban ditulis pada lembar soal, dengan memberi tanda ceklist (√) pada kolom yang sesuai dengan pilihan Anda.

(e) Setelah selesai mengerjakan angket ini, serahkanlah kepada peneliti.

a. Nomor responden : b. Inisial Responden :

I. Pertolongan Persalinan

No Pertanyaan Selalu

Kadang-kadang Jika diperlukan Tidak pernah Tidak pernah sama sekali 1 Dalam melakukan asuhan persalinan

normal, apakah Anda melakukan tindakan mendengarkan, lihat dan periksa gejala

No Pertanyaan Selalu Kadang-kadang Jika diperlukan Tidak pernah Tidak pernah sama sekali dan tanda kala dua?

2 Dalam melakukan asuhan persalinan normal, apakah anda memastikan kelengkapan peralatan, bahan dan obat-obatan esensial untuk menolong

persalinan dan melaksanakan komplikasi ibu dan bayi baru lahir?

3 Dalam melakukan asuhan persalinan normal, apakah anda menggunakan pakaian celemek plastik?

4 Dalam melakukan asuhan persalinan normal, apakah anda melepaskan semua perhiasan yang di pakai dan mencuci tangan degan sabun dan air bersih mengalir serta mengeringkannya? 5 Ketika melakukan pemeriksaan dalam,

apakah anda memakai sarung tangan DTT?

6 Apakah Anda memasukkan oksitosin ke dalam tabung suntik (dengan

menggunakan tangan dan sarung tangan DTT steril)

7 Apakah anda membersihkan vulva dan perineu dengan teknik dari belakang ke depan dengan menggunakan kapas atau kasa yang dibasahi air DTT?

8 Untuk memastikan pembukaan lengkap apakah anda melakukan pemeriksaan dalam?

9 Apakah sarung tangan yang telah terdekontaminasi anda mencelupkannya ke dalam larutan klorin 0,5% selama 10 menit?

No Pertanyaan Selalu Kadang-kadang Jika diperlukan Tidak pernah Tidak pernah sama sekali 10 Apakah anda memeriksakan denyut

jantung janin setelah kontraksi/ saat relaksasi uterus untuk memastikan bahwa denyut jantung janin dalam batas normal (120 – 160 x/ menit)?

11 Apakah anda memberitahukan kepada ibu bahwa pembukaan sudah lengkap dan keadaan janin baik serta membantu ibu dalam menemukan posisi yang nyaman sesuai dengan keinginannya?

12 Apakah anda meminta keluarga untuk membantu menyiapkan posisi meneran (bika terjadi kontraksi yang kuat, dan bantu ibu ke posisi setengah duduk atau posisi lain yang diinginkan dan pastikan ibu merasa nyaman)?

13 Apakah anda melaksanakan bimbingan meneran pada saat ibu merasakan ada dorongan kuat untuk meneran?

14 Apakah anda menganjurkan kepada ibu untuk berjalan, berjongkok atau mengambil posisi yang nyaman, jika ibu belum merasa ada dorongan untuk meneran dalam waktu 60 menit?

15 Apakah anda meletakkan handuk bersih (untuk mengeringkan bayi) di perut ibu, jika kepala bayi telah membuka vulva dengan diameter 5 – 6 cm?

16 Dalam mempersiapkan pertolongan kelahiran bayi, apakah anda meletakkan kain bersih yang dilipat 1/3 bagian dibawah bokong ibu?

17 Ketika mempersiapkan pertolongan kelahiran bayi, apakah anda membuka tutup partus set dan memperhatikan

No Pertanyaan Selalu Kadang-kadang Jika diperlukan Tidak pernah Tidak pernah sama sekali kembali kelengkapan alat dan bahan?

18 Ketika mempersiapkan pertolongan kelahiran bayi, apakah anda memakai sarung tangan STT pada kedua tangan? 19 Setelah tampak kepala bayi dengan

diameter 5-6 cm membuka vulva maka lindungi perineum dengan satu tangan yang dilapisi dengan kain bersih dan kering. Tangan yang lain menahan kepala bayi untuk menahan posisi defleksi dan membantu lahirnya kepala. Anjurkan ibu untuk meneran perlahan sambil bernapas cepat dan dangkal. Apakah anda

melakukan ini?

20 Periksa kemungkinan adanya lilitan tali pusat dan ambil tindakan yang sesuai jika hal itu terjadi, dan segera lanjutkan proses kelahiran bayi. Apakah anda

melakukannya saat persiapan pertolongan kelahiran bayi?

21 Ketika persiapan pertolongan kelahiran bayi, tunggu kepala bayi melakukan putaran paksi luar secara spontan. Apakah anda melakukannya?

22 Setelah kepala melakukan putaran paksi luar, pegang secara biparental. Anjurkan ibu untuk meneran saat kontraksi. Dengan lembut gerakkan kepala ke arah bawah dan distal hingga bahu depan muncul di bawah arkus pubis dan kemudian gerakkan arah atas dan distal untuk melahirkan bahu belakang. Apakah anda melakukannya?

23 Setelah kedua bahu lahir, geser tangan bawah ke arah perineum ibu untuk menyanggah kepala, lengan dan siku

No Pertanyaan Selalu Kadang-kadang Jika diperlukan Tidak pernah Tidak pernah sama sekali sebelah bawah. Gunakan tangan atas

untuk menelusuri dan memegang lengan dan siku sebelah atas.

24 Setelah tubuh dan lengan lahir, penelusuran tangan atas berlanjut ke punggung, bokong dan kaki. Pegang kedua mata kaki (masukkan telunjuk diantara kaki dan pegang masing-masing mata kaki dengan ibu jari dan jari-jari lainnya).

25 Lakukan penilaian (selintas):

c. Apakah bayi menangis kuat dan/ atau bernapas tanpa kesulitan? d. Apakah bayi bergerak dengan aktif?

Jika bayi tidak bernapas atau megap-megap segera lakukan tindakan resusitasi (Langkah 25 ini berlanjut ke langkah-langkah prosedur resusitasi bayi baru lahir dengan asfiksi).

Apakah anda melakukannya?

26 Keringkan dan posisikan tubuh bayi di atas perut ibu, apakah anda

melakukannya?

27 Periksa kembali perut ibu untuk memastikan tak ada bayi lain dalam uterus (hamil tunggal).

28 Memberitahukan ibu bahwa pendorong akan menyuntikkan oksitosin (agar uterus berkontraksi baik?

29 Dalam waktu 1 menit setelah bayi lahir, suntikkan oksitosin 10 unit

(intramuskuler) di 1/3 paha atas bagian distal lateral (lakukan aspirasi sebelum menyuntikkan oksitosin)

No Pertanyaan Selalu Kadang-kadang Jika diperlukan Tidak pernah Tidak pernah sama sekali 30 Dengan menggunakan klem, jepit tali

pusat (dua menit setelah bayi lahir pada sekitar 3 cm dari pusar (umbilikus) bayi. Dari sisi luar klem penjepit, dorong isi tali pusat ke arah distal (ibu) dan lakukan penjepitan kedua pada 2 cm distal dari klem pertama.

31 Pemotongan dan pengikatan tali pusat 32 Menempatkan bayi untuk melakukan

kontak kulit ibu ke kulit bayi. Letakkan bayi dengan posisi tengkurap di dada ibu. Luruskan bahu bayi sehingga bayi

menempel dengan baik di dinding dada-perut ibu. Usahakan kepala bayi berada di antara payudara ibu dengan posisi lebih rendah dari puting payudara ibu

33 Menyelimuti ibu dan bayi dengan kain hangat dan pasang topi di kepala

34 Memindahkan klem pada tali pusat hingga berjarak 5 – 10 cm dari vulva 35 Meletakkan satu tangan di atas kain pada

perut ibu, di atas simfisis untuk

mendeteksi, tangan lain memegang tali pusat

36 Setelah uterus berkontraksi, tegangkan tali pusat ke arah bawah sambil tangan yang lain mendorong uterus ke arah belakang – atas (dorso-kranial) secara hati-hati (untuk mencegah inversio uteri). Jika plasenta tidak lahir setelah 30-40 detik, hentikan penegangan tali pusat dan tunggu hingga timbul kontraksi

berikutnya dan ulangi prosedur di atas. 37 Melakukan penegangan dan dorongan

No Pertanyaan Selalu Kadang-kadang Jika diperlukan Tidak pernah Tidak pernah sama sekali dorso-kranial hingga plasenta terlepas,

minta ibu meneran sambil penolong menarik tali pusat dengan arah sejajar lantai dan kemudian ke arah atas,

mengikuti poros jalan lahir (tetap lakukan tekanan dorso-kranial)

38 Saat plasenta muncul di introitus vagina, lahirkan plasenta dengan kedua tangan. Pegang dan putar plasenta hingga selaput ketuban terpilin kemudian lahirkan dan tempatkan plasenta pada wadah yang telah disediakan.

39 Segera setelah plasenta dan selaput ketuban lahir, melakukan masase uterus, letakkan telapak tangan di fundus dan lakukan masase dengan gerakan melingkar secara lembut hingga uterus berkontraksi (fundus teraba keras) 40 Memeriksa kedua sisi plasenta baik

bagian ibu maupun bayi dan pastikan selaput ketuban lengkap dan utuh. Masukkah plasenta ke dalam kantung plastik atau tempat khusus.

41 Mengevaluasi kemungkinan laserasi pada vagina dan perineum. Lakukan penjahitan bila laserasi menyebabkan perdarahan. 42 Memastikan uterus berkontraksi dengan

baik dan tidak terjadi perdarahan pervaginam.

43 Memberi cukup waktu untuk melakukan kontak kulit ibu – bayi (di dada ibu paling sedikit 1 jam)

44 Melakukan penimbangan/ pengukuran bayi, beri tetes mata antibiotik profilaksis, dan vitamin K1 1mg intramuskular di

No Pertanyaan Selalu Kadang-kadang Jika diperlukan Tidak pernah Tidak pernah sama sekali paha kiri anterolateral setelah satu jam

kontak kulit ibu – bayi.

45 Memberikan suntikan imunisasi Hepatitis B (setelah satu jam pemberian Vitamin K1) di paha kanan anterolateral.

46 Melanjutkan permantauan kontraksi dan mencegah perdarahan per vaginam 47 Mengajarkan ibu/ keluarga cara

melakukan masase uterus dan menilai kontraksi

48 Mengevaluasi dan estimasi jumlah kehilangann darah.

49 Memeriksa kembali kondisi bayi untuk memastikan bahwa bayi bernapas dengan baik (40-60 kali/ menit) serta suhu tubuh normal (36,5 – 37,5).

Kebersihan dan keamanan

50 Memeriksa nadi ibu dan keadaan kandung kemih setiap 15 menit selama 1 jam pertama pasca persalinan dan setiap 30 menit selama 2 jam pertama persalinan 51 Menempatkan semua peralatan bekas

pakai dalam larutan klorin 0,5% untuk dekontaminasi (10 menit). Cuci dan bilas peralatan setelah didekontaminasi. 52 Membuang bahan-bahan yang

terkontaminasi ke tempat sampah yang sesuai.

53 Lendir dan darah. Bantu ibu memakai pakaian yang bersih dan kering.

No Pertanyaan Selalu Kadang-kadang Jika diperlukan Tidak pernah Tidak pernah sama sekali ibu memerikan ASI. Anjurkan keluarga

untuk memberi ibu minuman dan makanan yang diinginkannya.

56 Dekontaminasi tempat bersalin dengan larutan klorin 0,5%.

57 Mencelupkan sarung tangan kotor ke dalam larutan klorin 0,5%, balikkan bagian dalam keluar dan rendam dalam larutan klorin 0,5% selama 10 menit. 58 Mencuci kedua tangan dengan sabun dan

air bersih mengalir kemudian keringkan dengan tissue atau handuk yang kering dan bersih.

59 Melengkapi partograf (halaman depan dan belakang), periksa tanda vital dan asuhan kala IV.

II. Pelatihan APN

1. Apakah Anda pernah mendapatkan pelatihan APN? a. Pernah

Dokumen terkait