Diagram Siklus II
B. Pembahasan Hasil Penelitian
Pada pembahasan dalam penelitian ini merupakan pembahasan yang mengarah pada hasil selama penelitian ini berlangsung. Penelitian ini berjalan dengan baik sesuai dengan yang diharapkan. Dalam proses pembelajaran guru harus dapat menentukan metode, model dan media pembelajaran yang akan digunakan dalam proses pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik materi yang akan disampaikan, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal. Proses pembelajaran dapat dikatakan optimal apabila terdapat keaktifan siswa dan guru dalam proses pembelajaran yang berdampak pada hasil belajar siswa yang tercapai. Tingkat keberhasilan pembelajaran dapat dilihat dari adanya daya serap siswa dan persentase keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran. Maka dari itu peneliti memberi arahan kepada guru untuk menggunakan media cetak dalam pembelajaran kalimat utama dalam sebuah paragraf.
Berdasarkan hasil dari pelaksanaan Observer dengan menggunakan media cetak dalam mengatasi kesulitan siswa kelas IV SDN Kayu Putih 05 Pagi dalam menentukan kalimat utama dalam sebuah paragraf. Maka pembahasan penulis adalah sebagai berikut:
1. Observasi
Tujuan Observer mengobservasi adalah untuk mengetahui seberapa besar kemampuan siswa dalam menentukan kalimat utama dalam sebuah paragraf. Selain itu juga untuk mengetahui aktivitas pembelajaran atau proses belajar mengajar. Baik itu dari pengajar (guru) atau yang diajar (siswa).
Dari kegiatan observasi ini Observer mengetahui hasil belajar siswa. Hasil yang didapatkan siswa itu sangat kurang. Karena model yang digunakan masih berpusat pada guru. Adapun hasil siswa pada observasi yaitu 65 (kurang). Dan kebayakan di bawah rata-rata.
2. Siklus I
Tujuan Observer dalam siklus I ini yaitu ingin mengatasi kesulitan siswa dalam menentukan kalimat utama melalui proses kegiatan belajar mengajar dengan media cetak. Sehingga kemampuan siswa pun meningkat dari sebelumnya. Adaupn hasil rata-rata yang diperoleh siswa setelah pembelajaran kalimat utama dengan menggunakan media cetak yaitu 65,14. hanya saja hasil belajar siswa ini masih pada kategori cukup.
3. Siklus II
Berdasarkan dari siklus I yang menyatakan bahwa hasil belajar siswa masih tergolong pada kategori cukup. Oleh karena itu, Observer mengadakan siklus selanjutnya yaitu siklus II. Adapun tujuan diadakannya siklus II ini yaitu untuk meningkatkan kembali kemampuan siswa yang diperoleh dari siklus I. Dan pada siklus II ini, hasil anak mencapai kategori
sangat baik. Karena hasil rata-rata yang diperoleh siswa yaitu 85,14 (sangat baik).
Berdasarkan hasil penelitian aktivitas belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II, sejalan dengan meningkatnya aktivitas belajar siswa maka tes hasil belajar pun ikut meningkat.
1. Hasil Belajar Siswa
Menurut Palupi (2010:5) kalimat utama atau kalimat topik adalah kalimat yang mengandung ide pokok. Jadi kalimat utama adalah sebuah paragraf yang dapat dirubah menjadi karangan sehinggan bisa ditarik menjadi kalimat utama di dalamnya.
Jadi penerapan media cetak dalam menentukan kalimat utama yang menunjukan hasil belajar siswa dapat dilihat hasil belajar yang diperoleh siswa adalah sebagai akibat dari proses belajar yang dilakukan oleh siswa, harus semakin tinggi hasil belajar yang diperoleh siswa.
Proses belajar merupakan penunjang hasil belajar yang dicapai siswa.
Hasil belajar siswa menunjukkan keberhasilan siswa sampai sejauh mana pemahaman materi siswa setelah menerima materi pelajaran. Dari hasil belajar merupakan tingkat perkembangan mental yang lebih baik dibandingkan pada saat sebelum belajar.
Berdasarkan hasil peneitian yang dilakukan dengan cara mengamati hasil belajar siswa dan aktivitas belajar yang diperoleh siswa setelah diterapkannya model pembelajaran interaktif. Peningkatan hasil belajar siswa pada siklus I, hasil tes evaluasi belajar diberikan dalam 10 jenis soal pilihan ganda. Dapat dilihat bahwa siswa yang tidak tuntas pada
siklus I sebanyak 12 siswa dan yang berkategori tuntas sebanyak 23 siswa, sedangkan persentase hasil belajar siswa adalah 65.71% dengan kategori “Cukup”. Ketidak tuntasan pembelajaran ini dikarenakan siswa belum secara tuntas memahami materi dan penerapan pembelajaran oleh guru.
Siklus II, tes evaluasi belajar siswa, diberikan sebanyak 10 soal pilihan ganda. Ketuntasan belajar siswa dengan keterangan tuntas pada siklus II ini sebanyak 35 siswa tuntas pada pembelajaran siklus II.
Sedangkan persentase hasil belajar siswa pada siklus II ini adalah sebesar 100 % dengan kategori “Sangat baik”. Terjadi peningkatan persentase hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II sebanyak 34.29 % dengan diagram sebagai berikut :
Gambar: 4.3
Diagram: Presentase Hasil Siswa
0.00%
Data Observasi Siklus I Siklus II 45.45%
65.14%
85.14%
2. Aktivitas Belajar Siswa
Aktivitas belajar merupakan daya dukung untuk menuju tujuan pembelajaran yang telah direncanakan. Dalam hal ini yang dimaksud belajar berarti usaha merubah tingkah laku. Jadi belajar akan membawa suatu perubahan pada individu-individu yang belajar. Belajar yang disertakan aktivitas yang baik akan menjadikan siswa mengalami perubahan tingkah laku.
Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan model pembelajaran interaktif maka diperoleh peningkatan aktivitas belajar siswa dari siklus I dan siklus II sehingga aktivitas siswa mempengaruhi hasil belajar. Hal ini berdasarkan data dari hasil belajar bahwa ketika aktivitas siswa mengalami perubahan peningkatan, maka hasil belajar siswa mengalami peningkatan pula. Pada siklus I siswa belum secara garis besar memahami pembelajaran yang diterapkan oleh guru, sehingga mereka masih bingung dalam melakukan aktivitas yang berkaitan dengan pembelajaran dapat dilihat dari persentase siswa tiap aspek aktivitas.
Pada siklus II terjadi peningkatan ditiap aspek aktivitas guru dan siswa. Hal ini dapat dilihat pada persentase aktivitas guru dan siswa, siklus pertama pada guru mencapai presentasi 64,28% sehingga muncul kenaikan pada siklus ke dua , yang sangat memuaskan yang sangat berpengaruh pada siswa dengan presentasi 100% Dan aktivitas siswa pada siklus pertama memiliki presentasi 71,42% kemudian terjadi kenaikan yang signifikan pada siswa sehingga mencapai presentasi 100%
Untuk selengkapnya dapat dilihat pada diagram berikut ;
Gambar : 4.4
Diagram: Presentase Aktivitas
0.00%
10.00%
20.00%
30.00%
40.00%
50.00%
60.00%
70.00%
80.00%
90.00%
100.00%
aktivitas gurus siklus I
aktivitas siswa siklus I
aktivitas gurus siklus II
aktivitas siswa siklus II 64.28%
100%
71.42%
100%
BAB V