HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
3. Efektivitas Kerja
4.2. Pembahasan Hasil Penelitian
Berdasarkan hasil penelitian di atas bahwa faktor disiplin kerja (X1) dan pengawasan kerja (X2) berpengaruh positif terhadap efektivitas kerja pegawai pada Badan Kepegawaian Daerah Kota Semarang, hal ini terlihat dari hasil regresi
linier berganda sebagai berikut: Y= 4,403 + 0,254X1 + 0,215X2 yang berarti
bahwa angka konstanta sebesar 4,403 yang berarti tanpa ada faktor disiplin kerja dan pengawasan kerja maka skor untuk efektivitas kerja pegawai sebesar 4,403.
Kedua variabel penelitian yaitu disiplin kerja dan pengawasan kerja memberikan indikasi adanya pengaruh yang positif terhadap efektivitas kerja. Keeratan hubungan antara disiplin kerja dan pengawasan kerja dapat diketahui dari koefisien korelasi secara simultan. Dengan demikian semakin baik disiplin kerja dan pengawasan kerja maka semakin tinggi efektivitas kerja pegawai. Menurut pendapat Sayless (1998:311) yang menyatakan pengawasan sangat berperan atas peningkatan efektivitas kerja, adanya pengawasan dari pimpinan yang selalu memperhatikan segala kegiatan dan yang paling penting adalah kebutuhannya akan selalu dihargai. Kedisiplinan bukan karena adanya semangat dan kegairahan kerja, melainkan dapat mempengaruhi efektivitas dan efisiensi pencapaian tujuan (Nitisemito, 1996:118).
Dengan demikian semua variabel disiplin kerja dan pengawasan sangat berpengaruh terhadap variabel efektivitas kerja sehingga antar variabel saling berpengaruh. Keeratan antara variabel disiplin kerja dan pengawasan kerja terhadap efektivitas kerja yang mempunyai pengaruh lebih tinggi adalah disiplin kerja yang ditunjukkan sebesar 76,1% kategori ini termasuk dalam kategori baik,
53
hal lain yang dapat dicapai karena didukung oleh faktor-faktor antara lain: adanya kesadaran diri dari masing-masing pegawai itu sendiri maka setiap berangkat kekantor dan mulai mengerjakan pekerjaan sebagian besar pegawai selalu tepat waktu, namun ada juga pegawai yang datang kekantor yang tidak sesuai dengan peraturan. Walaupun hal ini sudah diantisipasi dengan adanya presensi yang harus diisi oleh pegawai namun setiap pegawai yang melanggar tidak dapat diberi sangsi karena presensi yang digunakan kurang begitu canggih sehingga pegawai mudah melakukan pelanggaran, walaupun demikian presensi ini diedarkan sehari tiga kali yang juga dapat digunakan untuk memotivator pegawai agar lebih disiplin lagi sehingga tidak ada pelanggaran, dan juga sebagian besar pegawai di Badan Kepegawaian Daerah Kota Semarang mempunyai kesadaran untuk berpakaian rapi dan mematuhi segala peraturan yang ditetapkan oleh kantor tersebut, hal ini dikarenakan adanya tata cara/aturan yang menyatakan bahwa setiap pegawai yang tidak mematuhi aturan akan dikenakan sangsi untuk pelanggaran yang telah dilakukan berbentuk pengurangan bonus yang mereka terima, namun ada juga yang tidak memperhatikan pelanggaran karena kurang kuatnya bukti dari pelanggaran itu karena pada saat pegawai yang melanggar tidak langsung dikenakan sangsi.
Kategori yang dicapai oleh variabel pengawasan kerja sebesar 74,5% dapat digolongkan baik, namun ada yang kurang memuaskan karena pengerjaan pekerjaan memenuhi standar sehingga pekerjaan yang seharusnya selesai dalam waktu sehari maka dapat diselesaikan memakan waktu yang lama sehingga standar kerja tidak tercapai secara maksimal, dalam hal penilaian hasil kerja pegawai sering terjadi kesalahan karena pegawai yang mengerjakan tugas tidak
54
diberi instruksi yang jelas oleh pimpinan, sedangkan pimpinan hanya memberikan instruksi melalui memo sedangkan bahasa memo itu terlalu singkat hal ini yang mengakibatkan kesalahan dalam pengerjaan tugasnya. Sedangkan untuk membandingkan pekerjaan dengan standar memang sudah baik namun dalam hal pengerjaan tugas tersebut pegawai belum mencapai standar pengerjaan yang ditentukan karena dalam pemberian tugas itu sering tidak disesuaikan dengan bakat dan kemampuan pegawainya sehingga pegawai yang masih baru akan mengalami kesulitan dalam pengerjaan tugas tersebut. Untuk kategori tindakan perbaikan akan hasil kerja tergolong cukup baik karena setiap ada kesalahan pimpinan akan memberitahu kesalahan tersebut sehingga pegawai lebih mudah untuk memperbaikinya, namun ada juga kekurangannya yaitu setiap ada koreksi dari pimpinan itidak diberi batasan waktu untuk memperbaikinya, hal ini banyak tidak diperhatikan oleh pegawai sebagai akibatnya pegawai tersebut sering menunda waktu pengerjaannya.
Berdasarkan hasil penelitian kategori yang dicapai efektivitas kerja sebesar 77,2% hal ini termasuk dalam kategori baik, karena sebagaian pegawai melaksanakan instruksi yang datang dari pimpinannya atau managernya sesuai dengan tugas dan wewenang jabatannya. Penggunaan peralatan yang dilakukan sesuai dengan prosedur yang ada dimana peralatan kerja dapat terjaga keawetannya begitu pula dengan hasil kerjanya dapat terhindar dari kesalahan sehingga hal ini dapat menunjang kelancaran pekerjaannya, namun ada juga kekurangannya yaitu adanya kekurang mandirian seorang pegawai yang buta dalam hal teknologi karena setiap ingin mengoperasikan alat selalu bertanya pada rekan kerjanya karena dengan keadaan itu teman sekerjanya tidak akan merasa
55
nyaman karena diganggu dengan pertanyaan-pertanyaan tersebut sehingga dapat mengganggu penyelesaian pekerjaannya tersebut. Sedangkan untuk kepuasan kerja pegawai pada kantor ini juga baik dimana pekerjaan yang dibebankan kepada seorang pegawai tidak dirasakan sebagai suatu kewajiban melainkan dipandang sebagai sebuah kegiatan kerja yang menyenangkan dan harus dilaksanakan sebagai akibat dari kewajibannya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya namun ada pegawai yang ada di kantor tersebut bekerjanya tidak sesuai dengan bakat dan kemampuannya misalnya bagian administrasi yang menangani surat masuk dan keluar tidak memiliki keterampilan dalam hal mengetik atau mengerti tentang konsep membuat surat, hal ini akan memperhambat penyelesaian tugas tersebut. Sedangkan prestasi kerja yang telah dicapai pegawai pada kantor tersebut memang cukup baik hal ini dapat ditunjukkan adanya beberapa penghargaan yang diterima pegawai yang mempunyai prestasi yang baik akan diberi penghargaan seperti: kenaikan pangkat dan kenaikan gaji sebagai balas jasa untuk pegawai yang berprestasi. Adanya kepuasan kerja pegawai yang diikuti oleh prestasi kerja yang meningkat merupakan suatu bentuk tanggungjawab moral pegawai terhadap kantor yang memberikan pekerjaan sehingga hal ini merupakan suatu kewajiban bagi pegawai untuk melaksanakan tugas-tugas yang diserahkan kepada pegawai dan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh sesuai dengan tanggung jawabnya. Semua itu didasari pula oleh kesadaran yang timbul dalam diri pegawai yang bersangkutan untuk melaksanakan pekerjaan tanpa ada paksaan dari pimpinan.
BAB V
PENUTUP
5.1. Simpulan
Berdasarkan penelaahan dan analisis secara statistik terhadap data-data yang diperoleh dalam rangka menguji hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini, maka akhirnya penulis menyimpulkan hal-hal sebagai berikut:
1. Berdasarkan hasil perhitungan persentase variabel disiplin kerja pada Badan
Kepegawaian Daerah Kota Semarang mempunyai tingkat persentase yang tinggi, hal ini sesuai dengan perolehan yaitu 76,1%.
2. Berdasarkan hasil perhitungan persentase variabel pengawasan kerja pada Badan Kepegawaian Daerah Kota Semarang mempunyai tingkat persentase yang tinggi, hal ini sesuai dengan perolehan yaitu 74,5%.
3. Ada pengaruh positif antara disiplin kerja dan pengawasan kerja terhadap
efektivitas kerja pegawai pada Badan Kepegawaian Daerah Kota Semarang. Hal ini dapat diketahui dari harga Fhitung sebesar 65,82 > Ftabel pada taraf signifikan 5% sebesar 3,11. Besarnya sumbangan yang diberikan disiplin kerja dan pengawasan kerja terhadap efektifitas kerja sebesar 61,3%. Sedangkan sisanya sebesar 38,7% dipengaruhi oleh variabel lain selain yang tidak diungkap dalam penelitian ini.
5.2.Saran
Adapun saran-saran dapat diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.Pegawai datang kekantor yang tidak tepat hendaknya diberi sangsi agar
pegawai yang melanggar tidak mengulangi kesalahnya dan pimpinan lebih bersikap tegas dalam mengambil keputusan sehingga pegawai akan menghormati keputusannya tersebut.
2. Pimpinan hendaknya memberikan penghargaan untuk pegawai yang berprestasi
dan memacu minat pegawai yang belum berprestasi untuk lebih giat dalam bekerja sehingga mereka juga akan mendapatkan penghargaan tersebut.
3. Pegawai hendaknya lebih tangkas dalam menerima perintah dari pimpinan dan
bersungguh-sungguh melaksanakan tugas sehingga target atau standar kerja dapat meningkatkan efektivitas kerja dan tujuan dapat tercapai dengan baik.