BAB V HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN
5.5 Pembahasan Hasil Penelitian
5.5.1. Pengaruh Latarbelakang Pendidikan Terhadap Kinerja Pejabat Penatausahaan Keuangan Satuan Kerja Perangkat Daerah (PPK SKPD)
Hasil pengujian secara parsial pengaruh latarbelakang pendidikan terhadap kinerja Pejabat Penatausahaan Keuangan Satuan Kerja Perangkat Daerah (PPK SKPD) diperoleh nilai t hitung sebesar 0,443 dengan signifikansi sebesar 0,660. Karena nilai t hitung yang diperoleh lebih kecil dari t tabel 2,006 dan nilai signifikansi lebih besar dari α0,05 maka Ho
diterima atau hipotesis yang diajukan ditolak, berarti latarbelakang pendidikan secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja Pejabat Penatausahaan Keuangan Satuan Kerja Perangkat Daerah (PPK SKPD). Hal ini disebabkan oleh karena pengalaman bekerja sebagai PPK SKPD/bekerja di bidang pengelolaan/penatausahaan keuangan daerah lebih diutamakan dari pada latarbelakang pendidikan dan hal ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Agus Mulyono (2009) di mana latarbelakang pendidikan berpengaruh terhadap kinerja Inspektorat Kabupaten Deli Serdang. Sementara fakta di lapangan menunjukkan bahwa yang menjabat sebagai PPK SKPD tidak semua berlatarbelakang pendidikan S1, beberapa ada yang berlatarbelakang pendidikan SLTA (4 orang atau 7,02 %) dan mayoritas (54 orang atau
94,74 %), bukan berasal dari jurusan akuntansi namun sudah bertahun-tahun bekerja sebagai PPK SKPD/bekerja di bidang pengelolaan/penatausahaan keuangan daerah.
Dari hasil penelitian pada Pejabat Penatausahaan Keuangan Satuan Kerja Perangkat Daerah (PPK SKPD) di lingkungan Pemerintah Kota Medan ditemui bahwa banyak PPK SKPD yang tidak berasal dari jurusan akuntansi, yaitu sebanyak 54 orang (94,74 %), tidak pernah berpengalaman sebagai Bendahara Penerimaan sebanyak 56 orang (98,25 %), tidak pernah berpengalaman sebagai Bendahara Pengeluaran sebanyak 38 0rang (66,67 %), tidak pernah berpengalaman di bagian perencanaan sebanyak 46 orang (80,70 %). Karena sangat banyak yang tidak berlatarbelakang pendidikan jurusan akuntansi, maka tugas pokok dan fungsi PPK SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Medan selama ini hanya terbatas pada meneliti kelengkapan Surat Perintah Pembayaran (SPP), baik SPP langsung (SPP LS) pengadaan barang dan jasa, SPP-LS gaji dan tunjangan, SPP uang persediaan (SPP-UP), SPP ganti uang (SPP-GU) maupun SPP tambah uang (SPP-TU). Selain itu melakukan verifikasi SPP, menyiapkan SPM dan melakukan verifikasi harian atas penerimaan sedangkan untuk pelaksanaan akuntansi SKPD dan penyiapan laporan keuangan SKPD (neraca) tidak dilakukan oleh PPK SKPD tetapi dilakukan oleh personil SKPKD.
5.5.2. Pengaruh Pendidikan dan Pelatihan Berkelanjutan Terhadap Kinerja Pejabat Penatausahaan Keuangan Satuan Kerja Perangkat Daerah (PPK SKPD)
Hasil pengujian secara parsial pengaruh pendidikan dan pelatihan berkelanjutan terhadap kinerja Pejabat Penatausahaan Keuangan Satuan Kerja Perangkat Daerah (PPK SKPD) diperoleh nilai t hitung sebesar 1,263 dengan signifikansi sebesar 0,212. Karena nilai t hitung yang diperoleh lebih kecil dari t tabel 2,006 dan nilai signifikansi lebih besar dari α0,05 maka Ho diterima atau hipotesis yang diajukan ditolak, berarti pendidikan dan pelatihan
Penatausahaan Keuangan Satuan Kerja Perangkat Daerah (PPK SKPD). Hal ini disebabkan oleh karena pendidikan dan pelatihan yang diikuti oleh PPK SKPD tidak dilakukan secara berkelanjutan oleh PPK SKPD yang baru karena adanya pergantian PPK SKPD dan hal ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Agus Mulyono (2010) dimana pendidikan dan pelatihan berpengaruh signifikan terhadap kinerja Inspektorat Kabupaten Deli Serdang.
5.5.3. Pengaruh Pengetahuan dan Keterampilan Teknologi Informasi Terhadap Kinerja Pejabat Penatausahaan Keuangan Satuan Kerja Perangkat Daerah (PPK SKPD)
Hasil pengujian secara parsial pengaruh pengetahuan dan keterampilan teknologi informasi terhadap kinerja Pejabat Penatausahaan Keuangan Satuan Kerja Perangkat Daerah (PPK SKPD) diperoleh nilai t hitung sebesar 0,994 dengan signifikansi sebesar 0,325. Karena nilai t hitung yang diperoleh lebih kecil dari t tabel 2,006 dan nilai signifikansi lebih besar dari α0,05 maka Ho diterima atau hipotesis yang diajukan ditolak, berarti pengetahuan dan
keterampilan teknologi informasi secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja Pejabat Penatausahaan Keuangan Satuan Kerja Perangkat Daerah (PPK SKPD). Hal ini disebabkan karena dalam proses penatausahaan keuangan, PPK SKPD menggunakan sistem SIMDA yang tidak membutuhkan pengetahuan dan keterampilan teknologi informasi yang rumit. PPK SKPD hanya menginput penerimaan dan pengeluaran kas saja dan sistem akan bekerja untuk menghasilkan laporan keuangan seperti laporan realisasi anggaran dan data pendukung lainnya seperti registrasi SPD, registrasi SPM, registrasi SPP, registrasi SP2D, buku kas umum, buku bank, buku kas pembantu, buku pajak dan lain sebagainya dan hal ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Marisa Permatasari (2010) dimana keterampilan teknologi informasi berpengaruh terhadap daya saing Pegawai Negeri Sipil.
5.5.4. Pengaruh Sikap Mental Terhadap Kinerja Pejabat Penatausahaan Keuangan Satuan Kerja Perangkat Daerah (PPK SKPD)
Hasil pengujian secara parsial pengaruh sikap mental terhadap kinerja Pejabat Penatausahaan Keuangan Satuan Kerja Perangkat Daerah (PPK SKPD) diperoleh nilai t hitung sebesar 2,870 dengan signifikansi sebesar 0,006. Karena nilai t hitung yang diperoleh lebih besar dari t tabel 2,006 dan nilai signifikansi lebih kecil dari α0,05
Hasil pengujian secara simultan menunjukkan bahwa latarbelakang pendidikan, pendidikan dan pelatihan berkelanjutan, pengetahuan dan keterampilan teknologi informasi dan sikap mental berpengaruh signifikan terhadap kinerja Pejabat Penatausahaan Keuangan Satuan Kerja Perangkat Daerah (PPK SKPD) di lingkungan Pemerintah Kota Medan.
maka Ho ditolak atau hipotesis yang diajukan diterima, berarti sikap mental secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja Pejabat Penatausahaan Keuangan Satuan Kerja Perangkat Daerah (PPK SKPD). Hal ini disebabkan sikap mental yang baik, taat dan loyal pada atasan memang cukup berpengaruh dalam menduduki jabatan di SKPD. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Agus Fathur Royan (2011) di mana sikap mental berpengaruh kuat terhadap kinerja Personel Militer Dinas Pembekalan Angkatan Laut.
Gambaran umum dapat dijelaskan bahwa PPK SKPD diberi wewenang untuk memahami bahwa latarbelakang pendidikan, pendidikan dan pelatihan berkelanjutan, pengetahuan dan keterampilan teknologi informasi dan sikap mental dapat mempengaruhi kinerja Pejabat Penatausahaan Keuangan Satuan Kerja Perangkat Daerah (PPK SKPD). Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Bahairi (2011) yang menyimpulkan bahwa kualitas sumber daya manusia, komunikasi, sarana pendukung dan motivasi mempunyai pengaruh terhadap kinerja Pejabat Penatausahaan Keuangan Satuan Kerja Perangkat Daerah (PPK SKPD).
Di samping itu dari hasil uji korelasi pada tabel correlations (lampiran 10) dapat dilihat nilai korelasi dari masing-masing unsur-unsur latarbelakang pendidikan, pendidikan dan pelatihan berkelanjutan, pengetahuan dan keterampilan teknologi informasi dan sikap mental dimana tingkat hubungan berdasarkan koefisien korelasi Pearson antara latarbelakang pendidikan dengan kinerja PPK SKPD rendah, antara pendidikan dan pelatihan berkelanjutan dengan kinerja PPK SKPD rendah, antara pengetahuan dan teknologi informasi dengan kinerja PPK SKPD rendah, sementara tingkat hubungan antara sikap mental dengan kinerja PPK SKPD cukup kuat/sedang.
Berdasarkan analisis kofisien determinasi, dari nilai adjusted R2 sebesar 0,213 berarti hanya sebesar 21,3 % perubahan kinerja PPK SKPD mampu dijelaskan oleh latarbelakang pendidikan, pendidikan dan pelatihan berkelanjutan, pengetahuan dan keterampilan teknologi informasi dan sikap mental. Rendahnya nilai koefisien determinasi (nilai adjusted R2) tersebut menunjukkan bahwa terdapat variabel independen lainnya yang mungkin dapat mempengaruhi kinerja Pejabat Penatausahaan Keuangan Satuan Kerja Perangkat Daerah (PPK SKPD), seperti pengalaman bekerja, budaya kerja, komitmen organisasi, gaya kepemimpinan dan lain sebagainya.
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN