HASIL DAN PEMBAHASAN
D. PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN
Penelitian ini bertujuan untuk meilihat bagaimana hubungan antara variaber fear of failure dengan student engagement pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Tujuan berikutnya adalah untuk melihat bagaimana arah hubungannya, apakah positif (searah) atau negatif (tidak searah).
Hasil yang didapatkan dari penelitian ini menyatakan bahwa terdapat hubungan yang positif antara fear of failure dengan student engagement pada Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Hubungan yang dihasilkan bersifat positif atau searah yang artinya semakin tinggi fear of failure yang dirasakan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara maka semakin tinggi pula student engagemen nya, dan semakin rendah fear of failurenya maka semakin rendah pula student engagement. Hubungan positif antara kedua variabel ini dapat dikatakan sangat kuat karena hampir mendekati angka 1, angka korelasinya yaitu sebesar 0.986 dengan signifikansi sebesar 0.000.
Mahasiswa yang memiliki perasaan takut akan kegagalan atau fear of failure akan berusaha mengatasi rasa takutnya tersebut dengan meningkatkan usaha untuk menghindari kegagalan seperti yang dikatakan oleh Murray, Mc Clelland, Clark,
dan Lowell (dalam Elliot, & Thrash, 2004) mengatakan bahwa individu selalu akan dipenuhi oleh keinginan untuk menghindari kemungkinan gagal. Usaha yang dapat dilakukan oleh mahasiswa adalah lebih terlibat dengan proses pembelajarannya atau dengan kata lain mengaktifkan student engagamennya. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian Ladd & Dinella (dalam Christenson, 2012) yang mengatakan bahwa student engagement merupakan hal yang penting karena dapat memprediksi bagaimana kesuksesan pelajar yaitu kemajuan atau kegagalan yang mereka lakukan.
Mahasiswa yang memiliki fear of failure yang rendah kemungkinan kurang memiliki motivasi untuk terlibat dengan proses pembelajaran karena mereka merasa tidak adanya tuntutan yang harus dipenuhi dan dirinya akan baik-baik saja jika nantinya gagal. Menurut Pintrich dan Dale (2002) motivasi belajar terdiri dari motivasi yang bercirikan takut gagal atau fear of failure dan takut sukses atau fear of success. Fear of failure merupakan salah satu karakteristik motivasi.
Hasil penelitian Connell et al (dalam Frederick, 2004) menyatakan bahwa hubungan antara kedua variabel ini menunjukkan mahasiswa yang memiliki kekhawatiran akan resiko yang akan didapatkan jika gagal seperti mengecewakan orang yang dianggap penting, orang tua, keluarga, teman, dosen, membuat dirinya tidak berdaya, dan mempengaruhi penilaian orang lain terhadap dirinya, akan berusaha untuk lebih terlibat dengan proses pembelajarannya di perkuliahan.
Mahasiswa tersebut akan berusaha secara kognitif untuk tetap fokus pada perkuliahan, secara emosional untuk tetap berpandangan positif dengan proses
perkuliahan, dan juga ditunjukkan dengan perilaku yang mendukung proses perkuliahannya.
Hubungan kedua variabel memang terbilang sangat kuat, namun jika perasaan takut akan kegagalan tersebut terlalu berlebihan malah bisa menimbulkan hal negatif. Nainggolan (dalam Sebastian, 2013) mengatakan bahwa fear of failure dapat menjadi motivasi untuk meraih prestasi dan juga dapat menimbulkan dampak negatif yang menghilangkan motivasi untuk meraih prestasi dalam proses perkuliahan. Fear of failure yang berlebihan memungkinkan mahasiswa untuk mengurangi usaha dalam melaksanakan kegiatan perkuliahan dan usahanya untuk mencapai performa maksimalnya, dan kemudian juga akan berpengaruh terhadap minat mahasiswa dalam proses perkuliahan.
Hasil tambahan yang dipaparkan dalam penelitian ini menyatakan bahwa sebagian besar dari mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara memiliki perasaan takut akan gagal pada taraf yang sedang. Perbandingannya yaitu 0 mahasiswa atau 0 % memiliki fear of failure yang rendah, 212 mahasiswa atau 89,08 % pada taraf sedang, dan 26 mahasiswa atau 10,92 % memiliki fear of failure yang tinggi. Kondisi ini dapat dibilang baik karena perasaan takut gagal tersebut tidak berlebihan yang nantinya akan merusak motivasi mahasiswa sesuai dengan hasil penelitian Nainggolan (dalam Sebastian, 2013) sebelumnya.
Sesuai dengan hasil dari penelitian ini, bahwa hubungan kedua variabel positif yang berarti memiliki perasaan ketakutan akan kegagalann dapat berdampak baik untuk meningkatkan keterlibatan mahasiswa terhadap proses pembelajarannya. dapat dilihat bahwa pada pengkategorisasian data student
engagement mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara hampir semua berada di kategori tinggi. Perbandingannya yaitu 0 mahasiswa atau 0 % berada pada kategori rendah, 4 mahasiswa atau 1.68 % berada pada kategori sedang, dan 234 mahasiswa atau 98,32 % berada pada kategori tinggi.
Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara yang hampir semua berada pada kategori tinggi menunjukkan bahwa proses pembelajaran di kampus tersebut menuntut mahasiswanya untuk mengerahkan usaha lebih agar tidak mengalami kegagalan. Hal ini sesuai dengan ungkapan Anggraeni (2008), bahwa mahasiswa berperan menentukan keberhasilannya dalam belajar, mahasiswa Kedokteran dituntut lebih aktif belajar, mencari bahan kuliah, menjalani proses belajar didasarkan pada skenario kasus yang diberikan dosen, dan dituntut mengintegrasikan hubungan antar mata kuliah dalam satu blok.
Penerapan sistem KBK menjadikan mahasiswa Fakultas Kedokteran sejak semester awal menghadapi masa-masa adaptasi terhadap cara pembelajaran di Fakultas Kedokteran dan mampu menghadapi tekanan dalam proses pembelajaran. Menggunakan kurikulum KBK bertujuan mempersingkat waktu belajar juga untuk mencetak lulusan yang lebih kompeten dan berkualitas dari sisi keilmuan maupun dari segi kecakapan. Tujuan dari penerapan KBK ini, selain untuk meningkatkan mutu lulusan fakultas kedokteran juga untuk mengefisienkan waktu belajar mahasiswa di Fakultas Kedokteran.
Student engagement yang dimiliki mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara dapat dibilang baik karena hanya tidak ada dari mereka yang berada pada kategori rendah. Mereka juga tidak terlihat memiliki masalah-masalah yang serius terkait dengan proses pembelajaran. Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara sebagian besar dapat mengikuti proses perkuliahan dengan baik, aktif berorganisasi, dan bertahan dengan sistem belajar yang lebih menuntut mereka untuk mengerahkan usaha yang lebih, serta sebagian besar dapat lulus bersama-sama dalam waktu yang telah ditentukan yaitu 3.5 tahun.