HASIL DAN PEMBAHASAN
4.2 Pembahasan Hasil Penelitian
4.2.1 Penagihan Pajak dengan Surat Tagihan Pajak pada KPP Prataman Medan Polonia
Penagihan Pajak dengan Surat Tagihan Pajak pada KPP Pratama Medan Polonia merupakan tindakan penagihan pajak yang dilakukan terhadap tagihan pajak dan/atau sanksi administrasi berupa bunga atau denda.
Tabel 4.1
Penagihan Pajak dengan Surat Tagihan Pajak pada KPP Pratama Medan Polonia
Tahun Jumlah STP Kenaikan/Penurunan Lembar Nominal Lembar Nominal
2015 3544 16.387.413.772 - -
2016 5833 32.783.283.694 2289 16.395.869.922 2017 7346 24.338.514.598 1513 8.444.769.096 2018 7724 8.256.199.669 378 16.082.314.929 Sumber Seksi Penagihan KPP Pratama Medan Polonia
Berdasarkan tabel 4.1 penagihan pajak dengan Surat Tagihan Pajak pada tahun 2015 sebanyak 3544 lembar dengan nilai nominalnya sebesar 16.387.413.772, sedangkan pada tahun 2016 sebanyak 5833 lembar dengan nilai nominalnya sebesar 32.783.283.694. Berdasarkan data tahun 2015 dan 2016 dapat dilihat bahwa penagihan pajak dengan surat tagihan pajak mengalami peningkatan baik dari jumlah lembar dan nilai nominalnya, jumlah surat tagihan pajak meningkat sebanyak 2289 lembar dan nominalnya meningkat sebesar 16.395.869.922.
Pada tahun 2017 penagihan pajak dengan Surat Tagihan Pajak sebanyak 7346 lembar dengan nilai nominalnya sebesar 24.338.514.598. Berdasarkan data tahun 2016 dan 2017 dapat dilihat bahwa penagihan pajak dengan surat
tagihan pajak mengalami peningkatan jumlah lembar surat tagihan pajak sebanyak 1531 tetapi nilai nominalnya mengalami penurunan sebesar 8.444.769.096.
Pada tahun 2018 penagihan pajak dengan surat tagihan pajak sebanyak 7724 lembar dengan nilai nominal utang pajaknya sebesar 8.256.199.669.
Berdasarkan data tahun 2017 dan 2018 dapat dilihat bahwa penagihan pajak dengan surat tagihan pajak mengalami peningkatan jumlah lembar surat tagihan pajak sebanyak 378 lembar, tetapi nilai nominalnya mengalami penurunan sebesar 16.082.314.929.
4.2.2 Penagihan Pajak dengan Surat Teguran pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Polonia
Penagihan pajak dengan surat teguran pada KPP Pratama Medan Polonia merupakan tindakan penagihan yang dilaksanakan oleh Jurusita Pajak dengan menyampaikan Surat Teguran kepada wajib pajak untuk melunasi utang pajak dan biaya penagihannya.
Tabel 4.2
Penagihan Pajak dengan Surat Teguran pada KPP Pratama Medan Polonia
Tahun Jumlah Surat Teguran Kenaikan/Penurunan Lembar Nominal Lembar Nominal 2015 1.264 57.490.057.074 - -
2016 2.181 84.387.154.548 917 26.897.097.474 2017 1.919 30.384.515.437 262 54.002.639.111 2018 1.789 41.224.620.054 130 10.840.104.617 Sumber : Seksi Penagihan KPP Pratama Medan Polonia
Berdasarkan tabel 4.2 penagihan pajak dengan surat teguran pada tahun 2015 sebanyak 1.264 lembar dengan nilai nominalnya sebesar
57.490.057.074, sedangkan pada tahun 2016 sebanyak 2181 lembar dengan nilai nominalnya sebesar 84.387.154.548. Berdasarkan data tahun 2015 dan 2016 dapat dilihat bahwa penagihan pajak dengan surat teguran mengalami peningkatan baik dari jumlah lembar dan nilai nominalnya, jumlah lembar surat teguran meningkat sebanyak 917 lembar dan nilai nominalnya meningkat sebesar 26.897.097.474.
Pada tahun 2017 penagihan pajak dengan surat teguran sebanyak 1.919 lembar dengan nilai nominal utang pajaknya sebesar 30.384.515.437.
Berdasarkan data tahun 2016 dan 2017 dapat dilihat bahwa penagihan pajak dengan surat teguran mengalami penurunan baik dari jumlah lembar dan nilai nominalnya, jumlah lembar surat teguran menurun sebanyak 262 lembar dan nilai nominalnya menurun sebesar 54.002.639.111.
Pada tahun 2018 KPP Pratama Medan Polonia menerbitkan surat teguran sebanyak 1.789 lembar dengan nilai nominalnya sebesar 41.224.620.054. Berdasarkan data tahun 2017 dan 2018 dapat dilihat bahwa penagihan pajak dengan surat teguran mengalami penurunan jumlah lembar surat teguran sebanyak 130 lembar, namun nilai nominalnya meningkat sebesar 10.840.104.617.
4.2.3 Penagihan Pajak dengan Surat Paksa pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Polonia
Penagihan pajak dengan surat paksa merupakan tindakan penagihan pajak yang dilaksanakan oleh juru sita pajak dengan menyampaikan surat paksa kepada wajib pajak untuk melunasi utang pajak dan biaya penagihannya.
Tabel 4.3
Penagihan Pajak dengan Surat Paksa pada KPP Pratama Medan Polonia
Tahun Jumlah Surat Paksa Kenaikan/Penurunan Lembar Nominal Lembar Nominal
2015 682 63.061.536.111 - -
2016 1.112 42.771.553.711 430 20.289.982.401 2017 1.096 32.016.544.214 16 10.755.009.497 2018 681 19.988.499.611 415 12.028.044.603 Sumber : Seksi Penagihan KPP Pratama Medan Polonia
Berdasarkan tabel 4.3 penagihan pajak dengan surat paksa pada tahun 2015 sebanyak 682 lembar dengan nilai nominalnya sebesar 63.061.536.111.
sedangkan pada tahun 2016 sebanyak 1.112 lembar dengan nilai nominalnya sebesar 42.771.553.711. Berdasarkan data tahun 2015 dan 2016 dapat dilihat bahwa penagihan pajak dengan surat teguran mengalami peningkatan jumlah lembar sebanyak 430 lembar tetapi nilai nominalnya mengalami penurunan sebesar 20.289.982.401.
Pada tahun 2017 penagihan pajak dengan surat paksa sebanyak 1.096 lembar dengan nilai nominalnya sebesar 32.016.544.214. Berdasarkan data tahun 2016 dan 2017 dapat dilihat bahwa penagihan pajak dengan surat paksa mengalami penurunan baik dari jumlah lembar dan nilai nominalnya, jumlah
lembar surat paksa menurun sebanyak 16 lembar dan nilai nominalnya menurun sebesar 10.755.009.497.
Pada tahun 2018 penagihan pajak dengan surat paksa sebanyak 681 lembar dengan nilai nominalnya sebesar 19.988.499.611. Berdasarkan data tahun 2017 dan 2018 dapat dilihat bahwa penagihan pajak dengan surat paksa mengalami penurunan baik dari jumlah lembar dan nilai nominalnya, jumlah lembar Surat Paksa menurun sebanyak 415 lembar dan nilai nominalnya menurun sebesar 12.028.044.603.
4.2.4 Penagihan Pajak dengan SPMP pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Polonia
Penagihan Pajak dengan surat perintah melaksanakan penyitaan (SPMP) merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan penagihan dengan surat paksa sebagai akibat pajak yang harus dibayar tidak dilunasi dalam jangka waktu 2x24 jam sesudah tanggal pemberitahuan surat paksa. Tindakan penagihan pajak dilaksanakan oleh juru sita pajak dengan menyampaikan surat perintah melaksanakan penyitaan kepada wajib pajak untuk melunasi utang pajak dan biaya penagihannya.
Tabel 4.4
Penagihan Pajak dengan SPMP pada KPP Pratama Medan Polonia
Tahun Jumlah SPMP Kenaikan/Penurunan Lembar Nominal Lembar Nominal
2015 21 57.913.246.460 - -
2016 15 19.886.170.655 6 38.027.075.805 2017 22 40.574.764.022 7 20.688.593.367 2018 10 35.388.278.098 12 5.186.485.924 Sumber: Seksi Penagihan KPP Pratama Medan Polonia
Berdasarkan tabel 4.4 penagihan pajak dengan SPMP pada tahun 2015 sebanyak 21 lembar dengan nilai nominalnya sebesar 57.913.246.460, sedangkan pada tahun 2016 sebanyak 15 lembar dengan nilai nominalnya sebesar 19.886.170.655. Berdasarkan data tahun 2015 dan 2016 dapat dilihat bahwa penagihan pajak dengan SPMP mengalami penurunan baik dari jumlah lembar dan nilai nominalnya. Jumlah lembar SPMP menurun sebanyak 6 lembar dan nilai nominalnya menurun sebesar 38.027.075.805.
Pada tahun 2017 penagihan pajak dengan SPMP sebanyak 22 lembar dengan nilai nominalnya sebesar 40.574.764.022. Berdasarkan data tahun 2016 dan 2017 dapat dilihat bahwa penagihan pajak dengan SPMP mengalami peningkatan baik dari jumlah lembar dan nilai nominalnya, jumlah lembar Surat Paksa meningkat sebanyak 7 lembar dan nilai nominalnya meningkat sebesar 20.688.593.367.
Pada tahun 2018 penagihan pajak dengan SPMP sebanyak 10 lembar dengan nilai nominalnya sebesar 35.388.278.098. Berdasarkan data tahun 2017 dan 2018 dapat dilihat bahwa penagihan pajak dengan SPMP mengalami penurunan baik dari jumlah lembar dan nilai nominalnya, jumlah lembar Surat Paksa menurun sebanyak 12 lembar dan nilai nominalnya menurun sebesar 5.186.485.924.
4.2.5 Penerimaan Tunggakan Pajak dengan Surat Tagihan Pajak pada KPP Pratama Medan Polonia
Penerimaan tunggakan pajak merupakan pelunasan utang pajak atau tunggakan pajak yang dimiliki oleh wajib pajak atau penanggung pajak.
Dengan penerimaan tunggakan pajak, penerimaan pajak KPP Pratama Medan Polonia akan mengalami peningkatan, sehingga membantu pencapaian target penerimaan negara yang berasal dari pajak.
Tabel 4.5
Penerimaan Tunggakan Pajak dengan STP pada KPP Pratama Medan Polonia
Tahun Jumlah STP Kenaikan/Penurunan Lembar Nominal Lembar Nominal
2015 1809 11.616.082.131
2016 2461 2.910.826.410 652 8.705.255.721 2017 3583 5.998.047.339 1122 3.087.220.929 2018 3422 17.431.179.455 161 11.433.132.116 Sumber Seksi Penagihan KPP Pratama Medan Polonia
Tabel 4.5 menunjukkan penerimaan tunggakan pajak dengan Surat Tagihan Pajak pada tahun 2015 sebesar 11.616.082.131 dan pada tahun 2016 sebesar 2.910.826.410. Dilihat dari jumlah nominalnya, penerimaan tunggakan pajak pada tahun 2015 dan 2016 mengalami penurunan sebesar 8.705.255.721.
Tahun 2017 penerimaan tunggakan pajak dengan Surat Tagihan Pajak sebesar 5.998.047.339. Dilihat dari jumlah nominalnya, penerimaan tunggakan pajak tahun 2016 dan 2017 mengalami peningkatan sebesar 3.087.220.929.
Tahun 2018 penerimaan tunggakan pajak dengan Surat Tagihan Pajak sebesar 17.431.179.455. Dilihat dari jumlah nominalnya, penerimaan tunggakan pajak tahun 2017 dan 2018 mengalami peningkatan sebesar 11.433.132.116.
4.2.6 Penerimaan Tunggakan Pajak dengan Surat Teguran pada KPP Pratama Medan Polonia
Penerimaan tunggakan pajak merupakan pelunasan utang pajak atau tunggakan pajak yang dimiliki oleh wajib pajak atau penanggung pajak.
dengan penerimaan tunggakan pajak, penerimaan pajak KPP Pratama Medan Polonia akan mengalami peningkatan, sehingga membantu pencapaian target penerimaan negara yang berasal dari pajak.
Tabel 4.6
Penerimaan Tunggakan Pajak dengan Surat Teguran Pada KPP Pratama Medan Polonia
Tahun Jumlah Surat Teguran Kenaikan/Penurunan Lembar Nominal Lembar Nominal
2015 203 1.496.372.115 - -
2016 204 8.469.746.392 1 6.973.374.277 2017 408 437.414.236 204 8.032.332.156 2018 319 12.562.269.275 89 12.124.855.039 Sumber : Seksi Penagihan Pajak KPP Pratama Medan Polonia
Tabel 4.6 menunjukkan penerimaan tunggakan pajak dengan surat teguran pada tahun 2015 sebesar 1.496.372.115 dan pada tahun 2016 sebesar 8.469.746.392. Dilihat dari jumlah nominalnya, penerimaan tunggakan pajak pada tahun 2015 dan 2016 mengalami peningkatan sebesar 6.973.374.277
Tahun 2017 penerimaan tunggakan pajak dengan surat teguran sebesar 8.469.746.392, dilihat dari jumlah nominalnya, penerimaan tunggakan pajak pada tahun 2016 dan 2017 mengalami penurunan sebesar 8.032.332.156.
Tahun 2018 penerimaan tunggakan pajak dengan surat teguran sebesar 12.562.269.275, dilihat dari jumlah nominalnya, penerimaan tunggakan pajak pada tahun 2017 dan 2018 mengalami peningkatan sebesar 12.124.855.039.
4.2.7 Penerimaan Tunggakan Pajak dengan Surat Paksa pada KPP Pratama Medan Polonia
Penerimaan tunggakan pajak merupakan pelunasan utang pajak atau tunggakan pajak yang dimiliki oleh wajib pajak atau penanggung pajak.
dengan penerimaan tunggakan pajak, penerimaan pajak KPP Pratama Medan Polonia akan mengalami peningktaan, sehingga membantu pencapaian target penerimaan negara yang berasal dari pajak.
Tabel 4.7
Penerimaan Tunggakan Pajak dengan Surat Paksa pada KPP Pratama Medan Polonia
Tahun Jumlah Surat Paksa Kenaikan/Penurunan Lembar Nominal Lembar Nominal
2015 122 7.313.700.430 - -
2016 128 4.650.620.229 6 2.663.080.201 2017 117 481.622.994 11 4.168.997.235 2018 142 12.284.247.607 25 11.802.624.613 Sumber Seksi Penagihan KPP Pratama Medan Polonia
Berdasarkan tabel 4.7 penerimaan tunggakan pajak dengan surat paksa pada tahun 2015 sebesar 7.313.700.430 dan pada tahun 2016 sebesar 4.650.620.229. Dilihat dari jumlah nominalnya, penerimaan tunggakan pajak pada tahun 2015 dan 2016 mengalami penurunan sebesar 2.663.080.201
Tahun 2017 penerimaan tunggakan pajak dengan surat paksa sebesar 481.622.994. Dilihat dari jumlah nominalnya, penerimaan tunggakan pajak pada tahun 2016 dan 2017 mengalami penurunan sebesar 4.168.997.235.
Tahun 2018 penerimaan tunggakan pajak dengan surat paksa sebesar 12.284.247.607. Dilihat dari jumlah nominalnya, penerimaan tunggakan pajak pada tahun 2017 dan 2018 mengalami peningkatan sebesar 11.802.624.613.
4.2.7 Penerimaan Tunggakan Pajak dengan SPMP pada KPP Pratama Medan Polonia
Penerimaan tunggakan pajak merupakan pelunasan utang pajak atau tunggakan pajak yang dimiliki oleh wajib pajak atau penanggung pajak.
Dengan penerimaan tunggakan pajak, penerimaan pajak KPP Pratama Medan Polonia akan mengalami peningkatan, sehingga membantu pencapaian target penerimaan negara yang berasal dari pajak.
Tabel 4.8
Penerimaan tunggakan pajak dengan SPMP pada KPP Pratama Medan Polonia
Tahun Jumlah SPMP Kenaikan/Penurunan Lembar Nominal Lembar Nominal
2015 9 6.878.939.188 - -
2016 8 3.212.523.017 1 3.666.416.171
2017 2 56.959.286 6 3.155.563.731
2018 2 128.276.513 - 71.317.227
Sumber : Seksi Penagihan KPP Pratama Medan Polonia
Berdasarkan tabel 4.8 penerimaan tunggakan pajak dengan SPMP pada tahun 2015 sebesar 6.878.939.188 dan pada tahun 2016 sebesar
3.212.523.017. Dilihat dari jumlah nominalnya, penerimaan tunggakan pajak pada tahun 2015 dan 2016 mengalami penurunan sebesar 3.666.416.171
Tahun 2017 penerimaan tunggakan pajak dengan SPMP sebesar 56.959.286. Dilihat dari jumlah nominalnya, penerimaan tunggakan pajak pada tahun 2016 dan 2017 mengalami penurunan sebesar 3.155.563.731
Tahun 2018 penerimaan tunggakan pajak dengan SPMP sebesar 128.276.513. Dilihat dari jumlah nominalnya, penerimaan tunggakan pajak pada tahun 2017 dan 2018 mengalami peningkatan sebesar 71.317.227.
4.3 Efektivitas Penagihan Pajak Terhadap Pencairan Tunggakan Pajak