• Tidak ada hasil yang ditemukan

commit to user

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Pembahasan Hasil Penelitian

Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan pada siklus I dan siklus II dapat dinyatakan bahwa pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif metode STAD dapat meningkatkan pemahaman konsep peran anggota keluarga siswa kelas II SD Negeri 1 Logede. Peningkatannya dapat dilihat pada deskripsi di bawah ini:

1. Data Nilai pemahaman konsep peran anggota keluarga siswa kelas II sebelum ada tindakan (dapat dilihat pada lampiran 2 halaman 81).

54,54% 72,72% 95,45% 0% 20% 40% 60% 80% 100% 120%

commit to user

85

Analisis hasil evaluasi dari tes awal siswa diperoleh nilai rata-rata kemampuan siswa menjawab soal dengan benar adalah 61,23 di mana hasil tersebut masih di bawah rata-rata nilai yang diinginkan dari pihak guru, peneliti maupun kepala sekolah. Sedangkan besarnya prosentase ketuntasan belajar hanya 54,54% (12 siswa yang tuntas belajar dari 22 jumlah siswa), dari pihak peneliti dan sekolah diharapkan mencapai 80%. Dari analisis tes awal tersebut, maka dilakukan tindakan lanjut untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa, serta aktivitas dalam kegiatan pembelajaran, khususnya materi peran anggota keluarga.

Dalam kondisi awal ini belum adanya suatu metode yang dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa terhadap pembelajaran yang dilaksanakan, khususnya adalah pembelajaran tentang peran anggota keluarga, sehingga nilai yang didapat siswa masih banyak yang ada dibawah KKM (Kriteria Ketuntasan Belajar) yang telah ditentukan yaitu 60.

2. Data nilai pemahaman konsep siswa kelas II siklus I (dapat dilihat pada lampiran 10 halaman 110).

Pada siklus I setelah diadakan tes kemampuan awal dilanjutkan dengan siswa menuliskan anggota keluarganya masing-masing dan membuat silsilah keluarga inti pada pertemuan I dan menjelaskan pengertian kedudukan dalam keluarga dan menyebutkan 2 peran anggota keluarga pada pertemuan II.

Proses pembelajaran disampaikan dengan strategi dan terencana dimulai dari kegiatan awal, inti, dan akhir. Kegiatan ini terfokus mengaktifkan siswa mulai dari tahap penyajian materi yang dilakukan guru secara klasikal dengan bantuan gambar-gambar dan bagan silsilah keluarga. Selanjutnya tahap kerja dalam kelompok dengan menggunakan LKS (Lembar Kerja Siswa), dalam tahap ini siswa berdiskusi dengan teman satu kelompoknya untuk membahas masalah yang harus mereka selesaikan dalam LKS dengan guru sebagai fasilitator. Setelah selesai mengerjakan dilanjutkan presentasi hasil masing-masing kelompok. Tahap berikutnya adalah tahap pembahasan hasil kerja setiap kelompok yang dilakukan oleh guru dan siswa

commit to user

86

secara klasikal. Selanjutnya tes individu, kegiatan yang dilakukan yaitu guru membagikan soal tes individu mengenai materi peran anggota keluarga. Dalam kegiatan evaluasi individu guru melakukan penilaian keaktifan siswa berdasarkan pengamatannya dalam proses kelompok. Tahap berikutnya ialah tahap perhitungan skor perkembangan individu, guru menilai hasil tes individu lalu perhitungan skor perkembangan individu didasarkan pada skor awal yaitu nilai hasil evaluasi pada setiap akhir siklus. Tahap terakhir adalah pemberian penghargaan baik individu maupun kelompok.

Pada siklus I dilaksanakan tindakan berupa penerapan model pembelajaran kooperatif metode STAD dengan pemahaman konsep peran anggota keluarga. Dari hasil analisis data perkembangan pemahaman konsep siswa pada siklus I dapat disimpulkan bahwa prosentase hasil tes siswa tuntas naik 18,18% dengan nilai KKM 60, siswa yang tuntas belajar pada siklus I sebesar 72,72%, yang semula pada tes awal hanya terdapat 54,54% siswa mencapai KKM. Nilai rata-rata kelas yang pada tes awal sebesar 61,23 pada siklus I naik menjadi 73,77, nilai tersebut belum berada di atas nilai rata-rata yang diinginkan dari pihak guru, peneliti dan kepala sekolah.

Siswa perlu adanya pemahaman terhadap pengertian pembelajaran itu sendiri. Oleh karena itu perlu diadakannya suatu tindakan untuk meningkatkan pemahaman anak terhadap pembelajaran tersebut, diantaranya harus dapat berinteraksi dengan teman sebaya, mau berperan aktif dalam kelompok, dapat mempengaruhi satu sama lain.

3. Data nilai pemahaman konsep siswa kelas II siklus II (dapat dilihat pada lampiran 19 halaman 48).

Siklus II merupakan lanjutan dari siklus sebelumnya untuk memantapkan dan mencapai tujuan penelitian. Pembelajaran yang disampaikan tentang peran anggota keluarga dengan tahap-tahap sama seperti siklus I namun ada perbaikan yang harus dilakukan guru untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan yaitu guru merubah anggota kelompok agar lebih heterogen dalam prestasi dan guru mengubah cara penyampaian materi agar siswa tidak bosan dan lebih tertarik dengan permainan siapa cepat dia

commit to user

87

dapat yaitu dengan kartu anggota keluarga yang disimpan di taman kelas II kemudian siswa beramai-ramai mencari dan menempelkanya pada bagan silsilah keluarga. Dari hasil analisis data perkembangan pemahaman konsep siswa pada siklus II dapat disimpulkan bahwa prosentase hasil tes siswa tuntas naik 40,91% dengan nilai KKM 60, siswa yang tuntas belajar pada siklus II 95,45%, yang semula pada tes awal hanya terdapat 54,54%. Nilai rata-rata kelas yang pada tes awal sebesar 61,23 pada siklus I naik menjadi 73,77 dan siklus ke II naik menjadi 83,59.

Adapun perhitungan rata-rata nilai siswa sebelum dilaksanakan tindakan dan setelah dilaksanakan tindakan siklus pertama dan kedua dapat dilihat pada tabel 4 berikut ini:

Tabel 4. Tabel Rata-rata Nilai Pemahaman Konsep Siswa Kelas II SD Negeri 1 Logede di atas KKM . No Pembelajaran Peran Anggota Keluarga Sebelum Tindakan Sesudah Dilaksanakan Tindakan Siklus I Siklus II 1 Nilai Rata-rata 61,23 73,77 83,59 2 Prosentase Ketuntasan Klasikal 54,54% 72,72% 95,45%

Berdasarkan tabel 4 di atas, dapat diketahui bahwa jumlah siswa yang

ini menunjukan bahwa pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru dapat dinyatakan berhasil.

Peningkatan rata-rata nilai pemahaman konsep peran anggota keluarga siswa kelas II SD Negeri 1 Logede melalui penerapan model pembelajaran koopertif metode STAD dapat disajikan dalam gambar 10 grafik sebagai berikut :

commit to user

88

Gambar 10. Grafik Peningkatan Nilai Rata-rata Pemahaman Konsep Peran Anggota Keluarga Siswa Kelas II SD Negeri 1 Logede

90%

80%

70%

60%

50%

40%

30%

20%

10%

0 %

Peningkatan tidak hanya terjadi pada nilai siswa, tetapi juga terjadi peningkatan pada aktivitas siswa dan kinerja guru pada siklus I dan Siklus II , yang dapat dilihat pada tabel 5 seperti berikut:

Tabel 5.Tabel Rata-Rata Aktivitas Siswa Dan Kinerja Guru Kelas II SD Negeri 1 Logede Materi Peran Anggota Keluarga

No Aspek

Skor Kategori

Siklus I Siklus II Siklus I Siklus II

1 2 1 2 1 2 1 2

1 Aktivitas Siswa 7 13 15 17 cukup

baik baik baik

sangat baik

2 Kinerja Guru 23 27 38 42 cukup

baik baik baik

sangat baik

Berdasarkan tabel diatas, model pembelajaran kooperatif metode STAD dari siklus pertama pertemuan 1 aktivitas siswa dalam pembelajaran dalam

commit to user

89

kategori cukup baik, jumlah skor mencapai 7 dan pada pertemuan 2 aktivitas pembelajaran siswa dalam kategori baik dengan jumlah skor 13. Kinerja guru pada siklus pertama pertemuan 1 termasuk dalam kategori cukup baik dengan jumlah skor 23 dan pada pertemuan 2 termasuk dalam kategori baik juga dengan jumlah skor 27. Siklus kedua pertemuan 1 aktivitas siswa dalam pembelajaran termasuk dalam kategori baik dengan jumlah skor 15 dan pada pertemuan 2 aktivitas siswa dalam pembelajaran termasuk dalam kategori sangat baik dengan jumlah skor 17. Kinerja guru pada siklus kedua pertemuan 1 termasuk dalam kategori baik mencapai skor 38, pada pertemuan 2 kinerja guru termasuk ddalam kategori sangat baik, mencapai skor 42.

Adapun hambatan-hambatan yang ditemui pada masing-masing siklus berbeda-beda, antara lain pada siklus pertama guru kurang menarik dalam menyampaikan materi untuk dipelajari, siswa belum terbiasa melaksanakan pembelajaran dengan metode STAD, sehingga siswa masih egois dan mengutamakan atau menggunakan pendapatnya sendiri, kurang adanya rasa tanggung jawab dalam setiap kelompok dan pembagian anggota kelompok yang belum sempurna secara heterogen sehingga proses pembelajaran masih kurang efektif.

Maka pada siklus yang kedua diadakan upaya perbaikan, diantaranya guru mengubah cara penyampaian materi supaya lebih sesuai dengan keadaan siswa sehingga siswa lebih termotivasi untuk mempelajari materi, selalu memberikan pengertian kepada siswa bagaimana cara bekerja dalam kelompok metode STAD, mengubah anggota kelompok supaya lebih seimbang. Pembelajaran pada sikus kedua sudah berhasil sehingga tidak ada hambatan yang berarti.

Dari analisis data dan observasi selama pembelajaran pemahaman konsep peran anggota keluarga dapat diketahui bahwa secara umum menunjukan perubahan yang signifikan. Guru telah berhasil menerapkan pembelajaran model kooperatif metode STAD untuk meningkatkan pemahaman konsep peran anggota keluarga siswa kelas II SD Negeri 1 Logede.

commit to user

90 BAB V

Dokumen terkait