• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Pembahasan Hasil Penelitian

Model evaluasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah model evaluasi CIPP yang menekankan penelitian evaluasi pada empat aspek, yakni Context Evaluation, Input Evaluation, Process Evaluation, dan yang terakhir Product Evaluation. Berdasarkan data yang sudah dijabarkan sebelumnya

Sangat sesuai 36%

Sesuai 64%

Kurang sesuai

0% Tidak sesuai 0%

Sangat sesuai Sesuai Kurang sesuai Tidak sesuai

mengenai hasil penilaian terhadap Context Evaluation, Input Evaluation, Process Evaluation dan Product Evaluation melalui kuesioner maka pengkategorian hasil pelaksanaannya dapat dijabarkan sebagai berikut:

Data yang diambil melalui kuesioner menggunakan skala likertdengan 4 alternatif jawaban untuk setiap pertanyaan dengan nilai terendah 1 dan nilai tertinggi 4, 4 alternatif jawaban tersebut yakni sangat sesuai, sesuai, tidak sesuai dan yang terakhir sangat tidak sesuai. setiap butir pertanyaan dianalisis nilai rata-ratanya (mean), tujuannya adalah supaya data yang diambil mampu menjabarkan kesesuaian tiap indikator berdasarkan buku pedoman Praktik Industri pada evaluasi secara keseluruhan, berikut penjabaran dalam pengkategorian berdasarkan nilai rata-rata pada evaluasi secara keseluruhan:

Nilai maksimum : 4

Nilai minimum : 1

Range/jarak : 4-1 = 3

Banyaknya kategori : 4

Interval tiap kategori : = = 0,75

Batasan-batasan kategori berdasarkan rata-rata nilai untuk evaluasi secara keseluruhan dapat disusun sebagai berikut :

Tabel 36. Kategorisasi Berdasarkan Rata-rata Nilai Pada Evaluasi secara keseluruhan.

No Rentang nilai Kategori

Berdasarkan data hasil penelitian mengenai penilaian terhadap Context Evaluation, Input Evaluation, Process Evaluation dan Product Evaluation melalui kuesioner yang berisi 61 pertanyaan maka nilai rata-rata pada setiap indikator penilaian dapat dijabarkan dalam histogram berikut:

Gambar 16. Histogram Rata-rata Nilai Setiap Indikator Pada Pelaksanaan Praktik Industri 2013-2014

Context Input Process Product

Gambar 16 merupakan gambar yang menjabarkan rata-rata nilai setiap indikator pada pelaksanaan Praktik Industri 2013-2014, dari gambar tersebut maka dapat dijelaskan bahwa:

1. Kesesuaian pelaksanaan Praktik Industri di Program Studi Teknik Otomotif FT UNY pada tahun 2013 sampai tahun 2014 jika ditinjau dari Context Evaluation sebagai berikut: Nilai rata-rata pada indikator kesesuaian dengan tujuan Praktik Industri termasuk pada kategori sesuai dengan nilai rata-rata 3,10. Untuk penilaian secara keseluruhan pada Kesesuaian pelaksanaan Praktik Industri di Program Studi Teknik Otomotif FT UNY pada tahun 2013 sampai tahun 2014 jika ditinjau dari Context Evaluation memperoleh nilai rata-rata 3,10 dan termasuk dalam kategori sesuai.

2. Kesesuaian pelaksanaan Praktik Industri di Program Studi Teknik Otomotif FT UNY pada tahun 2013 sampai tahun 2014 jika ditinjau dari Input Evaluation sebagai berikut: Nilai rata-rata pada indikator ketercapaian persyaratan yang dibutuhkan mahasiswa sebelum memulai Praktik Industri termasuk dalam kategori sesuai dengan nilai rata-rata 3,09 sedangkan nilai rata-rata pada indikator ketercapaian persiapan yang harus dilakukan mahasiswa sebelum Praktik Industri termasuk dalam kategori sesuai dengan nilai rata-rata 3,22, Untuk penilaian secara keseluruhan pada ketercapaian pelaksanaan Praktik Industri di Program Studi Teknik Otomotif FT UNY pada tahun 2013 sampai tahun 2014 jika

3. Kesesuaian pelaksanaan Praktik Industri di Program Studi Teknik Otomotif FT UNY pada tahun 2013 sampai tahun 2014 jika ditinjau dari Process sebagai berikut: Nilai rata-rata pada indikator Kesesuaian proses pelaksanaan mahasiswa saat melaksanakan Praktik Industri di dunia industri termasuk dalam kategori sesuai dengan nilai rata-rata 3,12 ketercapaian proses penyelesaian laporan dan ujian praktik setelah mahasiswa melaksanakan Praktik Industri di dunia industri termasuk dalam kategori sesuai dengan nilai rata-rata 3,08, peranan Koordinator Praktik Industri Jurusan termasuk dalam kategori sesuai dengan nilai rata-rata 3,02, peranan dosen pembimbing termasuk dalam kategori sesuai dengan nilai rata-rata 3,12 dan yang terakhir peranan pembimbing dari dunia industri termasuk dalam kategori sesuai dengan nilai rata-rata 3,01, sedangkan untuk penilaian secara keseluruhan pada Kesesuaian pelaksanaan Praktik Industri di Program Studi Teknik Otomotif FT UNY pada tahun 2013 sampai tahun 2014 jika ditinjau dari Process Evaluation memperoleh nilai rata-rata 3,07 dan termasuk dalam kategori sesuai.

4. Kesesuaian pelaksanaan Praktik Industri di Program Studi Teknik Otomotif FT UNY pada tahun 2013 sampai tahun 2014 jika ditinjau dari Product Evaluation sebagai berikut: Nilai rata-rata pada indikator ketercapaian dengan tujuan Praktik Industri termasuk pada kategori sesuai dengan nilai rata-rata 3,30. Untuk penilaian secara keseluruhan pada Kesesuaian pelaksanaan Praktik Industri di Program Studi Teknik Otomotif FT UNY pada tahun 2013 sampai tahun 2014 jika ditinjau dari

Product Evaluation memperoleh nilai rata-rata 3,30 dan termasuk dalam kategori sangat sesuai.

5. Kesesuaian pelaksanaan Praktik Industri di Program Studi Teknik Otomotif FT UNY pada tahun 2013 sampai tahun 2014 jika ditinjau secara keseluruhan sebagai berikut: Nilai rata-rata pada Input Evaluation termasuk pada kategori sesuai dengan nilai rata-rata 3,10, Input Evaluation termasuk pada kategori sesuai dengan nilai rata-rata 3,15, Process Evaluation termasuk pada kategori sesuai dengan nilai rata-rata 3,07 dan Product Evaluation termasuk pada kategori sangat sesuai dengan nilai rata-rata 3,30 Untuk penilaian secara keseluruhan pada Kesesuaian pelaksanaan Praktik Industri di Program Studi Teknik Otomotif FT UNY pada tahun 2013 sampai tahun 2014 secara keseluruhan memperoleh nilai rata-rata 3,15 dan termasuk dalam kategori sesuai.

Penjabaran pada penilaian evaluasi secara keseluruhan mengenai pencapaian kualitas berdasarkan kategori dapat dijelaskan pada tabel berikut:

Tabel 37. Nilai Pencapaian Kualitas Pada Evaluasi Secara Keseluruhan Evaluasi Secara KeseluruhanNilai Kategori Variabel Nilai Kategori

3,15 Sesuai

Context

Evaluation 3,10 Sesuai Input

Evaluation 3,15 Sesuai Process

Data pada tabel 37 menunjukan pencapaian hasil tiap variabel berdasarkan pengkategorian nilai rata-rata, berdasarkan tabel ini data hasil penelitian dapat dijabarkan sebagai berikut:

1. Kesesuaian pelaksanaan Praktik Industri berdasarkan buku pedoman Praktik Industri di Program Studi Teknik Otomotif FT UNY pada tahun 2013 sampai tahun 2014 ditinjau dariContext Evaluation termasuk dalam kategori sesuai dengan nilai rata-rata 3,10.

2. Kesesuaian pelaksanaan Praktik Industri berdasarkan buku pedoman Praktik Industri di Program Studi Teknik Otomotif FT UNY pada tahun 2013 sampai tahun 2014 ditinjau dari Input Evaluation termasuk dalam kategori sesuai dengan nilai rata-rata 3,15.

3. Kesesuaian pelaksanaan Praktik Industri berdasarkan buku pedoman Praktik Industri di Program Studi Teknik Otomotif FT UNY pada tahun 2013 sampai tahun 2014 ditinjau dariProcess Evaluation termasuk dalam kategori sesuai dengan nilai rata-rata 3,07.

4. Kesesuaian pelaksanaan Praktik Industri berdasarkan buku pedoman Praktik Industri di Program Studi Teknik Otomotif FT UNY pada tahun 2013 sampai tahun 2014 ditinjau dariProduct Evaluation termasuk dalam kategori sangat sesuai dengan nilai rata-rata 3,30.

5. Kesesuaian pelaksanaan Praktik Industri berdasarkan buku pedoman Praktik Industri di Program Studi Teknik Otomotif FT UNY pada tahun 2013 sampai tahun 2014 ditinjau secara keseluruhan termasuk dalam kategori sesuai dengan nilai rata-rata 3,15.

BAB V PENUTUP

A. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Kesesuaian pelaksanaan Praktik Industri berdasarkan buku pedoman Praktik Industri di Program Studi Teknik Otomotif FT UNY pada tahun 2013 sampai tahun 2014 ditinjau dariContext Evaluation termasuk dalam kategori sesuai dengan nilai rata-rata 3,10.

2. Kesesuaian pelaksanaan Praktik Industri berdasarkan buku pedoman Praktik Industri di Program Studi Teknik Otomotif FT UNY pada tahun 2013 sampai tahun 2014 ditinjau dari Input Evaluation termasuk dalam kategori sesuai dengan nilai rata-rata 3,15.

3. Kesesuaian pelaksanaan Praktik Industri berdasarkan buku pedoman Praktik Industri di Program Studi Teknik Otomotif FT UNY pada tahun 2013 sampai tahun 2014 ditinjau dariProcess Evaluation termasuk dalam kategori sesuai dengan nilai rata-rata 3,07.

4. Kesesuaian pelaksanaan Praktik Industri berdasarkan buku pedoman Praktik Industri di Program Studi Teknik Otomotif FT UNY pada tahun 2013 sampai tahun 2014 ditinjau dariProduct Evaluation termasuk dalam kategori sangat sesuai dengan nilai rata-rata 3,30.

2013 sampai tahun 2014 ditinjau secara keseluruhan termasuk dalam kategori sesuai dengan nilai rata-rata 3,15.

B. REKOMENDASI

Pelaksanaan program Praktik Industri secara umum bertujuan untuk menyiapkan lulusan yang siap kerja sehingga kebijakan link and match dapat terwujud. Tujuan ini akan terlaksana apabila seluruh komponen yang terlibat dalam penyelenggaraan program tersebut saling terkait dan bekerjasama antara satu dengan yang lain, dalam penelitian ini responden yang diambil adalah dari pihak mahasiswa dan koordinator Praktik Industri Jurusan Otomotif Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta.

Gambaran umum mengenai Praktik Industri Jurusan Teknik Otomotif diambil melalui wawancara dan dokumentasi kepada koordinator Praktik Industri Jurusan Otomotif Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta, sedangkan data mengenai kesesuaian Praktik Industri berdasarkan buku pedoman Praktik Industri diukur melalui Kuesioner kemudian dijabarkan dan dianalisis satu per satu, yakni mulai dariContext Evaluation, Input Evaluation, Process Evaluation, Product Evaluation sampai yang terakhir yakni evaluasi secara keseluruhan.

Penelitian ini tidak menggambarkan pelaksanaan Praktik Industri sangat dalam hal ini karena mengacu pertimbangan waktu dan biaya, penelitian ini masih dapat diperdalam lagi, rekomendasi untuk penelitian selanjutnya adalah supaya responden yang diteliti diperluas dengan cara memasukan pembimbing industri dan dosen pembimbing sebagai responden.

C. KETERBATASAN PENELITIAN

Meskipun telah dilakukan upaya yang maksimal namun penulis menyadari bahwa masih terdapat keterbatasan-keterbatasan dalam penelitian ini yang diantaranya:

1. Kuesioner bersifat tertutup membatasi siswa mengemukakan jawaban sebenarnya yang sesuai keadaan dirinya sendiri. Siswa hanya dibatasi memilih jawaban yang tersedia, hal ini memungkinkan adanya aspirasi dari responden yang tidak terukur.

2. Sumber data dalam penelitian ini adalah Koordinator Praktik Industri Jurusan Teknik Otomotif dan mahasiswa, penelitian tidak mengambil data dari pembimbing industri dan dosen pembimbing yang merupakan komponen penting dalam pelaksanaan Praktik Industri.

3. Mahasiswa yang dijadikan responden pada penelitian ini adalah mahasiswa Jurusan Otomotif Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta yang melakukan Praktik Industri pada tahun 2013 sampai dengan 2014. Mahasiswa yang melakukan Praktik Industri tahun 2013 diambil datanya pada tahun 2014 bersamaan dengan mahasiswa yang melakukan Praktik Industri tahun 2014, hal ini membuat adanya kesenjangan waktu yang cukup lama.

D. SARAN

Berdasarkan simpulan di atas, saran yang dapat penulis ajukan untuk

1. Context Evaluation

Pemahaman mahasiswa akan pentingnya kompetensi wirausaha perlu ditingkatkan, proses pelaksanaannya bisa dilakukan saat pelaksanaan pembekalan Praktik Industri maupun saat mahasiswa melakukan bimbingan dengan dosen pembimbing, Pemahaman mahasiswa akan pentingnya kompetensi wirausaha dianggap perlu ditingkatkan karena nilai rata-rata terendah padaContext Evaluationyang diambil melalui kuesioner terdapat pada butir pertanyaan ke 4, yakni tentang sub indikator pada kesesuaian tujuan Praktik Industri yang berbunyi memiliki kompetensi kewirausahaan yang ditunjukkan dengan pembuatan proposal mendirikan usaha (khusus untuk peserta PI Kewirausahan). Bahkan apabila memungkinkan, kajian tentang proposal mendirikan usaha ini dapat diangkat menjadi Proyek Akhir dan atau Skripsi.

2. Input Evaluation

Nilai rata-rata terendah pada Input Evaluation terdapat pada indikator ketercapaian persyaratan yang dibutuhkan mahasiswa sebelum memulai Praktik Industri dengan nilai rata-rata 3,09, peningkatan pada indikator ini dapat ditingkatkan dengan cara mengoptimalkan peranan buku pedoman Praktik Industri dan mengoptimalkan proses penyampaian informasi pada pembekalan Praktik Industri.

3. Process Evaluation

Peranan pembimbing di industri harus ditingkatkan, jangan sampai pembimbing industri tidak bisa membedakan tugas/jenis pekerjaan yang

seharusnya diberikan kepada mahasiswa dengan tugas/jenis pekerjaan yang seharusnya diberikan kepada siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), apabila hal ini masih terjadi maka diperlukan penyampaian informasi yang baik dari mahasiswa dan dosen pembimbing kepada pembimbing industri mengenai penugasan untuk mahasiswa di dunia industri, hal ini dianggap perlu karena nilai rata-rata terendah pada Process Evaluation terdapat pada indikator Peranan pembimbing dari dunia industri dengan nilai rata-rata 3,01.

4. Product Evaluation

Nilai rata-rata terendah pada Product Evaluation terdapat di butir pertanyaan ke 5 yang berisi tentang sub indikator kesesuaian tujuan Praktik Industri yang berbunyi memiliki kompetensi kewirausahaan yang ditunjukkan dengan pembuatan proposal mendirikan usaha (khusus untuk peserta PI Kewirausahan). Bahkan apabila memungkinkan, kajian tentang proposal mendirikan usaha ini dapat diangkat menjadi Proyek Akhir dan atau Skripsi. Supaya tujuan mengenai kompetensi wirausaha ini dapat tercapai maksimal diperlukan penyampaian informasi yang baik dari mahasiswa dan dosen pembimbing kepada pembimbing industri mengenai penugasan untuk mahasiswa di dunia industri, terutama penugasan-penugasan di bidang manajemen bengkel.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. (2014). Kondisi Ketenagakerjaan Februari 2014. Diakses dari http://www.bps.go.id/brs_file/naker_05mei14.pdf. Pada tanggal 22 Mei 2014Jam 20.00 WIB

Anonim. (2014). Kondisi Ketenagakerjaan DIY Februari 2014. Diakses dari http://yogyakarta.bps.go.id/index.php?r=arc/view_flipbook&id=43#/22/

Anonim. (2014). Pedoman Praktik Industri. Yogyakarta: Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta

Arif Wiji Santosa. (2013). Evaluasi Penyelenggaraan Program Praktek Kerja Industri Siswa Sekolah Menengah Kejuruan di Sekretariat Jendral Kementrian Perhubungan Tahun 2012.Skripsi. Yogyakarta: FT UNY Arikunto & Cepi S.A.J. (2004). Evaluasi Program Pendidikan Pedoman Teotitis

Praktis Bagi Praktisi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Bambang & Lina M.J (2012).Metode Penelitian Kuantitatif: Teori dan Aplikasi.

Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Djemari Mardapi. (2008). Teknik Penyusunan Instrumen Tes dan Nontes.

Yogyakarta: MITRA CENDIKIA Press.

Djuju Sudjana. (2006). Evaluasi Program Pendidikan Luar Sekolah Untuk Pendidikan Nonformal dan Pengembangan Sumber Daya. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset.

Dwi Siswoyo dkk. (2008).Ilmu Pendidikan.Yogyakarta: UNY Press.

Farid Yasir Alaydrus. (2012). Tingkat Kesiapan Praktik Industri Siswa Program Keahlian Teknik Otomotif SMKN 2 Depok Berdasarkan Persepsi Industri Pasangan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Skripsi. Yogyakarta: FT UNY Farida Y Tayibnapis. (2008). Evaluasi Program dan Instrumen Evaluasi untuk

Program Pendidikan dan Penelitian. Jakarta: Rineka cipta.

Oemar Hamalik. (2007). Manajemen Pelatihan Ketenagakerjaan Pendekatan Terpadu Pengembangan Sumber Daya. Jakarta: Bumi Aksara.

Nanang Martono. (2010). Metode Penelitian Kuantitatif. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Taufik Muhammad Probowasito. (2012). Evaluasi KTSP Menggunakan Metode CIPP di SMK N 2 Yogyakarta Program Keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik.Skripsi.Yogyakarta: FT UNY.

Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D).Bandung: ALFABETA

Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung:

ALFABETA

Sukardi. (2011). Evaluasi Pendidikan: Prinsip dan Operasionalnya. Jakarta:

Bumi Aksara.

Wardiman Djojonegoro. (1998). Keterampilan Menjelang 2020. Jakarta:

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Wardiman Djojonegoro. (1998). Peningkatan Kualitas SDM Melalui Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta: Jayakarta Agung Offset.

Wirawan. (2011). EVALUASI: Teori, Model, Standar, Aplikasi, dan Profesi. Jakarta: PT RAJAGRAFINDO PERSADA.

LAMPIRAN

SURAT IJIN

PENELITIAN

LEMBAR

BIMBINGAN

ALAT PENGUMPULAN

DATA

KISI-KISI INSTRUMEN

EVALUASI PROGRAM PRAKTIK INDUSTRI DI PROGRAM STUDI TEKNIK OTOMOTIF FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

A. Kisi-kisi Context Evaluation

Menurut Suharsimi Arikunto dan Cepi Safruddin Abdul Jabar (2004: 29), evaluasi konteks (Context Evaluation) adalah upaya untuk menggambarkan dan merinci lingkungan, kebutuhan yang tidak terpenuhi, populasi dan sampel yang dilayani, dan tujuan proyek.

Sub Variabel Indikator Sumber Data Metode Alat pengumpulan

Praktik Industri Dokumentasi Panduan dokumentasi

Praktik Industri Mahasiswa Kuesioner Panduan Kuesioner

B. Kisi-kisi Input Evaluation

Menurut Sukardi (2011: 63), evaluasi input (Input Evaluation) menyediakan informasi tentang masukan yang terpilih, butir-butir kekuatan dan kelemahan, strategi, dan desain untuk merealisasikan tujuan.

Sub Variabel Indikator Sumber Data Metode Alat Pengumpulan

Data

Strategi dan desain untuk merealisasikan

tujuan.

Ketercapaian persyaratan yang dibutuhkan mahasiswa sebelum

memulai Praktik Industri

Mahasiswa Kuesioner Panduan Kuesioner

Ketercapaian persiapan yang harus dilakukan mahasiswa sebelum melaksanakan Praktik Industri

Mahasiswa Kuesioner Panduan Kuesioner

C. Kisi-kisi Process Evaluation

Menurut Suharsimi Arikunto dan Cepi Safruddin Abdul Jabar (2004: 30), evaluasi proses (Process Evaluation) diarahkan pada seberapa jauh kegiatan yang dilaksanakan di dalam program sudah terlaksana sesuai rencana, sedangkan menurut Suharsimi Arikunto (2009: 47), evaluasi proses pada model CIPP menunjuk pada “apa” (what) kegiatan yang dilakukan dalam program, “siapa” (who) orang yang ditunjuk sebagai penanggungjawab program, “kapan” (when) kegiatan akan selesai.

Sub Variabel Indikator Sumber Data Metode Alat Pengumpulan

pembimbing Mahasiswa Kuesioner Panduan

Kuesioner Peranan

pembimbing dari

dunia industri Mahasiswa Kuesioner Panduan Kuesioner

D. Kisi-kisi Product Evaluation

Menurut Sukardi (2011: 63), evaluasi produk (Product Evaluation) mengakomodasi informasi untuk meyakinkan dalam kondisi apa tujuan dapat dicapai dan juga untuk menentukan jika strategi yang berkaitan dengan prosedur dan metode yang diterapkan guna mencapai tujuan sebaiknya berhenti, memodifikasi atau dilanjutkan dalam bentuk yang sekarang.

Sub Variabel Indikator Sumber Data Metode Alat Pengumpulan

Data Ketercapaian

tujuan yang hendak dicapai

Ketercapaian dengan tujuan

Praktik Industri Mahasiswa Kuesioner Panduan Kuesioner

PEDOMAN KUESIONER

EVALUASI PROGRAM PRAKTIK INDUSTRI DI PROGRAM STUDI TEKNIK OTOMOTIF FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

Pedoman kuesioner pada Context Evaluation

Indikator Sub indikator No

Butir Jumlah

Kesesuaian dengan tujuan Praktik Industri

Menjelaskan manajemen industri dan kompetensi tenaga kerja yang

dipersyaratkan industri, sesuai dengan industri/perusahaan/bengkel yang ditempati.

1 1

Membantu melaksanakan tugas-tugas dan kegiatan proses produksi dan atau proses jasa di

industri/perusahaan/bengkel yang ditempati.

2 1

Menemukan suatu kasus pada waktu melaksanakan Praktik Industri dan menganalisisnya secara mendalam yang dituangkan dalam laporan Praktik Industri. Apabila

memungkinkan, kasus tersebut dapat diangkat menjadi Proyek Akhir dan atau Skripsi.

3 1

Memiliki kompetensi kewirausahaan yang ditunjukkan dengan pembuatan proposal mendirikan usaha (khusus untuk peserta PI Kewirausahan).

Bahkan apabila memungkinkan, kajian tentang proposal mendirikan usaha ini dapat diangkat menjadi Proyek Akhir dan atau Skripsi.

4 1

Jumlah 4

Pedoman kuesioner pada Input Evaluation

Indikator Sub indikator No

Butir Jumlah

Telah menempuh Mata Kuliah Bidang Studi (MKBS) minimal 70 SKS yang disahkan oleh dosen Penasehat Akademik.

1 1

Telah mempunyai persiapan (bekal pengetahuan dasar) dan

kemungkinan pembiayaannya (akomodasi, transportasi, dan lain-lain).

2,3,4,5

,6,7 6

Telah mengikuti dan lulus

pembekalan Praktik Industri. 8,9,10 3 Mencantumkan matakuliah Praktik

Industri pada Kartu Rencana Studi (KRS) pada semester yang sedang berlangsung.

11 1

Tidak sedang mengambil kuliah yang pelaksanaan kegiatannya di dalam kampus dan bersamaan dengan pelaksanaan Praktik Praktik Industri jurusan dengan membawa bukti Kartu Hasil Studi (KHS).

13 1

Berkonsultasi dengan koordinator Praktik Industri jurusan masing-masing mengenai tempat praktik industri yang direncanakan, apakah memenuhi syarat dan relevan dengan jurusan.

14 1

Meminta surat pengantar pada Koordinator Praktik Industri Jurusan untuk mendapat surat permohonan Praktik Industri yang akan dikirim ke industri.

15 1

Menyerahkan berkas surat pengantar pada kepada Subag.

Pendidikan FT UNY 16 1

Menyampaikan atau mengirim

surat ke industri dan mengecek 17,18 2

Pedoman kuesioner pada Process Evaluation

Indikator Sub indikator No

Butir Jumlah

Melaporkan diri kepada industri mitra tempat Praktik Industri dengan membawa Surat Tugas/Surat Ijin Praktik Industri dan menyerahkan satu buku Pedoman Praktik Industri kepada Industri (yang baru pertama kali ditempati Praktik Industri) dan satu bendel lembar evaluasi untuk setiap praktikan/ mahasiswa.

1,2 2

Mentaati semua peraturan yang

berlaku di Industri. 3 1

Menyusun jadwal kegiatan dan berkonsultasi dengan Pembimbing

Industri dan dosen pembimbing 4,5 2 Memberitahukan secara tertulis

kepada dosen pembimbing jadwal kegiatan Praktik Industri di industri yang diketahui Pembimbing Industri pada minggu pertama pelaksanaan Praktik Industri,

6,7 2

Melaksanakan Praktik Industri sesuai dengan jadwal yang dibuat, dan berkonsultasi dengan

Pembimbing Industri serta Dosen Pembimbing

8 1

Mencatat kegiatan harian Praktik Industri sesuai jadwal dan

disahkan oleh pembimbing industri satu minggu sekali

9,10 2

Merekap/mencatat jumlah jam kegiatan harian pada matriks

program Praktik Industri 11 1

Meminta surat keterangan telah melaksanakan praktik industri atau rekomendasi dari Industri pada akhir kegiatan Praktik Industri.

12 1

Menyerahkan ucapan terima kasih dari Pimpinan Fakultas ke industri

tempat praktik 13 1

Menyusun Laporan Praktik Industri dengan bahan-bahan atau data-data dari kegiatan Praktik Industri dengan tata tulis seperti tercantum pada buku pedoman PI

14,15 2

Lanjutan...

Indikator Sub indikator No

Butir Jumlah berupa catatan kegiatan Praktik Industri yang disahkan

pembimbing Industri dan penilaian Praktik Industri dari Industri (amplop tertutup) kepada dosen pembimbing.

16 1

Menyelesaikan laporan dan ujian Praktik Industri, yang harus

dilaksanakan paling lambat 2 (dua) bulan setelah Praktik Industri selesai, bila tidak selesai mahasiswa harus mengulang Praktik Industri kembali.

17,18 2

Melaksanakan ujian dengan penguji dosen pembimbing praktik

industri. 19 1

Menyelesaikan revisi laporan dalam waktu maksimal satu bulan semenjak pelaksanaan ujian, bila melewati batas waktu tersebut dilakukan ujian ulang.

20 1

Untuk dapat ujian, mahasiswa harus menunjukkan bukti

pengambilan mata kuliah Praktik Industri di KRS. Praktik Industri ke Koordinator

Praktik Industri Fakultas. 23 1

Peranan dosen pembimbing

Memonitor pelaksanaan praktik

industri 24 1

Membimbing pembuatan laporan

Praktik Industri 25 1

Menerima hasil penilaian industri

terhadap praktikan 26 1

Memeriksa dan menguji laporan

Lanjutan...

Indikator Sub indikator No

Butir Jumlah

Peranan

pembimbing dari dunia industri

Memberi bimbingan kepada

mahasiswa. 28 1

Mengawasi pelaksanaan praktik

mahasiswa. 29 1

Memeriksa jadwal kegiatan dan catatan kegiatan harian praktik

mahasiswa 30,31 2

Memberikan penilaian akhir terhadap prestasi praktik

mahasiswa 32 1

Memberi keterangan atau

rekomendasi pelaksanaan praktik

mahasiswa 33 1

Menyerahkan berkas penilaian ke dosen melalui mahasiswa, dalam

amplop tertutup. 34 1

Jumlah 34

Pedoman kuesioner pada Product Evaluation

Indikator Sub indikator No

Butir Jumlah

Ketercapaian dengan tujuan Praktik Industri

Menjelaskan manajemen industri dan kompetensi tenaga kerja yang

dipersyaratkan industri, sesuai dengan industri/perusahaan/bengkel yang ditempati.

1,2 2

Membantu melaksanakan tugas-tugas dan kegiatan proses produksi dan atau proses jasa di

industri/perusahaan/bengkel yang ditempati.

3 1

Menemukan suatu kasus pada waktu

Menemukan suatu kasus pada waktu