• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

F. Pembahasan Hasil Penelitian

Peneliti melakukan penelitian di SMA N 1 Waway Karya Lampung Timur pada kelas X MIA. Peneliti mengambil sampel kelas X MIA1 sebagai kelas eksperimen berjumlah 36 peserta didik dan X MIA2 sebagai kelas kontrol berjumlah 34 peserta didik. Berdasarkan hasil observasi pra penelitian terlihat bahwa proses pembelajaran pada kelas X MIA banyak peserta didik cenderung

lebih pasif dikarenakan guru hanya menyampaikan materi tanpa bertanya apakah peserta didik sudah benar-benar paham dan mengerti pada materi yang telah disampaikan. Selain itu, guru belum mengembangkan model pembelajaran yang berpusat pada peserta didik sehingga kurang dalam memberikan motivasi belajar kepada peserta didik sehingga banyak peserta didik hanya menerima materi tanpa ia pahami terlebih dahulu. Penelitian ini memiliki 3 variabel yang dijadikan penelitian, ialah variabel X berupa model PBL, variabel terikat pemahaman konsep (Y1) dan variabel Y berpikir kritis (Y2). Peneliti meneliti dengan sampel dua kelas yaitu kelas eksperimen (X MIA1) dengan model PBL, dan kelas kontrol (X MIA2) dengan model direct instruction. Materi yang diajarkan pada penelitian ini ialah suhu dan kalor, Pada penelitian ini dilakukan lima kali tatap muka pada kedua kelas.

Pertemuan pertama, masing-masing kelas X MIA1 dan X MIA2 diberi

pretets untuk melihat kemampuan awal kedua kelas. Hasil nilai pretets rata-rata pemahaman konsep dan berpikir kritis siswa. rata-rata nilai pemahaman konsep kelas X MIA1 yaitu 59 dan rata-rata nilai pemahaman konsep di X MIA2 sebesar 60. Sedangkan rata-rata nilai berpikir kritis di X MIA1 yaitu 53 dan rata-rata nilai berpikir kritis di X MIA2 yaitu 46,6. Hasil pretest tidak menunjukkan perbedaan terhadap pemahaman konsep dan berpikir kritis kedua sampel.

Pertemuan kedua, pembelajaran di X MIA1 mulai diberikan treatment

langsung (direct instruction) model yang biasa dipakai pendidik dalam proses pembelajaran. Pada pertemuan kedua peneliti memberikan materi suhu terhadap kedua sampel, pertemuan ketiga pembelajaran pada materi pemuaian dan perubahan wujud zat, dan pertemuan keempat pembelajaran pada materi perpindahan kalor.

Pertemuan kelima, setelah dilakukan pembelajaran pada materi suhu dan kalor dikedua kelas selanjutnya kelas tersebut diberi posttets untuk membandingkan hasil pembelajaran dengan model PBL dan model pembelajaran langsung (direct instruction) yang telah diberikan. Data hasil

posttest terdapat peningkatan yang signifikan pada nilai rata-rata posttets pada kedua kelas . Rata-rata nilai posttets pemahaman konsep di X MIA1 yaitu 81 sedangkan rata-rata nilai posttets pemahaman konsep di X MIA2 yaitu 73. Dan rata-rata nilai posttets berpikir kritis di X MIA1 yaitu 80,7 sedangkan rata-rata nilai posttets berpikir kritis di X MIA2 yaitu 63,6. Artinya rata-rata nilai pemahaman konsep dan berpikir kritis siswa kelas X MIA1 yang memakai model pembelajaran problem based learning (PBL) lebih tinggi daripada nilai rata-rata pemahaman konsep dan berpikir kritis siswa kelas X MIA2 yang memakai modelpembelajaran langsung (direct instruction).

Nilai rata-rata pretets kelas X MIA1 dan kelas X MIA2 jika dibandingkan dengan nilai rata-rata posttets kelas X MIA1 dan kelas X MIA2 mengalami peningkatan pemahaman konsep dan berpikir kritis setelah diberi perlakuan (treatment). Hasil pretets dan posttets kedua kelas selanjutnya di

analisa menggunakan uji N-gain. Hasil N-gain kedua kelas terdapat selisih antara nilai pretets dan nilai posttets baik kelas X MIA1 dan kelas X MIA2. Pada tabel 4.6 hasil uji gain pemahaman konsep kelas X MIA1 yaitu 0,51 kategori sedang, sedangkan hasil gain pemahaman konsep kelas X MIA2 yaitu 0,31 dalam kategori sedang. Dan pada tabel 4.7 hasil uji gain berpikir kritis kelas X MIA1 0,58 kategori sedang, sedangkan hasil uji gain berpikir kritis kelas X MIA2 0,31 dalam kategori rendah. Sehingga terdapat peningkatan pemahaman konsep dan berpikir kritis siswa karena memakai model pembelajaran PBL pada kelas X MIA1 lebih besar daripada kelas kontrol. Perbedaan kedua kelas dipengaruhi oleh perlakuan (treatment) pada kelas X MIA1 memakai model pembelajaran PBL, dan pada kelas X MIA2 memakai model pembelajaran langsung (direct instruction). Data tersebut dapat dikatakan bahwasannya menggunakan model PBL berpengaruh terhadap berpikir kritis dan pemahaman konsep peserta didik.

Model PBL memiliki lima fase pada fase pertama (Orientasi) yaitu pendidik menampilkan gambar atau video tentang materi suhu dan kalor, dari gambar atau video yang ditampilkan peserta didik akan bertanyaan apakah itu suhu ? dari peristiwa tersebut peserta didik akan belajar lebih mandiri dalam memecahkan masalah. Selain peristiwa tersebut dalam praktikum dapat memunculkan suatu masalah seperti saat jari tangan kita menyentuh air dingin apa yang dirasakan, setelah itu peserta didik antusias untuk menjawab pertanyaan peneliti setiap masing masing peserta didik meminta untuk dipilih

dan menjabarkan jawabannya, terlihat pada fase ini sangat membuat suasana kelas aktif diawal pembelajaran. Fase kedua (mengorganisasikan) peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok untuk menjelaskan tentang materi suhu dan kalor, mempelajari kehidupan sehari hari yang berhubungan dengan suhu dan kalor, seperti memasak air dan lain sebagainya. Fase ketiga (mengumpulkan informasi) peserta didik bersama-sama mencari dan mengumpulkan informasi tentang materi suhu dan kalor dapat melalui internet, buku, LKPD, dan media lainnya. Fase keempat (mengembangkan) pada fase ini peserta didik mendemonstrasikan perpindahan panas, peserta didik memegang penggaris yang sudah di beri lelehan lilin, ujung penggaris yang sudah diberi lelehan lilin dipanaskan. Peneliti bertanya kepada peserta didik kenapa penggaris yang diberi lilin lama-lama akan meleleh kebawah, peserta didik akan menjawab secara individual untuk mewakili kelompoknya. Peserta didik antusia untuk menjawab pertanyaan itu, dengan demikian fase ini akan membuat peserta didik untuk menambah pengetahuan dan mengetahui konsep dari kalor. Fase kelima (menganalisis) peserta didik diberikan soal untuk di diskusikan dengan teman kelompoknya, peneliti mengevalusi tentang pembelajaran yang telah berlangsung. Oleh karena itu penggunaan model PBL berpusat kepada peserta didik (student centered) sehingga pendidik hanya bertindak sebagai fasilitator.

Model pembelajaran yang sering dipakai pendidik pada kelas kontrol adalah model direct instruction. Peserta didik mendengarkan penjelasan dari pendidik, dalam proses pembelajaran pendidik menyampaikan pelajaran,

memberikan latihan soal, pendidik pun memberikan peluang terhadap siswa bertanya yang kurang paham, dan pendidik memberi peluang terhadap siswa dalam menyelesaikan latihan soal di dalam buku cetak fisika. pembelajaran pada kelas kontrol berpusat kepada pendidik (teacher centered) dan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran sangat sedikit. Pembelajaran inilah yang mengakibatkan siswa kurang memahami pelajaran yang disampaikan sehingga siswa tidak mampu menyelesaikan masalah dalam soal tersebut.

Untuk mengetahui seberapa efektif model pembelajaran PBL dalam meningkatkan pemahaman konsep dan berpikir siswa SMA dalam menggunakan uji effect size. Dalam uji effect size model PBL diperoleh hasil perhitungan pemahaman konsep yaitu 0,36 dalam kategori sedang, dan hasil perhitungan effect size berpikir kritis sebesar 0,66 dalam kategori sedang. Ini membuktikan bahwa model PBL lebih berpengaruh dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik.

1. Hipotesis pertama

Hipotesis pertama mengenai efektifitas model PBL terhadap pemahaman konsep dan berpikir kritis. Hasil uji efektifitas model PBL terhadap berpikir kritis dan pemahaman konsep siswa SMA. Tabel 4.5

Multivariate Test menunjukan pengaruh yang signifikan dengan nilai 0,000 < 0.05 maka disimpulkan bahwa keputusan menolak Ho dan menerima H1

maka secara bersama-sama variabel bebas (PBL) menunjukkan perbedaan pada kedua variabel terikat (berpikir kritis dan pemahaman konsep)

2. Hipotesis kedua

Hipotesis kedua efektifitas model pembelajaran PBL terhadap pemahaman konsep, berdasarkan analisa data hasil penelitian, menunjukan bahwa terdapat pengaruh pemahaman konsep tinggi, sedang dan rendah. Pada tabel 4.5 Tests of Between Subjects Effects diperoleh data pemahaman konsep 0.002 < 0.05 kemudian dengan perbandingan dengan Fhitung = 10.789 yang dibandingkan dengan Ftabel = 3.9819 dengan df1 =1 dan df2 = 68 (10.789 > 3.9819) sehingga disimpulkan bahwa Ho ditolak dan H1 diterima. Hal tersebut karena pemahaman konsep perlu menjadi fokus perhatian pembelajaran, pentingnya pemahaman konsep yaitu agar siswa mempunyai kemampuan memahami konsep, menjelaskan keterkaitan antar konsep dan mengaplikasikan konsep dengan tepat dalam pemecahan masalah. Dengan begitu peserta didik akan lebih mudah memahami dalam memecahkan masalah.

3. Hipotesis ketiga

Hipotesis ketiga efektivitas model PBL terhadap berpikir kritis, berdasarkan tabel 4.5 Peneriman H1 dan penolakan Ho terjadi Jika signifikan < α maka Ho ditolak dan Fhitung > Ftabel. Berdasarkan data di atas diperoleh nilai signifikan berpikir kritis 0,000 < 0,05 dengan membandingkan dengan Fhitung = 54.251 yang dibandingkan dengan Ftabel = 3.9819 dengan df1 =1 dan df2 = 68 (54.251 > 3.9819) sehingga bisa

simpulkan bahwa Ho ditolak dan H1 diterima maka Rata-Rata Variabel Y1 (Berpikir Kritis) Menunjukkan Perbedaan Pada Variabel X (Perlakuan).

BAB V KESIMPULAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis , pengolahan data dan pembehasan maka peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa:

1. Model pembelajaran Problem Based learning (PBL) berpengaruh terhadap pemahaman konsep dan berpikir kritis peserta didik SMA pada materi suhu dan kalor.

2. Model pembelajaran problem based learning lebih efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep dan berpikir kritis peserta didik pada materi suhu dan kalor dibandingkan dengan model pembelajaran langsung (direct interaction).

3. Model pembelajaran problem based learing mampu meningkatkan nilai, semangat belajar, serta motivasi belajar peserta didik dalam proses pembelajaran.

Pemahaman Konsep Ditinjau Dari Gaya Berpikir Siswa Pada Mata Pelajaran

Fisika‘, Jurnal Penelitian & Pengembangan Pendidikan Fisika, vol.3 (2017), Agus suprijono, Cooperative Learning Edisi Revisi (yogyakarta, 2015)

Ahmad, Fandi, Sukarmin, and Nonoh Siti Aminah, ‗pengaruh pembelajaran fisika

pada materi fluida dinamik menggunakan metode problem based learning (pbl) dan inkuiri terbimbing ditinjau dari kemampuan awal dan sikap ilmiah terhadap

prestasi belajar dan kreativitas‘, Jurnal Inkuiri, vol.4 (2015),

Al-Hikmah Qur’an Terjemahan (Bandung: Penerbit diponegoro, 2008)

Amir, M taufik, Inovasi Melalui Problem Based Learning Bagaimana Pendidik Memberdayakan Pemelajar Di Era Pengetahuan (Jakarta: Kencana Prenada Media Grouf Cetakan Kedua, 2010)

Anas sudijono, Pengantar Statistik Pendidikan (jakarta: rajawali pers, 2009)

Angga murizal, yarman, dan yerizon, ‗Pemahaman konsep matematis dan model

pembelajaran‘, jurnal pendidikan matematika, 1 (2012).

Asyhari, ardian dan risa hartati, ―implementasi pembelajaran fisika sma berbasis

inkuiri terbimbing terintegrasi pendidikan karakter untuk meningkatkan hasil

belajar siswa pada materi cahaya dan optika,‖ jurnal fisika al-biruni, Vol.4,No.1 (Maret 2015), h.38.

Asyhari, ardian dan orin neta julia. diani, rahma, ―pengaruh model RMS (reading,

mind mapping and sharing) terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa

pada pokok bahasan impuls dan momentum,‖ jurnal pendidikan edutama, Vol.5.No.1 (2018), h.37.

Asyhari, ardian dan Gita Putri Clara , ―Pengaruh Pembelajaran Levels of Inquiry Terhadap Kemampuan Literasi Sains Siswa,‖ Jurnal Pendidikan Sains, Vol. 6.No.2 (2017), h.90.

Arifin zainal, Evaluasi Pembelajaran (jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, 2012)

Arikunto suharsimi, Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan (Edisi Dua) (jakarta: Bumi aksara, 2013)

———, Manajemen Penelitian Edisi Revisi (jakarta: PT renika cipta, 2010)

———, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik (jakarta: rineka cipta, 2014)

Armianti, at, al, ‗Peningkatan Kemampuan Pemahaman Matematis Siswa

Menggunakan Pembelajaran Matematika Gasing‘,jurnal elemen vol.2 no.1 (Januari 2016)

Ayomi Prasetyarini, Siska Desy Fatmaryanti, R. dan Wakhid Akhdinirwanto,

‗pemanfaatan alat peraga ipa untuk peningkatan pemahaman konsep fisika pada siswa smp negeri i buluspesantren kebumen tahun‘, Radiasi, 2 (2013),

Bekti wulandari, ‗Pengaruh problem-based learning terhadap hasil belajar ditinjau

dari motivasi belajar plc di smk‘, Jurnal Pendidikan Vokasi, vol.3 (2014).

Brand, Brenda R, Sandra J Moore, Brenda R Brand, Sandra J Moore, Enhancing Teachers, Brenda R Brand, and others, ‗Enhancing Teachers ‘ Application of Inquiry Based Strategies Using a Constructivist Sociocultural Professional

Development Model‘, International Journal of Science Education, vol.0693 (2016), no.889-931 <https://doi.org/10.1080/09500691003739374>

Carlos Becerra-Labra, Albert Gras-Martí & Joaquín Martínez Torregrosa, ‗Effects of

a Problem-Based Structure of Physics Contents on Conceptual Learning and the

Ability to Solve Problems‘, International Journal of Science Education, 2016 <https://doi.org/10.1080/09500693.2011.619210>

Dasa ismaimuza, ‗Pengaruh Pembelajaran Berbasis Masalah Dengan Strategi Konflik

Kognitif Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Dan Sikap Siswa

Smp‘, jurnal pendidikan matematika, vol.4.

Dewi, P.S.U., I.W. Sadia, and K. Suma, ‗Pengaruh Model Problem Based Learning

Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Fisika Melalui Pengendalian Bakat

<http://119.252.161.254/e-journal/index.php/jurnal_ipa/article/view/1060/808>

Diana, Sri, and Putri Djusmaini, ‗pengembangan perangkat pembelajaran fisika

berbasis keterampilan berpikir kritis dalam problem-based learning‘, Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Al-BiRuNi, vol.06 (2017), h.126 <https://doi.org/10.24042/jpifalbiruni.v6i1.648>

Diani, rahma, Yuberti, dan shella syafitri, ‗the test of effect size scramble learning

model with video learning media towards students learning results on physics of

class x man 1 pesisir barat‘, Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Al-Biruni, 2 (2016)

Didik juliawan, ‗Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah Terhadap

Pemahaman Konsep Dan Keterampilan Proses Sains Siswa Kelas XI IPA SMA

Negeri 2 Kuta Tahun Pelajaran 2011/2012‘, Program Studi Pendidikan IPA, Douglas C. Giancoli, Fisika Edisi Kelima Edisi Satu (jakarta: erlangga, 2001)

Endang hariyati, mardiyana dan budi usodo, "Efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe team assisted individualization ( tai ) dan problem based learn i ng ( pbl ) pada prestasi belajar matematika ditinjau dari multiple intelligences siswa smp kabupaten lampung timur", Jurnal Elektronik Pembelajaran Matematika, vol.1 (2013)

Enung sumaryati dan Utari sumarmo, "Pendekatan induktif-deduktif disertai strategi think-pair-square-share untuk meningkatkan kemampuan pemahaman dan berpikir kritis serta disposisi matematis siswa sma", Jurnal Ilmiah Program Studi Matematika STKIP Siliwangi Bandung, vol.2 (2013).

Evi apriana dan Anwar, "Penerapan model pembelajaranproblem based learningdan inkuiri untuk meningkatkan kemampuan berpikirkritis mahasiswa pada konsep dampak pencemaran lingkungan terhadap kesehatan", Jurnal Biotik, 2 (2014) GD. Gunantara, Md Suarjana, Pt. Nanci Riastini, "Penerapan model pembelajaran

problem based learning untuk meningkatkan kemampuan pemecahan", Jurnal Mimbar PGSD Universitas Pendidikan Ganesha Jurusan PGSD, vol.2 (2014).

Hake, Richard R, ‗Relationship of Individual Student Normalized Learning Gains in

Mathematics and Spatial Visualization‘, In Submitted Tothe Physics EducationResearchConference (Boise, ID), 2001, 1–14

Hamzah B uno, Perencanaan Pembelajaran (jakarta: PT.Bumi aksara, 2016)

Irwandani, "Pengaruh model pembelajaran generatif terhadap pemahaman konsep fisika pokok bahasan bunyi peserta didik mts al-hikmah bandar lampung",

Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika ‘Al-BiRuNi’, 4 (2015).

Kamus besar bahasa indonesia (KBBI), "Kamus Bahasa Indonesia", tersedia online diakses 28 Februari 2018, <https://www.kbbi.web.id>

Karim, normaya, "Kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran matematika dengan menggunakan model jucama di sekolah menengah pertama", jurnal pendidikan matematika, 3 (2015)

Kono, Rahmad, and Hartono D mamu dan lilies N.tangge Mamu, "Pengaruh model problem based learning ( pbl ) terhadap pemahaman konsep biologi dan keterampilan berpikir kritis siswa tentang ekosistem dan lingkungan di kelas x sma negeri 1 sigi", Urnal Sains Dan Teknologi Tadulako, 5 (2016)

Lukas nana rosana, "Pengaruh metode pembelajaran dan kemampuan berpikir kritis terhadap hasil belajar sejarah siswa", jurnal pendidikan sejarah vol.3 no.1 (januari 2014)

Machali, Imam, "Islam Memandang Hak Asasi Pendidikan", Jurnal Pendidikan Islam, vol.27 (2016), h.1 <https://doi.org/10.15575/jpi.v27i1.492>

Mahdi adanan mujahidin, Panduan Penelitian Praktis Untuk Menyusun Skripsi, Tesis, Dan Disertasi, (Bandung: Alfabeta, 2014)

M Taufik Amir, Inovasi Pendidikan Melalui Problem Based Learning (Jakarta: Prenadamedia Group, 2015)

Murdaka, Bambang dan tri kuntoro, Fisika Dasar Untuk Mahasiswa Ilmu-Ilmu Eksakta Dan Teknik (Yogyakarta: Andi, 2008)

Muspita zalia, I. W. Lasmawan, dan Sariyasa, "Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah Terhadap Kemampuan Berfikir Kritis, Motivasi Belajar, Dan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas VII SMPN 1 Aikmel", E-Journal Program

Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha Program Studi Pendidikan Dasar, vo.3 (2013).

Narbuko cholid dan Abu achmadi, Metodologi Penelitian (Jakarta: PT.Bumi aksara, 2013)

Nila Kesumawati, "Pemahaman Konsep Matematik Dalam Pembelajaran Matematika", Jurnal FKIP Program Studi Pendidikan Matematika Universitas PGRI Palembang, (2008)

Nor, M, and Revi Astria Noprina, "Motivasi belajar fisika siswa melalui penerapan pendekatan arias pada siswa kelas viii smp negeri 4 tambang", Prosiding Semirata FMIPA Universitas Lampung, 2013.

Novalia dan Muhammad syazali, Olah Data Penelitian Pendidikan (Bandar Lampung: Anugrah utama raharja, 2014)

Parasamya, Cut Eka, and Agus Wahyuni, "Upaya Peningkatan Hasil Belajar Fisika Siswa Melalui Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL)",

Jurnal Ilmiah Mahasiswa (JIM), 2 (2017).

Rahayu, Puji, Arif Widiyatmiko, and Hartono, "Penerapan Strategi Poe (Predict-Observe-Explain) Dengan Metode Learning Journals Dalam Pembelajaran Ipa Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Dan Keterampilan Proses Sains",

Unnes Science Education Journal, 4 (2015).

Raina, Nur novianti, "Kontribusi Pengelolaan Laboratorium Dan Motivasi Belajar Siswa Terhadap Efektivitas Proses Pembelajaran", Jurnal Pendidikan IPA.

Rifa‘i, Bachtiar, "Efektivitas Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Krupuk Ikan dalam Program Pengembangan Labsite Pemberdayaan Masyarakat Desa Kedung Rejo Kecamatan Jabon Kabupaten Sidoarjo",

Kebijakan Dan Manajemen Publik, vol.1 (2013).

Rita lefrida, "Efektifitas Penerapan Pembelajaran Kontekstual Dengan Strategi REACT ( Relating , Experiencing , Applying , Cooperating , Dan Transferring ) Untuk Meningkatkan Pemahaman Pada Materi Logika Fuzzy", Dosen Program Studi Pendidikan Matematika Jurusan Pendidikan MIPA FKIP UNTAD Abstrak,

2007.

Rosdiati, "Penerapan model problem-based learning dengan teknik scaffolding untuk meningkatkan hasil belajar ipa siswa kelas v",

Rosidah, Ratna, Tri Wasonowati, Tri Redjeki, and Retno Dwi, "Penerapan model problem based learning ( pbl ) pada pembelajaran hukum - hukum dasar kimia ditinjau dari aktivitas dan hasil belajar siswa kelas x ipa sma negeri 2 surakarta tahun pelajaran 2013 / 2014", Jurnal Pendidikan Kimia (JPK) Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Sebelas Maret, vol.3 (2014).

Rusman, Model-Model Pembelajaran (jakarta: gravindo persada, 2010)

———, Model-Model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru

(jakarta: PT Rajagrafindo Persada)

Saiful amin, "Pengaruh model pembelajaran problem based learning terhadap kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar geografi", Jurnal Pendidikan Geografi, 4 (2017)

Salamah, "Penelitian Teknologi Pembelajaran Berdasarkan Pendekatan System",

jurnal pendidikan, 12 (2006).

Sam Mc Kagan dkk, ‗Normalized Gain What Is It and When and How Shold I Use

It ?‘, diakses 28 Januari 2018, Pukul 09.14 tersedia online

<https://www.physport.org/recomendations/entry.cfm?_e_pi_=7%2CPAGE_I% 0AD10%2C5818789421%0A>

Samsinar, Muchtar ibrahim dan Rahmad prajono, "efektivitas model pembelajaran problem based learning dalam peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematika siswa kelas viii smp negeri 1 siompu barat", Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika Volume, 3 (2015)

Sanjaya wina, Penelitian Pendidikan, Jenis, Metode Dan Prosedur (Jakarta: Prenadamedia group, 2013)

Saregar, Antomi, "Pembelajaran pengantar fisika kuantum dengan memanfaatkan media phet simulation dan lkm melalui pendekatan saintifik : dampak pada minat dan penguasaan konsep mahasiswa introduction study using quantum

physics media phet simulation and lkm ( student works", Jurnal Ilmiah

Pendidikan Fisika ‘Al-BiRuNi’, vol.05 (2016).

Saregar, Antomi, Sri Latifah, and Meisita Sari, "Efektivitas model pembelajaran cups : dampak terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik madrasah aliyah mathla ‘ ul anwar", Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Al-BiRuNi, vol.5 (2016). <https://doi.org/10.24042/jpifalbiruni.v5i2.123>

Serway Jewett, Fisika Untuk Sains Dan Teknik (Jakarta: Salemba teknika, 2010) Setyosari punaji, Penelitian Pendidikan Dan Pengembangan (bandung: Kencana

Prenada Media Group, 2013)

Siregar, purwanto dan Seri, "Pengaruh model pembelajaran problem based learning (pbl) terhadap belajar siswa pada materi pokok suhu dan kalor di kelas x semester ii sma negeri 11 medan t.p 2014/2015‘, JurnaL Ikatan Alumni Fisika Universitas Negeri Malang, vol.2 (2016).

Siregar Syofiyan, Metodologi Penelitian Kuantitatif Dilengkapi Dengan Perbandingan Perhitungan Manual Dan SPSS (Jakarta: Prenada media group, 2013)

Smarabawa, IGBN, I B Arnyana, and Igan Setiawan, "Pengaruh model pembelajaran sains teknologi masyarakat terhadap pemahaman konsep biologi dan keterampilan berpikir kreatif siswa sma IGBN.‘, E-Journal Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha Program Studi IPA, vol.3. Srianty, Abdul samad, dan A.J. petandean, "Upaya meningkatkan kemampuan

berpikir kritis fisika siswa kelas xi ipa3 sma negeri 1 bungoro melalui model pembelajaran generatif", JSPF, 7 (2011), 1–12

Sudijono anas, Pengantar Statistik Pendidikan (jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2012)

Sugiyono, Metode Penelitian Kuanlitatif, Kualitatif Dan R&d. (Bandung: Alfabeta, 2011)

———, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif Dan R & D

———, Statistik Untuk Penelitian (Bandung: Alfabeta, 2015)

Sulardi, Mohamad Nur, and Wahono Widodo, "Pengembangan Perangkat Pembelajaran Fisika Model Problem Based Learning ( Pbl ) Untuk Melatih Keterampilan Berpikir", Pendidikan Sains Pascasarjana Universitas Negeri Surabaya, vol.5 (2015).

Supratiknya dan Titik Kristiyani, "Efektivitas Metode Problem ‐ Based Learning Dalam Pembelajaran Mata Kuliah Teori Psikologi Kepribadian II", Jurnal Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada, 33

Surayya, L, I W Subagia, and I N Tika, "Pengaruh model pembelajaran think pair share terhadap hasil belajar ipa ditinjau dari keterampilan berpikir kritis siswa",

E-Journal Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha Program Studi IPA, vol.4 (2014).

Syafi‘i, A, L. Handayani, and S. Khanafiyah, "Penerapan Question Based Discovery Learning Pada Keterampiulan Proses Sains", Unnes Physics Education Journal, vol.3 (2014).

Tanwil, Muh dan liliasari, Berpikir Kompleks Dan Implementasinya Dalam Pembelajaran Ipa (Makasar: Universitas Negeri Makasar, 2013)

Utomo, Tomi, Dwi Wahyuni, and Slamet Hariyadi, "Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah ( Problem Based Learning ) Terhadap Pemahaman Konsep Dan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa ( Siswa Kelas VIII Semester Gasal SMPN 1 Sumbermalang Kabupaten Situbondo Tahun Ajaran 2012 / 2013 )",

jurnal edukasi UNEJ, 7 (2014)

Wirawan, Evaluasi Teori, Model, Standar, Aplikasi, Dan Profesi (Jakarta: Rajawali, 2012)

Young and Freedman, Fisika Universitas Edisi Kesepuluh Jilid 1 (Jakarta: Erlangga, 2002)

Yuni riznani, A.halim dan Marwan AR, "Dampak Penggunaan Model Quantum Teaching Tipe Vak (Visual, Auditori, Kinestetik) Terhadap Retensi Mengingat

Konsep Fisika Siswa Kelas Viii Smpn 6 Banda Aceh", Jurnal Ilmiah Mahasiswa (JIM) Pendidikan Fisika, vol.1 (2016).

Yusufhadi Miarso, Menyemai Benih Teknologi Pendidikan (jakarta: Prenada media group, 2004)

Dokumen terkait