BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.5 Pembahasan Hasil Penelitian
Berdasarkan hasil pengujian secara simultan, diketahui nilai F hitung adalah 1130,23 dan nilai F tabel adalah 2,66. Karena nilai F hitung > F tabel, maka disimpulkan bahwa pengaruh simultan variabel bebas Dana Alokasi Umum dan Kemandirian Keuangan Daerah berpengaruh signifikan secara statistik yang berarti Ho
ditolak dan Ha diterima. Variabel Pendapatan Asli Daerah (X1) tidak dapat ditarik kesimpulan dikarenakan terjadi multikolinieritas, sehingga peneliti mengeliminasi variabel tersebut. Hasil penelitian Nanda (2017) menyatakan PAD berpengaruh positif signifikan mempengaruhi belanja modal. Hasil penelitian Bagus (2014) menyatakan DAU mempengaruhi belanja daerah. Hasil penelitian Anisah (2015) menyatakan DAU secara parsial berpengaruh terhadap belanja daerah dan secara simultan berpengaruh terhadap belanja daerah. Semakin besar PAD dan DAU yang diterima diharapkan dapat membiayai belanja daerah.
Hasil penelitian Royda (2016) menyatakan Kemandirian Keuangan Daerah mempengaruhi Belanja Modal. Hasil penelitian Arif (2018) menyatakan Kemandirian Keuangan Daerah mempengaruhi Belanja Modal. Hasil penelitian Hasan menyatakan Kemandirian Keuangan Daerah mempengaruhi Belanja Modal.
Diketahui nilai koefisien determinasi (Adjusted R-Square) sebesar 0.932. Nilai tersebut berarti seluruh variabel bebas secara simultan mempengaruhi variabel Belanja Daerah sebesar 93,2% , sisanya 6,8% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain.
DAU secara parsial berpengaruh positif terhadap Belanja Daerah. Hal ini ditunjukkan dari nilai t hitung sebesar 18,183 dengan nilai signifikansinya sebesar 0,00
< 0,05 dan nilai t tabel sebesar 1,974 sehingga nilai t hitung > t tabel (18,183 > 1,974).
Selain itu, nilai koefisien regresi DAU sebesar 1,138 atau 113,8% yang berarti bahwa setiap kenaikan DAU tiap satu satuan maka Belanja Daerah akan mengalami kenaikan sebesar 1,138 dengan asumsi variabel lain tetap.
Kemandirian Keuangan Daerah secara parsial berpengaruh positif terhadap Belanja Daerah. Hal ini ditunjukkan dari nilai t hitung sebesar 3,6 dengan nilai
signifikansinya sebesar 0,00 < 0,05 dan nilai t tabel sebesar 1,974 sehingga nilai t hitung
> t tabel (3,6 > 1,974). Selain itu, nilai koefisien regresi Kemandirian Keuangan Daerah sebesar 0,652 atau 65,2% yang berarti bahwa setiap kenaikan DAU tiap satu satuan maka Belanja Daerah akan mengalami kenaikan sebesar 0,652 dengan asumsi variabel lain tetap.
BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan analisis hasil pengolahan data yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Pendapatan Asli Daerah tidak dapat peneliti simpulkan apakah berpengaruh atau tidak terhadap Belanja Daerah dikarenakan nilai tolerance dan VIF nya tidak memenuhi syarat. Variabel Pendapatan Asli Daerah (X1) mengalami gejala multikolinearitas, Peneliti menduga bahwa variabel Pendapatan Asli Daerah mempengaruhi variabel independen lainnya. Oleh karena itu, peneliti mengeliminasi variabel Pendapatan Asli Daerah dan melakukan uji multikolinearitas kembali. Setelah variabel Pendapatan Asli Daerah dieliminasi, maka dilakukan kembali uji multikolinearitas dan didapatkan hasil bahwa tidak terdapat gejala multikolinearitas.
2. Dana Alokasi Umum berpengaruh positif terhadap Belanja Daerah pada Pemerintah Kabupaten/Kota di Sumatera Utara. Semakin besar Dana Alokasi Umum maka semakin besar pula Belanja Daerah pada Pemerintah Kabupaten/Kota di Sumatera Utara.
3. Kemandirian Keuangan Daerah berpengaruh positif terhadap Belanja Daerah pada Pemerintah Kabupaten/Kota di Sumatera Utara.
4. Dana Alokasi Umum dan Kemandirian Keuangan Daerah secara bersamaan atau simultan berpengaruh signifikan terhadap Belanja Daerah pada Pemerintah Kabupaten/Kota di Sumatera Utara.
5.2 Saran
Keterbatasan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini hanya Pendapatan Asli Daerah, DAU dan Kemandirian Keuangan Daerah.
2. Peneliti mengatasi terjadinya gejala multikolinearitas dengan cara mengeliminasi variabel yang mengalami gejala multikolinearitas, dalam penelitian ini adalah variabel Pendapatan Asli Daerah
3. Penelitian ini dilakukan di Provinsi Sumatera Utara yang terdiri dari 25 kabupaten dan 8 kota.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran yang dapat diberikan kepada tiga pihak yaitu pihak Pemerintah Kabupaten/Kota di Sumatera Utara, masyarakat dan bagi para peneliti yang akan melakukan penelitian selanjutnya adalah sebagai berikut:
1. Pihak pemerintah Kabupaten/Kota di Sumatera Utara
a. Untuk meningkatan alokasi belanja daerah diharapkan Pemerintah Daerah bisa terus menggali sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah baik secara intensifikasi maupun ekstensifikasi untuk meningkatkan pendapatan daerah.
b. Diharapkan juga Pemerintah Daerah agar terus mengupayakan untuk bisa menarik Dana Alokasi Umum semaksimal mungkin.
2. Para peneliti selanjutnya
Variabel yang digunakan dalam penelitian yang akan datang diharapkan lebih lengkap dan bervariasi dengan menambah variabel independen lain.
DAFTAR PUSTAKA
Al-Fawwaz, Torki M., 2016. “The Impact of Government Expenditures on Economic Growth in Jordan”, Interdisciplinary Journal of Contemporary Research in Business ISSN 1913-9012, Volume 9 Nomor 1
Anisah, Hashifah, 2015. Pengaruh Pajak Daerah, Retribusi Daerah, Dana Alokasi Umum, dan Dana Alokasi Khusus terhadap Belanja Daerah pada Pulau Sumatera (Periode 2011- 2013).Skripsi. Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi Universitas Sumatera Utara
Arif, Muhammad, 2018. “Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Alokasi Belanja Modal Pemerintah Daerah Di Kabupaten Dan Kota Provinsi Sumatera Barat Tahun 2013 – 2017”, Jurnal Riset Manajemen & Akuntansi, Volume 9 Nomor 2
Bachrul, Elmi, 2002. Keuangan Pemerintah Daerah Otonomi di Indonesia, Universitas Indonesia Press, Jakarta.
Badan Pusat Statistik, 2014. Anggaran Pendapatan Asli Daerah Kabupaten/Kota Menurut Jenis Pendapatan
Badan Pusat Statistik, 2015. Anggaran Pendapatan Asli Daerah Kabupaten/Kota Menurut Jenis Pendapatan
Badan Pusat Statistik, 2016. Anggaran Pendapatan Asli Daerah Kabupaten/Kota Menurut Jenis Pendapatan
Badan Pusat Statistik, 2017. Anggaran Pendapatan Asli Daerah Kabupaten/Kota Menurut Jenis Pendapatan
Badan Pusat Statistik, 2018. Anggaran Pendapatan Asli Daerah Kabupaten/Kota Menurut Jenis Pendapatan
Dinata, Gita, 2013. “Analisis Kontribusi PAD terhadap Belanja Daerah dan Pertumbuhan PAD Sebelum dan Sesudah Otonomi Daerah”, Skripsi, Fakultas Ekonomi, Akuntansi, Universitas Negeri Padang
Ghozali, Imam, 2013. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 21 Update PLS Regresi, Universitas Diponegoro
Gujarti, D.N., 2012. Dasar-Dasar Ekonometrika, Erlangga, Jakarta
Halim, Abdul, 2004. Akuntansi Keuangan Daerah, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.
Hasan, Mohamad Sukry, “Pengaruh Kemandirian Keuangan Daerah Terhadap Belanja Modal Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota Provinsi Gorontalo”.
Skripsi Universitas Negeri Gorontalo
Hasana, Hadi, 2010. “Flypaper Effect pada Dana Alokasi Umum, Dana Bagi Hasil, dan Pendapatan Asli Daerah terhadap Belanja Daerah pada Provinsi di Indonesia”, Eko Regional, Vol. 5 Np. 2
Laksono, Bagus Bowo, 2014. “Pengaruh Pajak Daerah, Retribusi Daerah, DAU, dan DAK terhadap Belanja Daerah”, Jurnal Akuntansi ISSN 2252-6765 Nachrowi, dan Hardius Usman, 2002. Penggunaan Teknik Ekonometri, Jakarta:
Rajawali Pers
Novalistia, Rizka Lutfita, 2016. Pengaruh Pajak Daerah, Retribusi Daerah, Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah dan Dana Bagi Hasil Pajak terhadap Tingkat Kemandirian Keuangan Daerah pada Pemerintah Kabupaten/Kota di Propinsi Jawa Tengah
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 65 Tahun 2001 tentang Pajak Daerah.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2001 tentang Retribusi Daerah.
Purnamamasari, Dwi, 2017. “Analisis Kemandirian Keuangan Daerah Kabupaten Sidoarjo Tahun Anggaran 2010-2014”, Jurnal Kebijakan dan Manajemen Publik ISSN 2527-9246
Royda, 2016. “Pengaruh Efisiensi dan Kemandirian Keuangan Daerah terhadap Belanja Modal di Bangka Belitung”, Jurnal Ilmiah Orasi Bisnis ISSN 2085-1375, Volume 15
Santoso, Singgih, 2010. Statistik Multivariat. Jakarta: PT Elex Media Komputindo Saragih, Juli Panglima, 2003. Desentralisasi Fiskal dan Keuangan Daerah dalam
Otonomi. Cetakan Pertama, Penerbit Ghalia Indonesia, Jakarta.
Sari, Ramadha Puspita, 2015. Pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) terhadap Belanja Daerah di Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (Studi Kasus pada Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah dan DIY)
Sugiyono, 2014. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantittif, Kualitatif, dan R&D, Bandung: Alfabeta
Sugiyono, 2017. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung:
Alfabeta
Undang-Undang No. 5 Tahun 1960 Tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria
Undang-Undang No. 28 Tahun 2009 Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Undang-Undang No. 33 Tahun 2004 Tentang Perimbangan Keuangan Antara
Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2000 tentang Retribusi Jasa Umum.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. 2009. Visi Media. Jakarta Selatan.
Widjaja, H., 2004. Otonomi Daerah dan Daerah Otonom. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada
http://dataolah.blogspot.com/2012/08/regresi-berganda-uji-f-uji-t dan.html (diakses 2 September 2020)
http://www.djpk.kemenkeu.go.id/?p=4666(diakses 12 September 2020)
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Anggaran_Pendapatan_dan_Belanja_Daerah_201 8 (diakses 14 September 2020)
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pajak_bumi_dan_bangunan (diakses 23 Maret 2020)
https://khansamhamnida.wordpress.com/2011/04/20/uji-multikolinieritas-cara-untuk-mengatasi-masalah-multikolinieritas/ (diakses 1 Februari 2021)
https://www.semestapsikometrika.com/2017/12/pengaruh-adanya-outlers-terhadap.html?m=1 (diakses 20 Januari 2021) www.djpk.kemenkeu.go.id (diakses 18 Januari 2021)
LAMPIRAN 1
DAFTAR PEMERINTAH KOTA/KABUPATEN DI SUMATERA UTARA YANG MENJADI SAMPEL
18. Kab. Serdang Bedagai Sampel 18
19. Kab. Batu Bara Sampel 19 20. Kab. Padang Lawas
Utara
Sampel 20
21. Kab. Padang Lawas Sampel 21
22. Kab. Labuhanbatu Selatan
Sampel 22
23. Kab. Labuhanbatu Utara
Sampel 23
24. Kab. Nias Utara Sampel 24
25. Kab. Nias Barat Sampel 25
26. Kota Sibolga Sampel 26
27. Kota Tanjung Balai Sampel 27
28. Kota Pematang Siantar Sampel 28
29. Kota Tebing Tinggi Sampel 29
30. Kota Medan Sampel 30
31. Kota Binjai Sampel 31
32. Kota Padangsidimpuan Sampel 32
33. Kota Gunung Sitoli Sampel 33
LAMPIRAN 2
LAPORAN REALISASI PENERIMAAN DAN PENGELUARAN PEMKO/PEMKAB SUMATERA UTARA TAHUN 2014-2018
(DALAM RIBUAN)
No. Pemko / Pemkab Tahun PAD DAU Kemandirian Keuangan Belanja Daerah Daerah
1. Kab. Nias 2014 65,082,210 347,698,829 0.11 615,789,516
2015 70,892,591 365,879,139 0.09 789,785,824
2016 82,840,434 440,147,010 0.09 940,526,594
2017 95,726,166 425,974,369 0.09 1,013,153,258
2018 88,754,607 428,647,259 0.09 1,028,828,207
2. Kab. Mandailing Natal 2014 44,119,213 692,133,576 0.04 1,098,195,156
2015 63,847,458 722,942,098 0.05 1,365,524,435
2016 70,405,902 788,477,434 0.05 1,540,830,381
2017 80,581,686 777,487,741 0.05 1,609,214,180
2018 84,809,924 783,200,132 0.05 1,570,693,891
3. Kab. Tapanuli Selatan 2014 95,588,203 572,097,968 0.10 941,077,657
2015 109,349,452 592,764,058 0.09 1,156,981,129
2016 76,640,677 654,669,272 0.06 1,244,437,025
2017 104,722,615 644,304,467 0.08 1,301,682,552
2018 140,044,217 642,196,019 0.10 1,455,633,831
4. Kab. Tapanuli Tengah 2014 55,364,391 541,491,907 0.06 878,588,527
2015 65,224,735 558,241,964 0.11 615,789,516
2016 71,758,982 633,513,831 0.06 1,162,434,560
2017 72,710,309 622,385,030 0.06 1,162,930,431
2018 76,660,883 627,027,553 0.06 1,255,553,520
5. Kab. Tapanuli Utara 2014 63,696,098 596,841,256 0.07 929,357,994
2015 82,861,214 616,216,474 0.07 1,228,084,531
2016 94,783,155 650,827,006 0.07 1,317,164,764
2017 162,441,906 639,394,068 0.13 1,276,820,164
2018 105,656,763 639,394,068 0.08 1,351,171,262
6. Kab. Toba Samosir 2014 25,924,590 495,377,257 0.03 866,044,524
2015 30,986,265 506,843,572 0.03 955,279,069
2016 54,391,303 537,940,690 0.05 1,087,374,059
2017 54,840,824 528,490,802 0.05 1,215,127,953
2018 52,298,961 528,490,802 0.05 1,104,292,480
7. Kab. Labuhan Batu 2014 109,896,912 561,476,208 0.11 966,257,697
2015 101,023,215 593,025,840 0.10 1,062,540,861
2016 125,925,267 696,646,309 0.10 1,319,558,213
2017 124,674,017 684,408,474 0.10 1,285,535,275
2018 162,794,474 680,408,474 0.13 1,239,751,526
8. Kab. Asahan 2014 91,468,217 795,350,930 0.06 1,550,654,947
2015 98,279,277 817,746,952 0.06 1,567,064,652
2016 119,498,541 891,149,644 0.07 1,786,125,567
2017 123,687,304 875,860,020 0.07 1,750,562,135
2018 142,972,040 877,794,638 0.08 1,701,159,526
9. Kab. Simalungun 2014 96,390,206 1,077,985,764 0.06 1,667,956,510
2015 111,893,282 1,084,973,726 0.06 1,938,855,538
2016 132,560,801 1,230,816,187 0.06 2,321,840,943
2017 252,663,019 1,209,194,704 0.10 2,424,240,162
2018 164,107,850 1,177,957,174 0.07 2,347,996,846
10. Kab. Dairi 2014 53,525,854 532,723,259 0.06 824,717,746
2015 58,791,848 560,602,194 0.06 965,534,140
2016 68,003,242 623,702,235 0.06 1,156,979,498
2017 128,489,751 612,745,792 0.10 1,275,317,634
2018 73,906,825 612,742,762 0.06 1,202,730,264
11. Kab. Karo 2014 72,914,094 686,834,562 0.07 1,082,639,526
2015 87,644,278 697,458,392 0.05 1,663,116,271
2016 99,913,302 751,581,176 0.06 1,792,583,465
2017 157,866,720 738,378,312 0.09 1,775,838,516
2018 159,189,197 738,378,312 0.09 1,750,200,160
12. Kab. Deli Serdang 2014 433,885,507 1,363,811,250 0.17 2,503,039,484
2015 515,290,681 1,396,297,620 0.18 2,901,970,267
2016 573,010,350 1,494,821,153 0.18 3,269,049,359
2017 849,286,150 1,468,561,952 0.24 3,590,667,779
2018 729,648,595 1,468,561,952 0.20 3,562,117,514
13. Kab. Langkat 2014 107,811,974 1,039,650,946 0.06 1,787,637,639
2015 122,715,360 1,099,486,754 0.06 2,202,025,150
2016 132,673,213 1,200,481,463 0.05 2,478,955,467
2017 139,717,648 1,179,392,864 0.06 2,454,078,083
2018 136,680,579 1,179,392,864 0.06 2,357,094,686
14. Kab. Nias Selatan 2014 12,828,006 462,793,387 0.02 643,149,408
2015 15,037,045 468,405,844 0.02 814,895,232
2016 16,262,465 540,753,627 0.02 1,008,885,754
2017 18,450,267 538,282,603 0.02 1,194,241,370
2018 19,605,736 556,174,151 0.02 1,287,194,090
15. Kab. Humbang Hasundutan 2014 29,491,350 486,879,858 0.04 826,571,809
2015 35,237,806 511,805,111 0.04 899,990,938
2016 42,096,842 533,184,787 0.04 1,019,644,346
2017 158,666,081 523,818,445 0.15 1,088,526,431
2018 92,735,854 523,818,445 0.09 1,044,653,053
16. Kab. Pakpak Barat 2014 15,388,658 313,591,345 0.03 513,360,005
2015 15,880,335 326,899,366 0.03 569,829,651
2016 18,748,806 342,284,663 0.03 581,227,115
2017 29,320,487 338,611,130 0.05 541,240,395
2018 20,061,207 339,271,690 0.03 575,797,420
17. Kab. Samosir 2014 46,658,712 441,619,455 0.06 744,205,475
2015 34,298,909 447,470,935 0.04 848,772,661
2016 39,268,200 459,549,788 0.04 884,307,146
2017 72,228,749 453,737,230 0.08 897,718,891
2018 47,440,830 453,737,230 0.06 834,706,490
18. Kab. Serdang Bedagai 2014 74,762,406 698,412,747 0.07 1,104,305,957
2015 80,146,429 720,551,907 0.06 1,353,578,324
2016 108,062,776 774,457,677 0.07 1,564,088,188
2017 103,711,290 763,717,409 0.07 1,483,195,992
2018 194,076,711 763,943,386 0.12 1,651,135,437
19. Kab. Batu Bara 2014 44,868,573 591,720,062 0.05 911,816,371
2015 51,536,224 578,874,665 0.06 918,925,955
2016 59,388,277 613,236,956 0.05 1,217,518,894
2017 66,944,639 602,464,355 0.06 1,153,392,930
2018 64,359,391 602,464,355 0.06 1,141,244,455
20. Kab. Padang Lawas Utara 2014 22,172,689 418,726,923 0.03 658,911,260
2015 26,446,076 444,806,362 0.03 803,099,941
2016 30,453,223 542,199,556 0.03 1,151,604,825
2017 74,524,918 537,469,609 0.06 1,224,697,595
2018 74,306,098 537,455,568 0.07 1,102,679,898
21. Kab. Padang Lawas 2014 28,779,780 408,043,834 0.04 661,620,890
2015 34,707,406 427,773,483 0.04 902,824,726
2016 33,044,024 525,047,157 0.03 1,067,143,755
2017 46,509,729 520,974,737 0.04 1,129,563,835
2018 47,455,308 521,562,942 0.04 1,125,580,353
22. Kab. Labuhan Batu Selatan 2014 36,386,788 450,151,264 0.05 758,533,827
2015 32,302,333 427,015,380 0.04 826,956,634
2016 42,507,928 513,547,168 0.05 936,322,377
2017 84,964,451 504,525,796 0.09 936,241,468
2018 52,209,769 504,525,796 0.06 913,279,165
23. Kab. Labuhan Batu Utara 2014 32,398,505 503,053,678 0.04 796,009,432
2015 34,499,899 531,602,310 0.04 895,822,619
2016 42,296,115 592,813,148 0.04 1,010,894,479
2017 52,690,086 588,021,836 0.05 1,123,880,089
2018 57,010,691 588,021,836 0.05 1,127,152,611
24. Kab. Nias Utara 2014 10,961,908 355,354,627 0.02 533,100,826
2015 16,923,884 359,841,943 0.02 686,045,781
2016 23,852,636 410,931,632 0.03 749,127,384
2017 20,107,247 411,036,299 0.03 736,560,367
2018 50,395,505 413,338,900 0.07 763,861,584
25. Kab. Nias Barat 2014 10,298,060 279,674,672 0.02 429,358,482
2015 14,492,750 301,537,799 0.03 524,211,991
2016 15,711,221 346,451,709 0.03 572,176,376
2017 36,239,997 344,492,409 0.06 654,170,354
2018 40,193,009 347,722,710 0.05 735,753,893
26. Kota Sibolga 2014 52,922,967 371,812,825 0.09 585,580,955
2015 60,486,786 380,075,078 0.09 676,161,748
2016 68,537,903 412,805,887 0.10 713,370,098
2017 103,672,204 405,554,215 0.16 638,656,132
2018 81,245,734 405,554,215 0.12 656,574,520
27. Kota Tanjung Balai 2014 34,297,306 387,259,055 0.05 670,918,820
2015 57,094,149 398,405,838 0.10 573,499,059
2016 64,606,296 418,170,504 0.09 743,531,927
2017 65,108,266 415,172,063 0.10 681,397,984
2018 74,435,277 418,666,416 0.11 669,747,320
28. Kota Pematang Siantar 2014 90,477,496 519,435,661 0.11 861,094,304
2015 95,557,864 536,792,310 0.10 971,658,119
2016 101,581,324 593,532,667 0.09 1,155,725,119
2017 81,112,829 583,106,207 0.08 1,003,916,336
2018 137,052,841 583,106,207 0.13 1,064,428,110
29. Kota Tebing Tinggi 2014 74,515,273 385,030,433 0.11 692,650,078
2015 82,410,055 400,236,724 0.11 738,204,170
2016 94,058,492 432,437,231 0.12 779,391,621
2017 113,222,875 423,310,733 0.16 725,498,974
2018 114,048,354 425,818,195 0.15 783,313,416
30. Kota Medan 2014 1,318,064,865 1,393,504,580 0.37 3,594,481,625
2015 1,489,723,187 1,232,071,365 0.32 4,705,553,863
2016 1,535,435,344 1,611,940,995 0.34 4,560,819,293
2017 1,739,756,924 1,583,624,375 0.39 4,444,526,676
2018 1,636,204,515 1,583,624,375 0.38 4,297,320,263
31. Kota Binjai 2014 71,967,138 526,069,678 0.08 900,766,218
2015 78,107,483 541,895,577 0.08 938,018,114
2016 97,339,499 574,469,158 0.10 1,016,630,678
2017 139,217,623 564,377,582 0.15 898,217,575
2018 135,870,920 564,377,582 0.14 946,773,832
32. Kota Padangsidimpuan 2014 58,725,450 470,353,368 0.08 743,494,356
2015 67,730,737 481,834,636 0.08 843,296,841
2016 78,417,754 507,686,451 0.09 862,311,125
2017 109,650,318 498,768,033 0.13 867,658,474
2018 75,063,576 498,221,822 0.09 833,197,270
33. Kota Gunung Sitoli 2014 19,164,450 383,524,614 0.03 591,362,882
2015 24,334,643 397,362,423 0.03 714,804,376
2016 29,185,405 434,259,520 0.03 836,081,671
2017 29,769,904 426,630,977 0.04 821,510,394
2018 29,456,355 426,758,929 0.04 746,345,297
Sumber : Badan Pusat Statistik Sumatera Utara 2014-2018
LAMPIRAN 3
Analisis Statistik Deskriptif
Descriptive Statistics
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation
Statistic Statistic Statistic Statistic Std. Error Statistic
LN_PAD 165 16.15 21.28 18.0823 .07291 .93657
LN_DAU 165 19.45 21.20 20.1744 .02973 .38185
Kemandirian Keungan Daerah
165 .02 .39 .0808 .00489 .06283
LN_BelanjaDaerah 165 19.88 22.27 20.8047 .03687 .47362
Valid N (listwise) 165
LAMPIRAN 4
Hasil Uji Asumsi Klasik
a. Uji Normalitas
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N 165
Normal Parametersa,b Mean .0000000
Std. Deviation .12012008 Most Extreme Differences
Absolute .059
Positive .059
Negative -.031
Kolmogorov-Smirnov Z .755
Asymp. Sig. (2-tailed) .619
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
Uji Normalitas dengan Pendekatan Histogram
Uji Normalitas dengan Pendekatan Normal Probability Plot
b. Uji Multikolinieritas
Coefficientsa
Model Collinearity Statistics Tolerance VIF
1
LN_PAD .088 11.343
LN_DAU .259 3.868
KKD .173 5.766
a. Dependent Variable: LN_BelanjaDaerah
Uji Multikolinearitas dengan Menggunakan Transformasi Data
Coefficientsa
Model Collinearity Statistics Tolerance VIF
1
SQRT_X1 .038 26.175
SQRT_X2 .151 6.607
SQRT_X3 .076 13.155
a. Dependent Variable: SQRT_Y
Uji Mutikolinieritas Setelah Eliminasi
a. Predictors: (Constant), KKD, LN_DAU b. Dependent Variable: LN_BelanjaDaerah
d. Uji Heteroskedastisitas
Coefficientsa
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients
e. Uji Regresi Linear Berganda
Coefficientsa
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients
LAMPIRAN 5
Hasil Uji Hipotesis a. Uji Parsial (Uji t)
Coefficientsa
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients b. Predictors: (Constant), KKD, LN_DAU
c. Uji Koefsien Determinasi (Uji R2)
a. Predictors: (Constant), KKD, LN_DAU b. Dependent Variable: LN_BelanjaDaerah