BAB V HASIL PENELITIAN
5.2 Pembahasan Hasil Penelitian
Dalam hal ini peneliti akan membahas mengenai tema-tema yang muncul dari fenomena-fenomena yang diperoleh selama penelitian, yaitu gambaran persepsi yang diperjelas dengan pengetahuan residen tentang Theraupeutic community (TC) serta dampak pada diri sebelum dan saat mengikuti program kegiatan Theraupeutic community dalam proses pemulihan dipusat rehabilitasi Narkoba Rumah Ummi Medan.
5.2.1 Persepsi
Persepsi adalah proses mengenali objek atau peristiwa yang terjadi pada individu setelah mendapat stimulus melalui penginderaan. Penginderaan berlangsung setiap saat ketika individu menerima stimulus melalui alat indera.
Stimulus yang diindera itu kemudian diorganisasikan dan diinterpretasikan,
sehingga induvidu menyadari, mengenali atau mengerti apa yang diindera.
Dengan kata lain, presepsi terjadi ketika stimulus yang diterima alat indera diorganisasikan dan diinterprestasikan.Dengan kalimat yang sederhana, persepsi adalah kesadaran atau tanggapan akan sesuatu yang diterima melalui pancaindra.Ada dua faktor yang mempengaruhi persepsi, yang pertama ada faktor internal yang terdapat dalam diri induvidu dan yang kedua ada faktor eksternal yang merupakan karakteristik dari lingkungan dan objek-objek yang terlibat di dalamnya. Elemen-elemen tersebut dapat merubah sudut pandang seseorang terhadap dunia sekitarnya dan mempengaruhi bagaimana seseorang dapat menerimanya atau merasakanya. (Ivana,2007)
5.2.2.KonsepTherapeuctic community (TC)
Konsep Therapeuuctic community terbagi kedalam tiga katgori Pertama, Therapeutic Community(TC) didefinisikan sebagai suatu bentuk self-help approachyang unik. Therapeuticmemiliki makna menggunakan pendekatan interaksi sosial dan psikologikal sebagai tujuan utamanya dalam merubah gaya hidup dan identitas individu sedangkan makna dari communitymerupakan metode yang digunakan dalam mencapai perubahan yang diinginkan dalam tiap individu.
Kedua, secara esensi,Therapeutic Communitydibentuk dari kumpulan konsep-konsep, kepercayaan, asumsi-asumsi, dan pengetahuan klinis yang telah melalui proses penelitian dan observasi lebih dari 30 tahun yang memiliki fokus terhadap adiksi dan ilmu kejiwaan.Ketiga, Therapeutic Communitydiatur ke dalam tiga komponen,meliputi: perspektif, model dan metode. Secara perspektif menggambarkanbagaimana TC memandang gangguan penyalahgunaan narkoba,
individu yang menyalahgunakan narkoba, proses pemulihan yang dijalani dan dinilai hidupyang dianut. Secara model menjelaskan bahwa TC merupakan program perawatan yang terstruktur yang merupakan organisasi sosial, dan mencakup aktifitas keseharian, yang dimaksud metode adalah community as methoddi mana orang-orang yang berada dalam perawatan program TC dilatih ataudiajarkan bagaimana mereka belajar untuk lebih mengenal diri mereka melalui interaksi sosial denga rekan sebaya dan komunitas.(NIDA,2009)
5.2.3 Rehabilitasi
Tahap rehabilitasi penyalahgunaan narkotika adalah tahap dimana pecandu narkotika dan korban penyalahgunaan narkotika mendapatkan rehabilitasi medis dan rehabilitasi social dengan beberapa proses penobatan secara terpadu dan pemulihan secara terpadu yang dilakukan oleh pihak lembaga rehabilitasi agar dapat membebaskan pecandu narkotika dan korban penyalahgunaan narkotika dari ketergantungan narkotika dan dapat melaksanakan fungsi sosial kembali dalam masyarakat (Riyadi,2011).
A. Gambaran Persepsi Residen Mengenai Program Kegiatan Therapeutic Community(TC)
Proses rangsangan yang mempengaruhi persepsi 1). Faktor internal
a). Kebutuhan psikologis
Kebutuhan psikologis seseorang mempengaruhi persepsinya b). Latar belakang
Latar belakang mempengaruhi hal-hal yang dipilih dalam persepsinya
c). Pengalaman
Pengalaman mempersiapkan seseorang untuk mencari orang-orang, hal-hal, dan gejala yang mungkin serupa dengan pengalaman pribadinya.
d). Kepribadian
Kepribadian mempengaruhi persepsi, seseorang yang intovert mungkin akan tertarik kepada orang-orang yang sama sekali berbeda.
e). Sikap dan kepercayaan umum
Sikap dan kepercayaan umum juga mempengaruhi persepsi.
f). Penerimaan diri
Penerimaan diri merupakan sifat penting yang mempengaruhi persepsi.
Beberapa telah menunjukkan bahwa mereka yang lebih ikhlas menerima kenyataan diri akan lebih tepat menyerap sesuatu daripada mereka yang kurang ikhlas menerima realitas dirinya.
2). Faktor eksternal
Beberapa faktor yang dianggap penting pengaruhnya terhadap seleksi rangsangan ialah:
a). Intesitas
Pada umumnya rangsangan yang lebih intensif mendapatkan lebih banyak tanggapan daripada rangsangan yang kurang intens.
b). Ukuran
Pada umumnya benda-benda yang lebih besar lebih menarik perhatiannya.
c). Kontras
Hal lain yang biasa kita lihat akan cepat menarik perhatian.
d). Gerakan
Hal-hal yang bergerak lebih menarik perhatian dari pada hal-hal yang diam.
e). Ulangan
Hal-hal yang berulang dapat menarik perhatian.Ulangan mempunyai nilai yang menarik perhatian selama digunakan dengan hati-hati.
f). Keakraban
Hal-hal yang akrab atau dikenal lebih menarik perhatian.Hal ini terutama jika hal tertentu tidak diharapkan dalam rangka tertentu.
g).Sesuatu yang baru bertentangan dengan faktor keakraban, akan tetapi hal-hal baru juga menarik perhatian (Sobur ,2009)
Dari kriteria faktor internal dan faktor eksternal tersebut perangsangan yang bisa mempengaruhi persepsi residen dalam hal ini informan yang sedang menjalani program kegiatan Therapeutic Community (TC) belum semuanya terpenuhi dan kurang memahami TC namun lebih ingin mendalami untuk proses pemulihan diri dari narkoba.
B. Persepsi Pengetahuan Residen Tentang Program Kegiatan Therapeutic Community (TC)
Therapeutic Community (TC) adalah grup atau sekelompok orang yang memiliki prinsip interpersonal yang cukup tinggi, sehingga mampu mendorong orang lain untuk belajar berinteraksi di suatu komunitas. Terapi komunitas terdiri dari staf yang pernah mengalami rasa sakit dan memiliki perilaku yang timbul akibat ketergantungan narkoba, namun telah mampu dan mengetahui cara
mengatasinya (Leon, 2000:27) serta telah melalui pendidikan dan pelatihan khusus yang memenuhi syarat dan konselor. Tenaga professional hanya sebagai konsultan saja.Di lingkungan khusus ini pasien dilatih ketrampilan mengelola waktu dan perilaku secara efektif serta kehidupan sehari – hari, sehingga dapat mengatasi keinginan mengonsumsi narkoba. Dalam komunitas ini semua aktif dalam proses terapi .Teori yang mendasari metode Therapeutic Community (TC) adalah pendekatan behavioral dimana berlaku sistem reward (penghargaan/penguatan) dan punishment (hukuman) dalam mengubah suatu perilaku. Selain itu digunakan juga pendekatan kelompok, dimana sebuah kelompok dijadikan suatu media untuk mengubah suatu perilaku. Dan dalam hal ini sesuai dengan pendapat ketiga informan yang mengatakan bahwa Therapeutic Community (TC) pola lebih membuka diri untuk perubahan yang lebih baik.
Dengan pernyataan yang telah diungkapkan oleh informan dengan ini bisa menyebutkan pengertian Therapeutic Community , mereka mempunyai persepsi yang positif tentang pentingnya Therapeutic Community dalam proses pemulihan dipanti rehabilitasi narkoba Rumah Ummi Medan.
C. Persepsi Residen Terhadap Dampak Program Kegiatan Sebelum Dan Saat Mengikuti Theurapeutic (TC) Dalam Proses Pemulihan
Dampak secara sederhana bisa diartikan sebagai pengaruh atau akibat.Dalam setiap keputusan yang diambil oleh seorang atasan biasanya mempunyai dampak tersendiri, baik itu dampak positif maupun dampak negatif.
Dampak juga bisa merupakan proses lanjutan dari sebuah pelaksanaan pengawasan internal. Seorang pemimpin yang handal sudah selayaknya bisa memprediksi jenis dampak yang akan terjadi atas sebuah keputusan yang akan
diambildan pengaruh kuat yang mendatangkan akibat (baik negatif maupun positif). Dalam hal ini pengaruh positive ditunjukan oleh ketiga informan dalam menjalani program Therapeutic Community di Yayasan Rumah Ummi Medan seperti perubahan pola tingkah laku dan bertambahnya skill serta kepercayaan diri untuk dunia luar.