BAB IV HASIL PENELITIAN
B. Pembahasan Hasil Penelitian
Kualitas Pelayanan Pegawai Tata Usaha
Tata usaha merupakan jantung sekolah dalam membantu seluruh sekolah, guru dan kepala sekolah.1 Tata usaha sangat membantu dalam meringankan tugas kepala sekolah, terutama dalam pengelolaan keuangan, pengarsipan surat, kemudian pengelolaan nilai.2 Fungsi dari tata usaha di SMK Bina Rahayu menunjang terlaksananya sistem keadministrasian. Banyaknya keperluan yang perlu ditangani bagian tata usaha dalam menyiapkan kebutuhan warga sekolah maka dari itu pegawai tata usaha dapat memberikan pelayanan sesuai dengan harapan mereka.
Tata usaha SMK Bina Rahayu Sawangan merupakan salah satu unit kerja yang disediakan oleh pihak sekolah yang dibuat untuk bertugas dalam menghimpun, mencatat, mengolah, menggandakan, mengirim, dan menyimpan data sekolah. Tugas tata usaha sebagai pengelola keadministrasian dapat membantu dengan melayani berbagai pihak yang bersangkutan. Banyaknya keperluan yang datang dari berbagai kalangan dan kepentingan pegawai tata usaha harus bisa menyesuaikan dengan pelayanan yang diberikan sehingga dapat mengurangi terjadinya kesalahan yang dilakukan.
Menurut penulis, bagian tata usaha yang menjadi pelayanan pendidikan dimana pegawai tata usaha juga memiliki peran yang sangat penting bagi sekolah untuk melayani, menyediakan dan membantu. Pengetahuan yang dimiliki oleh pegawai tata usaha tentang keadministrasian saja tidak cukup melainkan membutuhkan kompetensi dan keterampilan dibidang tersebut. Hal tersebut benar setelah peneliti mengamati bahwasannya ketika pegawai tata usaha sudah benar dan mampu menyelesaikan tugas yang diberikan.
“...sudah secara tepat memberikan sesuai dari keinginan konsumen.”3
1 Hasil Wawancara Kepala Tata Usaha SMK Bina Rahayu 2 Hasil Wawancara Kepala Sekolah SMK Bina Rahayu 3 Hasil Wawancara Staf Tata Usaha Bagian Kesiswaan
Sistem pelayanan pegawai tata usaha di SMK Bina Rahayu tentu saja harus memiliki prosedur atau aturan yang telah ditetapkan oleh sekolah dengan bagian tata usaha itu sendiri.4 Dengan demikian, harus dipatuhi dan ditaati oleh semua pihak yang terkait. Pelayanan yang menggunakan prosedur akan memberikan kedisiplinan pada sistem pelayanannya. Menurut penulis, hal tersebut agar memudahkan penyedia layanan mengetahui tentang kepentingan dan kebutuhan yang diinginkan.
Sebagai sekolah yang memiliki program kejuruan yang mengembangkan teknologi pada sistem pengajaran maupun sistem kerja karyawannya, SMK Bina Rahayu mengikuti perkembangan teknologi dengan keterampilan membuat sistem kerja dengan komputer yang dimana memberikan kemudahan dalam melayani kebutuhan siswa, guru maupun tamu.
“keterampilan yang dimaksud adalah siswa memiliki id card yang terdeteksi
langsung dengan komputer untuk absensi dan pembayaran.”5
Semakin berkembangnya teknologi tetap saja memerlukan cara manual, jadi ketika ada permasalahan pada komputer pihak tata usaha masih memiliki bukti tertulis dan jelas.6 Hal tersebut termasuk dalam sarana pelayanan tata usaha dalam upaya menyelesaikan masalah yang terjadi.
Terhambatnya proses pelayanan dalam kinerja pegawai tata usaha bukan hanya terjadi pada pelayanan yang diberikan tetapi terkadang terjadi karena konsumennya tidak melaksanakan informasi secara baik dan benar.
“...lambatnya siswa dalam urusan administrasi, informasi tidak disampaikan
dengan baik kepada orang tua, lambatnya data siswa sehingga pihak tata usaha
lambat dalam membuat profil siswa untuk buku induk.”7
4 Hasil Wawancara Staf Tata Usaha Bagian Operator 5 Hasil Wawancara Kepala Tata Usaha
6 Hasil Wawancara Staf Tata Usaha Bagian Keuangan 7 Hasil Wawancara Kepala Tata Usaha
Hal tersebut dapat dipastikan bahwa bukan saja proses dari pelayanan pegawai tata usaha yang bermasalah tetapi dari siswanya juga menghambat kinerja pegawai tata usaha.
Menjadikan pelayanan yang berkualitas SMK Bina Rahayu dapat menerapkan kelima dimensi sebagai acuan untuk memberikan pelayanan secara tepat dan memuaskan.
Menurut penulis, pegawai tata usaha di SMK Bina Rahayu memerlukan kelima dimensi tersbut sebagai meningkatkan kinerja mereka dalam melayani warga sekolah. Setiap instansi maupun lembaga pendidikan sakalipun menerapkan hal tersebut sebagai penilaian/evaluasi atas kinerja yang pegawai tata usaha telah lakukan. Sehingga dapat mengetahui kinerja yang masih buruk atau yang sudah baik.
Dengan adanya kelima dimensi tersebut diharapkan dapat membantu dalam melakukan pelayanan secara handal, tepat waktu, disiplin, meningkatkan kemampuan dibidang ketatausahaan, dapat dipercaya, komunikasi yang baik dan fasilitas dan saran yang lengkap. Hal tersebut yang menjadikan harapan dan kebutuhan dari konsumen dapat terpenuhi sesuai dengan keinginan, dan memberikan kepuasan atas pelayanan yang baik. Kelima dimensi ini tidak dapat terpisahkan dari pelayanan pegawai tata usaha di SMK Bina Rahayu karena sangat menunjang terlaksananya program keadministrasian.
Adapun alat ukur kualitas pelayanan di SMK Bina Rahayu Sawangan, Menurut Parasuraman mengemukakan lima dimensi kualitas jasa, dan penulis menjabarkan sesuai dengan hasil observasi, wawancara, studi dokumen dan kuesioner. Kelima dimensi tersebut adalah (reliability) kehandalan, (responsiveness) daya tanggap, (assurance) jaminan, (empathy) empati dan (tangibles) bukti fisik, dijelaskan sebagai berikut:8
1. Reliability (Kehandalan).
Kehandalan merupakan dimensi utama dalam kualitas pelayanan sebagai penilaian terhadap pelayanan yang secara tepat dan akurat. Sebagaimana yang diungkapkan Parasuraman tentang kehandalan, yaitu kemampuan dalam memberikan pelayanan yang menjanjikan dengan tepat dan dapat dipercaya.
Pada umumnya, pelayanan tata usaha di SMK Bina Rahayu dalam memberi pelayanan tentu saja harus memiliki tenaga tata usaha yang handal di bidangnya. Pelayanan yang dilakukan oleh pegawai tata usaha harus tepat dan mampu meyakinkan konsumennya tanpa terjadi kesalahan yang berulang atau mengecewakan konsumen. Sebagaimana yang dikatakan oleh kepala sekolah tentang pelayanan pegawai tata usaha yaitu:
“...memenuhi kebutuhan masyarakat, melakukan transaksi dan informasi
yang cukup baik. Komunikasi dari pegawai TU juga sudah baik dengan
masyarakat.”9
Pelayanan yang dilakukan pegawai tata usaha tersebut dapat dinilai secara langsung oleh kepala sekolah sebagaimana bahwa pegawai tata usaha dalam melayani sudah dikatakan baik. Seperti halnya yang telah dikatakan oleh kepala sekolah, mengenai pelayanan pegawai tata usaha dikarenakan pada setiap tahunnya tentu ada peningkatan dalam memperbaiki kinerja pegawai tata usaha sehingga tugas dan pelayanan yang dilakukan selalu memberikan dampak baik bagi pekerjaan mereka.10
Kinerja dan pelayanan yang semakin meningkat menjadi kepuasan tersendiri juga bagi pegawai tata usaha. Hal tersebut sesuai dengan observasi yang dilakukan oleh peneliti dalam mengamati perkembangan pelayanan yang dilakukan selama peneliti berada di sekolah. Pegawai tata usaha juga menerima kritik dan saran yang diberikan siswa apabila mereka melakukan kesalahan maupun kebaikan.
9 Hasil Wawancara Kepala Sekolah SMK Bina Rahayu 10 Hasil Wawancara Waka Kesiswaan SMK Bina Rahayu
Kegiatan pelayanan ini yang menilai dari sudut pandang kehandalan, sehingga siswa maupun konsumen lainnya yang merasakan langsung pelayanan dari pegawai tata usaha di SMK Bina Rahayu sudah memuaskan bagi mereka.
“menurut saya sudah memuaskan, karena sekarang juga orang meminta sesuatu harus memiliki prosedurnya sendiri jadi tidak sulit juga dan ketika
meminta langsung dikasih.”
Selain memberikan kepuasan dari pelayanan oleh pegawai tata usaha mereka juga mampu memenuhi harapan dari para konsumen termasuk dalam proses belajar dan pengajaran. Seperti halnya, hasil dari data kuesioner siswa sebanyak 80 responden menjelaskan bahwa 22 siswa (27,5%) menjawab sangat setuju terhadap pelayanan pegawai tata usaha memuaskan, 37 siswa (46,25%) menjawab setuju terhadap pelayanan pegawai tata usaha memuaskan, 19 siswa (23,75%) menjawab kurang setuju terhadap pelayanan pegawai tata usaha yang memuaskan, dan 2 siswa (2,5%) menjawab sangat tidak setuju terhadap pelayanan pegawai tata usaha yang memuaskan.
Tabel 4.3
Pelayanan yang Memuaskan Alternatif Jawaban Frequency
(Responden) Percent (%) Sangat Setuju 22 27,5 Setuju 37 46,25 Kurang Setuju 19 23,75 Tidak Setuju 0 0
Sangat Tidak Setuju 2 2,5
Dari hasil observasi, wawancara dan kuesioner dapat disimpulkan bahwa pelayanan pegawai tata usaha di SMK Bina Rahayu Sawangan memiliki kehandalan dalam memberikan pelayanan. Pelayanan yang handal seperti yang telah dipaparkan di atas bahwa siswa dan konsumen lainnya menyatakan memuaskan dalam melayani kebutuhan dan harapan mereka, dengan demikian diharapkan mampu terus meningkatkan kinerja dan melayani secara baik. Pelayanan tersebut dinyatakan dari hasil kuesioner yang menyebutkan 2 orang sangat tidak setuju yang menjadikan pelayanan masih belum secara optimal.
2. Responsiveness (Daya Tanggap).
Pelayanan ini termasuk salah satu dimensi dari kualitas pelayanan, menurut Parasuraman tentang daya tanggap adalah kemauan atau keinginan para karyawan untuk membantu dan memberikan jasa yang dibutuhkan konsumen.
Daya tanggap merupakan cara melayani pegawai tata usaha di SMK Bina Rahayu dalam menanggapi maupun merespon ketika siswa memiliki keperluan kepada tata usaha dalam urusan administrasi sekolah. Pelayanan ini dilakukan untuk menanggapi kebutuhan siswa dalam meminta sesuatu yang dibutuhkan dengan cepat sehingga siswa maupun konsumen lainnya tidak perlu menunggu terlalu lama. Menurut kepala sekolah,
“sejauh ini pelayanan yang dilakukan normal-normal saja, cepat tidak,
lambat juga tidak.”11
Seperti yang dikatakan kepala sekolah bahwasannya pegawai tata usaha dalam melayani siswa pada tahap biasa saja atau bisa juga cukup baik. Karena pelayanan ini juga sangat berpengaruh terhadap proses pelayanan yang dilakukan sehingga konsumen akan menilai menurut pengalaman mereka tentang pegawai tata usaha melayani secara cepat dan mampu memenuhi kebutuhan mereka.
Hal tersebut sama dengan hasil observasi yang dilakukan selama peneliti berada di sekolah, pegawai tata usaha yang merespon dari maksud peneliti sebagai tamu yang akan melakukan penelitian di sana. Ketika siswa yang berkunjung ke ruang tata usaha peneliti dapat mengamati secara langsun pegawai tata usaha melayani siswa tersebut. Mereka menanggapinya secara cepat dan tepat karena sesuai kebutuhan yang diinginkan tanpa harus menunggu terlalu lama. Adapun hasil dari data kuesioner siswa sebanyak 80 responden menjelaskan bahwa 24 siswa (30%) menjawab sangat setuju terhadap pelayanan pegawai tata usaha yang cepat tanggap, 29 siswa (36,25%) menjawab setuju terhadap pelayanan pegawai tata usaha yang cepat tanggap, 25 siswa (31,25%) menjawab kurang setuju terhadap pelayanan pegawai tata usaha yang cepat tanggap, 1 siswa (1,25&) menjawab tidak setuju terhadap pelayanan pegawai tata usaha yang cepat tanggap dan 1 siswa (1,25%) menjawab sangat tidak setuju terhadap pelayanan pegawai tata usaha yang cepat tanggap.
Tabel 4.4
Melayani Secara Cepat Tanggap Alternatif Jawaban Frequency
(Responden) Percent (%) Sangat Setuju 24 30 Setuju 29 36,25 Kurang Setuju 25 31,25 Tidak Setuju 1 1,25
Sangat Tidak Setuju 1 1,25
Total 80 100%
Dari hasil observasi, wawancara dan kuesioner dapat disimpulkan bahwa pelayanan pegawai tata usaha di SMK Bina Rahayu Sawangan dalam melayani sudah cepat tanggap. Hal tersebut terlihat dari pernyataan di atas yang menyatakan pegawai tata usaha mempu melakukan tugas dengan daya tanggap yang baik, walaupun terdapat 1 orang yang tidak setuju dan 1 orang sangat tidak setuju bahwa pegawai tata usaha dalam melayani belum secara optimal tetapi hasil kuesioner tersebut tidak mempengaruhi pelayanan pegawai tata usaha yang sudah secara optimal dalam melayani. Hasil yang memperlihatkan perbandingan yang sama bahwa siswa setuju dengan pelayanan pegawai tata usaha yang cepat tanggap.
3. Assurance (Jaminan).
Pada pelayanan jaminan ini menjadi salah satu kegiatan pelayanan yang perlu ada karena menjadi tugas pokok bagi pegawai tata usaha dalam melaksanakan tugas mereka. Sebagai tenaga tata usaha tentu memiliki pengetahuan dan keterampilan pada bidang administrasi agar memudahkan dalam bekerja dan mampu membantu atau bekerja sama dengan pihak kepala sekolah, guru maupun melayani siswa. Adanya pelayanan ini memberikan jaminan kepada konsumen bahwa pegawai tata usaha memiliki kemampuan dalam melayani sehingga siswa tidak merasa kecewa dengan pelayanan yang diberikan.
Keterampilan yang ada pada seorang pegawai tata usaha yaitu menjalankan tugas dengan memberi kemudahan dalam transaksi dan melayani kebutuhan siswa, seperti pembayaran SPP, pembuatan surat-menyurat, pengarsipan dokumen, penyimpanan dokumen, pengelolaan dan harus memiliki keterampilan TIK. Pelayanan pegawai tata usaha di SMK Bina Rahayu sangat menerapkan tugas pokok ini untuk melayani dengan baik para konsumennya. Seperti yang dikatakan oleh kepala sekolah bahwa,
“Sejauh ini kemampuannya masih dalam kategori 85% untuk menangani
komputer jaringan maka untuk pegawai tata usaha sendiri yang belum bisa, minimal mampu melakukan operasi komputer terutama dalam pengelolaan informasi. Dan biasanya dari pihak sekolah mengadakan pelatihan bagi guru maupun pegawai tata usaha dengan menyelenggarakan bersama dengan pihak swasta maupun negri untuk
meningkatkan kompetensi mereka.”12
Hasil wawancara tersebut menjelaskan bahwa kemampuan dan keterampilan dari pegawai tata usaha di SMK Bina Rahayu sudah sangat baik. Karena pegawai tata usaha sangat terampil dalam melayani kebutuhan dari siswa dan pegawai tata usaha dalam mengoperasikan komputer dengan sangat baik. Hal tersebut sesuai dengan observasi yang telah dilakukan peneliti selama pengamatan berlangsung, pegawai tata usaha bekerja sesuai dengan yang masing-masing tugas mereka. Ketika ada siswa yang datang berkunjung untuk meminta ijazah salah satu pegawai tata usaha dengan cepat memberikan karena tersimpan rapih sehingga memudahkan dalam mencarinya. Sedangkan untuk keterampilan teknologi juga pegawai tata usaha menguasai karena dalam penyimpanan file dan pencatatan mereka rapi.
Kemudian dari hasil dari data kuesioner siswa sebanyak 80 responden menjelaskan bahwa 34 siswa (42,5%) menjawab sangat setuju bahwa pegawai tata usaha memiliki keterampilan yang berkompeten, 37 siswa (35%) menjawab setuju bahwa pegawai tata usaha memiliki keterampilan yang berkompeten, 15 siswa (18,75%) menjawab kurang setuju bahwa pegawai tata usaha memiliki keterampilan yang berkompeten, 1 siswa (1,25%) menjawab tidak setuju bahwa pegawai tata usaha memiliki keterampilan yang berkompeten dan 2 siswa (2,5%) menjawab sangat tidak setuju bahwa pegawai tata usaha memiliki ketermapilan yang berkompeten.
Tabel 4.5
Keterampilan yang Berkompeten Alternatif Jawaban Frequency
(Responden) Percent (%) Sangat Setuju 34 42,5 Setuju 28 35 Kurang Setuju 15 18,75 Tidak Setuju 1 1,25
Sangat Tidak Setuju 2 2,5
Total 80 100%
Berdasarkan hasil observasi, wawancara dan kuesioner bahwa pelayanan pegawai tata usaha di SMK Bina Rahayu sudah sangat baik dalam memberikan pelayanan karena memiliki keterampilan dan pengetahuan tentang administrasi yang sangat baik. Menurut pernyataan di atas pula menyatakan dengan hasil kuesioner yang disebarkan kepada siswa memberikan jawaban bahwa keterampilan dan pengetahuan yang dimiliki pegawai tata usaha sangat berkompeten dalam melayani dan juga terlihat dari siswa yang lebih banyak menjawab sangat setuju.
4. Empathy (Empati).
Sebagai seorang pegawai tata usaha sekolah yang bertugas dalam melayani administrasi atau kebutuhan siswa mampu memiliki komunikasi yang baik dengan para konsumen. Kegiatan ini sangat membantu dalam menyampaikan informasi secara jelas dan dapat meyakinkan bahwa yang disampaikan tersebut benar. Seperti yang dikatakan oleh wali murid bahwasannya pegawai tata usaha dalam menyampaikan informasinya susah
jelas, jika belum jelas wali murid bisa menanyakan ke anaknya ataupun menelpon langsung ke sekolah.13
Adanya komunikasi yang baik dengan demikian sangat membantu dalam melayani setiap yang diinginkan konsumen. SMK Bina Rahayu tentu memerlukan seorang pegawai tata usaha yang dapat mengurusi bagian administrasi dengan begitu pegawai tata usaha harus bisa berkomunikasi yang baik karena mereka sering bertemu dengan banyak orang dan permintaan yang banyak. Sehingga pelayanan yang diberikan mampu diterima dengan baik.
Salah satu pelayanan di tata usaha yang harus ada di SMK Bina Rahayu yaitu bisa berempati dengan setiap pengunjung yang datang, dengan mengenal siswa maupun pengunjung yang datang akan mempermudah dalam memahami kebutuhan konsumen yang diinginkan. Tentu saja melayani setiap konsumen membutuhkan rasa empati kepada konsumen sebagai dengan menjalin komunikasi di luar jam bekerja, seperti mampu bergaul maupun bersosialisasi dengan siswa lainnya. Dengan demikian, siswa dan juga konsumen lainnya merasa bahwa pegawai tata usaha sangat baik kepada siswa.
Hal tersebut sesuai dengan observasi yang peneliti lakukan selama mengamati di sekolah tersebut, bahwa pegawai tata usaha selalu memahami kebutuhan konsumen dengan berkomunikasi yang baik. Adapun hasil dari data kuesioner siswa sebanyak 80 responden menjelaskan bahwa 24 siswa (30%) menjawab sangat setuju terhadap pelayanan pegawai tata usaha yang memahami kebutuhan siswa, 39 siswa (48,75%) menjawab setuju terhadap pelayanan pegawai tata usaha yang memahami kebutuhan konsumen, 16 siswa (20%) menjawab kurang setuju terhadap pelayanan pegawai tata usaha yang memahami kebutuhan konsumen, dan 1 siswa (1,25%) menjawab sangat tidak setuju terhadap pelayanan pegawai tata usaha yang memahami kebutuhan konsumen.
Tabel 4.6
Memahami Kebutuhan Siswa Alternatif Jawaban Frequency
(Responden) Percent (%) Sangat Setuju 24 30 Setuju 39 48,75 Kurang Setuju 16 20 Tidak Setuju 1 1,25
Sangat Tidak Setuju 0 0
Total 80 100%
Dari hasil observasi, wawancara dan kuesioner dapat disimpulkan bahwa pelayanan pegawai tata usaha di SMK Bina Rahayu sudah baik dalam melayani dengan komunikasi yang baik sehingga mereka mampu memahami kebutuhan mereka. Pernyataan di atas yang telah menjelaskan tentang pelayanan yang berempati dari hasil kuesioner kepada siswa bahwa lebih memilih setuju dengan pelayanan yang mampu memahami kebuhtuhan siswa yang diartikan dengan pelayanan tersebut sudah baik.
5. Tangibles (Bukti Fisik).
Dimensi terakhir dari pelayanan adalah bukti fisik, yang di mana memiliki pernyataan mengenai penampilan, perilaku dan fasilitas yang terdapat di tata usaha sekolah SMK Bina Rahayu. Bukti fisik ini menjadi hal yang penting juga dalam menunjang proses pelayanan yang berkualitas dengan adanya pelayanan ini menjadi penilaian siswa berdasarkan pengamatan atau yang dirasakan secara langsung oleh mereka. Untuk penampilan pegawai tata usaha sudah rapi dan sopan, sedangkan sikap yang ditunjukkan secara ramah dan merespon pengunjung tersebut juga dengan baik. Kemudahan yang diberikan oleh pelayanan tata usaha di SMK Bina Rahayu dengan memiliki
fasilitas komputerisasi atau menggunakan teknologi komputer. Adanya teknologi komputer sangat membantu pegawai tata usaha dalam melayani siswa secara cepat dan mempermudah mengakses kebutuhan yang diperlukan konsumen.
“...pekerjaan yang dipermudah dengan adanya komputer sehingga
pembuatan absensi lebih mudah dan pembayaran SPP siswa juga
cepat...”14
Hal tersebut juga dinyatakan sama oleh tata usaha bidang keuangan yang dipermudah dengan adanya pembayaran dengan komputer, yaitu dengan menscan kartu siswa di komputer.15
Karena masing-masing siswa juga memiliki kartu siswa (id card) yang dipergunakan untuk melakukan transaksi pembayaran dan juga absensi masuk dan pulang sekolah. Adanya sistem ini juga sangat mempermudah dan mampu menerapkan teknologi modern agar tidak tertinggal oleh persaingan saat ini dan penggunaan untuk kartunya sendiri tidak sulit dan juga praktis. Walaupun terdapat sistem komputerisasi tentu saja tata usaha SMK Bina Rahayu tidak meninggalkan sistem manual sebagai pencatatan untuk masalah pembukuan dan memiliki bukti jika sewaktu-waktu diperlukan atau terjadinya kesalahan maupun eror saat transaksi berlangsung menggunakan komputer.
Pernyataan tersebut diharapkan membantu kinerja pegawai tata usaha dalam menyelesaikan tugas mereka dengan cepat dan tepat. Melayani dengan sistem komputer menjadi salah satu fasilitas yang harus ada karena sekolah ini juga mengajarkan bidang teknologi komputer dan jaringan, jadi tidak sulit pula dalam menjalankan TIK. Sejalannya dengan proses pelayanan yang diberikan pegawai tata usaha dalam memenuhi kebutuhan konsumennya, fasilitas dan sarpras yang harus dimiliki sudah lengkap.
14 Hasil Wawancara Kepala Tata Usaha
Namun, selama peneliti mengamati dari awal memasuki ruangan tata usaha yang tidak terlalu besar, penataan barang yang terlalu menumpuk dan pencahayaan yang masih kurang sehingga terlihat tidak teratur. Adapun hasil dari data kuesioner siswa sebanyak 80 responden menjelaskan bahwa 18 siswa (22,5%) menjawab sangat setuju terhadap fasilitas dan sarana prasarana di tata usaha yang lengkap, 47 siswa (58,75%) menjawab setuju terhadap fasilitas dan sarana prasarana di tata usaha yang lengkap, dan 15 siswa (18,75%) menjawab kurang setuju terhadap fasilitas dan sarana prasarana di tata usaha yang lengkap.
Tabel 4.7
Fasilitas dan Sarana Prasarana yang Lengkap Alternatif Jawaban Frequency
(Responden) Percent (%) Sangat Setuju 18 22,5 Setuju 47 58,75 Kurang Setuju 15 18,75 Tidak Setuju 0 0
Sangat Tidak Setuju 0 0
Total 80 100%
Berdasarkan hasil penelitian di SMK Bina Rahayu Sawangan, sesuai dengan observasi, wawancara dan kuesioner bahwa fasilitas dan sarana prasarana yang ada sudah lengkap dan memenuhi kebutuhan siswa. Walaupun masih terdapat runganan yang belum sesuai dalam memberi kenyamanan bagi pengunjung tetapi dengan hasil kuesioner dari jawaban siswa menyatakan bahwa pelayanan ini sudah baik dan tidak ada yang menyatakan tidak setuju maupun sangat tidak setuju.
65