BAB V HASIL PENELITIAN
4. Pembahasan Hasil Penelitian
Setelah menjabarkan hasil penelitian dengan menggunakan analisis tabel tunggal dan uji bivariat, maka peneliti akan melakukan pembahasan berdasarkan
data penelitian yang telah diolah dengan menggunakan teori-teori terkait dengan fokus penelitian, antara lain sebagai berikut:
Setelah menjabarkan hasil penelitian dengan menggunakan analisis tabel tunggal, maka peneliti akan melakukan pembahasan berdasarkan data penelitian yang telah diolah dengan menggunakan teori-teori terkait dengan fokus penelitian, antara lain sebagai berikut:
Dari hasil analisis bivariat yang dilakukan, dapat diketahui bahwa tidak terdapat hubungan antara variabel konten vlog dan variabel perilaku sosial. Hal ini menandakan bahwa konten vlog yang ditonton para remaja pada aplikasi youtube tidak mengubah perilaku sosial mereka. Hal ini disebabkan konten-konten vlog tersebut hanya sebagai media informasi dan hiburan bagi para remaja dan bukan sebagai bentuk media untuk menjadi jati diri dan mengubah perilaku sosial para remaja tersebut. Para remaja di SMP Taman Siswa Pematang Siantar hanya menjadikan konten-konten vlog yang mereka tonton sebagai media untuk berkreasi saja, seperti untuk mengetahui tutorial-tutorial gaya, style, keterampilan, pendidikan, dan game onlien yang mereka butuhkan, atau menonton idola-idola mereka.
Hal ini sesuai berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan peneliti pada tabel 4.19, yang menjelaskan bahwa dengan menonton konten vlog pada aplikasi youtube tidak membuat para siswa SMP di Taman Siswa Pematang Siantar menjadi pribadi yang tertutup dan kurang bergaul dengan lingkungan keluarga atau masyarakat. Meskipun sebagian siswa merasa hal itu terjadi pada diri mereka.
Selain itu, pada tabel 4.20, juga menjelaskan bahwa konten vlog yang mereka
tonton hanya sebagai sarana atau media hiburan, pengetahuan dan edukasi saja yang dapat membuat perubahan sikap dan perilaku kearah yang lebih baik, seperti dapat memahami pelajaran karena konten video tutorial pendidikan dan lain sebagainya.
Hasil penelitian tersebut sesuai dengan pendapat Nasrullah (2016: 08), media sosial merupakan alat bantu yang digunakan untuk menyampaikan informasi kepada khayalak publik demi mencapai tujuan secara individu maupun secara kelompok. Media sosial dapat juga dikatakan sebagai plattform media yang memfokuskan kepada eksistensi dari para penggunanya dan dapat memfasilitasi mereka dalam beraktivitas, berkreasi, berinovasi serta menguatkan hubungan antar pengguna dengan ikatan sosial.
Perilaku sosial para remaja di SMP Pematang Siantar tidak terbentuk berdasarkan dari menonton konten-konten vlog yang ada pada aplikasi youtube.
Perilaku sosial para remaja masih dalam kategori positif baik dilingkungan keluarga maupun di lingkungan sosial masyarakat mereka. Hal ini disebabkan karena konten-konten vlog yang mereka tonton bukanlah konten-konten vlog yang berbau negatif sehingga dapat mempengaruhi perilaku sosial mereka. Hal ini sesuai berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan peneliti pada tabel 4.15 yang menjelaskan bahwa siswa SMP di Taman Siswa Pematang Siantar tidak menonton konten vlog yang isinya sara akan pornografi. Mereka hanya menonton konten-konten vlog yang berisi tentang idola dan kebutuhan mereka saja. Selain itu, pada tabel 4.16 juga menjelaskan bahwa konten vlog yang mereka tonton meskipun berbau hal-hal yang negatif tetapi tidak mempengaruhi perilaku mereka. Karena sikap dan pergaulan para siswa masih dikontrol oleh orang tua.
Ini juga dijelaskan pada tabel 4.21, dimana ketika para siswa SMP di Taman Siswa Pematang Siantar melihat konten-konten vlog yang berbau negatif, maka orang tua akan menghukum mereka. Meskipun sebagian siswa menyatakan orang tua mereka tidak mengetahui konten-konten video yang mereka tonton karena mereka menggunakan handphone sendiri, namun secara keseluruhan peran serta orang tua masih ada pada sebagian siswa untuk memantau sikap dan perilaku anak.
Selain itu, pada tabel 4.22, juga menjelaskan bahwa para siswa masih dalam kontrol orang tua, yang mana bila mereka terlalu sering menonton konten vlog pada aplikasi youtube dibandingkan dengan belajar maka mereka akan mendapat hukuman dari orang tua.
Adapun wujud atau perilaku sosial yang diterapkan oleh para remaja tersebut adalah meniru apa yang mereka lihat untuk diri mereka seperti, seperti meniru gaya, fashion, dari idola mereka, meniru cara bermain game online yang di tutorialkan oleh para gamers, tutorial cara mengerjakan tugas-tugas sekolah dan lain sebagainya. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti pada tabel 4.17, yang menjelaskan bahwa hal-hal yang kerap kali ditiru oleh siswa SMP di Taman Siswa Pematang Siantar dengan sering menonton konten vlog pada aplikasi youtube adalah gaya/fashion yang dikenakan oleh para youtuber tersebut.
Dengan melihat tutorial-tutorial atau fashion yang digunakan menginspirasi para siswa untuk mengikuti gaya para youtuber tersebut. Selain itu, pada tabel 4.18, juga menjelaskan bahwa pada tutorial game online, sebagian siswa juga cenderung mengalami perubahan perilaku, seperti menjadi kecanduan bermain game online karena pada konten vlog tutorial dijelaskan cara bermain yang baik sehingga
menyebabkan para siswa terutama siswa laki-laki menjadi penarasan untuk memainkan game online.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dijabarkan, maka dapat diketahui bahwa para remaja menganggap hal-hal yang ditontonnya adalah hal-hal yang dapat membantu dirinya dalam menemukan apa yang ia cari, seperti tutorial, pembelajaran, dan keterampilan yang mereka gunakan untuk pengembangan diri. Kemudian, perilaku yang diperlihatkan para remaja disini juga kearah yang positif dan tidak mengganggu perilaku sosial mereka kearah yang negatif. Perilaku sosial yang ditunjukkan adalah tindakan meniru informasi yang mereka terima setelah menonton konten vlog dalam youtube seorang kreator.
Hal ini sejalan dengan pendapat Krecth et al dalam Makmun (2003: 104) yang menjelaskan bahwa perilaku sosial individu yang mengikuti apa yang mereka lihat berkaitan dengan kesukaan dan kepercayaan terhadap orang lain adalah kecenderungan sosiometrik (sociometric disposition). Kemudian sebuah kecenderungan perlaku sosial yang berkaitan dengan ekspresi diri atau menonjolkan kebiasaan-kebiaan yang khas atau fashion disebut dengan kecenderungan ekspresi (expresions disposition).
Maka dari itu, bentuk perilaku sosial remaja masih belum dapat dilihat dengan jelas, karena konten-konten yang ditonton oleh remaja adalah konten-konten yang berisi tentang informasi yang mereka butuhkan untuk diri sendiri, pendidikan, keterampilan dan pengembangan diri mereka sesuai dengan hobi dan bakat. Hal ini sesuai dengan pendapat Notoatmodjo (2011) yang menjelaskan bahwa perilaku tertutup (covert behavior) merupakan respon stimulus seseorang yang masih
terbatas kepada perhatian, persepsi, pengetahuan, dan kesadaran sikap bagi seseorang yang menerima stimulus tersebut namun belum dapat diamati secara jelas oleh orang lain.
Dari hasil penelitian dan teori-teori dari para ahli maka dapat disimpulkan bahwa perilaku sosial siswa siswi SMP Taman Siswa Pematang Siantar terkait dengan menonton konten vlog dalam youtube adalah perilaku sosial positif.
Perilaku sosial lebih mengarah kepada perilaku sosial individu yang sifatnya sosiometrik dan ekspresi, dimana setelah menonton konten vlog, para siswa meniru apa yang mereka tonton, seperti tutorial berhijab, tutorial keterampilan, tutorial pembelajaran sekolah, tutorial bermain game online dan lain sebagainya. Menonton konten vlog dalam youtube dilakukan siswa siswi SMP Pematang Siantar sebagai sarana mendapatkan informasi yang dibutuhkan dan pengembangan diri mereka.