HASIL UJI AUTOKORELASI
E. Pembahasan Hasil Penelitian
Pembahasan penelitian dikembangkan berdasar-kan temuan-temuan dari hasil pengolahan data. Berdasarkan analisis des-kriptif menunjukkan bahwa Konstribusi kompetensi profesional dan didiplin kerja terhadap kinerja guru pada umumnya berada pada kategori sedang.Kenyataan ini menunjukkan bahwa terdapat korelasi Konstribusi kompetensi profesional dan didiplin kerja terhadap kinerja guru baik secara terpisah (parsial) maupun secara bersama-sama (simul-tan).Hal ini diperkuat dari hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa ketiga hipotesis yang diajukan dalam penelitian diterima. Berikut akan diuraikan secara menyeluruh (holistic) sehingga muncul makna yang sebenarnya dari temuan tersebut. Adapun temuan-temuan yang diperoleh dalam tulisan ini adalah:
Pertama, terdapat kontribusi Konstribusi
134
Sekota Tanjungpinang Kepulauan Riau. Kekuatan berkonstibusikompetensi profesional terhadap kinerja guru SMA Negeri Sekota Tanjungpinang Kepulauan Riau adalah berkorelasi sebesar 0,880 yang berkontri-busi cukup tinggi.Untuk itu diharapkan kepada guru SMA Negeri se-Kota Tanjungpinang untuk meningkat-kan kinerja guru dalam menjalanmeningkat-kan tugas dengan penuh pengabdian dan dedikasi yang tinggi dalam memberikan pelayanan kepada peserta didik, masyara-kat dan terus meningmasyara-katkan kompetensi agar dapat menciptakan generasi yang berkualitas sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.
Berdasarkan Uji-t diperoleh hasil bahwa nilai
t-statistik sebesar 13,780 dengan tingkat signifikansi 0,000. Karena t-statistik> t-tabel yaitu 13,780 >1,658 dan tingkat signifikansi lebih besar dari 0.05.Nilai t-statistik bertanda positif, maka secara parsial variabel kompetensi profesional berpengaruh positif terhadap kinerja guru.Dengan demikian H1 diterima. Dengan demikian, Semakin tinggi kompetensi profesional bagi guru semakin tinggi pula kinerja guru.
Kedua, terdapat kontribusi disiplin kerja terhadap
Kepulauan Riau. Kekuatan pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru SMA Negeri Sekota Tanjung pinang Kepulauan Riau adalah berkorelasi sebesar 0,468 yang berkontribusi tinggi. Untuk itu para guru SMA Negeri Sekota Tanjungpinang Kepulauan Riau diharapkan mempertahankan kinerjanya dalam menja-lankan tugasnya, karena seorang guru yang memiliki kinerja yang tinggi terhadap organisasi akan memperli-hatkan performansi kerja yang tinggi pula. Untuk itu guru harus menjaga kedisiplinannya, karea disiplin kerja merupakan seperangkat prioritas ketertiban kerja, yang dipersepsikan guru secara langsung atau tidak langsung. Disiplin kerja merupakan keseluruhan harapan, pendapat, dan pengalaman yang dirasakan guru berkenaan dengan ketertiban kerjanya. Oleh karna itu, guru harus bisa menjaga kedisiplinan agar kinerja-nya terhadap sekolah terus meningkat.
Berdasarkan Uji-t diperoleh hasil bahwa nilai
t-statistik sebesar 4,793 dengan tingkat signifikansi 0,000.Karena t-statistik> t-tabel yaitu 4,793 >1.658 dan tingkat signifikansi lebih besar dari 0.05, maka secara parsial variabel disiplin kerja berpengaruh terhadap kinerja guru.Dengan demikian H2 di terima. Dengan
136
demikian, semakin tinggi disiplin kerja maka akan meningkatkan kinerja guru untuk sekolah.
Ketiga, terdapat kontribusi kompetensi profesional
dan disiplin kerja secara bersama-sama terhadap kinerja guru di SMA Negeri Sekota Tanjungpinang Kepulauan Riau. Korelasi dari ketiga variabel tersebut adalah sebesar 17,572 Hal ini menunjukkan korelasi yang cukup tinggi atau kuat dan perlu dipertahankan atau ditingkatkan lagi. Salah satu upaya untuk mening-katkan kinerja guru adalah menerapkan disiplin kerja yang teratur dan terarah serta memiliki konstribusi yang positif tentang kompetensi profesional di sekolah. Kontribusi kompetensi profesional dandisiplin kerja terhadap kinerja guru SMA Negeri Sekota Tanjung-pinang Kepulauan Riau secara bersama-sama adalah sebesar 84,6%, ini merupakan kontribusi cukup besar.
Berdasarkan uraian di atas menunjukkan bahwa ada konstribusi kompetensi profesional dan disiplin kerja terhadap kinerja guru SMA Negeri Sekota Tanjungpinang Kepulauan Riau baik secara korelasi sederhana maupun korelasi berganda menunjukkan pengaruh positif atau signifikan dengan nilai korelasi
begitu pula dengan uji regresi sederhana dan regresi berganda.
Kay A. Norlander-Case mengemukakan bahwa guru profesional harus berfikiran terbuka apalagi telah memilih menjadi pendidik dan benar-benar percaya bahwa mereka tidak akan mengembangkan anak-anak agar menjadi warga negara dalam demokrasi tanpa lebih dahulu mendidik guru agar mengikuti tradisi bertanya dan memahami orang lain. Memiliki kapasitas untuk membimbing, memahami tanggung jawab dan nilai-nilai demokrasi serta berkomitmen menetapkan prinsip-prinsip moral yang menjadi landasan profesi mengajar. Selain itu, dalam menjaankan tugas dan kewajibannya guru sebagai tenaga profesional juga harus menerapkan disiplin kerja yang baik atau men-dukung agar seluruh pekerjaannya dapat terselesaikan dengan seeefektif dan seefisien mungkin.78
Tanggung jawab keguruan yang lahir dari kinerja adalah tanggung jawab yang tidak hanya dialamatkan kepada manusia, akan tetapi juga dipertanggung jawabkan dihadapan Allah SWT. Jadi, pertanggung jawaban terhadap profesi dalam pandangan Islam tidak
138
hanya bersifat horizontal-formal sesama manusia, tetapi juga bersifat vertikal-moral, yakni taggung jawab terhadap Allah SWT. Karena seorang guru harus melahirkan prinsip-prinsip mengajar seperti ikhlas, demokratis, dan lembut terhadap anak didik.79 Oleh karena itu, dengan memiliki komitmen afektif, guru akan melahirkan prinsip keikhlasan dan tanggung jawab bagi guru untuk sekolah.
Guru harus peka terhadap perubahan keadaan dan tanggap terhadap berbagai informasi dan perkem-bangan teknologi. Hal ini sebagaimana diungkapkan Moh. Uzer Usman bahwa guru harus peka dan tanggap terhadap perubahan-perubahan, pembaharuan serta ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berkem-bang sejalan dengan tuntutan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman.80 Disinilah tugas guru untuk senantiasa meningkatkan kualitas pendidikan-nya sehingga apa yang diberikan kepada peserta didik tidak terlalu ketinggalan dengan perkembangan dan kemajuan zaman. Oleh karena itu, para guru SMA Negeri Sekota Tanjungpinang Kepulauan Riau harus
79Kadar M. Yusuf, Lok-Cit.
80Moh. Uzer Usman, Menjadi Guru Profesional, Bandung: PT. Rosdakarya, 2010, h. 3
lebih meningkatkan dan mempertahankan daya krea-tifitas dan inovasinya dalam bidang pendidikan ter-utama yang berkaitan dengan tugas mengajar.