• Tidak ada hasil yang ditemukan

KASI PENYUSUNAN PROGRAM PERENCANAAN

C. Pembahasan hasil penelitian

Penelitian ini menggunakan dua variabel yaitu variabel terikat Kinerja Pegawai dan variabel bebas Manajemen Mutu Sumber Daya Manusia. Manajemen Mutu sumber daya manusia merupakan salah satu faktor penting dalam suatu organisasi atau perusahaan, karena manajemen mutu sumber daya manusia salah satu yang dapat mempengaruhi kinerja pegawai, disamping faktor lain seperti aktivitas dan modal oleh karena itu sumber daya manusia harus dikelolah dengan baik untuk meningkatkan efektifitas dan efesiensi organisasi, sebagai salah satu fungsi dalam organisasi yang dikenal dengan manajemen mutu sumber daya manusia.

Indikator yang dijadikan gambaran tentang manajemen mutu sumber daya manusia terdiri dari mutu potensi diri yang mencakup tentang pandangan seorang seseorang mengenai mutu potensi diri, misalnya setiap pegawai dapat memahami bidang pekerjaan.

Kinerja pegawai merupakan tingkat dimana seorang pegawai mencapai persyaratan pekerjaan, kinerja merujuk pada pencapaian tujuan pegawai atas tugas yang diberikan kepadanya. Setiap tujuan mengenai bagaimana seseorang berperilaku dalam melaksanakan tugasnya menunjukkan bahwa dia berperan dalam melaksanakan tugasnya menunjukkan bahwa mereka berperan dalam organisasi. Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja pegawai yaitu faktor internal (pribadi) dan faktor eksternal (lingkungan), faktor internal (pribadi) kinerja akan lebih baik jika didukung kemampuan tinggi dan kerja keras dari pegawai, dan kinerja akan menjadi buruk jika kemampuan rendah dan

upaya yang dilakukan sedikit. Sedangkan faktor eksternal (lingkungan) kinerja akan lebih baik jika didukung oleh mudahnya suatu pekerjaan, bantuan dari rekan kerja dan karena pimpinan yang baik. Sedangkan faktor eksternal yaitu kinerja buruk dihasilkan oleh pekerjaan sulit, rekan kerja tidak produktif dan pipinan.

Menentukan persamaan analisis regersi linear sederhana, sebelumnya telah dilakukan uji validitas yang dimana semua angket dari kuesioner dari variabel X yaitu Manajemen Mutu Sumber Daya Manusia dan variabel Y yaitu Kinerja Pegawai dinyatakan valid setelah memperoleh data dan menganalisis dengan menggunakan SPSS. Untuk meyakinkan item-item angket Manajemen Mutu Sumber Daya Manusia dan Kinerja Pegawai kembali dilakukan pegujian reliabilitas dimana tebukti bahwa item-item dari kuesioner variabel X Manajemen Mutu Sumber Daya Manusia Dan Variabel Y Kinerja Pegawai dikatakan reliable karena nilai alpha lebih besar dari rtabel. Hasil regresi linear sederhana telah dkelolah dan dianalisis menggunakan aplikasi SPSS maka diperoleh persamaan Y=15,743+

0,380X dimana menunjukkan a=15,743, angka tersebut menunjukkan kinerja pegawai apabila manajemen mutu berjalan dengan baik instansi dan b= - 0,380, artinya jika nilai Manajemen Mutu Sumber Daya Manusia dalam instansi mengalami penigkatan maka nilai Kinerja Pegawai akan menurun.

Sehingga dikatakan bahwa manajemen mutu sumber daya manusia mempunyai pengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai pada Kantor Dinas Koperasi Dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi Sulawesi Selatan. Kemudian dari analisis yang dilakukan juga menjelaskan

bahwa Manajemen Mutu Sumber Daya Manusia dalam instansi berpengaruh positif dan singnifikan.

Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Andreas Suwani, Sry Maryumi, Abdul Rahim (2014) yang menyatakan bahwa manajemen mutu sumber daya manusia berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Pengaruh ini memiliki arti yaitu semakin rendah manajemen mutu sumber daya manusia semakin tinggi pula kinerja pegawainya.

Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Tiwi Hartanti (2020) yang menunjukkan bahwa manajemen sumber daya manusia terbukti dapat berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kinerja karyawan hal ini telah dibuktikan kenaikan jumlah nasabah dari tahun ketahun dan dengan adanya penerapan manajemen BPRS MITRA Agro Usahaa Bandar Lampung.

Dan hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Meidy Bugies Sapoetra (2021) adanya pengembangan sumber daya manusia memiliki efek positif dalam kinerja pegawai perum bulog.

BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh manajemen mutu sumber daya manusia terhadap kinerja pegawai di Kantor Dinas Koperasi Dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi Sulawesi Selatan.

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan hasil penelitian kuesioner yang diukur menggunakan skala likert, observasi, dokumentasi, studi pustaka sebelumnya dilakukan di Kantor Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi Sulawesi selatan.

Kuesioner dibagikan kepada para responden yang merupakan pegawai Kantor Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi Sulawesi selatan. Berdasarkan analisis pada bab sebelumya dapat diambil kesimpulan bahwa koefisien nilai regresi linear sederhana Y= 15,743+0,380X dan bernilai positif sehingga dikatakan manajemen mutu sumber daya manusia terhadap kinerja pegawai positif dan nilai signifikan 0,002 < 0,05 sehingga dapat dikatakan signifikan. Pada pengujian uji t, nilai thitung yang didapatkan sebesar 3,294 dan nilai ttabel

sebesar 1,671 (df) 48 yang menunjukkan hasil 3,294 > 1,671 dan nilai signifikan 0,02 < 0,05, dan pada pengujian f, nilai ftabel yang didapatkan sebesar 10,853 dan nilai signifikan yang dihasilkan sebesar 0,02 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa manajemen mutu sumber daya manusia berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada

Kantor Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Ukm) Provinsi Sulawes Selatan.

B. Saran

Berdasarkan kesimpulan hasil analisis dan pembahasan yang diperoleh, berikut ini beberapa saran dari penelitian yang mungkin dapat bermanfaat:

1) Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi Sulawesi Selatan hendaknya melakukan pembinaan kepada pengawainya melalui manajemen mutu sumber daya manusia dengan kinerja pegawai di kantor tersebut, karena terdapat pengaruh antara manajemen mutu sumber daya manusia Dengan kinerja pegawai di kantor tersebut. Kepada pegawai khususnya pegawai di Kantor Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Provinsi Sulawesi Selatan lebih meningkatkan semangat manajemen mutu sumber daya manusia untuk menhasilkan kinerja yang diinginkan.

2) Pembinaan manajemen yang lebih insentif seperti mengadakan Pendidikan dan pelatihan yang relevan dengan bidang tugas pokok dan fungsi pengawai yang ada diharapkan dapat memberikan pengaruh yang lebih besar terhadap khsusnya pada pengawai di jajaran Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi Sulawesi Selatan.

Dokumen terkait