• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN 31

G. Pembahasan Hasil Penelitian

Berdasarkan hasil analisis nilai tes keterampilan membaca untuk menemukan kalimat utama pada mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas IV semester genap SDN Cempaka Putih 1 Kota Tangerang Selatan tahun pelajaran 2013/2014 yang telah dibagi menjadi kelas eksperimen dan kelas kontrol menunjukkan bahwa kedua kelas tersebut adalah homogen. Hal ini berarti bahwa data berdistribusi normal dan memiliki varian yang tidak berbeda secara signifikan. Sehingga menunjukkan bahwa kondisi awal siswa sebelum diberi perlakuan masih dalam kondisi sama. Kelompok eksperimen adalah kelas yang diberikan perlakuan dengan menggunakan teknik membaca cepat dan kelompok kontrol adalah kelas yang menggunakan metode konvensional yang biasa guru lakukan dalam kegiatan pembelajaran. Setelah diberi perlakuan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dilakukan tes keterampilan membaca untuk menemukan kalimat utama pada isi teks bacaan. Pembelajaran ini dilakukan dalam 4 kali pertemuan yaitu 2 kali pertemuan untuk melakukan proses pembelajaran dengan menggunakan teknik membaca cepat untuk menemukan kalimat utama dan 2 kali pertemuan untuk melakukan pretest dan posttest.

Pembelajaran dengan teknik membaca cepat yang telah dilakukan dapat memberikan pengalaman dan motivasi siswa dalam membaca sehingga siswa membaca tidak hanya sekedar membaca tetapi siswa membaca dapat memahami isi teks bacaan yang dibaca, terutama dalam menemukan kalimat utama pada tiap paragraf. Hasil yang lebih baik didapatkan pada kelompok eksperimen yang menggunakan teknik membaca cepat untuk menemukan kalimat utama pada tiap

paragraf. Hal ini dapat dilihat dari siswa yang mudah menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan guru berkaitan dengan bacaan. Dalam pembelajaran bahasa Indonesia ini, siswa banyak diberi bacaan berupa teks yang harus mereka pahami isi dari cerita tersebut dan dapat menentukan kalimat utama pada tiap paragraf. Mereka belajar memahami bacaan untuk menemukan kalimat utama bersama dengan teman-teman sekelasnya dengan menggunakan teknik membaca cepat.

Dalam penggunaan teknik membaca cepat ini siswa juga dilatih untuk membaca pada kelompok-kelompok kata dengan menghindari membaca kata demi kata, untuk tidak mengulangi kalimat yang telah dibaca, untuk tidak selalu berhenti lama di awal baris atau kalimat, berhentilah agak lama di akhir-akhir bab atau subbab dan bila ada judul baru, mencari kata-kata kunci yang menjadi tanda awal dari adanya gagasan utama/kalimat utama sebuah kalimat, kemudian abaikan saja kata-kata tugas yang sifatnya berulang-ulang seperti: “yang, di,dari, pada, se,

dan sebagainya.” Dan siswa dapat mengefisienkan waktu dalam membaca dengan baik, misalnya ketika siswa membaca untuk menemukan kalimat utama/ide pokok pada tiap paragraf dan dengan menggunakan teknik membaca cepat. Penggunaan teknik membaca cepat dalam proses pembelajaran dapat meningkatkan keterampilan membaca siswa karena dengan menerapkan teknik membaca cepat, siswa tidak merasa jenuh sehingga dapat memotivasi dan melibatkan secara aktif dalam proses pembelajaran. Akan tetapi dalam penelitian ini, peneliti mengalami beberapa kendala yaitu berkaitan dengan pengaturan waktu karena di dalam pembelajaran dengan menggunakan teknik membaca cepat membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menyelesaikannya. Selain itu juga terkait dengan pengelolaan kelas dan pengorganisasian siswa, ada beberapa siswa yang masih malas untuk membaca teks bacaan dan malas untuk memahami isi bacaan dalam menemukan kalimat utama pada tiap paragraf.

Pada kelompok kontrol yaitu pada kelas IVB SDN Cempaka Putih 1 Kota Tangerang Selatan yang kegiatan pembelajarannya menggunakan metode konvensional. Peran guru lebih aktif daripada siswa dikarenakan guru yang lebih banyak menyampaikan materi sehingga guru menjadi pusat dalam pembelajaran dengan menggunakan metode konvensional. Keaktifan siswa dalam kegiatan

proses pembelajaran menjadi kurang efektif karena metode pembelajaran ini merupakan pembelajaran yang berpusat pada guru. Guru memberikan penjelasan tentang materi, mengelola dan mempersiapkan bahan ajar, kemudian menyampaikan kepada siswa. Siswa berperan pasif tanpa banyak melakukan kegiatan, mereka hanya duduk diam mendengarkan penjelasan guru. Penggunaan metode pembelajaran konvensional lebih monoton dibandingkan dengan menggunakan teknik membaca cepat. Hal ini mengakibatkan pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki siswa akan terbatas pada apa yang diberikan guru. Dalam proses pembelajaran pun ditemukan beberapa siswa lebih memilih berbicara dengan teman sebangku dan ada pula siswa yang mengganggu temannya. Hal tersebut mengakibatkan siswa kurang dapat menangkap dan menerima materi yang disampaikan guru, sehingga berpengaruh pada hasil belajar yang kurang maksimal.

Dari hasil penelitian dan pengolahan data dapat diketahui bahwa hasil tes keterampilan membaca terhadap penemuan kalimat utama pada tiap paragraf siswa kelompok eksperimen lebih baik dibandingkan dengan siswa kelompok kontrol. Secara umum adanya perbedaan keterampilan membaca terhadap penemuan kalimat utama antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dikarenakan pada kelompok eksperimen diterapkan teknik membaca cepat terhadap penemuan kalimat utama pada tiap paragraf. Keterampilan siswa dalam membaca cepat terhadap penemuan kalimat utama pada tiap paragraf pada siswa kelas IV SDN Cempaka Putih 1 Kota Tangerang Selatan.

Hasil pengolahan data pada nilai posttest kelompok eksperimen dan kontrol yang sudah di analisis menunjukkan hasil yang sangat signifikan dengan probabilitas di bawah 0,05 yaitu 0,004, yang berarti bahwa perlakuan yang diberikan pada kelompok eksperimen yaitu penggunaan teknik membaca cepat berpengaruh terhadap keterampilan membaca pemahaman siswa. Hal ini juga ditunjukan dari nilai rata-rata pretest kelas eksperimen adalah sebesar 53,7500, setelah diberi perlakuan dengan teknik membaca cepat nilai posttest kelas eksperimen mengalami peningkatan menjadi 67,6136. Hasil nilai rata-rata pretest

pembelajaran konvensional nilai posttest kelas kontrol mengalami peningkatan menjadi 60,6818. Dari perhitungan nilai rata-rata tersebut, hasil tes kelas eksperimen mengalami peningkatan sebesar 13,8636%, sedangkan hasil tes kelas kontrol mengalami peningkatan sebesar 18,9773%.

Berdasarkan hasil perhitungan statistik di atas, maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan teknik membaca cepat yang dilakukan pada kelompok eksperimen berpengaruh terhadap keterampilan membaca terhadap penemuan kalimat utama tiap paragraf pada siswa kelas IV semester genap SDN Cempaka Putih 1 Kota Tangerang Selatan tahun pelajaran 2013/2014.

BAB V PENUTUP

A. Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penerapan teknik membaca cepat terhadap penemuan kalimat utama pada siswa kelas IV SDN Cempaka Putih 1 Kota Tangerang Selatan. Hal ini dilihat dari perbandingan nilai rata-rata hasil pretest-posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol. Rata-rata pretest yang diperoleh kelas eksperimen yaitu 53.7500. Sementara itu, nilai rata-rata pretest yang diperoleh kelas kontrol yaitu 41.7045. Setelah dilakukan tindakan pada kedua kelas, yaitu kelas eksperimen dengan penerapan teknik membaca cepat sedangkan pada kelas kontrol menggunakan pembelajaran konvesional yang sudah biasa dilakukan guru dalam pembelajaran. Sehingga diperoleh nilai rata-rata posttest kelas eksperimen yaitu 67.6136, sedangkan nilai rata-rata posttest yang diperoleh kelas kontrol yaitu 60.6818.

Demikian juga berdasarkan hasil perhitungan uji-t atau uji hipotesis yang dilakukan pada nilai posttest kedua kelompok, yaitu eksperimen dan kontrol dengan menggunakan bantuan SPSS 20.0 for Windows yang menghasilkan nilai probablitas pada signifikansi (2-tailed) adalah 0,004. Sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 diterima dan H0 ditolak, karena H1 dapat diterima jika < 0,05. Dari data menunjukkan bahwa 0,004 < 0,05.

B. Saran

Berdasarkan pada hasil penelitian, maka peneliti dapat memberikan saran yang dapat dipergunakan sebagai bahan pertimbangan dan sekaligus bahan uraian penutup skripsi ini adalah:

1. Teoretis

Hasil penelitian ini diharapkan dapat mengembangkan kajian ilmu pengetahuan dan menambah wawasan khususnya mengenai penerapan teknik membaca cepat terhadap penemuan kalimat utama.

2. Praktis

a. Bagi Peneliti

Penelitian ini menjadi pengalaman sebagai masukan sekaligus sebagai pengetahuan dalam mengetahui penerapan teknik membaca cepat terhadap penemuan kalimat utama.

b. Bagi Sekolah

Meningkatkan mutu pendidikan pada sekolah yang bersangkutan terkait dengan pengembangan keterampilan berbahasa khususnya dalam menemukan kalimat utama dengan menggunakan teknik membaca cepat.

c. Bagi Guru

Memberi pengetahuan baru kepada guru bahwa teknik membaca cepat merupakan salah satu teknik untuk meningkatkan keterampilan membaca cepat siswa sehingga nantinya dapat menjadi alternatif teknik membaca yang dapat diterapkan di dalam kelas.

d. Bagi siswa

Dapat menambah pengetahuan siswa dalam meningkatkan keterampilan membaca pada teknik membaca cepat terhadap penemuan kalimat utama. Manfaat bagi pendidikan, melalui penelitian diharapkan dapat menjadi renungan bagi pihak-pihak yang bertanggung jawab dengan pelaksana, agar dapat menyuguhkan pendidikan yang lebih berkualitas.

DAFTAR PUSTAKA

Anindyarini, Atikah dan Sri Ningsih, Bahasa Indonesia Untuk SMP/MTS Kelas VII,

Jakarta: Depdiknas, 2008.

Arifin, Zainal, Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2011.

Aritonang, Keke T, “Meningkatkan Kemampuan Siswa dalam Membaca Cepat“,

Jurnal Pendidikan Penabur, 2006.

Budinuryanta, dkk, Pengajaran Keterampilan Berbahasa, Jakarta: Universitas Terbuka, 2008.

Cahyani, Isah, dkk. Kemampuan Berbahasa Indonesia di SD, Bandung: Upi Press, 2008.

Dalman, Keterampilan Membaca, Jakarta: Rajawali Pers, 2013.

Fikri, “Ciri-Ciri Kalimat Utama”, http://fikriisgood.blogspot.com, 4 Februari 2014, pkl 20.53 WIB.

Hernowo, Quantum Reading: Cara Cepat dan Bermanfaat untuk Merangsang Munculnya Potensi Membaca, Bandung: Mizan Learning Center, 2003.

Jannah, Salma Faizatul, “Menentukan Kalimat Utama dalam Paragraf”, dari http://salmafaizatuljannah.blogspot.com, 4 Februari 2014, 20.15 WIB.

Kholid Harras, dkk, Membaca I, Jakarta: Universitas Terbuka, ed 1, cet Ke-2. 2007. Laksono, Kisyani, dkk, Membaca 2, Jakarta: Universitas Terbuka, 2007.

Rahardi, Kunjana, Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi, Jakarta: Erlangga, 2009.

Resmini, Novi, dan Dadan juanda, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Kelas Tinggi, Bandung: UPI press, 2007.

Resmini, Novi, dkk, Membaca dan Menulis di Sekolah Dasar Teori dan Pengajarannya, Bandung: UPI press, 2006.

Saddhono, Kundharu, Meningkatkan Keterampilan Berbahasa Indonesia, Bandung: CV. Karya Putra Darwati, 2012.

Soedarso, Speed Reading, Sistem Membaca Cepat dan Efektif, Jakarta: Gramedia, 1999.

Sugono, Dendy, Buku Praktis Bahasa Indonesia, Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional, ed. 2, 2005.

Sukmadinata, Nana Saodih, Metode Penelitian Pendiidkan, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, Cet. Ke-VIII.

Sunardi, “Kemahiran Membaca Cepat Siswa Kelas XI Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Bintan Tahun Pelajaran”, Artikel e-Jurnal, 2012/2013, 2013.

Suryabrata, Sumadi, Metodologi Penelitian, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2006.

Tarigan, Henry Guntur, Membaca Ekspresif, Bandung: Angkasa, 1987.

, Membaca Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa, Bandung: Angkasa Bandung, 2008.

, Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa, Bandung: Angkasa, Bandung, 2008.

Tarigan, Jago, Pendidikan Keterampilan Berbahasa, Jakarta: UT, 2005. Widyamartaya, A, Seni Membaca untuk Studi, Yogyakarta: Kanisius, 1992.

Warni, ”Membaca Cepat “ http://ibuwarni.blogspot.com diakses, 13 September 2014, 13.37 WIB.

Yamin, H. Martinis, Kiat Membelajarkan Siswa, Cipayung Ciputat: Gaung Persada Press Jakarta, 2010.

(KELAS EKSPERIMEN)

MATA PELAJARAN : Bahasa Indonesia

KELAS/SEMESTER : IV (Empat)/2 (Dua)

PERTEMUAN KE- : 1 (Pertama)

ALOKASI WAKTU : 2 x 35 Menit

STANDAR KOMPETENSI : (Membaca)

7. Memahami teks melalui membaca intensif, membaca nyaring, dan membaca pantun.

A. KOMPETENSI DASAR

7.1 Menemukan kalimat utama pada tiap paragraf melalui membaca intensif B. INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI PEMBELAJARAN

1. Menjelaskan pengertian kalimat utama 2. Menyebutkan jenis-jenis paragraf 3. Menjelaskan jenis-jenis paragraf

4. Membedakan kalimat utama di awal dan di akhir paragraf 5. Menjelaskan ciri-ciri kalimat utama

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

1. Melalui penyampaian materi (kalimat utama) dan penugasan, siswa dapat menjelaskan pengertian kalimat utama

2. Melalui penyampaian materi (kalimat utama) dan penugasan, siswa dapat menyebutkan jenis-jenis paragraf

3. Melalui penyampaian materi (kalimat utama) dan penugasan, siswa dapat menjelaskan jenis-jenis paragraf

4. Melalui penyampaian materi (kalimat utama) dan penugasan, siswa dapat Membedakan kalimat utama di awal dan di akhir paragraf

5. Melalui penyampaian materi (kalimat utama) dan penugasan, siswa dapat menjelaskan ciri-ciri kalimat utama

Kalimat utama pada tiap paragraf  Materi Ajar

1. Kalimat utama adalah kalimat yang di dalamnya terdapat ide pokok paragraf. Kalimat utama juga sering disebut sebagai kalimat topik

2. Jenis-jenis paragraf:

a. Kalimat Utama di Awal Paragraf

Kalimat utama yang ada di awal paragraf demikian itu, perincian dan jabaran bagi kalimat utama tersebut akan menyertainya pada kalimat-kalimat yang berikutnya. Biasanya kalimat-kalimat-kalimat-kalimat yang menyertai kalimat utama yang berada di awal paragraf itu akan berupa perincian-perincian, contoh-contoh, keterangan-keterangan, deskripsi dan analisis. Alur pikiran yang lazim diterapkan dalam paragraf dengan kalimat utama yang berada di awal paragraf demikian adalah alur piker deduktif.

b. Kalimat Utama di Akhir Paragraf

Kalimat pokok yang yang tempatnya di akhir paragraf terlebih dahuli di awali dengan kalimat-kalimat penjelas. Kalimat-kalimat penjelas itu dapat berupa perincian-perincian, analisis dan deskripsi, contoh-contoh, dan sejumlah pemaparan serta argumentasi. Dengan demikian dapat ditegaskan bahwa kalimat topik yang berada di akhir paragraf itu fungsinya yang paling utama adalah untuk menyimpulkan. Alur pikir yang lazim diterapkan adalah alur pikir induktif.

c. Kalimat Utama di dalam Paragraf

Kalimat utama juga dimungkinkan terdapat dalam paragraf. Paragraf ini disebut disebut sebagai paragraf ineratif. Jadi, di dalam paragraf model ineratif ini, kalimat utama yang terdapat di tengah paragraf.

d. Kalimat Utama di Awal dan di Akhir Paragraf

Bilamana dikaitkan dengan alur pikir, paragraf yang kalimat utamanya di awal disebut sebagai deduktif, kalimat utama yang terletak di akhir paragraf desebut sebagai induktif. Kemudian paragraf yang kalimat

e. Kalimat Utama Tersirat

Sebuah paragraf dalam bahasa Indonesia itu tidak secara kasat mata menunjukkan kalimat utamanya. Akan tetapi, harus tetap dicatat bahwa rumusan kalimat utama itu sesungguhnya berada dibalik paragraf itu. 3. Ciri-ciri kalimat utama

a. Kalimat bersifat umum.

b. Kalimat tersebut dijelaskan oleh kalimat lain.

c. Kalimat tersebut memuat kata kunci yang diulang pada kalimat berikutnya.

d. Kalimat tersebut mempunyai koherensi dengan kalimat lain (koherensi = kesinambungan)

Tanda-tanda koherensi: 1) Pengulangan kata kunci. 2) Adanya kata ganti.

3) Adanya kata tugas (kata penghubung, kata sambung, dsb).

e. Apabila paragraf tersebut paragraf induktif, kalimat terakhir berupa kesimpulan yang ditandai dengan kata jadi, memang demikian, yang penting, intinya, pokoknya, pada dasarnya, dan sejenisnya.

E. TEKNIK PEMBELAJARAN Teknik pembelajaran membaca cepat

1) Biasakan untuk membaca pada kelompok-kelompok kata. Hindari membaca kata demi kata.

2) Jangan mengulang-ulang kalimat yang telah dibaca.

3) Jangan selalu berhenti lama di awal baris atau kalimat. Berhentilah agak lama di akhir-akhir bab atau subbab, atau bila ada judul baru.

4) Cari kata-kata kunci yang menjadi tanda awal dari adanya gagasan utama sebuah kalimat.

6) Jika dalam penulisan bacaan itu dalam bentuk kolom-kolom kecil (seperti surat kabar), arah gerak mata bukan ke samping secara horizontal, tetapi ke bawah (vertikal). Arahkan pandangan bola mata ke bawah lurus.

F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

1. Pendahuluan (7 menit)

Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Nilai Karakter - Mengucapkan salam - Berdo’a - Mengabsen - Menyampaikan tujuan pembelajaran - Melakukan apersepsi dengan melakukan tanya jawab seputar materi yang akan disampaikan - Menjawab salam - Berdo’a - Menjawab absen - Mendengarkan tujuan pembelajaran - Melakukan apersepsi dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh guru seputar materi yang akan disampaikan

Religious Religious Disiplin Rasa ingin tahu

Rasa ingin tahu

2. Kegiatan Inti

Eksplorasi (20 menit)

Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Nilai Karakter - Menjelaskan materi

tentang pengertian kalimat utama, jenis-jenis paragraf, perbedaan kalimat utama di awal dan di

- Mendengarkan penjelasan guru tentang pengertian kalimat utama, jenis-jenis paragraf dan ciri-ciri kalimat utama

Gemar membaca, cinta tanah air

- Menjelaskan langkah-langkah membaca cepat kemudian menerapkannya - Membagi siswa ke dalam 6 kelompok - Menugaskan kepada masing-masing kelompok untuk membaca teks yang sudah dibagikan kemudian membaca dengan serentak sesuai dengan

langkah-langkah membaca cepat yang sudah dijelaskan. - Setelah selesai

membaca teks, siswa menjelaskan pengertian kalimat utama, jenis-jenis paragraf, perbedaan kalimat utama di awal dan di akhir paragraf, dan ciri-ciri kalimat utama, sesuai dengan LKS yang diberikan. - Melaksanakan perintah guru - Berkumpul dengan kelompoknya masing-masing - Setiap kelompok melaksanakan perintah guru dengan seksama.

- Siswa menjelaskan pengertian kalimat utama, jenis-jenis paragraf, dan ciri-ciri kalimat utama, menjelaskan isi kalimat utama pada tiap paragraf sesuai dengan LKS yang diberikan.

Disiplin, rasa ingin tahu, cinta tanah air

Komunikatif, tanggung jawab, demokratis, disiplin

- Memanggil setiap kelompok untuk menyampaikan hasil tugas kelompok - Tiap kelompok menyampaikan hasil tugas kelompok di depan kelas Menghargai prestasi, tanggung jawab, demokratis Konfirmasi (13 menit)

Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Nilai Karakter - Memberikan komentar

dari hasil kegiatan elaborasi

- Memberikan feedback

berupa pertanyaan-pertanyaan seputar materi yang telah disampaikan -Mendengarkan komentar yang diberikan guru -Menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan guru Disiplin Percaya diri 3. Penutup (10 menit)

Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Nilai Karakter - Memberikan evaluasi

kepada siswa - Memberikan

kesimpulan dari materi yang telah dipelajari

- Menutup pembelajaran dengan berdoa bersama

- Mengerjakan evaluasi secara individu - Ikut serta

memberikan kesimpulan dari materi yang telah dipelajari

- Berdoa bersama

Jujur, percaya diri

Komunikatif, percaya diri

Religious

G. SUMBER BELAJAR

1. 2. 3. 4. Menjelaskan pengertian kalimat utama Menyebutkan jenis-jenis paragraf Menjelaskan jenis-jenis paragraf Menjelaskan ciri-ciri kalimat utama Tes & Non Tes Tulisan & Lisan Terlampir

Mengetahui, Jakarta, 18 Maret 2014

Guru Mata Pelajaran Peneliti

Aminah, S.Pd. Hilma Silmy

NIP. 194040919880032007 NIM. 1110018300043

Mengetahui,

Kepala SDN Cempaka Putih 1

Sarmili, S.Pd.

BERKUNJUNG KE PANTI ASUHAN, YUK!

Panti artinya rumah. Jadi, panti asuhan artinya rumah tempat pengauh. Kebanyakan penghuni panti asuhan adalah anak-anak yatim piatu.

Biasanya, panti asuhan dikelola oleh lembaga sosial yang tidak mencari untung. Lembaga sosial itu menampung, merawat, dan mendidik anak-anak yang tidak dirawat oleh orang tuanya.

Hidup di panti asuhan tanpa kehadiran orang tua, tentu bukan pilihan beberapa teman yang terpaksa tinggal di panti asuhan. Akan tetapi, coba perhatikan teman-temanmu yang tinggal di panti asuhan, mereka selalu semangat dan tetap belajar dengan tekun.

Kelas :

__________________________________________________________________ Jawablah pertanyaan-pertanyaan dibawah ini!

1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan kalimat utama! 2. Sebutkan jenis-jenis paragraf!

3. Jelaskan jenis-jenis paragraf secara jelas!

4. Jelaskan perbedaan kalimat utama yang berada di awal paragraf (deduktif) dan kalimat yang berada di akhir paragraf (induktif)!

5. Jelaskan apa saja ciri-ciri kalimat utama!

6. Carilah letak kalimat utama dalam setiap paragraf bacaan “Berkunjung Ke Panti Asuhan, Yuk!”?

No. Absen : Kelas :

______________________________________________________________ Berikan kesimpulan terhadap materi pelajaran dan tuliskan jawabanmu di bawah ini!

1. Apa yang dimaksud dengan kalimat utama! dan sebutkan ciri-ciri kalimat utama?

MATA PELAJARAN : Bahasa Indonesia

KELAS/SEMESTER : IV (Empat)/2 (Dua)

PERTEMUAN KE- : 2

ALOKASI WAKTU : 2 x 35 Menit

STANDAR KOMPETENSI : (Membaca)

7. Memahami teks melalui membaca intensif, membaca nyaring, dan membaca pantun.

A. KOMPETENSI DASAR

7.1 Menemukan kalimat utama pada tiap paragraf melalui membaca intensif B. INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI PEMBELAJARAN

1. Menemukan kalimat utama pada tiap paragraf 2. Menentukan jenis-jenis paragraf pada tiap paragraf C. TUJUAN PEMBELAJARAN

1. Melalui teknik membaca cepat dan penugasan, siswa dapat menemukan kalimat utama pada tiap paragraf

2. Melalui teknik membaca cepat dan penugasan, siswa dapat menentukan jenis-jenis paragraf pada tiap paragraf

D. MATERI PEMBELAJARAN Materi Pokok

Kalimat utama pada tiap paragraf  Materi Ajar

1. Kalimat utama adalah kalimat yang di dalamnya terdapat ide pokok paragraf. Kalimat utama juga sering disebut sebagai kalimat topik

2. Jenis-jenis paragraf:

a. Kalimat Utama di Awal Paragraf

Kalimat utama yang ada di awal paragraf demikian itu, perincian dan jabaran bagi kalimat utama tersebut akan menyertainya pada

kalimat-perincian, contoh-contoh, keterangan-keterangan, deskripsi dan analisis. Alur pikiran yang lazim diterapkan dalam paragraf dengan kalimat utama yang berada di awal paragraf demikian adalah alur piker deduktif.

b. Kalimat Utama di Akhir Paragraf

Kalimat pokok yang yang tempatnya di akhir paragraf terlebih dahuli di awali dengan kalimat-kalimat penjelas. Kalimat-kalimat penjelas itu dapat berupa perincian-perincian, analisis dan deskripsi, contoh-contoh, dan sejumlah pemaparan serta argumentasi. Dengan demikian dapat ditegaskan bahwa kalimat topik yang berada di akhir paragraf itu fungsinya yang paling utama adalah untuk menyimpulkan. Alur pikir yang lazim diterapkan adalah alur pikir induktif.

c. Kalimat Utama di dalam Paragraf

Kalimat utama juga dimungkinkan terdapat dalam paragraf. Paragraf ini disebut disebut sebagai paragraf ineratif. Jadi, di dalam paragraf model ineratif ini, kalimat utama yang terdapat di tengah paragraf.

d. Kalimat Utama di Awal dan di Akhir Paragraf

Bilamana dikaitkan dengan alur pikir, paragraf yang kalimat utamanya di awal disebut sebagai deduktif, kalimat utama yang terletak di akhir paragraf desebut sebagai induktif. Kemudian paragraf yang kalimat utamanya di awal dan di akhir paragraf demikian ini disebut sebagai paragraf yang beralur pikir abduktif.

e. Kalimat Utama Tersirat

Sebuah paragraf dalam bahasa Indonesia itu tidak secara kasat mata menunjukkan kalimat utamanya. Akan tetapi, harus tetap dicatat bahwa rumusan kalimat utama itu sesungguhnya berada dibalik paragraf itu. 3. Ciri-ciri kalimat utama

a. Kalimat bersifat umum.

b. Kalimat tersebut dijelaskan oleh kalimat lain.

c. Kalimat tersebut memuat kata kunci yang diulang pada kalimat berikutnya.

Tanda-tanda koherensi:

Dokumen terkait