• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN

C. Pembahasan Hasil Penelitian

1. Pengembangan Modul yang baik Untuk pembelajaran Kompetensi Dasar Pengolahan Unggas, Daging dan Seafood di SMKN 3 Wonosari

Penelitian ini menggunakan modul sebagai media pembelajaran, proses

pembuatan media dimulai dengan mengidentifikasi masalah dengan observasi

terlebih dahulu. dari hasil observasi tersebut ditemukan masalah yaitu terbatasnya

media pembelajaran di SMKN 3 Wonosari. Media pembelajaran yang ada sangat

minimal sekali dan hanya terdapat di perpustakaan saja dengan jumlah yang juga

minimal. Pada saat pembelajaran hanya guru mata pelajaran saja yang memegang

modul atau buku tersebut. Selama ini siswa di SMK N 3 Wonosari belajar dengan

menggunakan metode konvensional, metode dan cara belajar ini membuat siswa

cenderung merasa bosan karena hanya dituntut untuk mendengarkan saja sehingga

pembelajaran hanya berpusat pada guru. Pada saat pelajaran siswa juga berbicara

sendiri dengan temannya karena para siswa merasa bosan dengan suasana belajar

109

lebih tertarik untuk mengikuti pembelajaran, maka penelitian ini memilih

menggunakan modul.

Selanjutnya, hal yang dilakukan yaitu analisis kurikulum, untuk mengambil

kompetensi mana yang akan diambil dalam mengembangkan modul. Setelah

berkonsultasi dengan guru maka peneliti akan mengambil mata pelajaran pengolahan

makanan Indonesia Kompetensi Dasar Pengolahan unggas, daging dan seafood.

Peneliti mengambil kompetensi tersebut karena manurut guru mata pelajaran

Pengolahan Makanan Indonesia, kompetensi tersebut dirasa sulit oleh siswa dengan

melihat nilai KKM banyak yang belum tuntas. Setelah mengambil mata pelajaran

yang diambil, peneliti mengumpulkan materi-materi sesuai dengan silabus. Materi

tersebut diambil dari modul, buku-buku dan internet.

Setelah itu, proses yang dilakukan yaitu perancangan modul. Modul disusun

dan dirancang sebaik mungkin, dengan menambahkan gambar untuk mempermudah

siswa menyerap pelajaran. Bahasa yang digunakan pun mudah dipahami dan huruf

yang digunakan juga dengan ukuran yang jelas sehingga mudah untuk dibaca. Materi

yang terdapat pada modul ini yaitu Pengertian unggas, daging dan seafood, cara

penyimpanan dan penanganan yang baik dan cara memilih unggas, daging dan

seafood yang baik. Materi tersebut diambil sesuai dengan silabus yang ada di SMKN

3 Wonosari.

Tahap selanjutnya yaitu melakukan Uji validitas yaitu pengujian terhadap

kelayakan media. Uji validitas media dilakukan oleh satu dosen PTBB yaitu Ibu Fitri

Rahmawati, M.P sebagai ahli media dan guru Pengolahan Makanan Indonesia SMK

110

media kepada para ahli, diperoleh beberapa kali revisi, desain Modul awal masih

banyak yang kurang antara lain lay out modul diperbaiki, Ruang kosong dan spasi

diperbaiki serta memilih gambar dengan resolusi yang tinggi agar gambar terlihat

jelas. Oleh sebab itu, dilakukan beberapa kali revisi dan konsultasi sampai

mendapatkan desain yang dinyatakan layak untuk diteruskan pada pengembangan

modul untuk penelitian ini. Desain yang disetujui yaitu desain yang dianggap telah

memenuhi syarat untuk digunakan sebagai media pembelajaran, dan pada validasi

materi yaitu sumber dicantumkan, menambah zat yang terkandung pada buah nanas

yang dapat mengempukkan daging. Setelah materi diperbaiki sesuai saran maka

modul disetujui oleh validasi materi dan media dan disajikan serta dapat dimengerti

oleh siswa.

Kemudian tahap terakhir yaitu modul disebarluaskan pada siswa yang akan

menjadi objek penelitian dikelas eksperimen dengan jumlah 31 siswa.

Penyebarluasan ini hanya sampai pada SMKN 3 Wonosari kelas XI Jurusan Boga.

2. Pencapaian kompetensi kognitif siswa pada kompetensi dasar Pengolahan unggas, daging dan seafood sebelum pembelajaran pada kelompok kontrol.

Sebelum memasuki materi pembelajaran terlebih dahulu siswa diberikan pretest. Pretest diberikan dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan siswa tentang materi pengolahan unggas, daging dan seafood sebelum diberikan materi. Soal pretest dengan jumlah 40 soal tersebut kemudian dibagikan dan hasilnya yaitu rerata pretest kontrol sebesar 5,3167 dan standar deviasi 1,81105. Pada kelompok yang berjumlah 30 siswa ini akan digunakan sebagai kelas tanpa perlakuan modul pembelajaran.

111

3. Pencapaian kompetensi kognitif siswa pada kompetensi dasar pengolahan unggas, daging dan seafood setelah pembelajaran pada kelompok kontrol.

Setelah dilakukan pretest maka, kelas kontrol diberikan materi dengan metode konvensional atau ceramah yang biasa digunakan di SMKN 3 Wonosari. Pada saat materi diberikan dengan metode ceramah, banyak siswa yang berbicara sendiri dengan temannya dan hanya sedikit yang memperhatikan penjelasan guru karena tidak adanya media pembelajaran yang digunakan. Guru hanya menyuruh siswa untuk mencatat apa yang didektekan pada siswa. Namun, banyak siswa yang tidak memperhatikan dan tidak mencatat. Penguasaan pembelajaran pada kompetensi dasar pengolahan unggas, daging dan seafood dengan metode konvensional apabila dilihat dari penguasaan awal (pretest) 5,3167 dan penguasaan akhir (post test) 5,5917 standar deviasi 1,50356 dan terdapat peningkatan sebesar 0,275.

Hal ini ditunjukkan dari hasil uji t untuk penguasaan awal kelas kontrol (pretest) dan penguasaan akhir (post-test) ditemukan nilai t hitung sebesar 0,077 dengan signifikansi sebesar 0,077 oleh karena nilai signifikasi untuk pretest 0,077 > 0,05 maka Ha ditolak dan Ho diterima. Perbedaan skor rerata pretest kelas kontrol 5,3167 dan skor rerata post test 5,5917. Walaupun rerata antara pretest dengan post-test meningkat akan tetapi peningkatan nilai tersebut dirasa belum cukup signifikan karena seharusnya nilai siswa masih bisa lebih tinggi. Hal ini mungkin disebabkan karena cara belajar yang kurang

112

menarik dan cenderung membosankan karena hanya berpusat pada guru. Siswa menjadi kurang termotivasi untuk bertanya dan mendalami materi tanpa ada media pembelajaran yang sedang diberikan karena mereka hanya mendengarkan dan pemahaman akan materi tersebut menjadi kurang maksimal.

4. Pencapaian kompetensi kognitif siswa pada kompetensi dasar pengolahan unggas, daging dan seafood sebelum menggunakan modul pembelajaran pada kelompok eksperimen.

Pada kelas eksperimen atau kelas yang menggunakan perlakuan pada modul pembelajaran juga diberikan pretest sebelum diberikan materi. Pretest berjumlah 40 soal dan dibagikan pada 31 siswa. Hasil penguasaan awal (pretest) menunjukkan bahwa rerata 5,5161 standar deviasi 1,63419. Kelas eksperimen ini yang nantinya akan diberikan perlakuan yaitu modul pembelajaran kompetensi dasar pengolahan unggas, daging dan seafood pada saat setelah pretest selesai. 5. Pencapaian kompetensi kognitif siswa pada kompetensi dasar pengolahan

unggas, daging dan seafood setelah menggunakan modul pembelajaran pada kelompok eksperimen.

Pembelajaran dengan menggunakan media modul membuat siswa lebih tertarik untuk mengikuti materi yang sedang disampaikan oleh guru, karena siswa tidak hanya mendengarkan akan tetapi ditampilkan juga materi dengan visual yang berbeda. Oleh karena itu siswa memiliki gambaran-gambaran mengenai penjelasan guru. Pembelajaran dengan menggunakan media Modul ini,

113

siswa dituntut untuk lebih aktif salah satunya dengan bertanya karena materi yang sedang disampaikan oleh guru tidak hanya diberikan dengan ceramah akan tetapi juga ditampilkan di dalam Modul. Selain itu didalam modul juga terdapat gambar-gambar yang memperjelas materi sehingga para siswa tertarik dan tidak bosan untuk membaca modul.

Dilihat dari hasil uji t untuk penguasaan awal kelas eksperimen (pretest) dan penguasaan akhir (post test) ditemukan nilai t hitung sebesar 8,918 dengan signifikansi sebesar 0,000 oleh karena nilai signifikasi untuk pre test 0,000 < 0,05 maka Ha diterima dan Ho ditolak. Perbedaan nilai rerata pretest kelas eksperimen 5,5161 dan skor rerata post test kelas eksperimen 7,6371. Dari hasil uji t tersebut menunjukkan peningkatan nilai dari kelas eksperimen artinya kompetensi yang dimiliki siswa tersebut mengalami peningkatan 2,121. Sehingga dapat disimpulkan pembelajaran dengan media Modul dapat meningkatkan penguasaan kompetensi kognitif (pengetahuan) siswa karena siswa menjadi lebih aktif dalam menerima materi tentang Pengolahan Unggas, Daging dan Seafood, selain itu modul juga menampilkan gambar macam-macam potongan Unggas, Daging dan Seafood yang menambah daya serap dan pengetahuan siswa karena diberikan contoh gambar yang dimaksud dalam materi tersebut sehingga siswa memiliki gambaran yang lebih jelas. Dengan adanya gambar tersebut maka siswa tidak kesulitan dalam belajar Pengolahan Unggas, Daging dan Seafood.

114

6. Efektivitas penggunaan media pembelajaran modul terhadap peningkatan kompetensi kognitif siswa pada kompetensi dasar Pengolahan Unggas, Daging dan Seafood.

Dengan melihat pencapaian kompetensi kognitif pada kelas eksperimen atau kelas yang menggunakan modul pembelajaran pengolahan unggas, daging dan seafood maka dapat disimpulkan bahwa modul pembelajaran pengolahan unggas,daging dan seafood efektif digunakan. Dikatakan efektif karena pencapaian nilai KKM yaitu 7,0 kompetensi kognitif pada Pengolahan unggas, daging dan seafood mengalami peningkatan sebesar 2,121. Dengan nilai rata-rata post test 7,6371 setelah penggunaan modul. Pada kelompok konvensional nilai rata-rata post test 5,5161 dengan peningkatan 0,275.

Terdapat perbedaan yang signifikan pada kelompok kontrol dan eksperimen, dengan melihat uji t menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara penggunaan Modul Kompetensi Dasar Pengolahan Unggas, Daging dan Seafood sebagai media pembelajaran dan secara konvensional, hal tersebut ditunjukkan dengan adanya t hitung sebesar 8,918 dengan signifikansi 0,000 oleh karena nilai signifikansi 0,000 < 0,05 maka Ha diterima dan Ho ditolak. Selain itu dapat dilihat pada peningkatan rerata yang lebih tinggi dari kelompok eksperimen yaitu 2,121 dibandingkan kelompok kontrol yaitu 0,275.

115

BAB V

Dokumen terkait