يِذَّلٱ
C. Pembahasan Hasil Penelitian
8 peserta didik memberikan skor 20, 8 peserta didik memberikan skor 19, 2 peserta didik memberikan skor 18, dan 1 peserta didik memberikan skor 17 sehingga skor rata-rata penilaian peserta didik adalah (19,06) dari skor ideal (20) dengan prsentase sebanyak 95,3%. Angka ini berada pada kategori sangat baik yaitu antara (90-100)%, dengan demikian dapat dikatakan bahwa media pembelajaran tajwid menggunakan aplikasi tik tok mendapatkan respon yang sangat positif dari peserta didik, selain itu berdasarkan pengamatan ketika menggunakan media pembelajaran tajwid menggunakan aplikasi tik tok, peserta didik terlihat sangat antusias dalam belajar.
Berdasarkan akumulasi keseluruhan dari penilaian pada tahap validasi dan uji coba kelayakan bahwa ahli media dan ahli materi setelah melalui proses perbaikan telah memberikan predikat layak untuk diimplementasikan, serta mendapat skor sangat positif untuk respon peserta didik. Dengan demikian media pembelajaran tajwid menggunakan aplikasi tik tok yang telah dikembangkan merupakan media yang sangat praktis dan layak untuk digunakan pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam.
yang relevan, hanya fokus pada penggunaan video pembelajaran yang bisa didapatkan pada aplikasi tertentu melalui komputer.
Media pembelajaran ini dibuat mengguanakan aplikasi tik tok dengan berbagai fitur yang sudah tersedia, namun untuk penyempurnaan tampilan pada media pembelajaran ini maka peneliti juga menggunakan aplikasi capcut sebagai aplikasi pendukung, karena masih ada beberapa fitur yang tidak tersedia atau masih terbatas fitur-fitur yang ada pada aplikasi tik tok. Maka peneliti dapat melihat dan menarik sebuah simpulan terkait kelebihan dan kekurangan media pembelajaran menggunakan aplikasi tik tok, yaitu :
1) Kelebihan media pembelajaran menggunakan aplikasi tik tok a) Dapat menampilkan media pembelajaran yang singkat b) Mudah diakses oleh peserta didik dan khalayak umum c) Dapat digunakan oleh peserta didik untuk belajar mandiri d) Dapat mempermudah proses pembelajaran
e) Pembelajaran lebih menarik menggunakan media pembelajaran melalui aplikasi tik tok.
2) Kelemahan media pembelajaran menggunakan aplikasi tik tok
a) Membutuhkan jaringan internet atau kuota untuk mengakses media pembelajaran menggunakan aplikasi tik tok
b) Masih terbatasnya fitur-fitur yang ada di aplikasi tik tok sehingga masih membutuhkan aplikasi lain sebagai aplikasi pendukung untuk membuat media pembelajaran yang lebih menarik
c) Peserta didik perlu pengawasan lebih intens karena di aplikasi tik tok juga terdapat video lainnya termasuk konten yang tidak bertanggung jawab.
Selain kelebihan dan kekurangan yang telah diuraikan diatas, peneliti juga menguraikan penilaian, komentar dan saran dari ahli materi, ahli media, ahli
pembelajaran dan peserta didik. Berikut uraian komentar dan saran terhadap produk yang dikembangkan diantaranya.
1) Ahli materi
Tahap validasi materi tajwid dilakukan oleh Bapak Budiman, M.HI.
Beliau adalah salah satu tenaga pendidik di perguruan tinggi IAIN Parepare, selain aktifitas sebagai dosen, saat ini beliau menjabat sebagai Kepala Ma’had Al-Jami’ah IAIN Parepare. Berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan oleh beliau, menunjukkan bahwa media pembelajaran ini sangat baik/sangat layak digunakan oleh peserta didik sebagai media pembelajaran. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam media ini yaitu: pertama, sebaiknya contoh yang digunakan dalam media pembelajaran diambil dari potongan ayat, agar peserta didik tahu bahwa ayat ini yang dimaksud ketika mempelajari tajwid terutama materi lam ta’rif. Kedua, dalam menyampaikan materi yang dianggap sangat penting sebaiknya diulangi selama tiga kali, ini dilakukan agar apa yang disampaikan itu lebih berkesan sehingga dapat membuat fokus perhatian bagi peserta didik.
2) Ahli media
Tahap validasi media pembelajaran dilakukan oleh Bapak Ali Rahman, S.Ag., M.Pd. Beliau adalah salah satu tenaga pendidik di perguruan tinggi IAIN Parepare. Berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan oleh beliau, menunjukkan bahwa media pembelajaran ini baik/layak digunakan oleh peserta didik sebagai media pembejaran. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam media ini yaitu: sebaiknya media pembelajaran yang di tampilkan harus berdurasi yang sesingkat-singkatnya karena tik tok itu sendiri merupakan platform media sosial yang bertujuan untuk membuat video yang singkat dan unik.
3) Ahli pembelajaran
Tahap validasi pembelajaran dilakukan oleh Bapak Madaali, S.Pd.I., M.Si.
Beliau adalah salah satu tenaga pendidik sekaligus guru Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 7 Polewali. Berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan oleh beliau, menunjukkan bahwa media pembelajaran ini baik/layak digunakan oleh peserta didik sebagai media pemebalajaran. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam media ini yaitu: sebaiknya dalam media pembelajaran ini ditampilkan sekali-kali wajah gurunya karena dengan melihat orang yang berbicara sedikit ada pengaruh psikologi anak didik yang diajar atau yang mendengarkan video pembelajaran tersebut.
4) Peserta didik
Dari hasil angket yang telah disebarkan kepada peserta didik menunjukkan bahwa media pembelajaran ini sangat layak digunakan sebagai media pembelajaran. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yang menjadi komentar dan saran dari peserta didik, yaitu: tampilan video pada media pembelajaran ini terlalu cepat dan kalau bisa videonya lebih di persingkat lagi agar peserta didik tidak jenuh, kemudian pada tampilan yang tidak membahas lam ta’rif alangkah lebih bagusnya volumenya sedikit dikurangi.
120 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian pengembangan media pembelajaran tajwid menggunakan aplikasi tik tok dengan menggunakan model ADDIE, dapat dikemukakan kesimpulan bahwa:
1. Pengembangan media pembelajaran tajwid menggunakan aplikasi tik tok dilakukan dengan pengembangan model ADDIE yaitu tahap analisis (analysis), desain (design), pengembangan (development), implementasi (implementation) dan evaluasi (evaluation). Analisis kebutuhan media pembelajaran dan karakter peserta didik dilakukan untuk menentukan jenis media yang akan dikembangkan, kemudian membuat flowchart dan storyboard sebagai pedoman dalam menggambarkan desain media pembelajaran. Media pembelajaran di desain dengan menggunakan aplikasi tik tok. Setelah produk jadi, langkah selanjutnya yang peneliti lakukan adalah melakukan uji validasi media dan uji validasi materi, setelah itu dilakukan uji coba skala kecil dan uji coba skala besar.
2. Respon penggunaan media berbasis tik tok sebagai media pembelajaran tajwid setelah melakukan tahap validasi adalah pada uji coba skala kecil hasil angket peserta didik berada pada skor 99,5% pada kategori sangat baik, pada uji coba skala besar hasil angket peserta didik berada pada kategori baik dengan prsentase 95,3%. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa media pembelajaran menggunakan aplikasi tik tok sangat direspon baik oleh peserta didik dan layak digunakan pada materi tajwid di kelas VII SMP Negeri 7 Polewali.