Menentukan persamaan analisis regresi sederhana terlebih dahulu dilakukan uji validitas yang dimana semua angket pernyataan dari variabel X yaitu penilain kinerja dan variabel Y yaitu pengembangan karir dinyatakan valid setelah data yang diperoleh dan dianalisis dengan menggunakan metode SPSS. Untuk meyakinkan item-item angket kelengkapan sarana dan prasarana kantor dan motivasi kerja pegawai terpercaya kembali dilakukan uji reliabilitas yang mana terbukti bahwa item-item angket variabel X penilaian kinerja dikatakan reliabel karena nilai alpha lebih besar dari r tabel dan variabel Y pengembangan dikatakan reliabel karena nilai alpha lebih besar dari r tabel.
1. Penilaian Kinerja di Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Sulawesi Selatan
Hasil uji data frekuensi di atas menunjukkan bahwa sebanyak 82 responden menilai penilaian kinerja di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Sulawesi Selatan total rata-rata variabel penilaian kinerja 41.30. Pernyataan yang memberikan nilai rata-rata tertinggi adalah pada pernyataan X1.9 dengan nilai rata-rata 4.28 artinya indikator kemampuan
kerjasama memiliki nilai paling tinggi dalam variabel penilaian kinerja.
Sedangkan pernyataan yang memberikan nilai rata-rata terendah adalah pada pernyataan X1.2 dengan nilai rata-rata sebesar 3.67 yang artinya indikator kualitas pekerjaan memiliki nilai terendah dari variabel penilaia kinerja.
Menurut hasil penelitian Pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Sulawesi Selatan, kinerja pegawai belum mampu mencapai target kerja dan melebihi volume kerja yang telah ditetapkan, masih terdapat pegawai yang kurang disiplin dalam bekerja, serta kemampuan kerja samanya dengan rekan kerja belum terbina dengan baik.
Sehingga, kinerja pegawai penelitian Pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Sulawesi Selatan termasuk masih kurang baik dan tingkat kedisiplinan para pegawai masih kurang.
Khususnya penilaian kinerja dalam Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Sulawesi Selatan dari hasil pengamatan dan wawancara umumnya menggunakan metode peninjauan lapangan dan observasi prestasi kerja Dalam metode ini, wakil ahli departemen personalia turun ke lapangan dan membantu dalam penilaian mereka. Spesialis personalia mendapatkan informasi khusus dari atasan langsung tentang prestasi pekerja yang sedang dinilai, lalu mempersiapkan evaluasi atas dasar informasi tersebut. Hasil evaluasi dikirim kepada penyelia untuk review , perubahan, persetujuan, dan pembahasan dengan pegawai yang dinilai.
Dan juga Metode ini digunakan bila jumlah pekerjaan terbatas. Penilaian prestasi kerja didasarkan pada tes pengetahuan dan keterampilan. Dan berupa tertulis dan peraga keterampilan.
2. Pengembangan karir di Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Sulawesi Selatan
Hasil uji data frekuensi di atas menunjukkan bahwa sebanyak 82 responden menilai pengembangan karir di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Sulawesi Selatan dengan total total rata-rata 43.18.
Pernyataan yang memberikan nilai rata-rata tertinggi adalah pada pernyataan Y1.5 dan Y1.10 dengan nilai rata-rata 4,40, yang artinya indikator kepedulian atasan dan tingkat kepuasan memiliki nilai paling tinggi dari variabel pengembangan karir. Sedangkan pernyataan yang memberikan nilai rata-rata terendah adalah pada pernyataan Y1.2 dengan nilai rata-rata sebesar 4,13 yang artinya indikator perlakuan yang adil memiliki nilai paling rendah dari variabel pengembangan karir.
Hasil penelitian Pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Sulawesi Selatan, terdapat beberapa pegawai menganggap kesempatan untuk berkembang dimana pernyataanya (Pimpinan selalu menghargai potensi para pegawainya, Saya merasa Pimpinan saya bekerja menghargai potensi para pegawai, Saya merasa puas terhadap jenjang karir tempat bekerja, dan Kepuasan pegawai menjadi prioritas kantor.) terkadang pimpinan lalai akan potensi para pegawainya, serta belum memberikan kepuasan secara maksimal kepada para pegawainya terkait masalah jenjang karir, dan kepuasan para pegawai menjadi hal yang kesekian dalam prioritas kantor. Hal ini terbukti dengan rendahnya jumlah skor responden pada pernyataan tersebut.
Berdasarkan hasil penelitian dan pengamatan ditemukan bahwa pengembangan karir pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Sulawesi Selatan dalam mengembangkan pegawainya melalui pelatihan-pelatihan yang diadakan oleh organisasi juga mengadakan seleksi dalam rangka meningkatkan potensi karyawan untuk kemajuan karir dan pekerjaannya dengan menyekolahkan karyawan ke jenjang lebih tinggi.
Boleh dikatakan manajemen karir yang dilakukan di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Sulawesi Selatan masih kurang. Dan yang menjadi persoalan disini, seperti halnya instansi pemerintah lainnya
“senioritas” masih menjadi tolak ukur. Kemudian loyalitas terhadap pekerjaan dan tidak ketinggalan juga loyalitas kepada pimpinan, hal ini memang sudah tidak diragukan lagi. Sehingga sering menimbulkan ketidakpuasan bagi pegawai.
3. Pengaruh penilaian kinerja terhadap pengembangan karir pegawai Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Sulawesi Selatan.
Berdasarkan pada tabel uji t di atas untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen adalah sebagai berikut: Pengaruh variabel penilaian kinerja (X) terhadap pengembangan karir (Y). Nilai t hitung untk penilaian kinerja sebesar 4,361 bernilai positif artinya semakin tinggi penilaian kinerja maka semakin tinggi pula pengembangan karir pegawai. dan terdapat nilai yang signifikansi dibuktikan dengan 0,000 lebih kecil dari 0,05, artinya ada pengaruh dan dampak yang diraskan penilaian kinerja terhadap pengembangan karir pegawai. Sehingga hipotesis yang dihasilkan berbunyi terdapat pengaruh yang signifikan dan positif antara penilaian kinerja terhadap pengembangan karir, yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak.
Selain itu, berdasarkan uji determinasi diperoleh sebesar 0.192%. Hal ini menjelaskan bahwa terdapat pengaruh sebesar 19.2% antara Penilaian Kinerja Terhadap Pengembangan Karir Pegawai Pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Sulawesi Selatan, dimana pengembangan karir sebagai pendekatan formal yang dilakukan organisasi untuk menjamin orang-orang dalam organisasi mempunyai kualifikasi dan kemampuan serta pengalaman yang cocok ketika dibutuhkan. Oleh karena itu organisasi perlu mengelola karir dan mengembangkan dengan baik supaya produktivitas pegawai tetap terjaga dan mampu mendorong pegawai untuk tetap selalu melakukan hal yang tebaik dan menghindari frustasi kerja yang berkaitan dengan penurunan kinerja organisasi.
Hal ini sejalan dengan penelitian (Andriani, 2019) bahwa Pengaruh penilaian kinerja pegawai terhadap pengembanagn karir di Kementerian Agama Kabupaten Gowa, menunjukkan bahwa, penilaian kinerja pegawai berpengaruh positif signifikan terhadap pengembangan karir di kantor di Kementerian Agama Kabupaten Gowa.
Senada dengan teori yang dijelaskan oleh Menurut (Hani, 2012) Penilaian prestasi adalah proses melalui mana organisasi-organisasi mengevaluasi atau menilai prestasi kerja pegawai. Dimana kegiatan ini dapat memperbaiki keputusan-keputusan personalia dan memberikan umpan balik kepada pegawai tentang pelaksanaan kerja mereka.
68 BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, penulis dapat menyimpulkan bahwa penilaian kinerja mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap pengembangan karir pegawai Pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sulawesi Selatan. Hal ini dapat dibuktikan dengan nilai t hitung 4,361 > t tabel 1,99006 dan nilai signifikan variabel 0,000 < 0,05. Pelaksanaan penilaian kinerja yang diadakan pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Sulawesi Selatan memiliki pengaruh terhadap pengembangan karir pegawai sehingga kegiatan penilaian kinerja tersebut dapat dijadikan sebagai salah satu wadah untuk memotivasi kerja para pegawai untuk bekerja lebih baik sehingga bisa meraih peningkatan karir kedepannya.