HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.5 Pembahasan Hipotesis
4.5.1 Kepribadian ASN Tidak Berpengaruh Signifikan Terhadap Kualitas Pelayanan Publik
Kepribadian adalah keseluruhan cara seseorang individu bereaksi dan berinteraksi dengan individu lain. Agar pelayanan publik dapat berkualitas dan memuaskan masyarakat,Aparatur Sipil Negara yang melayani harus memiliki;
kemampuan bertindak kreatif dalam memberikan pelayanan publik, intelektualitas yang tinggi untuk mendukung kinerja pelayanan publik, memiliki wawasan yang luas, ASN dapat diandalkan dalam mewujudkan kualitas pelayanan publik, bertanggung jawab atas segala tugas pokoknya, memiliki integritas pada pencapaian kualitas pelayanan publik, memiliki kebiasaan senang bergaul atau bersosialisasi dengan masyarakat, mampu menjadi garda terdepan petugas pelayanan publik, mampu bekerja secara individual, mampu bersikap kooperatif dengan berbagai elemen, memiliki ketenangan saat menghadapi masalah, memiliki kepercayaan diri, serta memiliki pendirian yang teguh. Sikap atau cara Aparatur Sipil Negara dalam melayani masyarakat secara memuaskan berperan besar dalam menciptakan kualitas pelayanan kepada publik di lingkungan Pemerintah Kota Pematangsiantar.
Hipotesis pertama dalam penelitian ini adalah bahwa Kepribadian secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap Kualitas Pelayanan Publik. Hasil pengujian menunjukkan bahwa Kepribadian Aparatur Sipil Negara di OPD Kecamatan Pemerintah Kota Pematangsiantar memiliki pengaruh, hubungan yang kuat dan memberikan sumbangan pengaruh positif signifikan terhadap Kualitas Pelayanan Publik pada OPD Kecamatan di lingkungan Pemerintah Kota
Pematangsiantar. Artinya Kepribadian yang baik dalam diri setiap ASN sangat mendukung Kualitas Pelayanan Publik yang dilakukan oleh ASN sebagai pegawai lembaga pemerintahan yang notabenenya berfungsi memberikan pelayanan publik.
Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh; Raisah Surbakti (2011) yang mana hasil penelitiannya menjelaskan bahwa Kepribadian mempengaruhi langsung positif terhadap kepuasan kerja. Nilawati Fiernaningsih (2017), hasil penelitiannya menjelaskan bahwa Kepribadian memiliki pengaruh dalam meningkatkan kinerja karyawan di Hotel Elresas. Husaini, dkk (2017), hasil penelitiannya menyimpulkan bahwa Kepribadian, komitmen kerja dan kematangan emosional baik secara simultan maupun secara secara parsial berpengaruh terhadap kinerja perawat BLUD RSJA. Hal ini membuktikan bahwa masing-masing variabel yang diteliti berpengaruh psotif dalam meningkatkan kinerja perawat BLUD RSJA. Elan Eriswanto dan Ade Sudarma (2016), penelitiannya menyimpulkan bahwa Variabel sikap mempengaruhi secara signifikan terhadap variabelkualitaspelayananpublikdiRSUD R. Syamsudin, SH.
Kota Sukabumi. Hairunnisa Ma’amor, dkk. (2015), hasil penelitiannya menyimpulkan bahwa Berdasarkan hasil korelasi ditemukan bahwa di antara lima jenis kepribadian; hanya tiga yang secara signifikan berkorelasi dengan janji kualitas. Di sisi lain, hasil regresi bahwa ada tiga sifat kepribadian yaitu;
ekstroversi, kesesuaian dan kesadaran menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kualitas janji. Young-Ei Kim, dkk. (2009), penelitiannya menyimpulkan bahwa 'kesadaran', 'neurotisisme dan'Ekstroversi-keterbukaan' dimensi ciri-ciri
kepribadian dari personil logistik Korea positif berhubungan dengan mereka dianggap 'tanggap', 'kehandalan' dan aspek 'jaminan' dari kualitas layanan.
4.5.2 Disiplin ASN Tidak Berpengaruh Signifikan Terhadap Kualitas Pelayanan Publik
Disiplin adalah suatu sikap atau perilaku yang tentunya diharapkan oleh banyak orang. Tentunya disiplin sangat dibutuhkan karena dapat membantu suatu kegiatan agar berjalan dengan lancar sesuai dengan yang diharapkan.
Hipotesis kedua dalam penelitian ini adalah bahwa Disiplin secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap Kualitas Pelayanan Publik. Pengujian hipotesis dengan menggunakan Uji t yang mana hasilnya bahwa Disiplin berpengaruh positif signifikan terhadap Kualitas Pelayanan Publik di lingkungan Pemko Pematangsiantar khususnya di OPD Kecamatan. Artinya Disiplin yang baik pada diri setiap ASN sangat mampu memberikan kepuasan kepada masyarakat yang menerima pelayanan. Sehingga Kualitas Pelayanan Publik akan tercapai disebabkan masyarakat yang merasa puas akan pelayanan tersebut.
Karena setiap ASN memiliki kemampuan dan karakteristik yang tidak sama, maka progres yang ditunjukkan oleh masing-masing ASN juga tidak sama.
Namun kedisiplinan kerja dari setiap ASN dapat dibentuk dari sebuah sistem yang membantu efektivitas dan efisiensi di lingkungan kerja Pemko Pematangsiantar.
Hal ini juga hampir sama dengan penelitian yang dilakukan oleh Raynaldo Novel (2018), dimana hasil penelitiannya menjelaskan bahwa Disiplin Kerja memiliki pengaruh terhadap Kualitas Layanan di Perusahaan Fitness Surabaya.Billy Johan (2017), hasil penelitiannya menyimpulkan bahwa Adanya hubungan yang positif antara variabel disiplin kerja dengan variabel kualitas
pelayanan publik.Agustina Luhung Nyangun (2017), hasil penelitiannya menjelaskan bahwa Disiplin kerja memiliki hubungan yang signifikan dengan peningkatan kualitas pelayanan di Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kutai Barat.
4.5.3 Komunikasi ASN Berpengaruh Signifikan Terhadap Kualitas Pelayanan Publik
Komunikasi adalah interaksi antara dua orang atau lebih untuk menyampaikan suatu pesan atau informasi yang bertujuan memberikan pengetahuan kepada orang lain. Sebuah komunikasi dikatakan baik jika dapat dimengerti dan diterima oleh orang lain.
Komunikasi bukan hanya apa yang akan disampaikan (what to say) tapi bagaimana cara menyampaikannya (how to say). Penguasaan teknik komunikasi sangat penting tetapi yang lebih penting adalah menciptakan suasana yang nyaman dan kondusif. Komunikasi akan efektif apabila memenuhi unsur nilai-nilai sebagai berikut :
1. Didengarkan
Didengarkan sebelum diminati dan diperhatikan.
Didengarkan tanpa ada distorsi makna.
2. Dipahami
Komunikasi harus mudah dipahami oleh audience (penerima pesan) 3. Diterima
Pesan yang disampaikan dikomunikasikan secara masuk akal.
4. Menghasilkan sikap tanggapan
Komunikasi yang dilakukan mampu memberikan persepsi positif dari penerima pesan kepada penyampai pesan.
Harapan dari pemenuhan unsur nilai komunikasi yang efektif tadi adalah mempengaruhi penerimaan pesan sesuai dengan yang diharapkan. Tujuan dari komunikasi efektif sebenarnya adalah memberikan kemudahan dalam memahami pesan yang disampaikan antara pemberi informasi dan penerima informasi sehingga bahasa yang digunakan oleh pemberi informasi lebih jelas dan lengkap serta dapat dimengerti dan dipahami dengan baik oleh penerima informasi atau komunikan. Sedangkan fungsi komunikasi efektif itu sendiri adalah keperluan rekreatif dan keakraban hubungan diantara komunikator dengan komunikan.
Hipotesis ketiga dalam penelitian ini adalah bahwa Komunikasi ASN secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap Kualitas Pelayanan Publik.
Hasil pengujian dengan Uji t terhadap hipotesis ini menunjukkan bahwa Komunikasi berpengaruh positif signifikan terhadap Kualitas Pelayanan Publik di lingkungan Pemko Pematangsiantar khususnya di OPD Kecamatan.
Komunikasi yang baik akan melancarkan pelayanan publik yang dilakukan oleh ASN di lingkungan Pemko Pematangsiantar kepada masyarakat. Kualitas Pelayanan Publik akan tercapai salah satunya dengan adanya komunikasi yang baik antara pemberi pelayanan (ASN Pemko Pematangsiantar) dengan penerima pelayanan (masyarakat).
Hal ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh S. Rahayu, dkk.
(2016), dimana hasil penelitiannya menyimpulkan bahwa Komunikasi interpersonal memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepercayaan publik.
Octaviani Hardianti (2016), hasil penelitiannya menyimpulkan bahwa Komunikasi interpersonal berpengaruh secara signifikan terhadap terhadap kepuasan nasabah pada Bank Kaltim Di Samarinda. Zareen Husain (2013),
dimana penelitiannya menjelaskan bahwa Komunikasi yang efektif berpengaruh positif terhadap perubahan dalam organisasi bisnis yang berhasil. Zuchri Abdussamad (2015), dimana hasil penelitiannya menyimpulkan bahwa komunikasi organisasi iklim memiliki korelasi positif dengan karyawan variabel kinerja. Komunikasi organisasi iklim memberi pengaruh terhadap kinerja karyawan.
4.5.4 Kepribadian, Disiplin, dan Komunikasi ASN Berpengaruh Signifikan Terhadap Kualitas Pelayanan Publik
Hipotesis keempat dalam penelitian ini adalah Kepribadian, Disiplin, dan Komunikasi ASN di lingkungan Pemko Pematangsiantar berpengaruh positif signifikan terhadap Kualitas Pelayanan Publik. Besarnya pengaruh ketiga variabel bebas (X) tersebut terhadap variabel terikat (Y) dapat dilihat pada Tabel 4.20.
Kualitas pelayanan publik salah satunya bergantung pada kepribadian Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai sumber daya utamanya. Aparatur Sipil Negara (ASN) harus memiliki kepribadian yang baik yang mampu memberikan layanan kepada publik secara jujur,tanggap, cepat, tepat, akurat, berdaya guna, berhasil guna, dan santun (UU No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara).
Peran pemerintah yang strategis, akan banyak ditopang oleh bagaimana birokrasi publik (ASN) mampu melaksanakan tugas dan fungsinya.
Sumarsono (2009) di dalam bukunya yang berjudul Teori dan Kebijakan Publik Ekonomi Sumber Daya Manusia mengemukakan bahwa sumber daya manusia mempunyai dua pengertian mendasar. Salah satu dari dua pengertian tersebut adalah bahwa sumber daya manusia adalah manusia mampu bekerja untuk memberikan jasa atau usaha kerja tersebut. Mampu bekerja adalah
mengetahui dan mengerti cara bekerja dengan pekerjaan yang dilakukan oleh seorang aparatur untuk memberikan kepuasan terhadap pelayanan yang diberikan sebagai tugas dan tanggung jawabnya. Kemampuan bekerja tersebut dapat pula dimaknai sebagai kompetensi yang dimiliki oleh seorang aparatur dalam menyelesaikan pekerjaannya. Kompetensi yang dimiliki akan mempengaruhi proses kinerja sehingga menjadi ukuran bagi aparatur apakah pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik atau tidak, apakah hasilnya memuaskan, atau memberikan kepuasan kepada masyarakat. Alasan paling penting mengapa pimpinan perlu mengetahui bagaimana mengukur kepribadian adalah bahwa riset telah menunjukkan kegunaan uji kepribadian dalam keputusan perekrutan dan membantu pimpinan memprediksi siapa yang terbaik untuk sebuah pekerjaan.
Setelah pimpinan mengetahui siapa yang terbaik untuk sebuah pekerjaan pelayanan publik, di sisi lain pimpinan juga tidak boleh mengabaikan bagaimana tingkat kedisiplinan dari seorang ASN tersebut. Disiplin seorang ASN merupakan sikap yang selalu tepat janji, sehingga publik(masyarakat) percaya atas tugas pokok dan fungsi yang telah dikerjakannya, dengan demikian pelayanan publik yang dilaksanakan akan berkualitas dan mampu memberikan kepuasan kepada masyarakat Kota Pematangsiantar. Disiplin kerja ASN merupakan salah satu aspek dalam sebuah sistem kerja yang harus diperhatikan dalam sebuah OPD untuk meningkatkan prestasi atau produktivitas sebuah organisasi. Disiplin kerja ASN merupakan salah satu aspek yang mempengaruhi kerja ASN.
BAB V