METODELOGI PENELITIAN
G. Pembahasan Hipotesis
Hipotesis adalah penjelasan sementara tentang suatu tingkah laku, gejala atau kejadian tertentu yang terjadi atau akan terjadi. Jadi hipotesis merupakan rumusan jawaban sementara yang harus diuji kebenarannya
dengan data yang dianalisis dalam kegiatan penelitian.79
1. Uji Regresi Liner Sederhana
Analisi statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan analisi regresi liner sederhana. Variabel yang akan dikorelasi terdiri dari Variabel X sebagai variabel bebas dan variabel Y
sebagai variabel terikat, adapun rumusnya adalah:80
Y = a + Bx Keterangan : X = Motivasi Kerja Y = Kualitas Pelayanan a = Koefisien Konstanta b = Koefisien Regresi
2. Uji Koefisien Determinasi (R2)
Fungsi dari uji R2 yaitu mengukur sejauh mana kemampuan
variabel bebas dalam menerangkan variabel terikat. Uji R2 dinyatakan
dalam persentase yang nilainya berkisaran antara 0 < R2 < 1. Kriteria
pengujiannya yaitu sebagai berikut:
a. Jika nilai R2 mendekati 0 menunjukkan pengaruh semakin kecil.
78 Suharsimi Arikonto , Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Rineka Cipta, Jakarta , 2012, hlm.195
79 Albert Kurniawan, Metode Riset Untuk Ekonomi Bisnis, Alfabeta, Bandung, 2014, hlm. 72 80 Hartono, Statistik Untuk Penelitian, Yogyakarta, Pustaka Pelajar, 2009, hlm. 160
b. Jika nilai R2 mendekati 1 menunjukkan pengaruh yang semakin kuat.81
3. Uji t
Uji tadalah pengujian koefisien regresi parsial individu yang digunakan untuk mengetahui apakah variabel independen (X) mptivasi kerja mempengaruhi variabel dependen (Y) kualitas pelayanan.
Langkah-langkah pengujiannya :
Menentukan formulasi Ho dan Ha, Hipotesis
Ho = Tidak ada pengaruh antara motivasi kerja terhadap kualitas pelayanan
Ha = Ada pengaruh antara motivasi kerja terhadap kualitas pelayanan Kesimpulan :
a. Jika sig > 0,05 maka Ho diterima
b. Jika sig < 0,05 maka Ho ditolak.82
81 Sugiono, Statistik Untuk Penelitian, Yogyakarta, Pustaka Pelajar, 2009. Hlm 160
82 Wiratna Sujarweni, Metode Penelitian Bisnis dan Ekonomi, Yogyakarta, Pustaka Baru Pers, 2015, hlm. 108
BAB IV
LAPORAN HASIL PENELITIAN DAN ANALISIS DATA A. Gambaran Umum RSUD Dr. H Abdul Moeloek Provinsi Lampung
1. Gambaran Umum RSUD Dr. H Abdul Moeloek Provinsi Lampung
RSUD Dr. H Abdul Moeloek Bandar Lampung dalam perekmbangannya mengalami beberapa kali perubahan bentuk badan sebagai berikut yaitu pada tahun 1914 rumah sakit didirikan oleh perkebunan (onderneming) pemerintah Hindia Belanda selanjutnya pada tahun 1942-1945 berubah menjadi rumah sakit tentara Jepang selanjutnya pada tahun 1945-1950 berubah menjadi RSU dikelola oleh pemerintah pusat RI selanjutnya pada tahun 1950-1964 berubah menjadi RSU dikelola pemerintah provinsi Sumatra selanjutnya pada tahun 1964-1965 berubah menjadi RSU dikelola Kota Tanjung Karang selanjutnya pada tahun 1965- sekarang berubah menjadi RSUD pemerintah daerah provinsi Lampung.
2. Visi Misi RSUD Dr. H Abdul Moeloek Bandar Lampung
Visi:
Visi RSUD Dr. H Abdul Moeloek Bandar Lampung adalah rumah sakit proesional kebanggan masyarakat Lampung.
Misi:
a. Memberikan pelayanan prima disegani bidang pelayanan rumah sakit.
b. Menyelenggarakan dan mengembangkan pusat-pusat pelayanan
unggulan.
c. Membentuk sumber daya manusia profesinal bidang kesehatan.
Motto:
RSUD Dr. H Abdul Moeloek Bandar Lampung adalah ASRI (Akti, Segera, Ramah, dan Inovatif)
3. Landasan Operasional RSUD Dr. H Abdul Moeloek
Tabel 4.1
Landasan Operasional RSUD Dr. H Abdul Moeloek PERDA Provinsi Lampung No. 5
Tahun 2002 Retribusi pelayanan rumah sakit
SK Menkes RI No. HK.03.05/1/2603/08 Rumah sakit kelas B pendidikan Peraturan Gubernur Lampung No. 16 Tahun
2008 Rincian tugas, fungsi, dan tata kerja lembaga teknis daerah provinsi Lampung
SK. Gubernur Lampung No.
G/605/B.V/KH/2009 Penetapan instansi pemerintah daerah provinsi lampung yang menerapkan pola pengelolaan keuangan badan layanan umum daerah (PPK-BLUD) PERDA No. 12 Tahun 2009 Organisasi dan tata kerja inspektorat,
badan perencanaan pembangunan daeah dan lembaga teknis daerah provinsi Lampung.
PERDA No. 1 Tahun 2011 Tanggal 22 Maret
2011 lembar daerah No. 1 tahun 2011 Tentang tarif pelayanan kelas III RSUD Dr. H Abdul Moeloek provinsi Lampung.
Peraturan Gubernur No. 41 Tahun 2010
Tanggal 30 Desember 2010 Tentang tarif pelayanan kelas II, I, Khusus, VIP, dan VVIV RSUD Dr. H Abdul Moeloek Provinsi Lampung
4. Tugas dan Fungsi (PERDA Provinsi Lampung No. 12 Tahun 2009)
RSUD Dr. H Abdul Moeloek Bandar Lampung mempunyai tugas pokok melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah dibidang pelayanan rumah sakit, tugas, dekonsentrasi dan tugas pembantuan yang dibeikan pemerintah kepada Gubernur berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku (Pasal 29 Ayat 1). Dalam melaksanakan tugas pokok, RSUD Dr. H Abdul Moeloek Bandar Lampung menyelenggarakan fungsi :
a. Perumusan kebijakan teknis dibidang pelayanan rumah sakit.
b. Memberikan dukungan atas penyelenggaraan pemerintah daerah
dibidang pelayanan rumah sakit.
c. Memberikan dukungan atas penyelenggaraan pemerintah daerah
dibidang pelayanan rumah sakit.
d. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Gubernur dibidang pelayanan rumah sakit.
e. Pengelolaan administrasi.
5. Kapasitas RSUD Dr. H Abdul Moeloek Provinsi Lampung
RSUD Dr. H Abdul Moeloek Bandar Lampung alah rumah sakit milik pemerintah Provinsi Lampung dan merupakan rumah sakit rujukan tertinggi di Provinsi Lampung.
Berdasarkan surat keputusan direktur RSUD Dr. H Abdul Moeloek 800/139/1.3/1/2008 Tahun 14 Januari 2008 tentang relokasi tempat tidur di RSUD Dr. H Abdul Moeloek Bandar Lampung maka kapasitas ditetapkan menjadi 600 tempat tidur.
Tabel 4.2
Kapasitas Tempat Tidur
RSUD Dr. H Abdul Moeloek Provinsi Lampung
Kelas Utama 52 TT 8,67% Kelas I 72 TT 12% Kelas II 130 TT 21,7% Kelas Khusus 28 TT 4,67% Kelas III 318 TT 53% JUMLAH 600 TT 100%
6. Fasilitas Pelayanan
a. Instansi Gawat Darurat b. Instansi Rawat Jalan c. Instalasi Rawat Inap d. Instalasi Mahan Munyai e. Instalasi Bedah Sentral (IBS) f. Instalasi Radiologi
g. Instalasi Patolog Klinik h. Instalasi Patologi Anatomi i. Instalasi Bank Darah
j. Instalasi Intensif Terpadu (ICU, ICCU, PICU) k. Unit Pelayanan Primatologi
l. Instalasi Rehatabilitas Medik m. Instalasi Farmasi
n. Instalasi Gizi
o. Instalasi Kamar Jenazah p. Instalasi Loundri
q. Instalasi Limbah
r. Instalasi Kebersihan dan Keindahan
s. Instalasi Penunjang Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit (IPSRS) t. Pendidikan dan Pelatihan (Diklat)
u. Simstem Informasi Manajemen (SIM)
v. Pelayanan Ambulance
7. Ketenagakerjaan
Tabel 4.3
Jumlah Pegawai Berdasarkan Spesifikasi RSUD Dr. H Abdul Moeloek Provinsi Lampung
No Jenis Tenaga Tersedia
1 Medis 132 2 Paramedis Perawatan 673 3 Kefarmasian 34 4 Kesehatan Masyarakat 75 5 Gizi 15 6 Keteknisan Medis 91 7 Non Medis 704 Jumlah 1724
Sumber: Sub Bagian Kepegawaian RSUD Abdul Moloek Provinsi Lampung
8. Struktur Organisasi RSUD Dr. H Abdul Moeloek Provinsi Lampung
Struktur organisasi RSUD Dr. H Abdul Moeloek Provinsi Lampung adalah sebagai berikut :
Direktur Utama
Kelompok Jabatan Fungsional
1. Direktur Pelayanan 2. DirekturDiklat dan SDM
Direktur Umum dan Keuangan Bagian Umum Bagian Perenc Rekam
Medik Bagian Keuangan
Bidang Pelayanan
Bidang Keperawatan
Sub. Bid Alat dan Tenaga Kerja