METODE PENELITIAN
4.5 Pembahasan Komoditi Unggulan
Komoditas unggulan adalah produk yang potensial untuk dikembangkan di suatu daerah dengan memanfaatkan sumber daya yang ada di daerah tersebut serta
mendatangkan pendapatan bagi masyarakat dan pemerintah. Komoditas unggulan merupakan komoditas yang paling potensial atau paling menonjol dibandingkan komoditas dalam memberikan sumbangsih terhadap pendapatan daerah.
Dari hasil perhitungan Location Quotient (LQ) yang dilakukan pada sub sektor unggulan, maka dilakukan perhitungan pada komoditi untuk mengetahui komoditi-komoditi apa saja yang tergolong sebagi unggulan.
Tabel 4.11
Komoditi Unggulan Menggunakan Metode Location Quotient (LQ)
No. Komoditi
11. Ayam Buras 1035183 1177903 17329,23 5702389 289,1914 Sumber: Data diolah
Berdasarkan tabel 4.11 dari hasil perhitungan indeks Location Quotient PDRB Kabupaten Dairi selama tahun 2013-2015, maka dapat diidentifikasi komoditi-komoditi unggulan. Dimana komoditi-komoditi unggulan tersebut akan membantu peningkatan laju pertumbuhan Kabupaten Dairi dalam memenuhi kebutuhan daerah tersebut maupun mengirimnya ke daerah lain.
4.5.1 Komoditi Padi Ladang
Kontribusi komoditi padi ladang terhadap laju pertumbuhan Kabupaten Dairi rata-rata sebesar 15988,67 persen dan berada pada urutan kedelapan terendah
dibandingkan komoditi unggulan lainnya. Berdasarkan analisis LQ, komoditi padi ladang rata-rata sebesar 2,248 (>1), hal ini berarti komoditi ini merupakan unggulan. Artinya komoditi ini tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan Kabupaten Dairi saja, tetapi mampu memenuhi kebutuhan daerah lainnya sehingga komoditi ini merupakan komoditi yang berpotensi ekspor.
Tabel 4.12
Produksi Komoditi Padi Ladang Per Kecamatan tahun 2013-2015
No. Kecamatan 2013 2014 2015
Sumber: Badan Pusat Statistik Dairi dalam Angka 2014-2016
4.5.2 Komoditi Jagung
Kontribusi komoditi jagung terhadap laju pertumbuhan Kabupaten Dairi rata-rata sebesar 170097,7 persen dan berada pada urutan keempatbelas dibandingkan komoditi unggulan lainnya. Berdasarkan analisis LQ, komoditi jagung rata-rata sebesar 2,929 (>1), hal ini berarti komoditi ini merupakan unggulan. Artinya komoditi ini tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan Kabupaten Dairi saja, tetapi mampu memenuhi kebutuhan daerah lainnya sehingga komoditi ini merupakan komoditi yang berpotensi ekspor.
Tabel 4.13
Produksi Komoditi Jagung Per Kecamatan tahun 2013-2015
No. Kecamatan 2013 2014 2015
Sumber: Badan Pusat Statistik Dairi dalam Angka 2014-2016
4.5.3 Komoditi Kacang Tanah
Kontribusi komoditi kacang tanah terhadap laju pertumbuhan Kabupaten Dairi rata-rata sebesar 1614,333 persen dan berada pada urutan ketigabelas dibandingkan komoditi unggulan lainnya. Berdasarkan analisis LQ, komoditi kacang tanah rata-rata sebesar 3,621 (>1), hal ini berarti komoditi ini merupakan unggulan. Artinya komoditi ini tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan Kabupaten Dairi saja, tetapi mampu memenuhi kebutuhan daerah lainnya sehingga komoditi ini merupakan komoditi yang berpotensi ekspor.
Tabel 4.14
Produksi Komoditi Kacang Tanah Per Kecamatan tahun 2013-2015
No. Kecamatan 2013 2014 2015
14. Pegagan Hilir 106,84 128,14 49
15. Tanah Pinem 184,87 2,54 3
Sumber: Badan Pusat Statistik Dairi dalam Angka 2014-2016
4.5.4 Komoditi Ubi Jalar
Kontribusi komoditi ubi jalar terhadap laju pertumbuhan Kabupaten Dairi rata-rata sebesar 21513,33 persen dan berada pada urutan keduabelas dibandingkan komoditi unggulan lainnya. Berdasarkan analisis LQ, komoditi ubi jalar rata-rata sebesar 3,710 (>1), hal ini berarti komoditi ini merupakan unggulan.
Artinya komoditi ini tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan Kabupaten Dairi saja, tetapi mampu memenuhi kebutuhan daerah lainnya sehingga komoditi ini merupakan komoditi yang berpotensi ekspor.
Tabel 4.15
Produksi Komoditi Ubi Jalar Per Kecamatan tahun 2013-2015
No. Kecamatan 2013 2014 2015
Sumber: Badan Pusat Statistik Dairi dalam Angka 2014-2016
4.5.5 Komoditi Bawang Merah
Kontribusi komoditi bawang merah terhadap laju pertumbuhan Kabupaten Dairi rata-rata sebesar 2601,667 persen dan berada pada urutan kesembilan
bawang merah rata-rata sebesar 7,233 (>1), hal ini berarti komoditi ini merupakan unggulan. Artinya komoditi ini tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan Kabupaten Dairi saja, tetapi mampu memenuhi kebutuhan daerah lainnya sehingga komoditi ini merupakan komoditi yang berpotensi ekspor.
Tabel 4.16
Produksi Komoditi Bawang Merah Per Kecamatan tahun 2013-2015
No. Kecamatan 2013 2014 2015
Sumber: Badan Pusat Statistik Dairi dalam Angka 2014-2016
4.5.6 Komoditi Kentang
Kontribusi komoditi kentang terhadap laju pertumbuhan Kabupaten Dairi rata-rata sebesar 8075,667 persen dan berada pada urutan kelima terendah dibandingkan komoditi unggulan lainnya. Berdasarkan analisis LQ, komoditi kentang rata-rata sebesar 1,863 (>1), hal ini berarti komoditi ini merupakan unggulan. Artinya komoditi ini tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan Kabupaten Dairi saja, tetapi mampu memenuhi kebutuhan daerah lainnya sehingga komoditi ini merupakan komoditi yang berpotensi ekspor.
Tabel 4.17
Produksi Komoditi Kentang Per Kecamatan tahun 2013-2015
No. Kecamatan 2013 2014 2015
2. Berampu 0 0 0
Sumber: Badan Pusat Statistik Dairi dalam Angka 2014-2016
4.5.7 Komoditi Kubis
Kontribusi komoditi kubis terhadap laju pertumbuhan Kabupaten Dairi rata-rata sebesar 14552,67 persen dan berada pada urutan keempat terendah dibandingkan komoditi unggulan lainnya. Berdasarkan analisis LQ, komoditi kubis rata-rata sebesar 2,070 (>1), hal ini berarti komoditi ini merupakan unggulan. Artinya komoditi ini tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan Kabupaten Dairi saja, tetapi mampu memenuhi kebutuhan daerah lainnya sehingga komoditi ini merupakan komoditi yang berpotensi ekspor.
Tabel 4.18
Produksi Komoditi Kubis Per Kecamatan tahun 2013-2015
No. Kecamatan 2013 2014 2015
Sumber: Badan Pusat Statistik Dairi dalam Angka 2014-2016
4.5.8 Komoditi Alpukat
Kontribusi komoditi alpukat terhadap laju pertumbuhan Kabupaten Dairi rata-rata sebesar 1695,133 persen dan berada pada urutan kesebelas dibandingkan komoditi unggulan lainnya. Berdasarkan analisis LQ, komoditi alpukat rata-rata sebesar 4,001 (>1), hal ini berarti komoditi ini merupakan unggulan. Artinya komoditi ini tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan Kabupaten Dairi saja, tetapi mampu memenuhi kebutuhan daerah lainnya sehingga komoditi ini merupakan komoditi yang berpotensi ekspor.
Tabel 4.19
Produksi Komoditi Alpukat Per Kecamatan tahun 2013-2015
No. Kecamatan 2013 2014 2015
Sumber: Badan Pusat Statistik Dairi dalam Angka 2014-2016
4.5.9 Komoditi Durian
Kontribusi komoditi durian terhadap laju pertumbuhan Kabupaten Dairi rata-rata sebesar 7523,967 persen dan berada pada urutan kelimabelas dibandingkan komoditi unggulan lainnya. Berdasarkan analisis LQ, komoditi durian rata-rata
sebesar 2,415 (>1), hal ini berarti komoditi ini merupakan unggulan. Artinya komoditi ini tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan Kabupaten Dairi saja, tetapi mampu memenuhi kebutuhan daerah lainnya sehingga komoditi ini merupakan komoditi yang berpotensi ekspor.
Tabel 4.20
Produksi Komoditi Durian Per Kecamatan tahun 2013-2015
No. Kecamatan 2013 2014 2015
Sumber: Badan Pusat Statistik Dairi dalam Angka 2014-2016
4.5.10 Komoditi Jeruk
Kontribusi komoditi jeruk terhadap laju pertumbuhan Kabupaten Dairi rata-rata sebesar 33744,13 persen dan berada pada urutan keempat terendah dibandingkan komoditi unggulan lainnya. Berdasarkan analisis LQ, komoditi jeruk rata-rata sebesar 1,838 (>1), hal ini berarti komoditi ini merupakan unggulan. Artinya komoditi ini tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan Kabupaten Dairi saja, tetapi mampu memenuhi kebutuhan daerah lainnya sehingga komoditi ini merupakan komoditi yang berpotensi ekspor.
Tabel 4.21
Produksi Komoditi Jeruk Per Kecamatan tahun 2013-2015
No. Kecamatan 2013 2014 2015
2. Berampu 0 250 630
Sumber: Badan Pusat Statistik Dairi dalam Angka 2014-2016
4.5.11 Komoditi Ayam Buras
Kontribusi komoditi ayam buras terhadap laju pertumbuhan Kabupaten Dairi rata-rata sebesar 1035183 persen dan berada pada urutan pertama dibandingkan komoditi unggulan lainnya. Berdasarkan analisis LQ, komoditi ayam buras rata-rata sebesar 289,1914 (>1), hal ini berarti komoditi ini merupakan unggulan.
Artinya komoditi ini tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan Kabupaten Dairi saja, tetapi mampu memenuhi kebutuhan daerah lainnya sehingga komoditi ini merupakan komoditi yang berpotensi ekspor.
Tabel 4.22
Produksi Komoditi Ayam Buras Per Kecamatan tahun 2013-2015
No. Kecamatan 2013 2014 2015
6. Silahisabungan 29441 30779 31417
7. Silima Pungga-pungga 110973 117592 121211
8. Lae Parira 22294 28051 33208
Sumber: Badan Pusat Statistik Dairi dalam Angka 2014-2016
Analisis penentuan komoditi unggulan diperlukan sebagai cara maupun usaha dalam membangun dan merencanakan suatu pembangunan daerah khusunya di Kabupaten Dairi saat ini, sehingga turut campur tangan pemerintah sangat diperlukan khususnya dalam menerapkan kebijakan-kebijakan yang berhubungan dengan kesejahteraan daerah tersebut dengan melibatkan sektor dan sub sektor yang unggulan tanpa mengabaikan sektor dan sub sektor yang belum dikatakan sebagai unggulan.
Komoditi unggulan tersebut juga akan melibatkan peran dari masyarakat dalam mengelola sumber-sember alam yang tersedia. Sehingga akan adanya terjalin hubungan antara pemerintah dan masyarakat dalam mengelola dan memanfaatkan sumber daya yang tersedia. Pemerintah Kabupaten Dairi dapat menentukan alokasi dan prioritas anggaran untuk komoditi unggulan secara jelas untuk memacu pertumbuhan ekonomi daerah, sehingga mendorong terwujudnya kesejahteraan daerah.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN