3.1 Klasifikasi Semen Kedokteran Gigi 1. Semen Seng Oksida Eugenol
Gambar 1. Contoh produk semen Seng Oksida Eugenol Sumber: http://www.pspdentalco.com/cements.html Fungsi:
1. Sebagai bahan perekat restorasi sementara dan permanen 2. Sebagai basis dan pelapik
3. Sebai bahan pengisi saluran akar (sealer) pada perawatan pulpotomi Komposisi:
Bubuk semen ini terdiri atas oksida seng.Magnesium oksida dapat dijumpai dalam jumlah yang kecil, zinc asetat dalam jumlah hingga 1% dipergunakan sebagai akselerator untuk reaksi seting.
Cairannya terdiri dari eugenol yang merupakan konstitusi utama minyak cengkeh.Minyak olive juga dapat ditemukan dalam jumlah hingga 15%, kadang-kadang diberi asam asetat sebagai akselerator.
Klasifikasi :
1. Tipe1 digunakan untuk semen sementara.
2. Tipe2 digunakan untuk semen permanen dari restorasi atau alat-alat yang dibuat di luar mulut.
3. Tipe3 digunakan untuk restorasi sementara dan basis penahan panas. 4. Tipe4 digunakan untuk pelapik kavitas
Sifat :
1. Meminimalkan kebocoran mikro
2. Memberikan perlindungan terhadap pulpa 3. Daya antibakteri
4. PH-nya mendekati 7 yang membuatnya menjadi salah satu semen dental yang paling mempunyai potensi iritasi terhadap jaringan
5. Rasio bubuk cairan akan mempengaruhi kecepatan peng erasan 6. Kekuatannya berkisar 3 – 55 Mpa
2. Semen Zinc Phosphate
Gambar 2. Contoh produk semen Seng Phosphate
Sumber : http://tokosakura.com/index.php?act=viewProd&productId=1300
http://www.fuzing.com/vli/003015117261/Dental-Zinc-Phosphate-Cement
Fungsi:
1. Sebagai bahan tambalan sementara
Sebagai tambalan sementara, semen ini didasari oleh Seng okside yang dicampur dengan cairan asam fosfat 50%. Bila menggunakan Seng phosphate maka kavitas tidak terlalu besar dan kekuatan pengunyahan yang dipusatkan pada daerah gigi tersebut tidak boleh terlalu besar.Untuk menjamin kestabilan dan kekuatan tambalan sementara serta mencegah fraktur dari sisa cups di sekeliling kavitas yang besar, bahan ini di gunakan bersama dengan plat tembaga lembut yang dipotong dan dibentuk yan gkemudian disemenkan di sekliling mahkota dan tambalan sementara dengan menggunakan semen yang.
2. Sebagai Bahan Basis dan Pelapik
Sedangkan sebagai basis, digunakan dalam bentuk dempul dan bentuk lapisan yang relative tebal untuk menggantikan dentin yang sudah rusak dan untuk melindungi pulpa dari iritasi kimia dan fisik serta menghasilkan penyekat terhadap panas dan menahan tekanan yang diberikan selama penempatan bahan restorative.
3. Sebagai Bahan Perekat Inlay, Jembatan dan Pasak Inti
Sebelum memulai penyemenan, terlebih dahulu dilakukan pembersihan dan pengeringan daerah kerja, semen fosfat dnegn slow setting dibuat dengan menmbah bubuk dalam jumlah secukupnya dalam cairan sekitar 1-1,5 menit pada glass slab yang dingin, semen yang telah dicampur dioleskan pada bahan resatoratif dan dimasukkan kedalam kavitas kemudian ditekan secara intermitten sampai posisinya benar-benar baik. Semen yang telah benar-benar mengeras, sangat penting untuk membersihkan sisa-sisa semen di bagian proksimal dan servikal untuk menghindari iritasi gingival.
Komposisi:
Komposisi terdiri dari powder seng oksida 90% dan Magnesium 10 % dan asam phorporic, garam logam dan air sebagai liquid. Penggunaan sebagai basis, konsistensi harus seperti dempul, campuran bubuk dan liquid dengan ratio 6:1 atau sesuai kebutuhan, membentuk adonan yang tidak cair tidak padat, aduk dengan putaran melawan jarum jam, tempatkan adonan pada tumpatan yang telah diberi semen eugenol sebagai subbasis. Waktu pengerasan sekitar 5-9 menit dan kelebihan tumpatan dibuang.
Sifat :
1. Insolator panas yang baik
2. Daya larut relatif rendah di dalam air 3. Keasamanan semen cukup tinggi 4. Compressive strength yang tinggi 5. Iritatif terhadap pulpa
3. Semen Silikat
Semen Silikat dibuat dengan mencampur powder yang terbuat dari alumino-Fluoro-Silikat glass dengan liquid 37% asam fosfat. Secara kimia asam melarutkan dan menggabungkan sebagian kaca. Hal ini menciptakan suatu matriks yang sangat keras dan rapuh. Campuran cairan semen ini sama dengan semen Seng fosfat, bagaimanapun, penggunaan utama dalam kedokteran gigi adalah sebagai material yang sewarna dengan gigi. Karena matriks sangat keras, rapuh dan kurangnya ketahanannya terhadap abrasi membatasi penggunaannya sebagai bahan basis restorative.
Sampai munculnya komposit resin, silikat adalah material gigi hanya mengisi warna yang tersedia, dan satu-satunya alternatif untuk amalgam perak sebagai (non emas) sederhana bahan pengisi permanen. Penggunaannya terbatas pada gigi depan, atau daerah kerusakan tidak pada permukaan gigi belakang yang mempunyai kekutan tekan besar.
Gambar 9. Contoh produk Semen Silikat
Sumber: http://www.indiamart.com/pls-sons/products.html
Keuntungan dari semen ini, selain warnanya, adalah terdapat fluoride dari glass, (komponen dari bahan matriks karena reaksi kimia yang terlibat dalam pencampuran bubuk dengan cairan), fluoride cenderung mencegah karies lebih lanjut di sekitar margin, (kenyataannya, merupakan karakteristik dari semua formulasi menggunakan Al-Fl-Si glass dan asam kombinasi). Masalah utama dengan semen silikat sebagai bahan restoratif adalah tampilannya. Partikel-partikel kaca rentan terhadap tekanan, mudah berubah warna dan kasar. Kesulitan lain adalah kerapuhan dari matriks estetik karena menyebabkan
permukaan krasing dan marjinal chipping sebagai usia restorasi dan menciptakan lebih banyak tempat potensial untuk noda untuk memperparah. Fungsi:
1. Restorasi gigi anterior. Komposisi :
Bubuk semennya adalah kaca yang terdiri atas silika (SiO2), alumina (Al2O3), senyawa fluorida seperti NaF, CaF2, dan Na3AlF6, dan beberapa garam kalsium seperti Ca(H2PO4)2.2H2O dan CaO. Bahan-bahan ini dipanaskan sampai temperatur 1400⁰C untuk membentuk kaca. Senyawa fluorida digunakan untuk menurunkan temperatur pencampuran dari kaca.
Cairannya adalah larutan dari asam fosfor dengan garam-garam dapar. Ketika bubuk dan cairan dicampur, permukaan partikel bubuk terpajan asam, dan melepaskan ion-ion Ca2+, Al3+, dan F-. Ion-ion logam berpresipitasi sebagai fosfat yang membentuk matriks semen dengan sisipan garam-garam fluorida.
Sifat :
1. Warnanya sesuai dengan warna gigi dan cocok digunakan untuk restorasi gigi anterior
2. Tensil strenght kurang baik
3. Daya larut semen di dalam air memang rendah, namun mudah larut terhadap asam yang terdapat dalam plak yang melekat di atasnya
4. Terikat secara kimiawi dengan struktur gigi karena adanya fluoride (kekuatan ikatan denngan email akan lebih besar daripada dengan dentin)
4. Semen Polikarboksilat
Gambar 11. Contoh produk Semen Polikarboksilat Sumber: Phillips dalam Kadariani. 2001
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/8018/1/960600036.pdf http://www.fuzing.com/vli/003015f17253/Dental-Polycarboxylate-Cement http://dentala2z.co.uk/Poly-Zinc-Plus-Zinc-Polycarboxylate-cement Fungsi:
1. Cementation of crowns and bridges 2. Cementation of inlays and onlays
3. Orthodontic cementation of bands and brackets
4. Base or lining material under composite, amalgam or glass ionomer 5. Temporary filling material
Komposisi :
Bubuknya mengandung oksida seng dengan sejumlah oksida magnesium. Oksida stanium dapat menggantikan oksida magnesium. Bismuth dan aluminium juga dapat ditambahkan. Dapat juga mengandung sejumlah kecil stanous fluorida, yang mengubah waktu pengerasan dan memperbaiki sifat manipulasinya. Bahan ini merupakan bahan penambah yang penting karena juga meningkatkan kekuatan.
Cairannya adalah larutan air asam piliakrilat atau kopolimer dari asam akrilik dengan asam karboksilat lain yang tidak jenuh, misalnya sam itakonik. Berat molekul dari poliasam berkisar antara 30.000-50.000. konsentrasi asam dapat bervariasi antara satu semen dengan semen lainnya tetapi biasanya sekitar 40%.
Campuran bubuk dan liquid dengan ratio 1,5:1 atau sesuai kebutuhan, sampai membentuk adonan yang tidak cair tidak padat, aduk dengan putaran
melawan jarum jam, tempatkan adonan pada tumpatan yang telah diberi semen eugenol sebagai subbasis. waktu pengerasan sekitar 2,5-5 menit, buang kelebihan tumpatan
Sifat:
1. Compressive strength besar 2. Insolator panas yang baik
3. Adhesif secara kimia dengan struktur gigi 4. Waktu pengerasan lebih cepat dari seng fosfat 5. Modulus elastis kurang dari setengah semen fosfat
6. Daya larut rendah teradap asam namun mudah larut dalam saliva
5. Semen Ionomer Kaca (SIK)
Gambar 5. Contoh produk Semen Ionomer Kaca
Sumber: http://solutions.3mindia.co.in/wps/portal/3M/en_IN/3M-ESPE-Asia/dental-professionals/products/category/cement/ketac-cem-easymix/
Semen Ionomer Kaca merupakan salah satu bahan restorasi plastis di bidang kedokteran gigi yang perkembangannya paling menarik, bahan ini ditemukan oleh Wilson dan kenk tahun 1972 sebagai bahan pertama yang paling praktis, sewarna dengan gigi dan beradhesi secara kimiawi walaupun versi awalnya tidak baik dan alaur dalam cairan mulut
Klasifikasi dan Kegunaan
a) Conventional Glass Ionomer Cements
Pertama kali diperkenalkan oleh Wilson dan Kent tahun 1972, bahan yang digunakan berasal dari
dan komponen glass fluoroaliminosilicate.
b) Resin Modified Glass Ionomer Cements (Conventional with addition of HEMA)
Campuran antara polymer HEMA
Gambar 14. Contoh produk Semen Ionomer Kaca Sumber: Sutrisno, G. 2011.
ionomerCement.pdf
http://en.wikipedia.org/wiki/(Hydroxyethyl)methacrylate c) Hybrid Ionomer Cements (Also known as Dual
Cements)
d) Tri-cure Glass Ionomer Cements Klasifikasi dan Kegunaan
Conventional Glass Ionomer Cements
Pertama kali diperkenalkan oleh Wilson dan Kent tahun 1972, bahan yang digunakan berasal dari campuran asam poliaklenoic seperti asam poliacrilic dan komponen glass fluoroaliminosilicate.
Resin Modified Glass Ionomer Cements (Conventional with addition of
Campuran antara Conventional Glass Ionomer Cements polymer HEMA (poly-hydroxyethylmethacrylate)
Gambar 14. Contoh produk Semen Ionomer Kaca Resin Modified dan
Sutrisno, G. 2011. http://staff.ui.ac.id/internal/130536743/material/3 ionomerCement.pdf
http://en.wikipedia.org/wiki/(Hydroxyethyl)methacrylate Hybrid Ionomer Cements (Also known as Dual-cured Gla
Gambar 15. Contoh produk Semen Ionomer Kaca Hybrid Sumber: http://dentala2z.co.uk/RelyX-Luting-Cement/en
cure Glass Ionomer Cements
Pertama kali diperkenalkan oleh Wilson dan Kent tahun 1972, bahan yang campuran asam poliaklenoic seperti asam poliacrilic
Resin Modified Glass Ionomer Cements (Conventional with addition of
Conventional Glass Ionomer Cements dengan bahan
Struktur HEMA
http://staff.ui.ac.id/internal/130536743/material/3-Glass-cured Glass Ionomer
Hybrid
Gambar 16. Contoh produk Semen Ionomer Kaca Tri-Cure
Sumber: http://www.shopcreator.com/mall/productpage.cfm/dmi/_3M-3303A3P/309979/Vitremer
e) Metal-reinforced Glass Ionomer Cements
Gambar 17. Contoh produk Semen Ionomer Kaca Metal-reinforced Sumber: (Craig dalam Lubis, F.L. 2004) dan
http://www.voco.com/en/products/_products/meron_plus/index.html
Semen glass ionomer kurang kuat, dikarenakan tidak dapat menahan gaya mastikasi yang besar. Semen ini juga tidak tahan terhadap keausan penggunaan dibandingkan bahan restorasi estetik lainnya, seperti komposit dan keramik. Ada 2 metode modifikasi yang telah dilakukan, metode I adalah mencampur bubuk logam campur amalgam yang berpartikel sferis dengan bubuk glass ionomer tipe II. Semen ini disebut gabungan logam campur perak. Metode II adalah mencampur bubuk kaca dengan partikel perak dengan menggunakan pemenasan yang tinggi. Semen ini disebut sebagai cermet. Mikrograf skening electron dari bubuk cermet menunjukan partikel-partikel bubuk perak melekat ke permukaan dari partikel-partikel bubuk semen.
Kegunaan Semen Ionomer Kaca 1. Tipe I : Luting Cement
Semen ini berguna untuk merekatkan gigi mahkota atau jembatan, tumpatan tuang dan alat-alat ortodonti cekat. Semen perekat ini mencegah kebocoran tepi restorasi dan
lapisan semen harus dibuat setipis-tipisnyaagar tidak terlarutkan oleh cairan mulut.
2. Tipe II : Restorative Cement
Guna semen ini sebagai tumpatan estetik sewarna dengan gigi
3. Tipe III : Liner and Basis Cement 4. Tipe IV : Fissure sealants
5. Tipe V : Orthodontic Cements 6. Tipe VI : Core build up
7. Tipe VII : Fluoride releasing
8. Tipe VIII : ART(atraumatic restorative technique) 9. Type IX : Deciduous teet
Komposisi
Semen ini adalah sisitem bubuk cairan, yang berbentuk karena reaksi antara kaca alumino-silikat dengan asam poliakrilat yang sering disebut alumino silikat poyacrilic acid (ASPA). (Williams dalam Lubis, F.L. 2004).
1. Komposisi Bubuk
Bubuk Semen Ionomer Kaca adalah kaca alumina-silikat. Walaupun memiliki karakteristik yang sama dengan silikat tetapi perbandinagn alumina-silikat lebih tinggi pada semen silikat.
Tabel 3. Komposisi bubuk Semen Ionomer Kaca Sumber: Manappallil dalam Lubis, F.L. 2004.
2. Komposisi Cairan
Cairan yang digunakan Semen Ionomer Kaca adalah larutan dari asam poliakrilat dalam konsentrasi kira-kira 50%. Cairan ini cukup kental cnederung membentuk gel setelah beberapa waktu. Pada sebagian besar semen, cairan asam poliakrilat dalah dalam bentuk kopolimer dengan asam itikonik, maleic atau asam trikarbalik. Asam-asam ini cenderung menambah reaktivitas dari cairan, mengurangi kekentalan dan mengurangi kecenderungan membentuk gel.
Asam tartaric juga terdapat dalam cairan yang memperbaiki karakteristik manipulasi dan meningkatkan waktu kerja, tetapi memperpendek pengerasan. Terlihat peningktan yang berkesinambungan secara perlahan pada kekentalan semen yang tidak mengandung asam tartaric. Kekentalan semen yang mengandung asam tartaric tidak menunjukkan kenaikan kekentalan yang
Tabel 4. Komposisi Cairan Semen Ionomer Kaca Sumber: Manappallil dalam Lubis, F.L. 2004.
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/8180/1/000600064.pdf
.Reaksi Pengerasan
Ketika bubuk dan cairan Semen Ionomer Kaca dicampurkan, cairan asam akan memasuki permukaan partikel kaca kemudian bereaksi dengan membentuk lapisan semen tipis yang akan mengikuti inti.
Selain cairan sam, kalsium, aluminium, sodium sebagai ion-ion fluoride pada bubuk Semen Ionomer Kaca akan memasuki partikel kaca yang akan membentuk ion kalsium (ca2+) kemudian ion aluminium (Al3+) dan garam
fluor yang dianggap dapat mencegah timbulnay karies sekunder. Selanjutnya partikel-partikel kaca lapisan luar membentuk lapisan.
Gambar 21. Reaksi pengerasan Semen Ionomer Kaca Sumber: Manappallil dalam Lubis, F.L. 2004.
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/8180/1/000600064.pdf
Sifat Semen Ionomer Kaca
Sifat Semen Ionomer Kaca adhesive yang mengikat enamel dan dentin. Ikatan ini terjadi karean interaksi antara ion-ion golongan karboksil dan semen dan ion-ion kalsium dari gigi, iakatan ke enamel lebih besar daripda iktannya ke dentin. Pengikatan ini baik sebagai bahan penutupan kavitas.
1. Sifat Fisis a. Anti karies
Ion fluor yang dilepaskan terus menerus membuat gigi lebih tahan terhadap karies.
b. Thermal ekspansi sesuai dengan dentin dan enamel c. Tahan terhadap abrasi
ASPA tahan terhadap abrasi, ini penting khususnya pada penggunaan dalam restorasi dari groove yang abrasi servikalnya 2. Sifat Mekanis
a. Compressive strength : 150 MPa, lebih rendah dari silikat b. Tensile strength : 6,6 MPa, lebih tinggi dari silikat
c. Hardness : 49 KHN, lebih lunak dari silikat d. Frakture toughness : Beban yang kuat dapat terjadi fraktur 3. Sifat Kimia
Semen Ionomer Kaca melekat dengan baik ke enamel dan dentin, perlekatan ini berupa ikatan kimia antara ion kalsium dari jaringan gigi dan ion COOH dari Semen Ionomer Kaca. Ikatan dengan enamel dua kali lebih besar daripada ikatannya dengan dentin. Dengan sifat ini maka kebocoran tepi tambalan dapat dikurangi. Semen Ionomer Kaca tahan terhadap suasana asam, oleh karena adanya ikatan silang diantara rantai-rantai semen ionomer kaca. Ikatan ini terjadi karena anya polyanion dengan berat molekul yang tinggi (Phillips dalam Lubis, F.L. 2004).
Kemampuan Semen Ionomer Kaca untuk bertindak sebagai suatu yang dapat mengisi cadangan ion fluor dapat mendorong melakukan hal tersebut. Ion fluoride di dalam rongga mulut mempunyai pengaruh yang menguntungkan apabila gigi terus menerus terkena larutan rendah melalui air minum, pasta gigi atau cairan untuk kumur-kumur. Ion fluroda dalam konsentrasi rendah akan membuat ikatan hidroksiapatit. Pada reaksi ini terjadi pertukaran langsung antara ion OH- dan ion F-. Jumlah fluorapatit yang ternemtuk tidak banyak karena reaksi ini tergantung pada pH dan pH 4 reaksi ini akan berlangsung kira-kira 100 kali lebih cepat dibandingkan pada pH 7. Hal ini bukan disebabkkan pertukaran ion yang lebih cepat tetapi karena pada pH rendah akan terbentuk hasil antara, yaitu akatan kalsuim fosfat [Ca3(PO4)2] yang disebut dengan brushit, suatu senyawa paling stabil pada lingkungan dengan pH rendah.
Ca HPO4 2H2O : Ca10 (PO4)6 (OH)2 + 8H+ 6CaHPO4 2H2O + 4Ca2+
(Hidroksiapatit) (Brushit)
Permukan enamel yang secara adekuat diperkuat dengan ion fluoride, resistensinya terhadap asam akan meningkat ke titik dimana
demineralisasi tidak akan terjadi atau remineralisasi akan lebih cepat sehingga proses karies terhenti pada sisi tersebut.
Gambar 25. Proses pertukaran ion [Ca Sumber: Galinggih, 2011
http://galinggih.wordpress.com/2010/04/03/semen
4. Sifat Biologi
cukup baik artinya tidak mengiri
ketebalan sisa dentin ke arah pulpa tidak kurang dari 0,5 mm. kontaminasi saliva selama penumpatan dan sebelum semen mengeras sempurna akan merugikan tumpatan karena semen akan mudah larut dan daya adhesi akan menurun.
Kavitas ha
isolasi yang efektif serta tumpatan ditutup dengan lapisan resin atau pernis yang kedap air selama beberapa jam setelah penumpatan untuk mencegah desikasi karena hilangnya cairan atau melarut karena menyerap
6. Semen Ionomer Kaca Dengan Modifikasi Resin
Kepekaan terhadap cairan dan kekuatan awal yang rendah dari semen ionomer kaca merupakan akibat dari reaksi pengerasan asam
Beberapa gugus fungsional yang terpolimerisai ditambahkan dalam f
semen untuk mempercepat proses curing sehingga semen dapat kedua demineralisasi tidak akan terjadi atau remineralisasi akan lebih cepat sehingga proses karies terhenti pada sisi tersebut.
Gambar 25. Proses pertukaran ion [Ca3(PO4)2] membentuk brushit Sumber: Galinggih, 2011
http://galinggih.wordpress.com/2010/04/03/semen-ionomer-kaca/
Sifat Biologi
Semen Ionomer Kaca memiliki sifat biokompabilitas yang cukup baik artinya tidak mengiritasi jaringan pulpa sejauh ketebalan sisa dentin ke arah pulpa tidak kurang dari 0,5 mm. kontaminasi saliva selama penumpatan dan sebelum semen mengeras sempurna akan merugikan tumpatan karena semen akan mudah larut dan daya adhesi akan menurun.
Kavitas harus dijaga agar tetap kering dengan mngusahakan isolasi yang efektif serta tumpatan ditutup dengan lapisan resin atau pernis yang kedap air selama beberapa jam setelah penumpatan untuk mencegah desikasi karena hilangnya cairan atau melarut karena menyerap air
Semen Ionomer Kaca Dengan Modifikasi Resin
Kepekaan terhadap cairan dan kekuatan awal yang rendah dari semen ionomer kaca merupakan akibat dari reaksi pengerasan asam-basa yang lambat. Beberapa gugus fungsional yang terpolimerisai ditambahkan dalam f
semen untuk mempercepat proses curing sehingga semen dapat kedua demineralisasi tidak akan terjadi atau remineralisasi akan lebih cepat
brushit
kaca/
Semen Ionomer Kaca memiliki sifat biokompabilitas yang tasi jaringan pulpa sejauh ketebalan sisa dentin ke arah pulpa tidak kurang dari 0,5 mm. kontaminasi saliva selama penumpatan dan sebelum semen mengeras sempurna akan merugikan tumpatan karena semen akan
rus dijaga agar tetap kering dengan mngusahakan isolasi yang efektif serta tumpatan ditutup dengan lapisan resin atau pernis yang kedap air selama beberapa jam setelah penumpatan untuk mencegah desikasi karena hilangnya cairan atau melarut
Kepekaan terhadap cairan dan kekuatan awal yang rendah dari semen basa yang lambat. Beberapa gugus fungsional yang terpolimerisai ditambahkan dalam formula semen untuk mempercepat proses curing sehingga semen dapat kedua
kekurangannya dan memungkinkan bahan yang tebal menjadi matang melalui reaksi asam-basa. Produk ini disebut semen dengan pengerasan ganda jika hanya digunakan satu mekanisme polimerisasi; jika kedua polimerisasi digunakan disebut semen dengan pengerasan triple. Material ini diklasifikasikan sebagai ionomer kaca dengan modifikasi resin atau disebut juga dengan ionomer hybrid.
Tergantung pada formulasi pengolahan dan rasio P/L, penerapan klinis dari ionomer kaca modifikasi resin mencakup penggunaannya sebagai liners, penutup fissure, basis, core buildups, restorasi, bahan adesif untuk bracket orthodonty, memperbaiki bahan untuk kerusakan amalgam inti atau cups dan menurunkan kualitas bahan pengisi akar. Untuk setiap penerapan tersebut, kondisi permukaan struktur gigi dengan asam lemah tetap penting untuk formasi pengikatan.
Sifat
1. Semen glass ionomer memberikan estetik yang baik, terutama sebagai restorasi pada gigi anterior.
2. Semen glass ionomer memiliki compressive strength dan hardness lebih kecil dari semen silikat. Compressive strength semen glass ionomer sebesar 150 Mpa (22.000 psi), sedangkan semen silikat besarnya 180 Mpa (26.000 psi). Tensile strength semen glass ionomer sebesar 6,6 Mpa (960 psi) sedangkan semen silikat sebesar 3,5 Mpa (500 psi). Besarnya hardness semen glass ionomer adalah 48 KHN, sedangkan semen silikat sebesar 70 KHN.
3. Semen glass ionomer bersifat brittle sehingga tidak digunakan untuk tambalan di bagian oklusal yang menahan daya kunyah besar.
4. Semen glass ionomer memiliki solubility (kelarutan) lebih rendah dari semen silikat, yaitu sebesar 0,4% sedangkan semen silikat 0,7%. Berdasarkan tes terhadap cavitas mulut, semen glass ionomer memiliki resistensi tinggi terhadap degradasi dibandingkan dengan semen lainnya. 5. Semen glass ionomer berikatan kimia dengan enamel dan dentin, sehingga
V dan juga untuk restorasi erosi pada daerah gingival. Ikatan tersebut bersifat adhesive dan memerlukan ikatan mekanik dengan cavitas yang telah dipreparasi agar tidak terjadi karies.
6. Semen glass ionomer bersifat antikariogenik, yaitu dapat mencegah terjadinya karies seperti halnya semen silikat. Hal ini dikarenakan terjadi pembebasan flouride oleh semen. Demikian halnya dengan enamel yang berkontak dengan restorasi semen tersebut, akan memperoleh flouride sehingga dapat meningkatkan daya tahan terhadap asam
7. Berdasarkan struktur histologisnya, semen glass ionomer bersifat biocompatible. Semn ini memiliki ketahanan lebih tinggi terhadap reaksi pulpa daripada zinc oxida-eugenol, tetapi lebih rendah daripada semen zinc phospate. Sebagai pencegahannya, pada preparasi cavitas terlebih dahulu harus ditempatkan sedikit calcium hydroxide sebelum dilakukan restorasi dengan semen gass ionomer.