BAB V PEMBAHASAN DAN DISKUSI HASIL PENELITIAN
A. Pembahasan
9
norma agama, hukum, tata krama, budaya dan adat istiadat. Karakter
merupakan sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang menjadi ciri khas
seseorang atau sekelompok orang.
H. Sistematika Pembahasan
Untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang tata urutan penelitian ini,
maka peneliti mencantumkan sistematika laporan penulisan sebagai berikut:
BAB I : PENDAHULUAN
Bab ini menguraikan latar belakang masalah, rumusan masalah,
tujuan penelitian, kegunaan penelitian, hipotesis penelitian, ruang
lingkup dan pembatasan masalah, definisi operasional, sistematika
pembahasan.
BAB II : LANDASAN TEORI
Bab ini menjelaskan tinjauan tentang beberapa pengrtian dalam
variable penelitian seperi; Korelasi sinergi antara Organisasi
Pelajar Pondok Fadllillah dengan Pendidik yang meliputi,
Pengertian korelasi dan sinergi, pengertian Organisasi Pelajar
Pondok Fadllillah, pengertian Pendidik dan hubugan antara
Organisasi Pelajar Pondok Fadllillah dengan Pendidik.
Pembentukan karakter siswa yang meliputi; Pengertian karakter,
pengertia siswa, bentuk-bentuk karaker, dan faktor-faktor yang
mempengaruhi pembentukan karakter siswa. Dan yang terakhir
10
Pelajar Pondok Fadllillah dengan pendidik dalam hal pembentukan
karakter siswa.
BAB III : METODOLOGI PENELITIAN
Bab ini memaparkan metode penelitian yang mencakup ;
Pengumpulan data, teknik analisis data, pengujian intrumen data,
sampai pengujian instrument Hipotesis sampai indikator variable X
dan Y meliputi ;
1. Korelasi sinergi Organisasi Pelajar Pondok Fadllillah dengan
pendidik
2. Karakter pada siswa kelas X MA Fadllillah
3. Hubungan sinergi dalam pembentukan karakter siswa
BAB IV : LAPORAN HASIL PENELITIAN
Bab ini berisi tentang:
1. Profil MA Fadllillah, meliputi: sejarah berdirinya MA
Fadllillah, letak geografis MA Fadllillah, visi-misi dan
susunan pengurus MA Fadllillah, program kegiatan MA
Fadllillah, keadaan sarana dan prasarana MA Fadllillah,
keadaan para guru MA Fadllillah.
2. Penyajian data, meliputi data tentang korelasi sinergi
Organisasi Pelajar Pondok Fadllillah dengan pendidik dalam
11
BAB V : PEMBAHASAN DAN DISKUSI HASIL PENELITIAN
Bab ini berisi tentang Pembahasan dan Diskusi hasil penelitian
BAB VI : PENUTUP
Bab ini berisi tentang kesimpulan dan saran-saran berkenaan
dengan penelitian, kemudian dilanjutkan dengan daftar pustaka,
BAB II Kajian Teori
A. Sinergi Organisasi Pelajar Pondok Fadllillah dengan Pendidik 1. Pengertian Sinergi
Sinergi adalah gabungan atau kerjasama yang bersifat
menguntungkan dari beberapa pihak.9 Dengan demikian korelasi sinergi
adalah hubungan kerjasama yang dimana bisa dijalin antar individu atau
kelompok guna mencapai tujuan yang sudah ditetapkan atau disepakati.
2. Pengertian Organisasi Pelajar Pondok Fadllillah
Organisasi adalah suatu sistem, mempunyai struktur dan
perencanaan yang dilakukan dengan penuh kesadaran, di dalamnya
orang-orang bekerja dan berhubungan satu sama lain dengan suatu cara yang
terkoordinasi dan kooperatif guna mencapai tujuan-tujuan yang telah
ditetapkan (Dales S. Beach, 1980, hal. 132).10
Organisasi secara umum dapat diartikan memberi struktur atau
susunan yakni dalam penyusunan atau penempatan orang-orang dalam
suatu kelompok kerja sama, dengan maksud menempatkan hubungan
antara orang-orang dalam kewajiban-kewajiban, hak-hak dan tanggung
jawab masing-masing. Penentuan struktur, hubungan tugas dan tanggung
9
Team Penyusun Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Reality Publisher, surabaya 2008), h. 597
10
Burhanuddin, Analisis Asministrasi Manajemen dan Kepemimpinan Pendidikan, (Jakarta : Bumi Aksara, 1994) h. 192.
13
jawab itu dimaksudkan agar tersusun suatu pola kegiatan untuk menuju ke
arah tercapainya tujuan bersama.11
Secara umum organisasi adalah kelompok kerja sama antara pribadi
yang diadakan untuk mencapai tujuan bersama. Organisasi dalam hal ini
dimaksudkan sebagai satuan atau kelompok kerja sama para peserta didik
yang dibentuk dalam usaha mencapai tujuan bersama, yaitu mendukung
terwujudnya pembinaan kepesertaandidikan.12
Dari berbagai pengertian diatas, penulis menarik kesimpulan bahwa
organisasi adalah sekumpulan orang yang saling bekerjasama untuk
mencapai tujuan dari organisasi tersebut.
Dalam membentuk atau menentukan sebuah organisasi harus
diperhatikan ciri-ciri yang ada. Adapun ciri-ciri organisasi menurut
Siswanto yaitu:
Suatu organisasi adalah adanya sekelompok orang yang
menggabungkan diri dengan suatu ikatan norma, peraturan, ketentuan dan
kebijakan yang telah dirumuskan dan masing-masing pihak siap untuk
menjalankannya dengan penuh tanggung jawab.
Suatu organisasi terdiri atas sekelompok orang yang mengadakan
hubungan timbal balik, saling memberi dan menerima dan juga saling
11
Drs. B. Suryosubroto, Manajemen Pendidikan di Sekolah, (Jakarta: PT. Asdi Mahasatya, 2014) h. 139.
12
14
bekerjasama untuk melahirkan dan merealisasikan maksud (purpose),
sasaran (objective) dan tujuan (goal).
Suatu organisasi terdiri atas sekelompok orang yang saling
berinteraksi dan bekerjasama serta diarahkan pada suatu titik tertentu, yaitu
tujuan bersama dan ingin direalisasikan13.
Adanya Munadzomah (Organisasi) dalam Pondok Pesantren
gunanya membuat Pesantren tersebut lebih teratur disisi lain adalah
membuat para anggota organisasi terlatih untuk mengurus suatu hal, karena
ketika mereka sudah lulus mereka akan mengurus yang lebih besar lagi
maka dari itulah diperlibatkanlah mereka dalam suatu organisasi, agar
mereka menjadi lebih tenang dalam menghadapi karena mereka sudah
terbiasa dalam Organisasi Santri
Semisal di Munadzomah Santri dia mendapat bagian untuk menjadi
Sekretaris yang perkerjaanya adalah mengatur segala surat-menyurat yang
ada di Munadzomah, dll. Dengan dia sudah mengerti dan sudah terbiasa
dalam mengatur segala surat-menyurat dalam Munadzomah, maka ketika
dia sudah bekerja diluar dan ternyata dia juga mendapat menjadi bagian
sekretaris, dia sudah siap menjalaninya. Itulah salah satu gunanya
organisasi dalam Pondok Pesantren Modern.
Selain itu tujuan utama dari dibentuk suatu organisasi adalah
menjadikan para santri lebih terarah karena sudah ada yang mengaturnya
13
15
yaitu anggota perbagian di Munadzomah Santri, seperti yang mengurus
ibadah santri adalah bagian Pengajaran, yang mengurus kepramukaan santri
adalah bagian koordinator, yang mengurus ketertiban santri adalah bagian
Keamanan Santri, dsb.
Tiap tahun ajaran baru, di pondok Fadllillah diadakan Khutbatul ‘Arsy yang mana merupakan pekan perkenalan untuk santri baru dan mengingatkan kembali kepada santri lama akan tujuan ke pesantren. Para
pendidik menyampaikan pidatonya seputar pondok pesantren diantaranya: “Pondok pesatren adalah suatu lembaga pendidikan yang mana Kyai
sebagai sentral figur dan Musholla sebagai sentral miliu yang menjiwainya”
Suatu organisasi pastinya mempunyai struktur didalamnya. Struktur
Organisasi adalah struktur organisasi merupakan mekanisme-mekanisme
formal yang mana organisasi dikelola. Struktur organisasi menunjukkan
kerangka dan susunan perwujudan pola tetap hubungan-hubungan di antara
fungsi-fungsi, bagian-bagian atau posisi-posisi, maupun orang-orang yang
menunjukkan kedudukan, tugas wewenang dan tanggung jawab yang
berbeda-beda dalam suatu organisasi.
Sruktur Organisasi adalah pengaturan antar hubungan
bagian-bagian dari komponen dan posisi dalam suatu perusahaan atau
organisasi.Struktur organisasi menspesifikan pembagian kerja dalam
16
terkait, dalam beberapa hal menunjukkan tingkat-tingkat spesialisasi dari
kegiatan kerja.14
Adapun struktur Organisasi Pelajar Pondok Fadllillah adalah
sebagai berikut: a. Ketua b. Sekertaris c. Bendahara d. Bagian Keamanan e. Bagian Bahasa f. Bagian Pengajaran g. Bagian Kesehatan h. Bagian Olahraga i. Bagian Kesenian j. Bagian Kebersihan
Di setiap bagian Munadzomah santri dari mulai Ketua hingga
Bagian Kebersihan pastinya memiliki tugas dan tanggung jawab
masing-masing maka dari itu disetiap bagian diharuskan untuk membuat Program
Kerja dan dilaporkan kepada Bagian Kepengasuhan Santri dan yang
pastinya Program Kerja tersebut harus dilaksankan hingga pergantian
kepengurusan organisasi.
14
Dydiet Hardijto, Teori Organisasi Dan Teknik Pengorganisasian, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 1997), h. 25
17
Struktur yang tercantum diatas adalah bagian yang paling
terpenting, sebenarnya masih ada bagian-bagian yang belum tercantum
seperti Bagian Koperasi, Bagian Fotografi, Bagian Dapur, Bagian
Bangunan. Karena bagian-bagian tersebut hanyalah bagian kecil dan
biasanya hanya digunakan di Pondok Pesantren Modern besar dan
berpengalaman seperti Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor.15
3. Pengertian Pendidik
Dalam KBBI kata pendidik berarti orang yang mendidik.16 Dalam
bahasa Inggris ditemukan kata teacher yang berarti pengajar.Selain itu
terdapat kata tutor yang berarti pengajar pribadi yang mengajar dirumah,
mengajar ekstra, member les tambahan pelajaran, educator,17 ahli didik,
lecturer, pemberi kuliah, penceramah.
Pendidik adalah seseorang yang mengajarkan suatu ilmu dan
seseorang yang dapat dijadikan tiruan guna dicontoh dalam ucapan
maupun tingkah lakunya. Pendidik dalam bahasa Sansekerta bisa disebut
sebagai GURU dan sangat memiliki tugas yang berat karena sebuah
perkataan dan perbuatan guru mempunyai nilai yang agung dan sakral.
Kata guru bila diambil dari pepatah Jawa yang merupakan kepanjangan
dari kata (GU) yang berasal dari gugu, yang artinya di percaya, dan dapat
dipegang kata-katanya, sedangkan kata (RU), yakni diartikan sebagai
15
file:///C:/Users/ok/Downloads/Organisasi%20Santri%20dalam%20Pondok%20Pesantren%20Mo dern.html. Diakses pada 25 Februari 2019
16
Tim Penyusun Kamus, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 2005), Cet. Ke-III, h.263
17
John M. Echols dan Hassan Shadily, Kamus Indonesia Inggris, (Jakarta: PT. Gramedia, 1992), Edisi Ke-3, h.144
18
tiruan/ditiru yakni dapat diteladani tingkah lakunya.18 Istilah ini sangat
familiar dalam dunia pendidikan di Indonesia khususnya pendidikan
formal. Guru bertugas sebagaimana tugas yang dilaksanakan oleh
pendidik. Bedanya ialah istilah guru seringkali dipakai dilingkungan
pendidikan formal, sedangkan pendidik dipakai dilingkungan formal,
informal maupun nonformal.19
Dalam konteks pendidikan islam, istilah pendidik sering disebut dengan Murobbi, Mu’allim, Mu’addib, Mudarris, Mursyid. Kelima term tersebut mempunyai tempat tersendiri menurut peristilahan yang dipakai dalam
pendidikan dalam konteks islam. Disamping itu, istilah pendidik
kadangkala disebut melalui gelarnya, seperti istilah Syaikh (guru) dan
Ustadz (Profesor). Dari beberapa term diatas, penggunaan kata al-Mu’allim lebih banyak digunakan daripada term-term yang lain.
Adapun yang dimaksud dengan Murabbi adalah seseorang yang
memiliki tugas mendidik dalam arti pencipta, pemelihara, pengatur,
pengurus dan memperbaiki kondisi peserta didik agar potensinya
berkembang. Orang yang memiliki pekerjaan sebagai murabbi ini
biasanya dipanggil dengan sebutan ustadz. Ustadz harus memiliki tugas
dan kompetensi yang melekat pada dirinya antara lain sebagai:
a. Mu’allim yang artinya orang yang berilmu pengetahuan luas dan
mampu menjelaskan/ mengajarkan/ mentransfer ilmunya kepada
18
E. Mulyasa, Menjadi Guru Profesional, (Remaja Rosdakarya, Bandung, 2007), h. 13.
19
19
peserta didik, sehingga peserta didik mampu mengamalkannya dalam
kehidupan.
b. Mu’addib artinya seorang yang memiliki kediplinan kerja yang
dilandasi dengan etika, moral dan sikap yang santun serta mampu
menanamkannya kepada peserta didik melalui peneladanan dalam
kehidupan.
c. Mudarris adalah orang yang memiliki tingkat kecerdasan intelektual
lebih dan berusaha membantu menghilangkan, menghapus kebodohan
peseta didik dengan cara melatih intelektualnya melalui proses
pembelajaran, sehingga peserta didik memiliki kecerdasan intelektual
dan keterampilan.
d. Mursyid artinya orang yang memilki kedalaman spiritual, memiliki
ketaatan dalam menjalankan ibadah, serta berakhlak mulia, kemudian
berusaha untuk mempengaruhi peserta didik agar mengikuti jejak
kepribadiannya melalui kegiatan pendidikan.20
Setelah pemaparan diatas terkait pendidik diatas baik itu ditinjau dari
segi istilah maupun pendapat para ahli, seorang pendidik sendiri memiliki
posisi untuk didengar dan ditaati segala ucapan dan perintahnya.
Disamping itu pendidik juga bertanggung jawab terhadap pendidikan
peserta didik juga kedewasaan peserta didik. Jadi pada prinsipnya seorang
pendidik adalah orang yang pekerjaannya mendidik (anak) agar supaya
20
20
anak mempunyai pengetahuan dan berkepribadian yang baik dan lebih
cenderung dalam segi ilmiah atau inteleknya.
4. Hubungan antara Organisasi Pelajar Pondok Fadllillah dengan Pendidik
Hubungan antara Organisasi Pelajar Pondok Fadllillah dengan
Pendidik bisa dilihat dari kerjasama antara keduanya, serta fungsi dan
tujuannya kepada peserta didik.
Keikutsertaan seluruh pengurus Organisasi Pelajar Pondok
Fadllillah dengan pendidik di setiap acara yang dilakukan oleh lembaga
merupakan bentuk keharmonisan antara keduanya sehingga jalinan
hubungan menjadi baik.
Menurut Oemar Hamalik menayatakan dalam bukunya bahwa
peran guru yang sangat luas meliputi:
a. Guru sebagai pengajar (teacher as instructor)
b. Guru. sebagai pembimbing (teacher as counsellor)
c. Guru sebagai ilmuwan (teacher as scientist)
d. Dan Guru sebagai pribadi (teacher as persen).21
Sedangkan fungsi dari Organisasi Pelajar Pondok Fadllillah dengan
pendidik sendiri memiliki beberapa kesamaan, seperti :
a. Sama-sama sebagai pendamping, baik itu dalam rana intelektual,
social, sampai pada pembentukan karakter siswa
b. Sebagai panutan atau suri teladan yang baik serta patut ditiru dari
apa yang sudah diajarkan
21
21
c. Sebagai pembimbing sekaligus pendamping dalam pengembangan
psikologi anak sampai mereka dewasa dan menajadi orang yang
bersosial dan bermasyarakat.
Guru disini terbagi menjadi dua yakni guru formal dan non formal.
Guru formal bertugas saat proses belajar mengajar berlangsung,
sedangkan guru non formal itu sebagai pembimbing saat diluar jam
sekolah.
B. Pembentukan Karakter 1. Pengertian Karakter
Karakter berasal dari bahasa yunani “ character” yang berakar dari
diksi charassaein yang berarti memahat atau mengukir, sedangkan dalam
bahasa latin karakter bermakna memberi tanda22. Dan dalam bahasa
inggris character dan dalam bahasa Indonesia lazim di gunakan dengan
istilah karakter23.
Karakter secara terminologis berarti kumpulan tata nilai yang
menuju pada suatu sistem yang melandasi pemikiran, sikap, dan perilaku
yang ditampilkan.24 M Furqon Hidayatullah menyatakan bahwa karakter
adalah kualitas atau kekuatan mental atau moral, akhlak atau budi pekerti
individu yang merupakan kepribadian khusus yang menjadikan pendorong
22
Sri Narwanti, Pendidikan Karakter, Pengintegrasian 18 nilai pembentuk karakter dalam
matapelajaran, ( Yogyakarta: Familia, 2011) h.1
23
Hari Gunawan, Pendidikan Karakterr: Konsep dan Implementasi , (Bandung : alfabheta, 2012), h. 2
24
Fathul Mu’in, Pendidikan Karakter Konstruksi Teoriitik dan Praktik, (Yogykarta: Ar-Ruzz Media, 2011), h. 160.
22
dan penggerak, serta menjadi pembeda antara individu satu dengan
individu yang lain.25
Sementara itu dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI), pusat
bahasa departemen pendidikan nasional kata karakter berarti sifat-sifat
kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan yang lain, atau bermakna bawaan, hati, jiwa, kepribadian, budi pekerti,
prilaku, personalitas, sifat, tabiat, temperamen, watak. Maka istilah
berkarakter artinya memiliki karakter, memiliki kepribadian, berprilaku,
bersifat, bertabiat dan berwatak.26
Dari berbagai definisi mengenai karakter sebagaimana telah
diuraikan diatas, secara ringkas dapat disimpulkan bahwa karakter itu sifat
alami seseorang dalam merespons situasi secara bermoral.
2. Nilai-nilai Karakter
Nilai-nilai yang dikembangkan dalam pendidikan karakter di Indonesia
diidentifikasi berasal dari empat sumber, yaitu:
1. Agama. Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat beragama. Oleh
karena itu, kehidupan individu, masyarakat, dan bangsa selalu didasari
pada ajaran agama dan kepercayaannya. Secara politis, kehidupan
kenegaraan pun didasari ada nilai-nilai yang berasal dari agama.
Karenanya, nilai pendidikan karakter harus didasarkan pada
nilai-nilai dan kaidah yang berasal dari agama.
25
M Furqon Hidayatullah, Pendidikan Karakter Membangun Peradaban Bangsa, (Surakarta; UNS Press, 2010), h. 13.
26
23
2. Pancasila. Negara Kesatuan Republik Indonesia ditegak-kan atas
prinsip-prinsip kehidupan kebangsaan dan kenegaraan yang disebut
Pancasila. Pancasila terdapat pada pembukaan UUD 1945 yang
dijabarkan lebih lanjut ke dalam pasal-pasal yang terdapat dalam UUD
1945. Artinya, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila menjadi
nilai-nilai yang mengatur kehidupan politik, hukum, ekonomi,
kemasyarakat-an, budaya dan seni. Pendidikan budaya dan karakter
bangsa bertujuan mempersiapkan peserta didik menjadi warga negara
yang lebih baik yaitu warga negara yang memiliki kemampuan,
kemauan, dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupannya
sebagai warga negara.
3. Budaya. Sebagai suatu kebenaran bahwa tidak ada manusia yang
hidup bermasyarakat yang tidak didasari nilai-nilai budaya yang
diakui masyarakat tersebut. Nilai budaya ini dijadikan dasar dalam
pemberian makna tehadap suatu konsep dan arti dalam komunikasi
antar anggota masyarakat tersebut. Posisi budaya yang demikian
penting dalam kehidupan masyarakat mengharuskan budaya menjadi
sumber nilai dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa.
4. Tujuan pendidikan nasional. Undang-Undang Republik Indonesia
Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU
Sisdiknas) merumuskan fungsi dan tujuan pendidikan nasional yang
harus digunakan dalam mengembangkan upaya pendidikan di Indonesia. Pasal 3 UU Sisdiknas menyebutkan, “Pendidikan nasional
24
berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta
peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan
kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta
didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan
Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif,
mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.27
Adapun nilai-nilai yang hendak di internalisasikan terhadap anak didik
melalui pendidikan karakter menurut Kementerian Pendidikan Nasional
(Kemendiknas) ada 18 nilai karakter, yaitu sebagai berikut:
a. Religius
Karakter religious yakni ketaatan dan kepatuhan dalam memahami
dan melaksanakan ajaran agama (aliran kepercayaan) yang di anut,
termasuk dalam hal ini adalah sikap toleransi terhadap pelaksanaan
ibadah agama (aliran kepercayaan) lain, serta hidup rukun dan
berdampingan.
b. Jujur
Karakter jujur yakni sikap dan perilaku yang mencerminkan kesatuan
antara pengetahuan, perkataan dan perbuatan (mengetahui yang benar,
mengatakan yang benar, dan melakukan yang benar), sehingga
menjadikan orang yang bersangkutan sebagai pribadi yang dapat
dipercaya.
27
Kementerian Pendidikan Nasional, Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa –
25
c. Toleransi
Karakter toleransi yakni sikap dan perilaku yang mencerminkan
penghargaan terhadap perbedaan agama, aliran kepercayaan, suku,
adat, bahasa, ras, etnis, pendapat, dan hal-hal lain yang berbeda
dengan dirinya secara sadar dan terbuka, serta dapat hidup tenang di
tengah perbedaan tersebut.
d. Disiplin
Karakter disiplin yakni kebiasaan dan tindakan yang konsisten
terhadap segala bentuk peraturan atau tata tertib yang berlaku.
e. Kerja keras
Karakter kerja keras yakni perilaku yang menunjukkan upaya secara
sungguh-sungguh (berjuang hingga titik darah penghabisan) dalam
menyelesaikan berbagai tugas, permasalahan, pekerjaan, dan lain-lain
dengan sebaik-baiknya.
f. Kreatif
Karakter kreatif yakni sikap dan perilaku yang mencerminkan inovasi
dalam berbagai segi dalam memecahkan masalah, sehingga
menemukan cara-cara baru, bahkan hasil-hasil baru yang lebih baik
dari sebelumnya.
g. Mandiri
Karakter mandiri yakni sikap dan perilaku yang tidak tergantung pada
orang lain dalam menyelesaikan berbagai tugas maupun persoalan.
26
melainkan tidak boleh melemparkan tugas dan tanggung jawab kepada
orang lain.
h. Demokratis,
Karakter demokratis yakni sikap dan cara berpikir yang
mencerminkan persamaan hak dan kewajiban secara adil dan merata
antara dirinya dengan orang lain.
i. Rasa ingin tahu
Karakter rasa ingin tahu yakni cara berpikir, sikap dan perilaku yang
mencerminkan penasaran dan keingintahuan terhadap segala hal yang
dilihat, didengar dan dipelajari secara lebih mendalam.
j. Semangat kebangsaan dan nasionalisme
Karakter semangat kebangsaan dan nasionalisme yakni sikap dan
tindakan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara diatas
kepentingan pribadi atau individu dan golongan.
k. Cinta tanah air
Karakter cinta tanah air yakni sikap dan perilaku yang mencerminkan
rasa bangga, setia, peduli dan penghargaan yang tinggi terhadap
bahasa. budaya, ekonomi, politik dan sebagainya, sehingga tidak
mudah menerima tawaran bangsa lain yang dapat merugikan bangsa
sendiri.
l. Menghargai prestasi
Karakter menghargai prestasi yakni sikap terbuka terhadap prestasi
27
semangat berprestasi yang lebih tinggi.
m. Komunikatif, senang bersahabat atau proaktif
Karakter komunikatif, senang bersahabat atau proaktif yakni sikap dan
tindakan terbuka terhadap orang lain melalui komunikasi yang santun
sehingga tercipta kerjasama secara kolaboratif dengan baik.
n. Cinta damai
Karakter cinta damai yakni sikap dan perilaku yang mencerminkan
suasana damai, aman, tenang dan nyaman atas kehadiran dirinya
dalam komunitas atau masyarakat tertentu.
o. Gemar membaca
Karakter gemar membaca yakni kebiasaan dengan tanpa paksaan
untuk menyediakan waktu secara khusus guna membaca berbagai
informasi, baik buku, jurnal, majalah, koran dan sebagainya, sehingga
menimbulkan kebijakan bagi dirinya.
p. Peduli lingkungan
Karakter peduli lingkungan yakni sikap dan tindakan yang selalu
berupaya menjaga dan melestarikan lingkungan sekitar.
q. Peduli sosial
Karakter peduli sosial yakni sikap dan peruatan yang mencerminkan
kepedulian terhadap orang lain maupun masyarakat yang
28
r. Tanggung jawab
Karakter tanggung jawab yakni sikap dan perilaku seseorang dalam
melaksanakan tugas dan kewajibannya, baik yang berkaitan dengan
diri sendiri, sosial, masyarakat, bangsa, negara maupun agama.28
Nilai-nilai karakter sebagaimana diuraikan, merupakan sebagian nilai
yang akan diinternalisasikan terhadap anak didik melalui pendidikan
karakter.
3. Bentuk-bentuk Karakter Siswa
Bentuk-bentuk karakter pada siswa terbagi penjadi beberapa segi karakter
yakni dalam segi fisik, segi kognitif (kreatifitas, berfikir kritis), emosi, sosial,
bahasa, moral dan ahlak.
a. Karakteristik dalam segi fisik
Karakteristik anak usia remaja yakni 12-21 tahun, yang
merupakan peralihan antara masa kehidupan anak-anak dan masa
kehidupan orang tua dewasa. Masa remaja sering dikenal dengan masa
pencarian jati diri ( ego identity) dalam hal ini masa remaja ditandai
dengan munculnya beberapa perubahan karakter dalam segi fisik yakni:
1) Tinggi Badan
Rata-rata anak perempuan mencapai tingkat matang pada usia
antara 17 dan 18 tahun, rata-rata anak laki-laki kira-kira setahun
setelahnya. Perubahan tinggi badan remaja dipengaruhi asupan
28
Suyadi, Strategi Pembelajaran Pendidikan Karakter, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2013), h. 4-5.
29
makanan yang diberikan, pada anak yang diberikan imunisasi pada
masa bayi cenderung lebih tinggi dipada anak yang tidak