BAB IV : DESKRIPSI ANALISIS DATA
C. Pembahasan Penelitian
Tahap pertama dalam penelitian ini adalah mengambil nilai UTS semester ganjil kelas VIII tahun ajaran 2018/2019 siswa SMPN 10 Kota Semarang. Nilai UTS siswa selanjutnya dianalisis menggunakan uji normalitas dan uji homogenitas. Analisis-analisis ini bertujuan untuk memastikan kelas uji coba dan kelas sampel berasal dari kondisi awal yang sama. Berdasarkan uji normalitas tahap awal diperoleh bahwa kelas VIII A sampai dengan VIII G berdistribusi normal. Kemudian dilakukan uji homogenitas menggunakan Uji Bartlett. Dari hasil perhitungan uji homogenitas tahap awal diperoleh delapan kelas tersebut homogen. Selanjutnya dilakukan uji kesamaan rata-rata dengan menggunakan uji anova. Hasil analisis diperoleh delapan kelas tersebut memiliki rata-rata sama (identik).
Berdasarkan hasil uji data tahap awal dapat disimpulkan bahwa delapan kelas memiliki kondisi awal yang tidak jauh berbeda. Delapan kelas ini kemudian diambil secara acak untuk menjadi sampel penelitian dengan teknik cluster random sampling. Dari pengambilan sampel tersebut terpilih kelas VIII B sebagai kelas eksperimen dan VIII A sebagai kelas kontrol.
Proses pembelajaran antara kelas eksperimen dan kelas kontrol dilakukan berbeda dengan materi yang sama yaitu sistem persamaan linear dua variabel. Kelas VIII B sebagai kelas eksperimen diberi perlakuan menggunakan model pembelajaran bamboo dancing berbantuan prezi online, sedangkan kelas VIII A sebagai kelas kontrol menggunakan pembelajaran yang biasa dilakukan oleh guru di sekolah tersebut yaitu dengan metode ceramah. Dalam pelaksanaan pembelajaran pada kedua kelas ini membutuhkan waktu 5 kali pertemuan (5 x 90 menit) tiap kelas, 4 kali pertemuan untuk proses pembelajaran dan satu pertemuan untuk ujian post-test.
Soal post-test yang digunakan telah diuji cobakan pada kelas IX B yang pernah menerima materi sistem persamaan linear dua variabel. Uji coba soal post-test berjumlah 6 soal. Setelah dilakukan uji validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya pembeda diperoleh 5 soal yang bisa digunakan untuk post-test pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Post-test dilakukan pada kedua kelas sampel untuk memperoleh nilai komunikasi matematis.
Analisis data akhir (post-test) diuji dengan menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji perbedan rata-rata. Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data dari kedua sampel berdistribusi normal atau tidak dan uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui varians dari kedua sampel yang selanjutnya baru dilakukan uji t.
71 Berdasarkan perhitungan uji normalitas diperoleh data bahwa kelas eksperimen dan kelas kontrol berdistribusi normal. Perhitungan uji homogenitas menunjukkan bahwa kelas eksperimen dan kelas kontrol mempunyai varians yang sama (homogen). Berdasarkan hasil post-test diperoleh nilai rata-rata kelas eksperimen = 72 dengan standar deviasi (S) = 10,85. Sementara nilai rata-rata post-test kelas kontrol = 66,86 dengan standar deviasi (S) = 10,80. Sehingga dari uji independent t-test diperoleh dan . Karena syarat bahwa diterima jika . Hasil uji t menyatakan rata-rata nilai post-test kelas eksperimen lebih baik daripada rata-rata nilai post-test kelas kontrol. Perbedaan rata-rata tersebut menunjukkan bahwa perlakuan pada kelas eksperimen lebih baik terhadap hasil tes kemampuan komunikasi matematis dibandingkan dengan kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional.
Adanya perbedaan ini dipengaruhi oleh perlakuan yang berbeda yang diberikan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pada kelas eksperimen diberikan perlakuan model pembelajaran bamboo dancing berbantuan prezi online dimana siswa dituntut untuk dapat mengembangkan kemampuan komunikasi matematis. Model pembelajaran bamboo dancing diawali dengan pengenalan topik, mengingatkan siswa tentang materi prasarat seperti sistem persamaan linear satu variabel, kemudian setelah mengingatnya siswa menghubungkan antara konsep yang telah
dimiliki dengan konsep yang sedang dipelajari serta mempersilahkan siswa untuk bertanya, mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari. Dalam penyampaian materi dibantu prezi online pada layar LCD proyektor agar suasana pembelajaran lebih menyenangkan.
Adanya proses mengaitkan konsep yang telah dimiliki dengan konsep yang dipelajari maka siswa akan lebih lama mengingat materi. Materi yang pernah dilupakan setelah pernah dikuasai sebelumnya masih meninggalkan bekas sehingga mempermudah proses belajar untuk materi yang mirip walaupun telah lupa.
Hal ini sesuai dengan teori Ausubel tentang belajar bermakna. Belajar Bermakna merupakan proses dikaitkannya informasi baru dengan pengetahuan yang dimiliki siswa.
Guru membagi empat kelompok agar membentuk formasi bamboo dancing sesuai yang digambarkan oleh prezi online. Kemudian guru meminta empat kelompok bergabung menjadi dua kelompok dimana kelompok pertama duduk berjajar dan saling berhadapan dengan kelompok ketiga, kelompok kedua duduk berjajar dan saling berhadapan dengan kelompok empat (pemasangan kelompok sesuai kehendak guru), maka setiap anggota kelompok memiliki pasangan dari kelompok lain. Kemudian guru membagi lembar kerja siswa pada masing-masing pasangan yang akan didiskusikan. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan siswa sangat antusias dalam mengemukakan
73 pendapatnya dalam berdiskusi. Guru meminta kelompok pertama bergeser ke kiri dan kelompok ke tiga tetap, kelompok ke empat geser ke kanan dan kelompok ke dua tetap, sehingga terbentuk pasangan yang baru, siswa saling berbagi informasi yang telah didapatkan dari pasangan sebelumnya (transfer pengetahuan). Pergseran akan terus dilakukan sesuai kebutuhan. Pada saat pergeseran pasangan diskusi siswa terlihat senang karena siswa bergerak dan berpindah posisi menemukan pasangan diskusi baru untuk saling berbagi informasi, sehingga menyebabkan proses belajar tidak monoton dan siswa tidak merasa bosan. Ketika berpasangan siswa akan saling menguatkan konsep pengetahuannya secara lebuh baik dan memper erat hubungan antar siswa sehingga mempertebal perasaan sosial antar siswa.
Melalui kelompok-kelompok kecil dapat menumbuhkan kerjasama diantara siswa, pada saat pembelajaran siswa berkelompok untuk menyelesaikan permasalahan yang disediakan oleh guru. Proses pembelajaran guru tidak sepenuhnya memberikan bantuan kepada siswa untuk menyelesaikan tugas-tugas yang sulit tetapi memberikan kesempatan kepada siswa untuk memaksimalkan kemampuan untuk memecahkan masalah sesuai pengetahuan dasar yang dimiliki.
Hal ini sesuai dengan teori Vygotsky karena dalam memperoleh pengetahuan baru siswa ditegaskan dalam kerja kelompok, untuk mencari, menyelesaikan masalah, menggeneralisasikan, dan menyimpu lkan hasil kajian bersama.
Dari data dan uraian tersebut dapat dikatakan bahwa model pembelajaran bamboo dancing berbantuan prezi online efektif terhadap kemampuan komunikasi matematis pada materi sistem persamaan linear dua variabel kelas VIII SMPN 10 Kota Semarang tahun ajaran 2018/2019.