BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
C. Pembahasan Penelitian
Kualitas pelayanan publik sangat diperlukan dalam praktek administrasi publik di Kantor Kelurahan Lajangiru Kecamatan Ujung Pandang Kota Makassar, untuk dapat dijadikan sebagai pedoman dan petunjuk tentang apa yang harus dilakukan oleh penyelenggara admini strasi publik. Hal ini mampu memberikan pelayanan yang lebih maksimal kepada masyarakat, sehingga masyarakat menganggap bahwa pelayanan yang diberikan di Kantor Kelurahan Lajangiru betul-betul mengedepankan kepuasan masyarakat dan nilai yang terkandung dalam pelayanan publik dapat dirasakan oleh masyarakat.
Berdasarkan uraian diatas menunjukkan bahwa kualitas pelayanan publik di Kantor Kelurahan Lajangiru Kecamatan Ujung Pandang Kota Makassar belum sepenuhnya tercapai, sebab pemenuhan segala pencapaian kual itas pelayanan masih kurang memadahi dan belum bisa dikatakan berkualitas.
Dari beberapa indikator yang dijelaskan diatas terkait 10 dimensi pokok dalam kualitas pelayanan publik menurut Parasuraman (2012) maka peneliti menyimpulkan bahwa terdapat 2 indikator yang belum tercapai ataupun berkualitas seperti dimensi kenampakan fisik ( tangibles) dan dimensi penyesuaian (konditional) dalam kualitas pelayanan publik . Jelas terlihat peneliti menganalisa bahwa; Pertama. Pada dimensi kenampakan fisik ( tangibles) belum bisa dikatakan berkualitas dikarenakan sarana dan prasarana yang masih memadahi berupa peralatan komputer hanya 1 unit
saja dan itu sangat mempengaruhi kualitas pelayanan dan salah satu penghambat penunjang pelayanan yang berkualitas. Kedua. Pada dimensi penyesuaian (konditional) juga belum bisa dikatakan maksimal atau berkualitas dikarenakan berbagai keluhan –keluhan yang dilontarkan masyarakat seperti pegawai belum mampu menyesuaikan segala pemenuhan sarana dan perasarana sebagai penunjang pelayanan yang berkualitas yang manjadi hambatan dan kendala pegawai dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat secara efektif dan efisiensi.
Maka dari itu peneliti membuat kesimpulan dari 10 indikator kualitas pelayanan publik yang hanya tercapai 8 indikator dan tidak tercapai terdapat 2 indikator. Jadi Kualitas pelayanan publik di Kantor Kelurahan Lajangiru Kecamatan Ujung Pandang Kota Makassar belum bisa sepenuhnya dikatakan berkualitas bila menilai dan melihat dari beberapa indikator penunjangan kualitas sua tu pelayanan.
Proses pelayanan publik agar dapat mencapai sasaran yang diinginkan tentunya harus didukung oleh beberapa dimensi pokok dalam kualitas pe layanan publik, seperti yang dikemukakan oleh Parasuraman (2012) terdpatat 10 dimensi pokok yang perlu diterapakan agar tercapainya suatu kualitas pelayanan publik di Kantor Kelurahan Lajangiru Keamatan Ujung Pandang Kota Makassar yaitu:
1. Dimensi kenampakan fisik (tangibles)
Dimensi ini penyedia layanan mampu memenuhi segala bentuk fisik sarana serta prasarana yang kantor yang mampu mempercepat proses
pemberian pelayanan terhadap masyarakat. Dengan ini pelayanan yang diberikan kepada masyarakat tidak terhambat maupun terkendala karena ketersediaan peralatan-perlatan yang dipergunakan dalam memberikan pelayanan. Seperti halnya fasilitas -fasilitas kantor berupa peralatan komputer dan printer belum memadahi dan pada dimensi kenampkan fisik dalam kualitas pelayanan publik belum mampu memenuhi ketersediaan peralatan-peralatan yang dipergunakan pegawai dalam proses pemberian pelayanan terhadap masyarakat di Kantor Kelurahan Lajangiru Kecamatan Ujung Pandang Kota Makassar.
2. Dimensi kehandalan (reliability)
Dimensi ini penyedia layanan mampu memberikan pelayanan sesuai yang diharapkan masyarakat secara tepat dan terpercaya serta memberikan kepuasan terhadap masyarakat. Seperti halnya kehandalan para pegawai di Kantor Kelurahan Lajangiru Kecamatan Ujung Pandang Kota Makassar yang sudah mampu memberikan pelayanan dengan cepat dan mudah serta pegawai lihai dalam berbagai penggunaan fasilitas -fasilitas yang ada Kantor Kelurahan Lajangiru dalam proses pemberian pelayanan terhadap masyarakat sesuai yang diharapakan masyarakat. Hal ini menunjukkan pada dimensi kehandalan (reliability ) sudah tercapai.
3. Dimensi ketanggapan (responsiviness)
Dimensi ini penyedia layanan mampu merespon setiap kebutuhan- kebutuhan yang diinginkan masyarakat dalam proses pemberian pelayanan. Secara singkat dapat diartikan sebagai kemauan
para pegawai untuk membantu masyarakat dengan baik dan cepat tanpa terkecuali. Pada dimensi ini ketanggapan para pegawai dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat itu sudah memuaskan bagi masyarakat.
Jadi ketanggapan (resposiviness) dalam kualitas pelayanan publik di Kantor Kelurahan Lajangiru, sudah tercapai dan sudah diterapkan oleh para pegawai kantor.
4. Dimensi jaminan (assurance)
Assurance atau jaminan dan kepastian penilaian kualitas pelayanan publik yang sudah berjalan sesuai harapan masyarakat dalam dimensi ini pegawai mampu memberikan jaminan tepat waktu dalam pelayanan.
Jaminan yang diberikan pemerintah berkaitan dengan kemampuan penyedia layanan yang memberikan rasa kepercayaan yang tinggi kepada masyarakat sifat dipercaya yang dimiliki para masyarakat. Jika masyarakat sudah diberikan jaminan terkait pelayanan, maka akan menumbuhkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah. Terkait dimensi jaminan (assurance) dalam kualitas pelayanan publik di Kantor Kelurahan Lajangiru Kecamatan Ujung Pandang Kota Makassar sudah diterapkan dengan maksimal. Hal ini ditandai dengan prilaku para pegawai menunjukkan sikap yang baik, ramah, serta sopan santun terhadap masyarakat tanpa diskriminasi agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang baik dan tidak serta merta hanya berprilaku baik kepada masyarakat golongan atas saja.
5. Dimensi empati (empathy)
Dimensi ini memberikan perhatian yang tulus dan peduli atau pribadi yang diberikan kepada masyarakat dengan berupaya memahami keinginan masyarakat dimana pemerintah diharapkan memiliki suatu pengertian dan pengetahuan tentang masyarakat, serta memahami kebutuhan masyarakat. Secara singkat dapat diartikan sebagai usaha untuk mengetahui dan mengerti kebutuhan masyarakat secara individual.
Penilaian kualitas publik yang pada umumnya sudah berjalan sesuai harapan masyarakat dalam d imensi ini antara lain mendahulukan kepentingan masyarakat dan mengutamakan kebutuhan masyarakat.
Terkait dimensi empati (empathy) dalam kualitas pelayanan publik sudah diterapkan oleh pegawai di Kantor Kelurahan Lajangiru. Hal ini dapat ditandai dengan kepuasan masyarakat dapat terpenuhi atas pelayanan yang diberikan dan pegawai mampu menunjukkan sisi positf yang mencerminkan sebagai pemerintah yang baik dan peduli terhadap masyarakat.
6. Dimensi keterbukaan (transparansi)
Dimensi ini memberikan petunjuk pelayanan yang bersifat terbuka terhadap masyarakat yang madah diakses dan dipahami oleh masyarakat atas pelayanan yang ingin dilakukan. Secara singkat dapat diartikan sebagai usaha untuk memahami segala bentuk kebutuhan dan keinginan masyarakat secara individual. Penilaian kualitas publik yang pada umumnya sudah berjalan sesuai harapan msyarakat dalam hal masyarakat
dan mengutamakan kebutuhan masyarakat. Terkait dimensi keterbukaan (transparansi) dalam kualitas pelayanan publik sudah diterapkan oleh para pegawai di Kantor Kelurahan Lajangiru. Hal ini dapat ditandai dengan kepuasan masyarakat dapat terpenuhi atas pelayanan yang diberikan dan pegawai mampu memberikan pemahaman terhadap masyarakat agar masyarakat mudah mengakses segala bentuk layanan yang ingin dilakukan sesuai yang diharapkan masyarakat.
7. Dimensi pertanggungjawaban (akuntabilitas )
Dimensi ini memberikan bukti pertanggungjawaban dari segala bentuk pelayanan pegawai terhadap masyarakat. Secara singkat dapat diartikan sebagai pegawai dituntut untuk mampu mempertanggungjawabkan atas pelayanan yang diberikan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan yang diinginkan masyarakat. Penilaian kualitas publik yang pada umu mnya sudah berjalan sesuai harapan masyarakat dalam dimensi ini antara lain memberikan pelayanan yang mampu dipertanggungjawabkan oleh para pegawai. Terkait dimensi pertanggungjawaban (akuntabilitas) dalam kualitas pelayanan publik sudah diterapkan oleh para pegawai di Kantor Kelurahan Lajangiru. Hal ini dapat ditandai dengan kepuasan masyarakat dapat terpenuhi atas pelayanan yang diberikan dan pegawai sangat berpegang teguh pada tanggung jawab dalam proses pemberian pelayanan terhadap masyarakat di Kantor Kelurahan Lajangiru Kecamatan Ujung Pandang Kota Makassar.
8. Dimensi penyesuaian (konditional )
Dimensi ini memberikan tuntutan untuk mampu menyesuaikan jenis-jenis pelayanan apa saja yang ingin masyarakat. Secara singkat dapat diartikan sebagai pemenuhan kebutuhan masyarakat mampu disesuaikan secara efektif dan efisiensi . Penilaian kualitas publik yang pada umumnya belum berjalan sesuai yang diharapan masyarakat. Terkait dimensi penyesuaian (konditional) dalam kualitas pelayanan publik belum sepenuhnya mampu diterapkan oleh para pegawai di Kantor Kelurahan Lajangiru Hal ini dapat ditandai dengan kepuasan masyarakat belum dapat terpenuhi atas pelayanan yang diberikan oleh pegawai dan para pegawai tidak belum maksimal untuk mampu memnuhi segala kebutuhan yang diinginkan masyarakat di Kantor Kelurahan Lajangiru Kecamatan Ujung Pandang Kota Makassar.
9. imensi partisipasi (partisipatif )
Dimensi ini memberikan dorongan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pelayanan publik dengan memperhatikan aspirasi, kebutuhan serta harapan masyarakat. Secara singkat dapat diartikan sebagai pemberian bantuan dalam bentuk partisipasi pegawai terhadap masyarakat serta partisipasi pegawai dalam kegiatan-kegiatan sosial.
Penilaian kualitas publik yang pada umumnya sudah berjalan dengan baik sesuai yang diharapan masyarakat dalam dimensi ini antara lain. Terkait dimensi partisipasi (partisipatif) dalam kualitas pelayanan publik sudah maksimal dan sudah mampu diterapkan oleh para pegawai di Kantor
Kelurahan Lajangiru Hal ini dapat dita ndai dengan kepuasan masyarakat dapat terpenuhi atas pemberian bantuan terhadap masyarakat serta keikutsertaan pegawai dalam kegiatan-kegiatan sosialisasi sudah dijalankan baik di Kantor maupun di sekitaran Kelurahan Lajangiru Kecamatan Ujung Pandang Kota Makassar.
10. Dimensi kesamaan hak
Dimensi ini tertuju pada pemberi layanan dituntut untuk tidak membeda- bedakan antara masyarakat satu dengan yang lainnya. Secara singkat dapat diartikan sebagai pelayanan tanpa diskriminasi . Penilaian kualitas publik yang pada umumnya sudah berjalan dengan baik sesuai yang diharapan masyarakat. Terkait dimensi kesamaan hak dalam kualitas pelayanan publik sudah maksimal dan sudah mampu diterapkan oleh para pegawai di Kantor Kelurahan Lajangiru Hal ini dapat ditandai dengan kepuasan masyarakat dapat terpenuhi dan tidak melakukan diskriminasi baik dilihat dari masy arakat golongan atas maupun masyarakat golongan bawah, semua diperlakukan sama oleh para pegawai di Kantor Kelurahan Lajangiru Kecama tan Ujung Pandang Kota Makassar.
Adapun 10 indikator yang di bahas dalam mengukur kualitas pelayanan publik, menunjukan bahwa pada dasarnya pegawai sudah melakukan tugasnya dengan baik. Kendala yang dihadapi oleh pegawai di Kantor Kelurahan Lajangiru adalah fasilitas fisik seperti peralatan-peralatan komputer dan printer yang masih kurang memadahi yang menjadi penunjang tugas pemerintah dalam memberikan pelayanan yang
berkualitas terhadap masyarakat serta penyesuaian pegawai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam pemberian pelayanan belum mampu sepenuhnya diterapkan. Maka dari itu peneliti menyimpulkan bawa kualitas pelayanan publik di Kantor Kelurahan Lajangiru Kecamatan Ujung Pandang Kota Makassar belum sepenuhnya maksimal dan masih kurang berkualitas bila ditinjau dari bebrapa indikator menurut Parasuraman (2012) terkait dimensi dalam kualitas pelayanan.
102 BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian terkait Kualitas Pelayanan Publik di Kantor Kelurahan Lajangiru Kecamatan Ujung Pandang Kota Makassar, maka kesimpulan dari penelit ian ini adalah sebagai berikut:
1. Kenampakan fisik (tangibles), pada dimensi ini kualitas pelayanan publik belum bisa dikatakan berkualitas. Hal ini ditandai dengan fasilitas -fasilitas kantor seperti komputer dan printer masih kurang memadahi yang dapat mempengaruhi dan menghambat proses pelayanan terhadap masyarakat di Kantor Kelurahan Lajangiru Kecamatan Ujung Pandang Kota Makassar.
2. Kehandalan (reliability) , pada dimensi ini kualitas pelayanan publik sudah bisa dikatakan berkualitas. Hal ini ditandai dengan kemampuan dan kemahiran para pegawai dalam penggunaan fasilitas -fasilitas kantor seperti, panggunaan alat komunikasi kantor dan penggunaan alat komputer maupun printer dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat sudah tercapai di Kantor Kelurahan Lajangiru Kecamatan Ujung Pandang Kota Makassar.
3. Ketanggapan (responsiviness), pada dimensi ini kualitas pelayanan publik sudah bisa dikatakan berkualitas. Hal ini ditandai dengan respon para pegawai terhadap masyarakat begitu besar dan sangat
memperhatikan apa yang diinginkan masyarakat serta mengutamakan kebutuhan masyarakat dalam proses pelayanan publik di Kantor Kelurahan Lajangiru Kecamatan Ujung Pandang Kota Makassar.
4. Jaminan (aassurance), pada dimensi ini kualitas pelayanan publik sudah bisa dikatakan berkualitas. Hal ini ditandai dengan kem ampuan para pegawai meyakinkan masyarakat dapat tercapai dan memberikan pelayanan sesuai apa yang dibutuhkan dan dinginkan masyarakat agar masyarakat percaya atas pelayanan yang diberikan dan tidak terjadi kesalahan pada proses pemberian pelayanan oleh para pegawai di Kantor Kelurahan Lajangiru Kecamatan Ujung Pandang Kota Makassar.
5. Empati (empathy), pada dimensi ini kualitas pelayanan publik sudah bisa dikatakan berkualitas. Hal ini ditandai dengan kepedulian para pegawai dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat begitu besar dan menjadi salah satu sisi positif para pegawai yang mampu menjalin hubungan yang baik antara pegawai dan masyarakat di Kantor Kelura han Lajangiru Kecamatan Ujung Pandang Kota Makassar.
6. Bersifat terbuka (transparansi ), pada dimensi ini kualitas pelayanan publik sudah bisa dikatakan berkualitas. Hal ini ditandai dengan keterbukaan pegawai dalam proses pemberian pelayanan yang mudah di akses dan mudah dipahami masyarakat sesuai undang-undang yang berlaku di Kantor Kelurahan Lajangiru Kecamatan Ujung Pandang
Kota Makassar.
7. Pertanggungjawaban (akuntabilitas ), pada dimensi ini kualitas pelayanan publik sudah bisa dikatakan berkualitas. Hal ini ditandai dengan pegawai sangat berpegang teguh pada tanggung jawab terhadap pelayanan sesuai yang dibutuhkan dan diinginkan masyarakat di Kantor Kelurahan Lajangiru Kecamatan Ujung Pandang Kota Makassar.
8. Penyesuaian (konditional ), pada dimensi ini kualitas pelayanan publik belum bisa dikatakan berkualitas. Hal ini ditandai dengan pegawai belum sepenuhnya mampu menyesuaikan kebutuhan masyarakat sesuai yang diharapkan dan diinginkan masyarakat terkait pelayanan di Kantor Kelurahan Lajangiru Kecamatan Ujung Pandang Kota Makassar.
9. Partispasi (partisipatif ), pada dimensi ini kualitas pelayanan publik sudah bisa dikatakan berkualitas. Hal ini ditandai dengan partispasi serta dorongan pegawai terhadap masyarakat begitu besar dan keikutsertaan pegawai dalam kegiatan-kegiatan sosialisasi serta penyaluran bantuan - bantuan terhadap masyarakat itu sudah dilakukan dan dijalankan di Kantor Kelurahan Lajangiru Kecamatan Ujung Pandang Kota Makassar.
10. Kesamaan hak, pada dimensi ini kualitas pelaya nan publik sudah bisa dikatakan berkualitas. Hal ini ditandai dengan pegawai dalam memberikan pelayanan tidak melakukan diskriminasi atau
membeda-bedakan antara masyarakat satu dengan yang lainnya dan semua masyarakat diperlakukan sama baik dari masyarakat golongan atas maupun masyarakat golongan bawah di Kantor Kelurahan Lajangiru Kecamatan Ujung Pandang Kota Makassar.
B. Saran
1. Meningkatkan kualitas pelayanan dari segi sarana dan prsarana berupa fasilitas kantor yang mampu mempercepat proses pelayanan publik agar tercapainya dan terciftanya pelayanan yang merujuk pada pelayanan yang berkualitas.
2. Diperlukan pengadaan sarana dan prasarana sebagai penunjang pelayanan berkualitas melalui keterdiaan fasilitas -fasilitas kantor untuk lebih meningkatkan efektifitas dan efisiensi pelayanan publik.
106
DAFTAR PUSTAKA
Abdilah, W. S., Miharja, S., & Lestari, Y. D. (2015). Kualitas Pelayanan Publik di Balai Pelayanan, Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Wilayah Bandung. Publica: Jurnal Pemikiran Administrasi Negara, 6 (1), 20-27.
Arief, Mts. 2007. Pemasaran Jasa dan Kualitas Pelayanan. Malang: Banyumedia Hardiyansyah, 2011. Kualitas Pelayanan Publik : Konsep, Dimensi, Indikator,
dan Implementasinya.
Hayat. 2017. Manajemen Pelayanan Publik. PT Raja Grafindo Persada.
Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 63KEP/M.PAN/7/2003 Tentang Pedoman umum Penyelenggaraan Pelayanan Publik.
Moenir, H.A.S. 2006. Manajemen Pelayanan Umum Di Indonesia . Jakarta : Bumi Aksara
Nazir, Moh. 2003. Metode Penelitian. Jakarta : Ghalia Indonesia
Nogi, Hessel Tangklilis an. 2005. Manajmen Publik. Jakarta : Gramedia Widia Sarana
Nurazizah. (2020). Kualitas Pelayanan Publik di Kantor Camat Mutiara Timur Kabupaten Pidie. Banda Aceh: Universitas Islam Negeri Banda Aceh
Ones Gita Crystalia. (2015). Kualitas Pelayanan Publik di Kantor Kecamatan Pengasih Kabupaten Kulon Progo . Yogyakarta: Universitas Negeri Yoyakarta
Parasuraman dan Berry. 2012. SERVQUAL: A Multiple Item Scale for Measuring Consumer Persception of Service Quality. Journal of Retailing, Vol.64.
Pasolong Harbani.2013. Teori Administrasi. Bandung: Alfabeta
Peraturan Daerah Kota Makassar Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Tata Kerja Pemerintah Kelurahan
Peraturan Daerah No. 05 & 06 Tahun 2008 tentang Standar Operasional Prosedur (SOP) Kelurahan
Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2014 tentang Komponen Standar Pelayanan
Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Penyelenggaraan pemerintah kelurahan
Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2005 tentang Kelurahan
Peraturan Walikota (PERWALI) No. 115 tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Kelurahan Kota Makassar
Ratminto dan Atik Septi Winarsih. 2006. Manajemen Pelayanan. Yogyakarta Pustaka pelajar
Sinambela, Lajian Poltak dkk. 2006. Reformasi Pelayanan Publik . Jakarta : Bumi Aksara
Siti Anisa. (2018). Pengaruh Pelayanan Publik terhadap Kepuasan Masyarakat di Kantor Desa Helvetia . Medan: Universitas Islam Negara Sumatera Utara Sugiyono.2012. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D . Bandung :
Alfabeta
Tjiptono, Fandy. 2011. Service Quality and Satisfaction. Edisi 3. Andi Offset.
Yogyakarta.
Undang – Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik. Yogyakarta : Gava Media.
Zeithaml, Valarie A : Mary Jo Bitner. 2000. Service maketing, integrating Costumer Focus Across The firm, 2nd edition, Mc Graw-Hill: USA
LAMPIRAN
DOKUMENTASI
Struktur Jabatan Pelaksana Kelurahan Lajangiru
Struktur Organisasi RT/RW Kelurahan Lajangiru
Wawancara dengan Lurah Lajangiru
Wawancara dengan Staf Kantor Kelurahan Lajangiru
Wawancara dengan Staf Kantor Kelurahan Lajangiru
Wawancara dengan Masyarakat Kelurahan Lajangiru
Wawancara dengan Masyarakat Kelurahan Lajangiru
Peta Lokasi Kelurahan Lajangiru
Peta Kota Makassar
RIWAYAT HIDUP
Deden Achmad, Lahir di Palopo pada tanggal 04 mei 1995 di Provinsi Sulawesi Selatan. Saat ini tinggal di Jln, Sultan Alauddin II di Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan. Anak ke tiga dari empat bersaudara, Lahir Dari Pasangan Bapak Achmad Alinanna Syamsiah dan Ibu Sitti Halijah. Penulis menempuh Pendidikan Sekolah Dasar di SDN 61 Mario pada tahun 2001 hingga 2007. Kemudian penulis melanjutkan Pendidikan ke sekolah menengah pertama di SMP Negeri 2 Bua Ponrang pada tahun 2007 hingga 2010.
Selanjutnya,Penulis melanjutkan Pendidikan ke sekolah menengah atas di SMA Negeri 2 Bua Ponrang pada tahun 2011 hingga tahun 2013. Dan ditahun 2014, penulis mendapatkan kesempatan melanjutkan Pendidikan Perguruan Tinggi di Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh) di jl. Sultan Alauddin, Gunung Sari Kecamatan Rappocini kota Makassar dengan mengambil jurusan Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Peneliti berhasil menyelesaikan skripsi sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana (S1) dengan judul “ KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DI KANTOR KELURAHAN LAJANGIRU KECAMATAN UJUNG PANDANG KOTA MAKASSAR“ .