• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN A.Deskripsi Data

D. Pembahasan Penelitian

1 /( ) ( / ) (Re    k n S JK k g JK Fh Fh = 505,285 d. Koefisien Determinasi.

Hasil yang diperoleh, indeks korelasi ganda R = 0,960. Dari koefisien korelasi tersebut dapat diketahui koefisien determinasi (R2) sebesar 0,922. Hal ini berarti 92,2% variasi yang terjadi pada sikap pelestarian Candi Menggung dapat dijelaskan oleh pengetahuan kesejarahan dan lingkungan sosial.

D. Pembahasan Penelitian

1. Terdapat Hubungan yang Positif dan Signifikan antara Pengetahuan Kesejarahan (X1) dengan Sikap Pelestarian Candi Menggung (Y)

Hubungan variabel Pengetahuan kesejarahan dan variabel Sikap pelestarian Candi Menggung memiliki koefisien korelasi sebesar 0,932 yang masuk dalam tingkat hubungan sangat kuat. Dari angka korelasi ini maka taksiran koefisien determinasinya adalah 0,869 yang berarti 86,9%

Hasil analisis data yang telah dilakukan membuktikan bahwa hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini, terbukti terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara pengetahuan kesejarahan dan sikap pelestarian Candi Menggung. Hal ini

Daerah Penolakan Ho

Daerah Penerimaan Ho

berarti semakin baik pengetahuan kesejarahan, maka semakin tinggi tingkat sikap pelestarian Candi Menggung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan pengetahuan kesejarahan dengan sikap pelestarian Candi Menggung menunjukkan bahwa salah satu upaya melestarikan Candi Menggung adalah dengan memberikan pengertian tentang pengetahuan kesejarahan yang tepat dan positif.

Penerimaan hipotesis pertama, didukung dan perkuat dengan teori yang menyatakan bahwa pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahuai atau kepandaian yang diperoleh melalui suatu proses belajar. (Depdikbud, Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1994:714).

Proses sikap pelestarian Candi Menggung dapat berlangsung apabila masyarakat mempunyai pengetahuan kesejarahan yang positif terhadap benda peninggalan sejarah. Pengetahuan kesejarahan individu di masyarakat mengenai dunia akan berbeda, karena setiap individu, dalam menanggapinya, dipengaruhi oleh aspek-aspek situasi yang mengandung arti khusus bagi dirinya dan dapat berubah-ubah sesuai dengan keinginan hati, cara belajar, keadaan jiwa dan sebagainya.

Disamping itu, realita sosial di masyarakat baik di waktu sekarang dan waktu sebelumnya ditunjukkan adanya dua sifat objektif dan subjektif maupun positif dan negatif. Dari kenyataan ini menunjukkan bahwa pemahaman tentang sikap pelestarian Candi Menggung pun akan mempunyai dua sifat tersebut. Pandangan dari dua sifat tersebut akan melahirkan pengetahuan kesejarahan yang berbeda. Pengetahuan kesejarahan dikatakan tepat dan tidak tepat pada objek tertentu.

Makin baik pengetahuan kesejarahan mengenai sikap pelestarian Candi Menggung makin mudah mereka mengigatnya. Ini berarti, di dalam sikap pelestarian Candi Menggung perlu dihindari pemahaman sejarah yang salah karena ini akan memberikan pengertian yang salah pula pada masyarakat tentang apa yang dipelajari.

Pengetahuan kesejarahan yang ada, dasarnya merupakan kesadaran terhadap lingkungan terbentuk melalui proses interaksi antar objek, penginderaan dan

makna. Karena bukan merupakan faktor tunggal, maka pembentukan pengetahuan kesejarahan dipengaruhi oleh banyak faktor.

2. Terdapat Hubungan yang Positif dan Signifikan antara Lingkungan Sosial (X2) dengan Sikap Pelestarian Candi Menggung (Y)

Hubungan variabel lingkungan sosial dan variabel sikap pelestarian Candi Menggung memiliki koefisien korelasi sebesar 0,946 yang masuk dalam tingkat hubungan sangat kuat. Dari angka korelasi ini maka taksiran koefisien determinasinya adalah 0,894 yang berarti 89,4%.

Hasil analisis data yang telah dilakukan membuktikan bahwa hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini, terbukti terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara lingkungan sosial dan sikap pelestarian Candi Menggung. Hal ini berarti semakin baik lingkungan sosial masyarakat, maka semakin tinggi tingkat sikap pelestarian Candi Menggung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya untuk meningkatkan sikap pelestarian Candi Menggung dapat dilakukan dengan memperbaiki kondisi lingkungan sosial pada masayarakat.

Penerimaan hipotesis kedua tersebut sesuai dengan pendapat Ngalim Purwanto (1990: 28) mengatakan bahwa, ”Lingkungan sosial merupakan semua orang atau manusia lain yang mempengaruhi kita”. Sejalan dengan itu Abu Ahmadi, Nur Uhbiyati (1991: 65) mengatakan bahwa, ”Lingkungan sosial adalah hubungan antara manusia satu dengan yang lainnya termasuk didalamnya sikap atau tingkah laku antar manusia, tingkah laku ayah, ibu, anggota keluarga yang lain, tetangga, teman, guru, dan lain-lain.”

Sesuai dengan hasil pengujian hipotesis yang didapatkan, maka dalam penelitian ini dapat dinyatakan bahwa dalam sikap pelestarian Candi Menggung oleh masyarakat dengan kondisi lingkungan yang buruk dengan kondisi lingkungan yang baik memberikan hasil perbedaan yang berarti. Masyarakat dengan kondisi lingkungan sosial yang lebih baik mempunyai keinginan yang lebih besar untuk

melestarikan Candi Menggung daripada masyarakat dengan kondisi lingkungan sosial yang buruk.

Lingkungan sosial benar-benar mempunyai pengaruh terhadap sikap pelestarian Candi Menggung, karena dengan lingkungan sosial yang baik, seseorang akan mempunyai kesadaran yang lebih tinggi untuk melestarikan benda peninggalan sejarah bagi generasi penerus.

3. Terdapat Hubungan yang Positif dan Signifikan antara Pengetahuan Kesejarahan (X1) dan Lingkungan Sosial (X2) dengan Sikap Pelestarian Candi Menggung (Y)

Hubungan variabel pengetahuan kesejarahan dan lingkungan sosial secara bersama-sama dengan variabel sikap pelestarian Candi Menggung memiliki koefisien korelasi sebesar 0,960 yang masuk dalam tingkat hubungan sangat kuat. Dari angka korelasi ini maka taksiran koefisien determinasinya adalah 0,922 yang berarti 92,2%. Hasil analisis data yang telah dilakukan membuktikan bahwa hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini, terbukti terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara pengetahuan kesejarahan dan lingkungan sosial secara bersama-sama dengan sikap pelestarian Candi Menggung. Hal ini berarti semakin baik pemahaman sejarah dan lingkungan sosial masyarakat, maka semakin tinggi tingkat sikap pelestarian Candi Menggung.

Penerimaan hipotesis ketiga tersebut sesuai dengan kajian teori (Hari Untoro Drajat, 1999: 4) yang mnyatakan pelestarian situs adalah upaya mempertahankan keadaan asli, dengan tidak merubah yang ada dan tetap mempertahankan kelangsungan kondisinya yang sekarang. Lebih lanjut “pelestarian” juga mempunyai pengertian perlindungan dan pemeliharaan dari kemusnahan dan atau kerusakan. Pelestarian tersebut dapat tercapai melalui berbagai upaya pemugaran seperti konservasi atau rekonstruksi

Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya untuk meningkatkan sikap pelestarian Candi Menggung pada masyarakat sangat diperlukan peningkatan

pengetahuan kesejarahan dan lingkungan sosial. Pengetahuan kesejarahan memberikan pengertian yang benar tentang arti sebuah peninggalan sejarah sedang lingkungan sosial mampu memberikan kesadaran dan rasa kepedulian yang lebih tinggi untuk melestarikan benda peninggalan sejarah.

Pengetahuan kesejarahan menentukan tingkat keberhasilan sikap pelestarian Candi Menggung karena dengan pemahaman sejarah yang benar tanpa adanya lingkungan sosial yang baik sulit untuk mencapai keberhasilan yang optimal, sehingga pengetahuan kesejarahan dan lingkungan sosial dapat meningkatkan sikap pelestarian Candi Menggung.

Pengetahuan kesejarahan merupakan faktor yang berasal dari diri pribadi sendiri. Sekali seseorang mempunyai pengetahuan dan pemahaman sejarah yang salah mengenai apa yang dilihatnya, maka untuk selanjutnya akan sulit untuk mengubah pemahaman sejarah yang telah dimilikinya. Karena itu pemahaman sejarahnya harus tepat, sehingga masyarakat benar-benar menyadari keberadaan dan fungsinya di tengah kehidupan dan lingkungannya.

Baiknya kondisi lingkungan tidak lepas dari peran orang – orang yang tinggal di lingkungan tersebut. Adanya interaksi yang bagus diantara masyarakat akan memungkinkan terjadinya transfer wawasan tentang pentingnya pelestarian benda peninggalan sejarah antara individu. Lingkungan sosial yang baik juga mampu meninkatkan kesadaran diantara masyarakat untuk melestarikan benda peninggalan sejarah.

Sikap pelestarian Candi Menggung adalah upaya perlindungan dan pemeliharaan serta mempertahankan keadaan asli, dengan tidak merubah yang ada dan tetap mempertahankan kelangsungan kondisinya yang sekarang. Dengan demikian, masyarakat dapat memahami secara mendalam fakta-fakta kejadian yang telah terjadi an sekaligus mampu menggeneralisasikan dalam kehidupan yang akan datang.

Dokumen terkait