BAB V PENUTUP
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka terdapat beberapa saran yang dapat diberikan peneliti, diantaranya:
1. Bagi guru
Diharapkan multimedia interaktif CerMAT dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif media belajar yang dapat digunakan untuk menyampaikan materi mengenal anggota tubuh manusia. Guna memperbaiki kesalahan-kesalahan yang masih dilakukan oleh anak saat menunjukkan anggota tubuh manusia, guru perlu memberikan pembelajaran lebih lanjut.
115 2. Bagi peneliti selanjutnya
Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai dasar bagi peneliti selanjutnya untuk mengembangkan lebih lanjut multimedia interaktif, terutamapada indikator berikutnya yaitu memahami kegunaan anggota tubuh serta cara merawat anggota tubuh. Selain itu, multimedia interaktif CerMAT ini jgua dapat digunakan oleh peneliti lain dalam hal meningkatkan kemampuan anak autistik mengenal anggota tubuh manusia.
3. Bagi Orang tua/wali murid
Orang tua atau yang mendampingi anak dapat melanjutkan kegiatan belajar mengenal anggota tubuh manusia yang telah diberikan oleh peneliti menggunakan multimedia interaktif CerMAT, karena multimedia interaktif CerMAT dapat digunakan dimana saja, sesuai kebutuhan dan orangtua dapat mendampingi anak.
116
DAFTAR PUSTAKA
A.Suyitno, Rachmadi, A.S. (2010). IPA: Ilmu Pengetahuan Alam. Jakarta: Yudhistira.
Andri Priyatna. (2010). Amazing Autism: Memahami, Mengasuh dan Mendidik Anak Autis. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
Arief S. Sadiman, dkk. (2006). Media Pendidikan Pengertian, Pengembangan dan Pemanfaatanya. Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada.
Azhar Arsyad. (2006). Media Pembelajaran. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. Astri Mayanti, dkk. (2003). Strategi Visual dalam Pendidikan Anak ASD. Jakarta:
Makalah Konferensi Nasional Autisme.
Badan Standar Nasional Pendidikan. (2006). Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Sekolah Dasar Luar Biasa. Jakarta: Depdiknas
Budiono. (2005). Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Surabaya: Karya Agung. Cecep Kustandi dan Bambang Sutjipto. (2013). Media Pembelajaran. edisi kedua.
Bogor: Ghalia Indonesia.
Cece Wijaya. (1991). Kemampuan Dasar Guru Dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Edi Purwanta. (2012). Modifikasi Perilaku: Alternatif Penanganan Anak Berkebutuhan Khusus. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Eko Putro Widoyoko. (2010). Evaluasi Program Pembelajaran Panduan Praktis Bagi Pendidik dan Calon Pendidik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Daryanto. (2013). Media Pembelajaran : Peranannya Sangat Penting Dalam Mencapai Tujuan Pembelajaran. Yogyakarata: Gava Media.
Deni Darmawan. (2012). Teknologi Pembelajaran. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Dyah Puspita. (2003). Terapi ABA yang Menyenangkan Bagi Anak autistik. Jakarta: Makalah Konferensi Nasional Autisme.
Eveline Siregar dan Hartini Nara. 2011. Teori Belajar dan Pembelajaran. Bogor: Ghalia Indonesia.
M. Ngalim Purwanto. (2006). Prinsip-prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
117
HM Sukardi. (2012). Evaluasi Pendidikan; Prinsip dan Operasionalnya. Jakarta: Bumi Aksara.
Hallahan, Daniel P. Dan Kauffman. (2006) .Exceptional Learners An Introduction to Special Education.10th ed. USA: Pearson.
Jamila K.A Muhammad. (2007). Special Education for Special Children: Panduan Pendidikan Khusus Anak-anak dengan Ketunaan dan Learning Disabilities. Jakarta: PT Mizan Publika.
Juang Sunanto, dkk. (2006). Penelitian dengan Subyek Tunggal. Bandung: UPI Press.
Maygar, C. I. (2011). Developing and Evaluating Educational Programs for Students With Autism. New York: Department of pediatrics School of Medicine and Dentistry University of Rochester.
Mien A Rifai. (2004). Kamus Biologi. Jakarta: Balai Pustaka.
Mirza Maulana. (2008). Anak autistik : Mendidik Anak Autistik dengan Gangguan Mental Lain Menuju Anak Cerdas dan Sehat. Yogyakarta: Katahati. Nana Sudjana. (1989). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT.
Remaja Rosdakarya.
Purwanto. (2007). Metodologi Penelitian Kuantitatif untuk Psikologi dan Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Reber, M. (Ed.). (2012). The Autism Spectrum Scientific Foundations and Treatment. Cambridge University Press.
Rudi Susilana dan Cepi Riyana. (2008). Media Pembelajaran: hakikat, pemanfaatan dan Penilaian. Bandung: FIP UPI.
S. Margono. (2005). Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta. Sany Susangka. (2012). Efektivitas Media CD Interaktif Untuk Meningkatkan
Prestasi Belajar IPS” Pengenalan Alat Transportasi Anak Tunagrahita Tipe Ringan di SDLB Negeri Temanggung. Skripsi. Yogyakarta: UNY Schwier Richard, A. & Earl, R. Misanchuk. (1993). Interactive multimedia
instruction. New jersey: Educational Technology Publications. Setiati Widihastuti. (2007). Pola Pendidikan Anak autistik: Aktivitas
Pembelajaran Di Sekolah Autis Fajar Nugraha. Yogyakarta: Datamedia. Sri Anita. (2009). Media Pembelajaran. Surakarta: PSG rayon 13 FKIP UNS.
118
Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuntitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Supriyono Koes H dan Prabowo. (1999). Konsep-konsep dasar IPA. Jakarta: Depdiknas.
Sutrisno Hadi. (1994). Metodologi Research. Yogyakarta: Andi Offset. Zainal Arifin. (2011). Penelitian Pendidikan: Metode dan Paradigma Baru.
119
120
Lampiran 1. Isi Multimedia Interaktif CerMAT “ Mengenal Anggota Tubuh Manusia”
Gambar 2. Tampilan Judul Multimedia Interaktif CerMAT
Gambar 3. Tampilan Menu Utama Multimedia Interaktif CerMAT Gambar 1. Tampilan Petunjuk Penggunaan Multimedia
121 Gambar 4. Tampilan Tujuan
pembelajaran
Gambar 5. Tampilan menu materi pada anggota tubuh mata
Gambar 7. Tampilan menu materi pada anggota tubuh hidung
Gambar 6. Tampilan menu materi pada anggota tubuh telinga
122 Gambar 8. Tampilan menu materi
pada anggota tubuh mulut
Gambar 9. Tampilan menu materi pada anggota tubuh tangan.
Gambar 10. Tampilan menu materi pada anggota tubuh jari tangan
Gambar 11. Tampilan menu materi pada anggota tubuh kaki
123 Gambar 12. Tampilan menu
Latihan
Gambar 14. Tampilan saat ingin keluar aplikasi
124
Lampiran 2. Instrumen Tes Kemampuan Mengenal Anggota Tubuh Manusia
No
Indikator Hasil observasi Keterangan
Benar Salah
1 Siswa memegang anggota tubuh bagian mata.
2 Siswa memegang anggota tubuh bagian telinga
3 Siswa memegang anggota tubuh bagian hidung.
4 Siswa memegang anggota tubuh bagian mulut
5 Siswa memegang anggota tubuh bagian tangan
6 Siswa memegang anggota tubuh bagian tangan.
7 Siswa memegang anggota tubuh bagian kaki.
Keterangan: Benar : 1 Salah : 0
125
Lampiran 3. Instrumen Uji Validitas Multimedia Interaktif CerMAT
1. MEDIA
No Aspek yang diuji Sangat
Baik
Baik Cukup Kurang Sangat
Kurang 1 Apakah Materi
Mengenal Anggota Tubuh Manusia pada Multimedia Interaktif CerMAT sesuai dengan kemampuan anak autistik? 2 Bagaimana kesesuaian multimedia interaktif CerMAT jika
digunakan oleh anak autistik untuk mempelajari materi mengenal anggota tubuh manusia?
126
2. TAMPILAN
No Aspek yang diuji SB B C K SK
1 Bagaimana kesesuain materi dengan backround
pada Multimedia
Interaktif CerMAT 2 Bagaimana kesesuain
materi dengan sound
pada Multimedia
Interaktif CerMAT 3 Bagaimana kesesuain
materi dengan gambar
pada Multimedia
Interaktif CerMAT 4 Bagaimana kesesuain
materi dengan animasi
pada Multimedia
Interaktif CerMAT 5 Bagaimana kesesuain
materi dengan warna
pada Multimedia
Interaktif CerMAT 6 Bagaimana kesesuain
materi dengan backsound
pada Multimedia Interaktif CerMAT Keterangan: SB : Sangat Baik B : Baik C : Cukup K : Kurang SK : Sangat Kurang
127
Lampiran 4. Surat Keterangan konsultasi Ahli
1. Surat Keterangan Uji Validitas Intrumen Tes Mengenal Anggota Tubuh
128
2. Surat Keterangan Uji Validitas Multimedia Interaktif CerMAT
INSTRUMEN PENILAIAN AHLI MEDIA
Judul Penelitian : Efektivitas Multimedia Interaktif CerMAT
Terhadap Kemampuan Mengenal Anggota Tubuh Manusia Pada Anak autistik Kelas I SD Di SLB Ma’arif Bantul Yogyakarta.
Evaluator : Dian Wahyuningisih, M. Pd.
Tanggal Evaluasi : 24 Februari 2015
PETUNJUK
1. Lembar evaluasi ini dimaksudkan untuk mendapatkan informasi dari ahli media tentang kualitas Multimedia Interaktif CerMAT yang akan diujicobakan dalam penelitian.
2. Penilaian, kritik, saran, yang disampaikan melalui angket ini akan menjadi acuan peneliti untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas Multimedia Interaktif CerMAT yang akan diteliti
3. Berilah tanda √ pada kolom yang Bapak atau Ibu pilih.
4. Keterangan penilaian: Sangat Baik, Baik, Cukup, Kurang dan Sangat Kurang 5. Multimedia Interaktif CerMAT dikatakan memenuhi syarat untuk di uji di
lapangan, jika setiap item memperoleh kategori minimal “cukup”.
6. Jika ada komentar, kritik dan saran mohon ditulis pada kolom yang telah disediakan.
129 1. Sebelum revisi
131 Setelah revisi
132
134
135
136
137
Lampiran 8. Surat Keterangan telah Melaksanakan Penelitian dari SLB Ma’arif Bantul Yogyakarta.
138
Lampiran 9. Lembar Hasil Tes Kemampuan Mengenal Anggota Tubuh Manusia dan Pencatatan Frekuensi Kesalahan
Hari/ Tanggal : Rabu, 25 Februari 2015
Baseline : A
Sesi ke- : 1
No
Indikator Hasil Tes Keterangan
Benar Salah
1 Siswa memegang anggota
tubuh bagian mata. 0
2 Siswa memegang anggota
tubuh bagian telinga 0
3 Siswa memegang anggota
tubuh bagian hidung. 0
4 Siswa memegang anggota
tubuh bagian mulut 0
5 Siswa memegang anggota
tubuh bagian tangan 1
6 Siswa memegang anggota
tubuh bagian jari tangan. 0
7 Siswa memegang anggota
139
Pencatatan Frekuensi
Nama Subyek : MAS Tanggal: 25 Februari 2015 Pengamat : Risma Ratsi Maolana
Sesi ke : 1(A1) No item yang salah:
Banyaknya kesalahan: 6
Pengamat : Risma Ratsi Maolana
Perilaku sasaran : Kesalahan dalam mengenal anggota tubuh
Tanggal Waktu (menit) Start- stop Terjadinya perilaku sasaran Total kejadian 25 Februari 2015 08-30 IIII 5 1, 2, 3, 4,dan 6
140 Hari/ Tanggal : Kamis, 26 Februari 2015
Baseline : A
Sesi ke- : 2
No
Indikator Hasil observasi Keterangan
Benar Salah
1 Siswa memegang anggota
tubuh bagian mata. 0
2 Siswa memegang anggota
tubuh bagian telinga 0
3 Siswa memegang anggota
tubuh bagian hidung. 0
4 Siswa memegang anggota
tubuh bagian mulut 0
5 Siswa memegang anggota
tubuh bagian tangan 1
6 Siswa memegang anggota
tubuh bagian tangan. 0
7 Siswa memegang anggota
141
Pencatatan Frekuensi
Nama Subyek : MAS Tanggal: 26 Februari 2015 Pengamat : Risma Ratsi Maolana
Sesi ke : 2 (A2) No item yang salah:
Banyaknya kesalahan: 5
Pengamat : Risma Ratsi Maolana
Perilaku sasaran : Kesalahan dalam memegang anggota tubuh
Tanggal Waktu (menit) Start- stop Terjadinya perilaku sasaran Total kejadian 26 Februari 2015 08.45- 08.52 IIII 5 1, 2, 3, 4,dan 6
142 Hari/ Tanggal : Sabtu, 28 Februari 2015
Baseline : A
Sesi ke- : 3
No
Indikator Hasil Tes Keterangan
Benar Salah
1 Siswa memegang anggota
tubuh bagian mata. 0
2 Siswa memegang anggota
tubuh bagian telinga 0
3 Siswa memegang anggota
tubuh bagian hidung. 0
4 Siswa memegang anggota
tubuh bagian mulut 0
5 Siswa memegang anggota
tubuh bagian tangan 1
6 Siswa memegang anggota
tubuh bagian jari tangan. 0
7 Siswa memegang anggota
143
Pencatatan Frekuensi
Nama Subyek : MAS Tanggal: 28 Februari 2015 Pengamat : Risma Ratsi Maolana
Sesi ke : 3 (A3) No item yang salah:
Banyaknya kesalahan: 6
Pengamat : Risma Ratsi Maolana
Perilaku sasaran : Kesalahan dalam memegang anggota tubuh
Tanggal Waktu (menit) Start- stop Terjadinya perilaku sasaran Total kejadian 28 Maret 2015 08.35- 08-42 IIII 5 1, 2, 3, 4,dan 6
144 Hari/ Tanggal : Senin, 2 Maret 2015
Intrvensi : B
Sesi ke- : 1
No
Indikator Hasil observasi Keterangan
Benar Salah
1 Siswa memegang anggota
tubuh bagian mata. 0
2 Siswa memegang anggota
tubuh bagian telinga 0
3 Siswa memegang anggota
tubuh bagian hidung. 1
4 Siswa memegang anggota
tubuh bagian mulut 1
5 Siswa memegang anggota
tubuh bagian tangan 1
6 Siswa memegang anggota
tubuh bagian jari tangan. 0
7 Siswa memegang anggota
145
Pencatatan Frekuensi
Nama Subyek : MAS Tanggal: 2 Maret 2015 Pengamat : Risma Ratsi Maolana
Sesi ke : 1(A1) No item yang salah:
Banyaknya kesalahan: 3
Pengamat : Risma Ratsi Maolana
Perilaku sasaran : Kesalahan dalam memegang anggota tubuh
Tanggal Waktu (menit) Start- stop Terjadinya perilaku sasaran Total kejadian 2 Maret 2015 09.15- 09.22 III 3 1, 2, ,dan 6
146 Hari/ Tanggal : Rabu, 4 Maret 2015
Baseline : B
Sesi ke- : 2
No
Indikator Hasil observasi Keterangan
Benar Salah
1 Siswa memegang anggota
tubuh bagian mata. 1
2 Siswa memegang anggota
tubuh bagian telinga 1
3 Siswa memegang anggota
tubuh bagian hidung. 1
4 Siswa memegang anggota
tubuh bagian mulut 1
5 Siswa memegang anggota
tubuh bagian tangan 1
6 Siswa memegang anggota
tubuh bagian jari tangan. 0
7 Siswa memegang anggota
147
Pencatatan Frekuensi
Nama Subyek : MAS Tanggal: 4 Maret 2015 Pengamat : Risma Ratsi Maolana
Sesi ke : 2 (B2) No item yang salah:
Banyaknya kesalahan: 1
Pengamat : Risma Ratsi Maolana
Perilaku sasaran : Kesalahan dalam memegang anggota tubuh
Tanggal Waktu (menit) Start- stop Terjadinya perilaku sasaran Total kejadian 4 Maret 2015 09.30-09.37 I 1 6
148 Hari/ Tanggal : Kamis, 5 Maret 2015
Interbensi : B
Sesi ke- : 3
No
Indikator Hasil observasi Keterangan
Benar Salah
1 Siswa memegang anggota
tubuh bagian mata. 1
2 Siswa memegang anggota
tubuh bagian telinga 1
3 Siswa memegang anggota
tubuh bagian hidung. 1
4 Siswa memegang anggota
tubuh bagian mulut 1
5 Siswa memegang anggota
tubuh bagian tangan 1
6 Siswa memegang anggota
tubuh bagian jari tangan. 0
7 Siswa memegang anggota
149
Pencatatan Frekuensi
Nama Subyek : MAS Tanggal: 5 Maret 2015 Pengamat : Risma Ratsi Maolana
Sesi ke : 3 (B3) No item yang salah:
Banyaknya kesalahan: 1
Pengamat : Risma Ratsi Maolana
Perilaku sasaran : Kesalahan dalam memegang anggota tubuh
Tanggal Waktu (menit) Start- stop Terjadinya perilaku sasaran Total kejadian 5 Maret 2015 09.30-09.37 I 1 6
150 Hari/ Tanggal : Senin, 9 Maret 2015
Intervensi : B
Sesi ke- : 4
No
Indikator Hasil observasi Keterangan
Benar Salah
1 Siswa memegang anggota
tubuh bagian mata. 1
2 Siswa memegang anggota
tubuh bagian telinga 1
3 Siswa memegang anggota
tubuh bagian hidung. 1
4 Siswa memegang anggota
tubuh bagian mulut 1
5 Siswa memegang anggota
tubuh bagian tangan 1
6 Siswa memegang anggota tubuh bagian jari tangan. 1 7 Siswa memegang anggota
151
Pencatatan Frekuensi
Nama Subyek : MAS Tanggal: 9 Maret 2015 Pengamat : Risma Ratsi Maolana
Sesi ke : B (B4) No item yang salah:
Banyaknya kesalahan: 0
Pengamat : Risma Ratsi Maolana
Perilaku sasaran : Kesalahan dalam memegang anggota tubuh
Tanggal Waktu (menit) Start- stop Terjadinya perilaku sasaran Total kejadian 9 Maret 2015 09.45-09.52 0 0 0
152 Hari/ Tanggal : Selasa, 10 Maret 2015
Intervensi : B
Sesi ke- : 5 (B5)
No
Indikator Hasil Tes Keterangan
Benar Salah
1 Siswa memegang anggota
tubuh bagian mata. 1
2 Siswa memegang anggota
tubuh bagian telinga 1
3 Siswa memegang anggota
tubuh bagian hidung. 1
4 Siswa memegang anggota
tubuh bagian mulut 1
5 Siswa memegang anggota
tubuh bagian tangan 1
6 Siswa memegang anggota tubuh bagian jari tangan. 1 7 Siswa memegang anggota
153
Pencatatan Frekuensi
Nama Subyek : MAS Tanggal: 10 Maret 2015 Pengamat : Risma Ratsi Maolana
Sesi ke : 5(B5) No item yang salah:
Banyaknya kesalahan: 0
Pengamat : Risma Ratsi Maolana
Perilaku sasaran : Kesalahan dalam memegang anggota tubuh
Tanggal Waktu (menit) Start- stop Terjadinya perilaku sasaran Total kejadian 10 Maret 2015 08.30-08.37 0 0 0
154 Hari/ Tanggal : Selasa, 17 Maret 2015
Baseline : A’
Sesi ke- : 1 (A’5)
No
Indikator Hasil Tes Keterangan
Benar Salah
1 Siswa memegang anggota
tubuh bagian mata. 1
2 Siswa memegang anggota
tubuh bagian telinga 1
3 Siswa memegang anggota
tubuh bagian hidung. 1
4 Siswa memegang anggota
tubuh bagian mulut 1
5 Siswa memegang anggota
tubuh bagian tangan 1
6 Siswa memegang anggota tubuh bagian jari tangan. 1 7 Siswa memegang anggota
155
Pencatatan Frekuensi
Nama Subyek : MAS Tanggal: 17 Maret 2015 Pengamat : Risma Ratsi Maolana
Sesi ke : 1 (A’5) No item yang salah:
Banyaknya kesalahan: 0
Pengamat : Risma Ratsi Maolana
Perilaku sasaran : Kesalahan dalam memegang anggota tubuh
Tanggal Waktu (menit) Start- stop Terjadinya perilaku sasaran Total kejadian 17 Maret 2015 08.45-08.52 0 0 0
156 Hari/ Tanggal : Selasa, 23 Maret 2015
Baseline : A’
Sesi ke- : 2 (A’2)
No
Indikator Hasil Tes Keterangan
Benar Salah
1 Siswa memegang anggota
tubuh bagian mata. 1
2 Siswa memegang anggota
tubuh bagian telinga 1
3 Siswa memegang anggota
tubuh bagian hidung. 1
4 Siswa memegang anggota
tubuh bagian mulut 1
5 Siswa memegang anggota
tubuh bagian tangan 1
6 Siswa memegang anggota
tubuh bagian jari tangan. 0
7 Siswa memegang anggota
157
Pencatatan Frekuensi
Nama Subyek : MAS Tanggal: 23 Maret 2015 Pengamat : Risma Ratsi Maolana
Sesi ke : 2 (A’2) No item yang salah:
Banyaknya kesalahan: 1
Pengamat : Risma Ratsi Maolana
Perilaku sasaran : Kesalahan dalam memegang anggota tubuh
Tanggal Waktu (menit) Start- stop Terjadinya perilaku sasaran Total kejadian 23 Maret 2015 08.45-08.52 I 1 6
158 Hari/ Tanggal : Selasa, 17 Maret 2015
Baseline : A’
Sesi ke- : 1 (A’5)
No
Indikator Hasil Tes Keterangan
Benar Salah
1 Siswa memegang anggota
tubuh bagian mata. 1
2 Siswa memegang anggota
tubuh bagian telinga 1
3 Siswa memegang anggota
tubuh bagian hidung. 1
4 Siswa memegang anggota
tubuh bagian mulut 1
5 Siswa memegang anggota
tubuh bagian tangan 1
6 Siswa memegang anggota
tubuh bagian jari tangan. 0
7 Siswa memegang anggota
159
Pencatatan Frekuensi
Nama Subyek : MAS Tanggal: 24 Maret 2015 Pengamat : Risma Ratsi Maolana
Sesi ke : 3 (A’3) No item yang salah:
Banyaknya kesalahan: 1
Pengamat : Risma Ratsi Maolana
Perilaku sasaran : Kesalahan dalam memegang anggota tubuh
Tanggal Waktu (menit) Start- stop Terjadinya perilaku sasaran Total kejadian 24 Maret 2015 08.35-08.42 I 1 6
160
Lampiran 10. Hasil Perhitungan Komponen-Komponen Pada Fase Baseline
-1, Intervensi Dan Baseline-2.
A. Analisis Dalam Kondisi Kemampuan Mengenal Anggota Tubuh
Manusia
1. Baseline-1 (A)
a) Panjang kondisi = 3
b) Estimasi Kecederungan arah = stabil c) Kecenderungan stabilitas data : 15%
Skor Tertinggi X Kriteria
Stabilitas = Rentang Stabilitas 5 X 0,15 0,75 Mean level =(5+5+5): 3= 15:3 = 5 Batas Atas = 5+1 2 (0,75)= 5+0,375= 5,375 Batas bawah= 5-1 2 (0,75)= 5-0,375= 4,625 Presentasi stabilitas: Banyaknya data point yang ada dalam rentang ÷ Banyaknya data Presentasi stabilitas 3 ÷ 3 100%
d) Jejak data : sejajar
e) Level stabilitas dan rentang : stabil (5-5)
f) Perubahan level: data terakhir-data pertama= 5-5 = 0 (tidak ada perubahan)
161 2. Intervensi (B)
a) Panjang kondisi = 5
b) Estimasi Kecederungan arah = menurun (+) c) Kecenderungan stabilitas data : 15% = 0,15
Skor Tertinggi X Kriteria
Stabilitas = Rentang Stabilitas 3 X 0,15 0,45 Mean level =(3+1+1+0+0): 5= 5: 5= 1 Batas Atas = 1+1 2 (0,45) = 1+ 0,225= 1,225 Batas bawah= 1-1 2 (0,45) = 1-0,225= 0,775 Presentasi stabilitas: Banyaknya data point yang ada dalam rentang ÷ Banyaknya data Presentasi stabilitas 2 ÷ 5 40%
d) Jejak data : menurun
e) Level stabilitas dan rentang :variabel (0-3)
162 3. Baseline-2 (A’)
a) Panjang kondisi = 3
b) Estimasi Kecederungan arah = menaik c) Kecenderungan stabilitas data : 15% = 0,15
Skor Tertinggi X Kriteria
Stabilitas = Rentang Stabilitas 1 X 0,15 0,15 Mean level =(0+1+1): 3= 2:3 = 0,66 Batas Atas = 0,66 +1 2 (0,15) =0,66+0,075= 0,735 Batas bawah= 0,66-1 2 (0,15)= 0,66 – 0,075= 0,265 Presentasi stabilitas: Banyaknya data point yang ada dalam rentang ÷ Banyaknya data Presentasi stabilitas 0 ÷ 3 0%
d) Jejak data : menaik
e) Level stabilitas dan rentang : naik (1-0)
f) Perubahan level: data terakhir-data pertama= 1-0 = -1 (memburuk)
B. Analisis Antar Kondisi 1. Perbandingan kondisi B/A
a. Jumlah variabel : 1
b. Perubahan arah dan efeknya : (=) (+) c. Perubahan stabilitas dan efeknya : stabil ke variabel
d. Perubahan level data : sesi terakhir baseline 1 (A) - Sesi pertama intervensi (B) : 5- 3= +2 (membaik)
e. Data yang tumpang tindih (overlap) :
1) Batas atas dan batas bawah pada kondisi baseline BA= 5,375
163 BB= 4,625
2) Point pada kondisi intervensi (B) yang ada pada rentang kondisi baseline (A)= 0
3) Persentase overlap = (0 ÷ 5) x 100% = 0%
2. Perbandingan kondisi A’/B
a. Jumlah variabel : 1
b. Perubahan arah dan efeknya : (+) (-)
c. Perubahan stabilitas dan efeknya : variabel ke variabel
d. Perubahan level data : sesi terakhir baseline 2 (A’) - Sesi pertama intervensi (B) : 1- 3= +2 (membaik)
e. Persentase overlap:
1) Batas atas dan batas bawah pada kondisi intervensi BA= 1,225
BB= 0,775
2) Point pada kondisi intervensi (B) yang ada pada rentang kondisi baseline-2(A’)= 0
4) Persentase overlap = (0 ÷ 3) x 100% = 0% Keterangan tanda:
(+) : jika membaik (-) : jika memburuk (=): tidak ada perubahan
164
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Satuan Pendidikan : Sekolah Dasar Luar Biasa Kelas/ semester : 1/ 2
Tema/ topik : Anggota Tubuhku
Pertemuan : 1 -5
Alokasi Waktu : 1 x 30 menit
A.STANDAR KOMPETENSI
1. Mengenal aggota tubuh dan kegunaannya, serta cara perawatannya.
B. KOMPETENSI DASAR
1. Menunjukkan bagian-bagian tubuh (mata, telinga, hidung, dll)
C. INDIKATOR
1. Menunjukkan anggota tubuh manusia
D. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Siswa mampu menunjukkan anggota tubuh manusia dengan benar
E. MATERI PEMBELAJARAN
1. Anggota tubuh manusia
2. SUMBER DAN MEDIA BELAJAR
Sumber belajar
• Buku paket
Media belajar
165
F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi
waktu
pendahuluan Prakondisi:
• Siswa diminta untuk duduk tenang di tempat duduk
• Peneliti dan siswa berdoa secara bersama
Apersepsi:
• peneliti menjelaskan mengenai pembelajaran yang
akan dilakukan hari ini yaitu tentang anggota tubuh manusia
• peneliti menyiapkan perlengkapan belajar seperti
laptop.
5 menit
Kegiatan Inti i. Peneliti mulai menampilkan multimedia interaktif
CerMAT.
j. Peneliti mengenalkan anggota tubuh manusia melalui menu materi. Pada menu materi berisi pemaparan materi mengenal anggota tubuh. Adapun anggota tubuh yang dikenalkan adalah 1). Mata, 2). Hidung, 3). Telinga, 4). Mulut, 5). Tangan 6). Jari tangan, dan 7). Kaki.
k. Penjelasan materi yaitu melalui suara dan gambar yang terdapat di dalam multimedia interaktif CerMAT dengan pengulangan sebanyak 3 kali, dan peneliti hanya membimbing anak agar fokus memperhatikan sampai selesai, dan belajar menyentuh bagian tubuh mengikuti tampilan yang dilihat pada layar laptop.
l. Selain menu materi, juga terdapat menu latihan Pada menu latihan, ditampilkan lima gambar anggota tubuh yang berbeda. Terdapat instruksi dalam bentuk suara, seperti contoh“ ayo, tunjuk gambar mata”. Ketika anak menunjuk gambar yang salah atau tidak sesuai dengan instruksi, maka akan akan muncul keterangan “ yah, salah. Ini bukan gambar mata. “Ayo, tunjuk gambar mata” begitu
166
seterusnya hingga siklus kedua saat anak melakukan 2 kali kesalahan. Pada siklus ketiga, jika jawaban anak masih salah. Maka langsung ditunjukan jawaban yang benar, dengan menampilkan keterangan dalam bentuk suara “ ini gambar mata”. Sementara dari segi visual anak dapat melihat gambar mata. Hal ini berlaku seterusnya hingga latihan mengenal 7 anggota tubuh selesai ditampilkan.
m. Setelah fase intervensi menggunakan multimedia interaktif CerMAT selesai dilakukan, peneliti memberikan tes kepada anak.
penutup 1. Peneliti melakukan tos saat pembelajaran menggunakan
multimedia interaktif selesai dilaksanakan.
2. Peneliti dan siswa berdoa bersama mengakhir
pembelajaran.
5 menit
Mengetahui
Guru Kelas, Mahasiswa
Wijayatiningsih, S.Pd. Risma Ratsi Maolana
167
Lampiran 11. Dokumentasi Pelaksanaan Penelitian
Gambar 15. Dokumentasi Pelaksanaan Tes
Gambar 16. Dokumentasi Pelaksanaan intervensi menggunakana Multimedia Interakti CerMAT
168
Gambar 17. Dokumentasi Pelaksanaan intervensi menggunakana Multimedia Interakti CerMAT
Gambar 18. Dokumentasi Pelaksanaan intervensi menggunakana Multimedia Interakti CerMAT
169
Gambar 19. Dokumentasi Pelaksanaan intervensi menggunakana Multimedia Interakti CerMAT