Nilai Evaluasi Pra Siklus
D. Pembahasan Penelitian
Pembelajaran Tematik bagian Bahasa Indonesia pada siswa kelas V dapat pengaruh besar terhadap hasil belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia, sebagai inovasi baru dalam mengerjakan soal menentukan ide pokok paragraf, metode pengajaran model Gretchen dan kartu paragraf ini diharapkan dapat mempermudah siswa dalam menentukan ide pokok paragarf dengan menyenangkan.
Berdasarkan hasil penelitian tentang hasil nilai pre test dan post test, metode mengerjakan dengan model Gretchen dan kartu paragraf yang diterapkan dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia pada siswa kelas V MI Negeri Salatiga Kecandran Kecamatan Sidomukti Kota Salatiga.
Kemampuan siswa dapat dilihat dari meningkatnya siswa yang mencapai nilai KKM, seperti meningkatnya diagram pada setiap siklus.
94% 6%
Nilai Evaluasi Pra Siklus
85
Setelah melakukan berbagai kegiatan mulai dari kegiatan siklus I, dan siklus II diperoleh data nilai Bahasa Indonesia dengan menerapkan model Gretchen dan kartu paragraf. Berikut hasil penelitian pada siklus I dan siklus II:
1. Siklus I
Berdasarkan hasil yang telah diperoleh, dapat diketahui bahwa antara pre test dan post test mengalami peningkatan. Hasil pre test siswa yang dapat mencapai KKM sebanyak 13 siswa atau 42%, dengan rata-rata kelas 65 sedangkan hasil post test siklus I siswa yang dapat mencapai KKM sebanyak 20 siswa atau 65% dengan rata-rata kelas 69,83. Berdasarkan data diatas dapat diketahui bahwa peningkatan jumlah siswa yang dapat mencapai KKM dari pre test ke post test sebanyak 7 siswa atau 22 %. Namun demikian, masih ada siswa yang belum tuntas sebanyak 11 siswa atau 35%.
Setelah dilihat dari hasil pengamatan siswa, 11 siswa ini belum mempunyai motivasi dalam mengikuti pembelajaran, minat belajarnya masih kurang, siswa-siswa tersebut kurang memperhatikan guru dalam menjelaskan materi, masih banyak yang berbicara sendiri dengan teman di sampingnya. Ada pula yang bermain sendiri. Siswa mengalami kesulitan menerima konsep cara mengerjakan soal yang matang. Selain itu beberapa siswa masih kesulitan dalam membaca teks, hal ini berakibat kepada pemahaman siswa.
86
Dalam siklus I ini masih belum mencapai indikator yang peneliti harapkan, karena hasil belajar pada siklus I ini adalah 65 %, belum mencapai 85% dari hasil yang peneliti harapkan. Tetapi hasil belajar siswa pelajaran Bahasa Indonesia materi ide pokok dengan menerapkan model Gretchen dan kartu paragraf mengalami peningkatan dari pre test ke post test siklus I. Di bawah ini dapat dilihat rekapitulasi peningkatan hasil belajar siswa dari pre test ke post test siklus I:
Tabel 4.8
Rekapitulasi Hasil Evaluasi Pre Test dan Post Test Siklus I
No Nama Pre Test
Post Test Siklus I Keterangan 1. AMAR 70 70 Tuntas 2. AFA 80 75 Tuntas
3 AWI 50 50 Tidak Tuntas
4. AAP 60 70 Tuntas
5. AAK 60 70 Tuntas
6. ADK 55 60 Tidak Tuntas
7. AMP 90 75 Tuntas 8. ADW 70 70 Tuntas 9. AJ 50 60 Tidak Tuntas 10. ANK 70 75 Tuntas 11. AWA 65 75 Tuntas 12. AAA 0 80 Tuntas 13. CAE 60 75 Tuntas 14. CSLV 80 65 Tidak Tuntas
15. DIP 65 65 Tidak Tuntas
16. DY 60 60 Tidak Tuntas
17. DFM 80 80 Tuntas
18. ERD 80 70 Tuntas
87
20. FLL 75 80 Tuntas
21. FA 60 60 Tidak Tuntas
22. FDA 50 75 Tuntas
23. GMA 60 50 Tidak Tuntas
24. IAS 85 90 Tuntas
25. IMA 80 65 Tidak Tuntas
26. ISNH 50 65 Tidak Tuntas
27. IH 50 60 Tidak Tuntas 28. JID 55 70 Tuntas 29. KYP 75 70 Tuntas 30. KN 80 85 Tuntas 31. NKN 70 80 Tuntas Rata-rata 65 69,83 Gambar 4.4
Rekapitulasi Ketuntasan Belajar pada Pre Test dan Siklus I
a. Refleksi
Penerapan model Gretchen dan kartu paragraf mata pelajaran Bahasa Indonesia siklus I masih kurang menarik bagi siswa. Hal tersebut dikarenakan tidak fokusnya siswa dalam
0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70%
Pre Test Siklus I
Tuntas Tidak Tuntas
88
pembelajaran. Berdasarkan hasil pengamatan terhadap situasi pembelajaran pada siklus I ini, peneliti dapat menemukan kelemahan pembelajaran sebagai berikut:
1) Pelaksanaan post test belum sesuai dengan yang diharapkan, karena perhatian siswa belum sepenuhnya terfokus pada pembelajaran.
2) Guru kurang optimal dalam memotivasi siswa, karena masih banyak siswa yang kurang bersemangat dan pasif.
3) Siswa belum bisa mengikuti pembelajaran Bahasa Indonesia dengan menerapkan model Gretchen dan kartu paragraf dengan baik karena kemampuan membacanya yang buruk. Kebanyakan siswa belum bisa membaca dengan tepat sesuai intonasi, tanda baca, dan makna katanya. Akibatnya siswa tidak paham maksud dari teks.
4) Kemampuan siswa untuk memahami materi belum maksimal. Karena ketika menjawab pertanyaan masih banyak yang belum tepat, sehingga guru harus mengulang-ulang materi.
2. Siklus II
Berdasarkan hasil yang telah diperoleh, dapat diketahui bahwa antara post test siklus I dan post test siklus II mengalami peningkatan. Siklus I ini, hasil post test siswa yang dapat mencapai KKM sebanyak 20 siswa atau 65%, dengan rata-rata kelas 69,83 sedangkan hasil post test siklus II siswa yang dapat mencapai KKM sebanyak 29 siswa atau 94%
89
dengan rata-rata kelas 78. Berdasarkan data di atas dapat diketahui bahwa peningkatan jumlah siswa yang dapat mencapai KKM dari siklus I ke siklus II sebanyak 9 siswa atau 39%.
Tabel 4.9
Rekapitulasi Hasil Evaluasi Belajar Siswa Pre Test, Post Test Siklus I, dan Post Test SIklus II
No Nama Pre Test Post Test Siklus I Post Test Siklus II Keterangan 1. AMAR 70 70 80 Tuntas 2. AFA 80 75 80 Tuntas 3 AWI 50 50 70 Tuntas 4. AAP 60 70 85 Tuntas 5. AAK 60 70 70 Tuntas 6. ADK 55 60 75 Tuntas 7. AMP 90 75 85 Tuntas 8. ADW 70 70 80 Tuntas 9. AJ 50 60 70 Tuntas 10. ANK 70 75 80 Tuntas 11. AWA 65 75 80 Tuntas 12. AAA 0 80 85 Tuntas 13. CAE 60 75 100 Tuntas 14. CSLV 80 65 80 Tuntas
15. DIP 65 65 50 Tidak Tuntas
16. DY 60 60 80 Tuntas 17. DFM 80 80 80 Tuntas 18. ERD 80 70 80 Tuntas 19. EN 90 70 75 Tuntas 20. FLL 75 80 80 Tuntas 21. FA 60 60 80 Tuntas 22. FDA 50 75 75 Tuntas
23. GMA 60 50 60 Tidak Tuntas
90 25. IMA 80 65 100 Tuntas 26. ISNH 50 65 75 Tuntas 27. IH 50 60 75 Tuntas 28. JID 55 70 70 Tuntas 29. KYP 75 70 70 Tuntas 30. KN 80 85 85 Tuntas 31. NKN 70 80 80 Tuntas Rata-rata 65 69,83 78 Gambar 4.5
Rekapitulasi Ketuntasan Belajar pada Pre Test, Siklus I, dan Siklus II
a. Refleksi
Nilai yang diperoleh pada siklus II lebih meningkat dibandingkan dengan siklus I karena persiapan guru lebih matang dan guru lebih terampil dalam membelajarkan materi ide pokok menerapkan model Gretchen dan kartu paragraf, selain itu siswa juga lebih aktif dan termotivasi dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian Yuslah (2013) bahwa menentukan ide pokok dengan kartu paragraf dapat meningkatkan hasil pembelajaran Bahasa Indonesia. Kartu paragraf dapat membantu pemahaman mengenai unsur-unsur paragaraf.
0% 20% 40% 60% 80% 100%
Pre Test Siklus I Siklus II
Tuntas Tidak Tuntas
91
Pada siklus II masih ada 2 siswa yang belum tuntas. Siswa yang belum tuntas ini adalah siswa yang sama pada siklus I. Siswa tersebut memang perlu bimbingan belajar tentang mata pelajaran Bahasa Indonesia, terutama dalam hal membaca. Selain itu, karena kurangnya motivasi dan minat belajar, siswa tersebut dalam memahami materi yang disampaikan sulit untuk menangkap materi yang disampaikan. Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan guru kelas V, Ibu Nur Hidayah menyebutkan bahwa dua siswa yang tidak tuntas ini memang siswa yang harus mendapat perhatian lebih, karena di mata pelajaran lainnya pun siswa-siswa ini kurang mempunyai minat belajar bahkan sering mengganggu temannya.
Refleksi pada siklus II yaitu didapatkan metode mengerjakan yang tepat untuk diterapkan dalam menentukan ide pokok paragraf adalah model Gretchen dan kartu paragarf, karena hanya ada dua siswa yang belum tuntas, tetapi 29 siswa yang lainnya dapat mengikuti pembelajaran dengan baik dan mendapatkan hasil yang baik.
92
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dipaparkan dalam 2 siklus dan seluruh pembahasan serta analisis yang telah dilakukan oleh penulis dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan model Gretchen dan kartu paragraf dalam pembelajaran Tamatik bagian Bahasa Indonesia dapat meningkatkan hasil belajar pada siswa kelas V MI Negeri Salatiga Kecandran Kecamatan Sidomukti Kota Salatiga. Hal ini dibuktikan dari hasil Pra siklus rata-rata hasil belajar siswa 65, pada siklus I rata-rata hasil belajar siswa 69,83 dan pada siklus II rata-rata hasil belajar siswa adalah 78. Sedangkan persentase ketuntasan siswa pada siklus I 65% dan pada siklus II meningkat menjadi 94%. Dengan demikian, penelitian ini dikatakan berhasil.
B. Saran
Berdasarkan hasil peneltian yang diperoleh agar proses pembelajaran Tematik materi menentukan ide pokok dengan menerapkan model Gretchen dan kartu paragraf lebih efektif dan lebih memberikan hasil yang maksimal, serta siswa mudah untuk mengerjakannya, maka disampaikan saran sebagai berikut:
1. Bagi Guru
a. Guru harus menemukan inovasi baru dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.
93
b. Dalam rangka meningkatkan hasil belajar siswa, guru hendaknya lebih sering melatih siswa dengan berbagai metode pengajaran yang sekiranya dapat diterapkan walau dalam taraf sederhana, dimana siswa nantinya dapat menemukan pengetahuan baru, memperoleh konsep dan keterampilan, sehingga siswa berhasil atau mampu memecahkan masalah-masalah yang dihadapi.
c. Guru mampu mengusai metode mengerjakan yang dipilih dan dapat menerapkan dengan baik.
d. Guru harus sabar dan teliti kepada siswa yang masih sulit dalam belajar.
e. Kemampuan guru dalam menguasai kelas lebih ditingkatkan, serta tegas dalam melakukan tindakan sehingga pembelajaran dapat berjalan dengan baik.
f. Ketepatan guru dalam menguasai metode terhadap mata pelajaran Bahasa Indonesia dapat sesuai dengan materi yang diajarkan. g. Guru harus menjalankan perannya secara maksimal sebagai
motivator dan fasilitator terhadap belajar siswa. 2. Bagi Siswa
a. Siswa dalam mengikuti pembelajaran untuk lebih aktif dan percaya diri khususnya dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia..
b. Siswa dapat memunculkan ide kreatif melalui metode yang diberikan guru.
94
c. Siswa seharusnya patuh dan lebih menghargai gurunya sehingga proses pembelajaran berjalan dengan baik.
3. Bagi Sekolah
a. Sekolah menyediakan sarana dan prasarana yang memadai sehingga dapat mewujudkan hasil belajar yang maksimal.
b. Perlu adanya penelitian yang lebih lanjut, karena hasil penelitian ini hanya dilakukan pada siswa kelas V MI Negeri Salatiga Kecandran Kecamatan Sidomukti Kota Salatiga.
c. Untuk penelitian yang serupa hendaknya dilakukan perbaikan-perbaikan agar diperoleh hasil yang lebih baik.
95