• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.5 Pembahasan Perbedaan Metode Penyambungan

Tidur

Pekerjaan tanah pada PLTU Batang menggunakan metode Preboring Hyperstraight. Sebelum menggunakan Preboring Hyperstraight, pada proyek PLTU Batang pekerjaan tanah dilakukan dengan metode Drop Hammer. Namun, banyaknya tiang pancang yang rusak akibat penggunaan Drop Hammer, maka digunakanlah metode Preboring Hyperstraight.

Metode pemancangan ini berbeda dengan Drop Hammer, pengeboran titik dilakukan terlebih dahulu untuk menentukan kedalaman rencana. Ketika titik tersebut sudah dapat kedalaman yang pas, barulah pancang dimasukan menggunakan Pile Driver. Metode ini lebih aman untuk pemancangan ketika kondisi tanah adalah tanah keras karena tiang pancang tidak perlu ditekan untuk menentukan kedalaman yang pas sehingga dapat mengurangi resiko keretakan pada tiang pancang akibat ditekan, dan juga kedalaman titik dapat ditentukan sehingga tidak perlu melakukan pemotongan tiang pancang yang diakibatkan oleh kedalaman yang sangat rendah.

Untuk titik yang kedalamannya memerlukan lebih dari 1 tiang pancang, diperlukan penyambungan tiang pancang.

Penyambungan pengelasan tiang pancang dapat dilakukan dengan 2 metode yaitu posisi berdiri dan posisi tidur.

Tahapan pekerjaan dari kedua metode hampir sama namun ada perbedaan di tempat untuk penyambungan tiang pancang.

Penyambungan tiang pancang posisi berdiri dilakukan di titik penyambungan sedangkan penyambungan tiang pancang posisi tidur dilakukan di meja penyambungan yang terbuat dari baja.

Kedua metode tersebut dibandingkan menurut biaya dan waktu.

Rincian perbedaan kedua metode penyambungan pengelasan tiang pancang dapat dilihat pada tabel berikut:

Perhitungan waktu dari masing-masing metode dilakukan dengan melihat penjadwalan pekerjaan pemancangan. Perhitungan waktu dihitung berdasarkan durasi pengangkatan tiang pancang dari tumpukan tiang pancang menuju tempat penyambungan, durasi pengelasan, dan durasi pengangkatan tiang pancang yang telah tersambung menuju titik penyambungan. Dari hasil perhitungan waktu, didapatkan bahwa kedua metode tersebut menghabiskan waktu 165 hari untuk melakukan pekerjaan 660 titik pemancangan.

Perhtitungan biaya dilakukan dengan menghitung semua biaya yang dibutuhkan. Biaya untuk penyambungan tiang pancang posisi berdiri terdiri dari biaya handling, biaya disposal dan biaya pengeboran titik penyambungan. Biaya untuk penyambungan tiang pancang posisi tidur terdiri dari biaya handling dan biaya pembuatan meja. Dari hasil perhitungan biaya didapatkan biaya untuk penyambungan tiang pancang posisi berdiri membutuhkan biaya sebesar

Rp 2.390.852.186 dan biaya untuk

untuk penyambungan tiang pancang posisi tidur membutuhkan biaya sebesar

Rp 2.481.828.480.

Setelah semua perhitungan waktu dan biaya dari kedua metode dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pada proyek

Biaya Handling Rp 2.330.871.100,00 Rp 2.330.871.100,00 Biaya Pengeboran Titik Penyambungan Rp 41.730.652,00

-Biaya Disposal Rp 18.250.435,00

-Biaya Pembuatan Meja - Rp 150.957.380

Durasi Pembuatan Titik Penyambungan 4 menit

-Durasi Handling 55 menit 54.5 menit

Pile Driver

-Crane 50 t

Dump Truck

-Excavator

-Welder

Penyambungan Pengelasan Tiang Pancang Posisi Berdiri

Penyambungan Pengelasan Tiang Pancang Posisi Tidur

Biaya

Waktu

Alat Berat

Jenis Detail

Tabel 4. 11 Perbandingan Metode Penyambungan Pengelasan Tiang Pancang Posisi Berdiri dan Tidur

PLTU Batang kedua metode memiliki durasi pengerjaan yang sama namun penyambungan pengelasan tiang pancang posisi berdiri lebih murah dibandingkan posisi tidur. Hal ini dikarenakan jumlah titik penyambungan yang dibutuhkan tidak terlalu banyak dan biaya yang diperlukan untuk membuat semua titik penyambungan lebih kecil dibandingkan dengan biaya pembuatan 2 meja penyambungan. Penyambungan pengelasan tiang pancang posisi tidur lebih cocok untuk kondisi lapangan yang memiliki keterbatasan lahan seperti di pesisir pantai ataupun di laut lepas karena dengan kondisi tersebut akan sangat sulit untuk membuat titik penyambungan tiang pancang dan memungkinkan adanya tambahan biaya lagi untuk melakukan metode penyambungan pengelasan tiang pancang posisi berdiri

“halaman ini sengaja dikosongkan”

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Setelah dilakukan perbandingan dari segi biaya dan waktu dari masing-masing metode, maka didapatkan hasil peendekatan biaya dan waktu seperti tertera di bawah ini

1. Dari analisa perhitungan biaya dan waktu penyambungan pengelasan tiang pancang posisi berdiri, didapatkan biaya sebesar Rp 2.390.852.186 dan dengan waktu 165 hari.

2. Dari analisa perhitungan biaya dan waktu penyambungan pengelasan tiang pancang posisi tidur, didapatkan biaya sebesar Rp. 2.481.828.480 dan dengan waktu 165 hari.

Dari kesimpulan di atas, untuk pekerjaan penyambungan pengelasan tiang pancang posisi berdiri lebih murah dibandingkan dengan penyambungan tiang pancang posisi tidur, namun bila titik penyambungan dibuat jauh lebih banyak dari meja penyambungan, penyambungan pengelasan tiang pancang posisi tidur dapat lebih murah.

5.2 Saran

Untuk penelitian berikutnya, diharapkan kedua metode penyambungan pengelasan berikutnya dapat dilakukan di metode pemancangan selain Preboring Hyperstraight.

“halaman ini sengaja dikosongkan”

DAFTAR PUSTAKA

Ervianto, I.W. (2006). “Eksplorasi Teknologi dalam Proyek Konstruksi”. Penerbit: Andi. Yogyakarta.

Soeharto, I. (1999). Manajemen Proyek. Penerbit: Erlangga.

Jakarta

Sudarsana, Dewa Ketut. (2008). “Pengendalian Biaya dan Jadual Terpadu Pada Proyek Konstuksi”: Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 12, No. 2:118

Widiasanti, Irika dan Lenggogeni. (2013). Manajemen Proyek Dari Konseptual Sampai Operasional. Jakarta: Erlangga Bowles, J. E., 1991, Analisa dan Desain Pondasi, Edisi keempat Jilid 1, Erlangga, Jakarta.

Preboring and Enlarged Root With Cement Slurry

<URL:http://www.sanwakizai.co.jp/method/auger/1-4preboring-cementslurry.html>

“halaman ini sengaja dikosongkan”

Rexy Chalid Akbar

Lahir di Palembang, pada tanggal 4 Juni 1996, merupakan anak pertama dari 3 bersaudara dari pasangan Bahrullah dan Eka Prasasti Saragih.

Penulis telah menempuh pendidikan formal di SD Nurul Fatimah, SMP Al-Azhar 9, SMAN 14 Jakarta. Kemudian penulis melanjutkan pendidikan sarjananya di Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya melalui Program Sarjana dan terdaftar dengan NRP 03111440000090. Penulis adalah Mahasiswa Program Sarjana (S1) di Teknik Sipil bidang Manajemen Konstruksi dengan judul Tugas Akhir “Analisis Perbandingan Biaya dan Waktu Penyambungan Pengelasan Tiang Pancang Posisi Tidur dan Posisi Berdiri dengan Metode Preboring Hyperstraight pada Proyek PLTU Batang”

Narahubung

Email: [email protected]

LAMPIRAN

JUDUL TUGAS AKHIR

NAMA MAHASISWA

NRP

JUDUL GAMBAR

NO. GMB SKALA

03111440000090 REXY CHALID AKBAR

Farida Rachmawati, S.T., M.T.

ANALISIS PERBANDINGAN BIAYA DAN WAKTU PENYAMBUNGAN PENGELASAN TIANG PANCANG POSISI TIDUR DAN POSISI BERDIRI

DENGAN METODE PREBORING HYPERSTRAIGHT PADA PROYEK

PLTU BATANG

LAYOUT TITIK PENYAMBUNGAN

T/G FOUNDATION FL -8,000

T -BFP FDN M -BFP FDN

MAIN OIL TANK L OF CONDENSER

C

JUDUL TUGAS AKHIR

NAMA MAHASISWA

NRP

JUDUL GAMBAR

NO. GMB SKALA

03111440000090 REXY CHALID AKBAR

Farida Rachmawati, S.T., M.T.

ANALISIS PERBANDINGAN BIAYA DAN WAKTU PENYAMBUNGAN PENGELASAN TIANG PANCANG POSISI TIDUR DAN POSISI BERDIRI

DENGAN METODE PREBORING HYPERSTRAIGHT PADA PROYEK

PLTU BATANG -7 TBF2-1

-67 -64 -61 -8 -2

-68 -65 -62 -9 -3

-69 -66 -63 -10 -4

-11 -5 -12 -6

-23 -13 -24 -14 -94 -88 -82 -76 -70 -25 -15 -95 -89 -83 -77 -71 -26 -16 -96 -90 -84 -78 -72 -27 -17 -28 -18 -97 -91 -85 -79 -73

-98 -92 -86 -80 -74 -29 -19 -99 -93 -87 -81 -75 -30 -20 -31 -21 -32 -22

LAYOUT JANGKAUAN CRANE PENYAMBUNGAN PENGELASAN TIANG PANCANG POSISI BERDIRI

110001000

JUDUL TUGAS AKHIR

NAMA MAHASISWA

NRP

JUDUL GAMBAR

NO. GMB SKALA

03111440000090 REXY CHALID AKBAR

POTONGAN MELINTANG LUBANG PENYAMBUNGAN

Farida Rachmawati, S.T., M.T.

ANALISIS PERBANDINGAN BIAYA DAN WAKTU PENYAMBUNGAN PENGELASAN TIANG PANCANG POSISI TIDUR DAN POSISI BERDIRI

DENGAN METODE PREBORING HYPERSTRAIGHT PADA PROYEK

PLTU BATANG

JUDUL TUGAS AKHIR

NAMA MAHASISWA

NRP

JUDUL GAMBAR

NO. GMB SKALA

03111440000090 REXY CHALID AKBAR

Farida Rachmawati, S.T., M.T.

ANALISIS PERBANDINGAN BIAYA DAN WAKTU PENYAMBUNGAN PENGELASAN TIANG PANCANG POSISI TIDUR DAN POSISI BERDIRI

DENGAN METODE PREBORING HYPERSTRAIGHT PADA PROYEK

PLTU BATANG

LAYOUT MEJA PENYAMBUNGAN

T/G FOUNDATION FL -8,000

T -BFP FDN M -BFP FDN

MAIN OIL TANK L OF CONDENSER

C

JUDUL TUGAS AKHIR

NAMA MAHASISWA

NRP

JUDUL GAMBAR

NO. GMB SKALA

03111440000090 REXY CHALID AKBAR

Farida Rachmawati, S.T., M.T.

ANALISIS PERBANDINGAN BIAYA DAN WAKTU PENYAMBUNGAN PENGELASAN TIANG PANCANG POSISI TIDUR DAN POSISI BERDIRI

DENGAN METODE PREBORING HYPERSTRAIGHT PADA PROYEK

PLTU BATANG -7 TBF2-1

-67 -64 -61 -8 -2

-68 -65 -62 -9 -3

-69 -66 -63 -10 -4

-11 -5 -12 -6

-23 -13 -24 -14 -94 -88 -82 -76 -70 -25 -15 -95 -89 -83 -77 -71 -26 -16 -96 -90 -84 -78 -72 -27 -17 -28 -18 -97 -91 -85 -79 -73

-98 -92 -86 -80 -74 -29 -19 -99 -93 -87 -81 -75 -30 -20 -31 -21 -32 -22

LAYOUT JANGKAUAN CRANE PENYAMBUNGAN PENGELASAN

TIANG PANCANG POSISI TIDUR

JUDUL TUGAS AKHIR

NAMA MAHASISWA

NRP

JUDUL GAMBAR

NO. GMB SKALA

03111440000090 REXY CHALID AKBAR

POTONGAN MELINTANG MEJA PENYAMBUNGAN

WF 400x200x8x13

WF 300x150x6.5x9 U.N.P 200x90x8x13.5

Farida Rachmawati, S.T., M.T.

ANALISIS PERBANDINGAN BIAYA DAN WAKTU PENYAMBUNGAN PENGELASAN TIANG PANCANG POSISI TIDUR DAN POSISI BERDIRI

DENGAN METODE PREBORING HYPERSTRAIGHT PADA PROYEK

PLTU BATANG

JUDUL TUGAS AKHIR

NAMA MAHASISWA

NRP

JUDUL GAMBAR

NO. GMB SKALA

03111440000090 REXY CHALID AKBAR

POTONGAN MEMANJANG MEJA PENYAMBUNGAN

Farida Rachmawati, S.T., M.T.

ANALISIS PERBANDINGAN BIAYA DAN WAKTU PENYAMBUNGAN PENGELASAN TIANG PANCANG POSISI TIDUR DAN POSISI BERDIRI

DENGAN METODE PREBORING HYPERSTRAIGHT PADA PROYEK

PLTU BATANG

1000 3333,33 3333,33 3333,33 1000 1000 3333,33 3333,33 3333,33 1000

WF 400x200x8x13 WF 300x150x6.5x9 U.N.P 200x90x8x13.5 Tiang Pancang d 600 mm

Dokumen terkait