Gambar 4.13..Flow chart Program pada Rangkaian Alat Pendeteksi Data Remote
Rp.192.412.- harga ini saat belum pemasangan alat sistem kendali pemakaian listrik pada rumah biasa maka pemakaian KWH bulan maret sebesar 241Kwh, dan bulan April sebesar 248Kwh. Untuk menentukan nilai rupiah yang harus dibayar dalam tagihan PLN sebesar Rp. 142.318 pada bulan Maret dan Rp148.852.- untuk bulan April 2013, Nilai ini di dapat dengan menggunakan rumus pemakaian Kwh sebagai berikut: KWH Pemakaian = daya alat x lama pemakaian (dalam jam).
1. Penghematan Jam dan Biaya
Yang menentukan besarnya tagihan listrik adalah jumlah dan lama pemakaian alat listrik di rumah. Begitu juga dengan lampu. Dibandingkan dengan alat elektronik lain, konsumsi energi lampu termasuk kecil. Namun juga jumlahnya banyak dan digunakan dalam waktu lama, lampu juga dapat menjadi penyebab naiknya tagihan listrik.
Pemakaian lampu pada rumah biasa dapat dirinci sebagai berikut Tabel 4.6. perbandingan Pemakaian Listrik sebelum dan saat
pemasangan alat
Lokasi Jumlah Total daya Rata -rata per hari Normal (kWh) Hemat (kWh)
Teras 3 180 watt 0.243 0.234
R. Keluarga 1 60 watt 0.36 0.30
R. tamu 1 60 watt 0.36 0.24
K. tidur 2 36 watt 0.288 0.252
K. Mandi 3 54 wat 0.324 0.216
Dapur 1 60 watt 0.36 0.24
T o t a l 1.935 1.482
Dari hasil tabel 4.6 diatas maka dapat diketahui jumlah Watt Hour (WH) saat normal adalah 1.935kWh sedangkan pada saat pemakaian sistem kendali sebesar 1.482kWh. maka untuk mengetahaui penghematan sehari dalam pemakaian lampu dapat dihitung dengan perhitungan
Maka hasil dari tabel 6 diatas maka dapat diketahui penghematannya adalah:
Sistem kendali pemakaian listrik pada rumah biasa di jl Sahabat III nomor 15 Tamalanrea kota Makassar menggunakan System kendali yang didukung dengan pemakaian sensor gerak, sensor cahaya dan remote control. Kegunaan pemakaian sistem kendali pemakaian listrik sebagai pengontrol listrik pada rumah biasa dapat menghemat penggunaan energi listrik sebesar 23WH atau 0.23kWh selain itu penggunaan sistem kendali dapat mengontrol lampu pada ruangan-ruangan yang sudah direncanakan.
Pemasangan alat kendali tersebut di dalam rumah berjarak 150 cm di atas lantai pada ruang keluarga sehingga terhindar dari jangkauan anak-anak.
Tidak semua peralatan listrik yang ada di dalam rumah dapat dikontrol dengan sistem kendali ini seperti kulkas, Agar bahan makanan dan minuman tetap terjaga suhunya apabila pemilik rumah keluar.
Dari hasil perhitungan yang ada, maka terjadi penurunan atau penghematan pada saat pemakaian system kendali pemakaian listrik pada Rumah Biasa, untuk lebih jelas dapat di lihat pada table berikut:
Tabel. 4.7. Pebandingan Pemakaian kWh saat sebelum dan sesudah Pemasangan Alat
Bulan kWh awal kWh Akhir
Total
Pemakaian(kWh)
Januari 10040 10341 301
Februari 10744 11059 315
Maret 11065 11299 234
April 11305 11548 243
Dengan demikian pembayaran tagihan rekening pada saat sebelum pemakaian system kendali pada bulan Januari dan Februari 2013 sebesar Rp. 376.656.- dan saat alat terpasang pada bulan Maret dan April maka tagihan listrik sebesar Rp. 291.117.- lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 6 berikut ini:
Tabel.4.8. Pemakaian dan Pembayaran listrik
saat pemasangan sistem Kendali Bulan kWh Terpakai
Total Pembayaran
(Rp)
Maret 234 142.318.-
April 243 148. 852.-
Rata rata 145.585
Dari tabel 8 di atas maka untuk mengetahui penghematan biaya penghematan rekening maka dapat dihitung sebagai berikut:
Maka secara keseluruhan dengan menggunakan system kendali pemakaian listrik pada rumah biasa dapat menghemat biaya listrik sekitar 6.17%.
Dari hasil perhitungan pada nilai P dan Q maka sebagai contoh untuk mendapatkan kWh/bulan maka dapat di dihitung sebagai contoh adalah pada pemakaian bulan maret 2013 saat pemasangan alat
- Biaya beban (daya 900VA = 0.9 kVA)
- Biaya beban = daya yang digunakan x biaya (tariff)beban
= 0.9 kVA x 23.000/kVA
= 20.700 - Biaya Pemakaian
- Pemakaian Total = stand meter akhir – stand meter awal
= 11299kWh – 11065kWh
= 234
Maka total tagihan listrik bulan maret adalah:
= 234 x 605
= Rp. 141.570
2. Penghematan energi listrik di dalam Rumah
Penghematan energi yang dapat dilakukan di dalam rumah biasa sebagai berikut. Apabila penghuni rumah lupa mematikan lampu di ruang tamu, ruang dapur dan ruang kamar mandi selama 10 menit. Berarti perhitungannya sebagai berikut. Jenis lampu yang berada di dalam rumah terdiri dari :
a. Lampu TL dengan daya 60 VA, cos φ 0.8 jadi : P = 60 x 0.8 = 48 Watt.
Kerugian 1 lampu perhari 10 menit = 0.16 jam kerugian dalam WH (Watt hour) = 48 x 0.16 = 7.68 WH/hari = 0.768 kWH/hari. Kerugian untuk 3 buah lampu jenis TL jika semua lampu lupa dimatikan selama 10 menit adalah 3 x 0.768 = 2.304 kWH/hari Jadi total kerugian energi listrik akibat kelalaian pemilik rumah selama 10 menit adalah 2.304kWH/ hari.
b. Lampu TL dengan daya 18 VA, cos φ 0.8 jadi : P = 18 x 0.8 = 14.4 Watt.
Kerugian 1 lampu perhari 10 menit = 0.16 jam Kerugian dalam WH (Watt hour) = 14.4 x 0.16 = 2.304 WH/hari = 0.2304 kWH/hari. Kerugian untuk 3 buah lampu jenis TL jika semua lampu lupa dimatikan selama 10 menit adalah 3 x 0.2304 = 0.6912 kWH/hari. Jadi total kerugian energi listrik akibat kelalaian pemilik rumah selama 10 menit adalah 0.6912kWH/ hari.
Jadi total kerugian energi listrik dalam sepuluh menit perhari adalah 0.2304kWH/hari + 0.6912kWH/hari = 0.9216kWH/hari
c. Dengan menggunakan sensor gerak dan remote control dapat menghemat energi listrik sebagai berikut : Jumlah lampu yang memakai sensor gerak dan remote control adalah 8 buah jadi penghematan yang terjadi :
1. Untuk lampu 60VA = 3 buah x 0.2304 kWH = 0.6912 kWH/hari 2. Untuk lampu 18VA = 5 buah x 0.2304 kWH = 1.152kWH/hari.
Jadi penghematan energi listrik adalah 0.6912 kWH + 1.152 kWH = 1.8432 kWH/hari
d. Total penghematan yang didapat dengan menggunakan sensor gerak dan remote control adalah :
0.9216kWH/hari – 1.8432 kWH/hari = 0.9216 kWH/hari dan dapat menghemat energi listrik Sebesar
e. Jadi penghematan yang dilakukan dengan menggunakan sensor gerak dan remote tv adalah 4.608 kWH/hari dan menghemat sebesar 0.10 % dari total energi listrik yang dibutuhkan untuk penerangan didalam rumah biasa.
3. Penghematan energi listrik di luar Rumah
Lampu yang terpasang diluar rumah biasa adalah tiga buah lampu.
Dengan asumsi apabila tidak menggunakan sensor LDR maka pemilik rumah biasanya mematikan lampu setelah bangun tidur. Pemilik rumah menghidupkan lampu jam 18.30 sore dan mematikan lampu jam 7 pagi, padahal lampu harus dimatikan jam 6.30 pagi. Maka dapat dihitung sebagai berikut.
a. Kerugian energi listrik sebagai berikut : Lampu di luar rumah mempunyai daya 60VA dengan cos φ rumah biasa 0.8 jadi : P = 60 x 0.8 = 48 Watt. Dengan jumlah lampu 3 buah. Kerugian untuk 3 buah lampu tersebut jika lupa dimatikan selama setengah jam adalah = 3 x 48 x 0.5 = 72 WH = 0.72 kWH/hari. Energi listrik yang dipakai untuk semua lampu di luar rumah adalah = 3 x 48 x 13.5 jam = 194.4 WH = 0.1944 kWH/hari.
b. Dengan menggunakan sensor LDR terjadi penghematan sebagai berikut. Di rumah biasa sinar matahari muncul jam 6.30, jadi penghematan dengan menggunakan sensor LDR sebagai berikut : Energi listrik yang dipakai untuk semua lampu di luar rumah adalah
= 3 x 48 x 13 jam = 1.872 WH = 0.1872 kWH/hari
Jadi penggunaan energi listrik dengan menggunakan sensor LDR adalah 0.1872 kWH/hari.
c) Jadi penghematan energi listrik yang dapat dilakukan dengan menggunakan sensor LDR adalah sebesar 3.7% dari energi listrik yang digunakan di luar rumah. Jadi penghematan yang dapat dilakukan dengan sistem kendali pemakaian listrik pada penerangan di rumah biasa jalan sahabat 3 no 15 kecamatan tamalanrea adalah:
= 4.608kWH/hari + 0.72kWH/hari
= 5.328 kWH/hari
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN