• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PEMBAHASAN

B. Pembahasan

Pada pembahasan ini peneliti akan menjelaskan tentang pengaruh asuhan kebidanan yang telah diberikan selama 4 minggu. Adapun hasil setiap kunjungan yang dilakukan antara lain sebagai berikut :

Tabel 3 Keluhan Pasien dan Konjugtiva

Kunjungan Usia Kehamilan Keluhan Konjugtiva

I 32 +4

minggu

Pusing, pandangan menjadi kabur saat bangun dari posisi tidur ke posisi duduk, badan lemas, mudah

capek dan mudah mengantuk

Pucat

II 33 +4 minggu Badan mudah capek dan lemassudah berkurang Pucat III 34 +3 minggu Badan sudah enak Pucat IV 35 +3 minggu Badan sehat dan tidak ada keluhan Merah Muda

Menurut Proverawati, 2011 gejala anemia pada ibu hamil, meliputi merasa lelah atau lemah, pucat dan konsentrasi terganggu. Dalam penelitian Siti Asyirah tahun 2012 diagnosa anemia dapat ditegakkan dari hasil pemeriksaan fisik, yaitu konjugtiva tampak pucat. Hal ini terjadi karena suplai oksigen pada bagian kepala sedikit, karena letaknya jauh dari jantung.

Melihat kondisi responden, maka peneliti menyimpulkan bahwa tidak ada kesenjagan antara paraktik atau keluhan pasien dengan teori yang sudah ada.

Tabel 4 Kadar Hemoglobin

Kunjungan Usia Kehamilan Hemoglobin I 32 +4 minggu 8,6 gr% II 33 +4 minggu 9,2 gr% III 34 +3 minggu 9,8 gr% IV 35 +3 minggu 11,4 gr% V 36 +4 minggu 11,8 gr%

Menurut WHO (World Health Organization) anemia meupakan suatu keadaan dimana kadar hemoglobin <11 gr% pada trimester I dan III serta <10,5 gr% pada trimester II. WHO juga menyebutkan bahwa kadar hemoglobin antara 8 sampai 9,9 gr% termasuk dalam kategori anemia ringan. Dalam penelitian Siti Asyirah tahun 2012 diagnosa anemia dapat ditegakkan dari pemeriksaan kada hemoglobin. Proverawati 2011 dan penelitian Sitti Asyirah tahun 2012 menyebutkan bahwa kandungan tanin dalam teh dapat menghambat penyerapan zat besi.

Menurut Saminem, 2009 pada usia kehamilan 32-33 minggu merupakan puncak hemodilusi atau pengenceran darah, dimana pertambahan antara plasma darah dengan eritrosit tidak seimbang, dimana penambahan plasma darah mencapai 25 sampai 30% sedangkan penambahan sel darah merah hanya 20%, sehingga menyebabkan anemia fisiologis. Menurut Prawirohardjo, 2009 setiap 60 mg elemen besi dapat meningkatkan kadar hemoglobin 1 gr%. Sedangkan menurut Tarwoto dan Wasnindar 2007 setiap 100 gr bayam dapat meningkatkan kadar hemoglobin 0,06 gr%, kacang hijau 0,11 gr%, kacang kedelai 0,11 gr%, dan kangkung 0,04 gr%.

Responden mengalami kenaikan kadar hemoglobin sesuai dengan teori yang sudah ada, sehingga peneliti menyimpulkan bahwa tidak ada kesenjangan antara praktik dengan teori yang sudah ada.

Tabel 5 Kenaikan BB, TFU, TBJ dan DJJ

Kunjungan Berat Badan TFU Leopold TFU Mac Downald TBJ DJJ I 48 kg 3 jari dibawah Px 28 cm 2480 gr 134 x/menit II 48 kg 3 jari dibawah Px 28 cm 2480 gr 138 x/menit III 48 kg 3 jari dibawah Px 28 cm 2480 gr 129 x/menit IV 48,5 kg 3 jari dibawah Px 28 cm 2635 gr 131 x/menit V 48,5 kg 3 jari dibawah Px 28 cm 2635 gr 131 x/menit

Menurut Saminem dan Sulistyawati, 2009 pembesaran perut yang kurang dari semestinya bisa dicurigai sebagai malnutrisi atau IUGR (Intra Uterine Growth Retardation). Menurut Sulistyawati, 2009 penambahan berat badan pada ibu hamil trimester III adalah 0,5 kg per minggu. Sedangkan untuk jumlah penambahan berat badan pada ibu hamil totalnya

8 sampai 12 kg. akan tetapi, biasanya pada ibu hamil dengan anemia akan mengalami gangguan penyerapan nutrisi. Hal ini terjadi karena ibu hamil yang mengalami anemia mengalami kekurangan hemoglobin dimana hal ini akan mempengaruhi jumlah oksigen yang membawa sari-sari makanan keseluruh tubuh.

Menurut Gde Manuaba, 2010 dampak atau pengaruh anemia pada ibu hamil dapat menyebabkan IUGR (Intra Uterine Growth Retardation), BBLR dan fetal distress. Hal ini terjadi karena pada ibu hamil dengan anemia jumlah eritrosit atau sel darah merah akan berkurang, hal ini akan mempengaruhi jumlah hemoglobin yang membawa oksigen dan sari-sari makanan ke janin.

Apabila jumlah oksigen yang dibawa tidak mencukupi maka pembuluh darah akan mengalami atrofi atau pengecilan, kalsifikasi bahkan infark yang akan menyebabkan gangguan pada fungsi plasenta, sehingga jumlah oksigen dan sari-sari makan yang dibawa melalui hemoglobin tidak mampu mencukupi untuk pertumbuhan dan perkembangan janin, serta dapat menyebabkan janin kekurangan oksigen.

Hal ini sesuai dengan kondisi responden, dimana dalam waktu 1 bulan responden hanya mengalami kenaikan berat badan sebanyak 0,5 kg atau total kenaikan berat badan hanya 7,5 kg yaitu dari 41 kg naik menjadi 48,5 kg. Dengan demikian, maka peneliti menyimpulkan bahwa tidak ada kesenjangan antara praktik dengan teori yang sudah ada.

Tabel 6 Intervensi

Kunjungan Usia Kehamilan Intervensi

I 32 +4 minggu

KIE anemia pada ibu hamil, terapi obat Fe 250 mg yang mengandung 60 mg zat besi 1x1 malam hari, B12 50 mg 2x1 siang dan sore hari, dan Kalsium 500 mg 1x1 pagi hari, membeitahu ibu cara mengkonsumsi tablet Fe yang benar serta menganjurkan ibu agar mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung zat besi, seperti kankung, bayam, kacang hijau, kedelai dan lain-lain.

II 33 +4 minggu

evaluasi cara mengkonsumsi tablet Fe, evaluasi konsumsi makanan yang mengandung zat besi dan evaluasi kenaikan kadar hemoglobin.

III 34 +3 minggu

evaluasi cara mengkonsumsi tablet Fe, evaluasi konsumsi makanan yang mengandung zat besi dan evaluasi kenaikan kadar hemoglobin.

IV 35 +3 minggu

evaluasi cara mengkonsumsi tablet Fe, evaluasi konsumsi makanan yang mengandung zat besi dan evaluasi kenaikan kadar hemoglobin.

V 36 +4 minggu

evaluasi cara mengkonsumsi tablet Fe, evaluasi konsumsi makanan yang mengandung zat besi dan evaluasi kenaikan kadar hemoglobin.

penatalaksanaan anemia dilakukan dengan cara :

a. Melakukan anamnesa apakah ibu sudah benar cara mengkonsumsi tablet Fe.

b. Menganjurkan ibu agar menkonsumsi makanan yang mengandung zat besi baik yang berasal dari tumbuhan dan hewani.

c. Memaksimalkan penyerapan Fe atau zat besi dengan cara menganjurkan ibu untuk menkonsumsi tablet Fe dengan makanan atau minuman yang mengandung vitamin C misalnya air jeruk atau strawberry agar penyerapan zat besi bisa maksimal. Serta tidak menganjurkan atau melarang ibu meminum tablet Fe dengan teh atau kopi, karena kandungan tanin dalam teh atau kopi akan menghambat penyerapan zat besi.

d. Memberikan terapi obat, yaitu kombinasi dari 60 mg elemen zat besi dan 500 µg asam folat untuk anemia ringan 1x1, sedangkan untuk anemia sedang 2x1. Apabila anemia berat maka dirujuk ke instansi yang lebih tinggi untuk dilakukan transfusi darah.

Dari intervensi yang diberikan setiap minggu, maka ada perbedaan antara asuhan yang diberikan dengan teori yang sudah ada, yaitu peneliti tidak memberikan terapi vitamin C untuk memaksimalkan penyerapan tablet Fe.

Dalam dokumen Studi Kasus Asuhan Kebidanan Pada Ibu Ha (Halaman 50-55)

Dokumen terkait