• Tidak ada hasil yang ditemukan

1) Ditinjau dari Faktor Penyebab Kecanduan Seksual

Ada beberapa faktor yang menyebabkan RS mengalami kecanduan seksual yang pertama dikarenakan oleh canggihnya perkembangan teknologi, dengan terjadinya perkembangan teknologi yang pesat menyebabkan RS sangat mudah mengakses situs-situs porno di internet dan keseringan menontonnya. Situs-situs porno seperti ini bisa diakses oleh RS melalui warnet atau telepon genggam. Ini juga diperkuat oleh hasil observasi bahwasannya penulis melihat RS memang suka menonton situs porno. Faktor kedua yang menjadi penyebab kecanduan seksual pada RS adalah tingginya dorongan seksual yang dialami sehingga RS ingin melakukan hubungan badan terus dengan pasangan atau memuaskan dorongan seksual dengan cara yang lain seperti onani.

Ini sesuai dengan teori yang disampaikan oleh Schaeffer (2009)

yang menyatakan bahwa seorang pecandu seks akan melakukan apapun untuk mendapatkan seks ia tidak memperdulikan kesehatan dan langkah yang akan diambil yaitu melakukan online untuk mencari situs-situs porno.

2) Ditinjau dari Dampak Kecanduan Seksual

Dampak dari kecanduan seksual ini RS mengalami pusing-pusing dan murung apabila sulit mendapatkan atau memuaskan dorongan seksual. Dan tak jarang RS memaksa pasangannya untuk berhubungan badan, apabila pasangannya tidak mau juga melakukannya maka RS tidak segan-segan memaksa dan melakukan kekerasan pada pasangannya, namun apabila itu tidak berhasil maka RS akan merasa sangat kecewa dan merasa terkhianati.

Langkah selanjutnya yang diambil RS yaitu mengalihkan kepada kecanduan lainnya seperti minum-minuman keras.

Sebenarnya RS juga merasa cemas terhadap kesehatannya sendiri karena kecanduan seksual ini, akan tetapi karena sudah kecanduan RS melupakan itu dan tetap terus melakukan hubungan tersebut, dan tanpa disadari ternyata kecanduan seksual ini juga mengakibatkan turunnya produktivitas pada diri RS sendiri.

Namun tidak bisa RS pungkiri kalau setelah mendapatkan semua itu ternyata RS juga merasa bersalah dan menyesal setelah semua dorongan seksual itu terpenuhi. Dampak berikutnya yang

dirasakan oleh RS adalah sulit untuk fokus terhadap apa-apa yang dikerjakannya baik dalam proses perkuliahan maupun kegiatan sehari-hari, ini disebabkan karena RS selalu teringat dengan seks.

RS merasa sudah kehilangan kesucian karena pada waktu SMA RS sempat menghamili pasangannya namun RS menyuruh pasangannya untuk menggugurkannya, karena takut ketahuan sama masyarakat atau orang tua mereka. Ini juga sesuai dengan teori yang disampaikan oleh Schaeffer (2009) bahwasannya banyak hal negatif yang akan terjadi oleh kebiasan melakukan perilaku seksual dengan cara yang salah ini, hanya saja RS tidak melakukan semua yang dikemukakan di dalam teori di atas.

3) Ditinjau dari Gambaran Kecanduan Seksual

Dilihat dari gambaran kecanduan seksual pada RS, RS menjadikan seks sebagai pelarian ketika dia banyak masalah dan stres, dan menjadikan seks ini untuk memperbaiki rasa kesepian dan emosional yang ada dalam hatinya. Dalam hal ini RS juga merasa moodnya tidak stabil akibat kecanduan seksual, dan RS selalu ingin melakukan hubungan seksual. Untuk memenuhi kebutuhan seksualnya RS sudah membuat perencanaan sebelumnya, agar usaha yang dia lakukan dapat terselesaikan dengan tepat. Kecanduan seksual dapat membuat RS dijauhi oleh sahabat-sahabatnya, namun hal tersebut tidak menjadi masalah bagi RS asalkan dia dapat memuaskan dorongan seksualnnya.

RS selalu mengajak pasangan berhubungan, jalan-jalan dan sekali-kali curhat sama sahabat kalau seandainya ada masalah. RS mengaku sering marah-marah karena pengaruh dari seks, kalau RS ingin berhubungan dan sukit mendapatkan ini akan membuat RS marah-marah. Untuk melakukan hubungan seksual RS selalu berencana dan berusaha serta setelah mendapatkan semua itu RS merasa terpuaskan dan ada perasaan lain yaitu rasa penyesalan dan terdalam.

b. Subjek II

1) Ditinjau dari Faktor Penyebab Kecanduan Seksual

Ditinjau dari faktor penyebab kecanduan seksual DN menganggap remeh kegiatan seksual, baginya tidak penting apapun akibat yang akan terjadi, yang DN tau hanya kesenangan yang ia rasakan sekarang. Tak peduli apa yang akan terjadi, tak peduli apapun kata orang yang penting DN bisa memuaskan dorongan seksualnya. Faktor lain yang menyebabkan kecanduan seksual pada DN yaitu karena terlalu sering ia melihat melihat film porno sehingga membuat meningkatnya dorongan seksual yang dialami oleh DN. Ini sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Schaeffer (2009)

2) Ditinjau dari dampak Kecanduan Seksual

Apabila DN tidak bisa memuaskan dorongan seksualnya, maka DN merasa hidup ini tak berarti lagi, sangat kecewa, dan

apabila pasangan tidak memenuhi keinginannya maka dia akan emosi dan memaksa atau mengancam akan memutuskan hubungan mereka, namun DN juga merasa menyesal dan terkadang hilangnya percaya diri di depan teman-teman yang lain karena perbuatannya ini, namun bagaimana lagi DN sudah kecanduan, dorongan seksual yang kuat itu mengalahkan rasa bersalah dan menyesal tadi. DN bekerja sebagai pedagang dalam kegiatan sehari-harinya, dia sering teringat kepada pasangannya karena sering melakukan hubungan badan dengan pasangannya, hal ini terkadang membuat DN sulit fokus dalam bekerja. DN juga menggunakan kecanduan lain seperti suka main bilyar, minum-minuman keras. DN hanya menempuh pendidikan sampai jenjang SLTA namun pada saat sekolah DN sudah pernah berhubungan badan dengan pasangannya tetapi tidak sempat hamil.

3) Ditinjau dari gambaran Kecanduan Seksual

Seks digunakan sebagai pelarian dari sebuah masalah oleh DN, apabila lagi banyak masalah DN mengajak pasangan untuk berhubungan badan, seolah-olah seks dijadikan pelarian untuk memulihkan permasalahan yang sedang dialaminya. Untuk mengurangi rasa stres serta untuk memperbaiki kehancuran batin atau ketika lagi bersedih DN juga terkadang menelfon dan mengajak pasangan keluar jalan-jalan dan berpeluk-pelukkan di atas motor, terkadang DN juga melampiaskannya dengan

menonton film porno sendirian di tempat kerja atau di rumah.

Untuk mendapatkan atau untuk memuaskan suatu dorongan seksual, jika ingin berhubungan dengan pasangan DN mengatur rencana dan berusaha untuk mendapatkannya, dan terkadang juga kecewa ketika pasangan tidak ingin diajak. Untuk memuaskan dorongan seksual DN tidak mempedulikan apakah ini akan berdampak pada pekerjaan yang dia kerjakan, apabila ketahuan sama majikannya, tetapi DN tidak mempermasalahkan itu asalkan dorongan seks nya dipenuhi dan DN senang.

Dampak dan gambaran serta faktor penyebab kecanduan seksual yang yang terjadi pada DN ini diperkuat oleh teori Schaeffer (2009) yang menjelaskan bahwasannya kecanduan seksual itu dipengaruhi oleh beberapa faktor dan akan mengakibatkan dampak yang negatif, hanya saja DN tidak mengalami semua dampak yang dijelaskan oleh teori di atas.

Dokumen terkait