• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

Pada bab ini peneliti akan menguraikan data hasil penelitian yang dilakukan mengenai hubungan antara terpaan tayangan drama Asia (Korea) di Indosiar dan perilaku budaya populer. Data yang dikumpulkan dapat berupa data primer dan sekunder. Data sekunder yang dikumpulkan adalah dari buku-buku dan media internet mengenai tayangan drama Asia (Korea) dan pengaruh media massa terhadap khalayak dalam perilaku budaya populer, sedangkan yang menjadi data primer adalah berdasarkan hasil dari teknik penarikan sampel dengan menggunakan rumus Taro Yamane yaitu diperoleh sebanyak 89 responden. Data yang terkumpul dari 89 responden merupakan data mentah yang akan diolah dan dianalisa untuk kemudian diambil kesimpulan. Teknik analisa data yang dilakukan menggunakan tabel tunggal dan tabel silang, lalu pengujian hipotesa melalui uji korelasional Sperman.

IV.1 Pelaksanaan Pengumpulan Data

Ada beberapa tahap pengumpulan data yang dilakukan peneliti:

IV.1.1 Tahap Awal

Sebelum melakukan penelitian ke lokasi penelitian yaitu SMAN 1 Medan, peneliti terlebih dahulu meminta izin dari pihak SMAN 1 Medan. Berikutnya, peneliti mengajukan surat permohonan izin melakukan penelitian dari bagian

pendidikan FISIP USU. Kemudian keluar surat izin penelitian dari FISIP USU (1161/H5.2.1.9.1/PPM/2011) untuk ditujukan ke Departemen Pendidikan Nasional kota Medan. Dari sanalah didapat surat izin penelitian ke SMAN 1 Medan (070/8576.PPMP/2011). Setelah peneliti memperoleh surat-surat izin tersebut, maka peneliti dapat melakukan penelitian di SMAN 1 Medan.

IV.1.2 Pengumpulan Data

Peneliti mengumpulkan data dari berbagai bahan bacaan, seperti buku dan situs-situs yang mendukung. Kemudian peneliti mempelajari berbagai bahan bacaan tersebut, sehingga diperoleh data-data yang relevan dan dapat mendukung penelitian ini.

Pada bulan September 2011, peneliti menyebarkan kuesioner yang sebelumnya telah didiskusikan bersama dosen pembimbing. Terdapat 24 pertanyaan dalam kuesioner: diantaranya 3 pertanyaan menyangkut tentang karakteristik responden, 7 pertanyaan tentang terpaan tayangan drama Asia (Korea), 12 pertanyaan tentang perilaku budaya populer, dan 2 pertanyaan terbuka. Dengan jumlah responden 89 orang, maka kuesioner dibagikan pada siswa/i SMAN 1 Medan kelas XI dan XII dimana di masing-masing tingkat disebarkan sebanyak 29 dan 60 kuesioner.

IV.1.3 Teknik Pengolahan Data

Setelah peneliti selesai mengumpulkan data dari 89 responden tersebut, maka pengolahan data akan dimulai. Adapun tahap pengolahan data yang akan peneliti lakukan sebagai berikut:

a. Penomoran Kuesioner : Kuesioner yang telah dikumpulkan diberi nomor urut sebagai pengenal (01-89).

b. Editing : peneliti mengedit jawaban responden untuk memperjelas setiap jawaban responden sehingga memperjelas setiap jawaban yang meragukan dan menghindari terjadinya kesilapan pengisian data dalam kode yang disediakan.

c. Coding : Peneliti memindahkan jawaban-jawaban responden ke dalam kotak-kotak kode yang telah disediakan di kuesioner dalam bentuk angka (score) untuk mempermudah pengisian ke dalam Foltron Cobol (FC).

d. Inventarisasi Variabel : Data mentah yang diperoleh dimasukkan ke dalam lembar FC sehingga memuat seluruh data dalam satu kesatuan. e. Tabulasi Data : Pada tahap ini data dari FC dimasukkan ke dalam tabel tunggal dan tabel silang. Penyebaran data dalam tabel secara rinci meliputi kategori frekuensi dan persentase untuk selanjutnya akan dianalisa.

IV.2 Analisis Tabel Tunggal

Analisa tabel tunggal merupakan analisa yang dilakukan dengan membagi- bagi variabel penelitian kedalam kategori-kategori yang dilakukan atas dasar frekuensi. Analisa tabel tunggal yang dimaksudkan adalah untuk melihat distribusi jawaban responden dari setiap variabel penelitian. Tabel tunggal berisikan keterangan sejumlah frekuensi dan persentase untuk setiap kategori.

Data yang disajikan dan dibahas dalam tabel tunggal terdiri dari karakteristik responden, terpaan tayangan drama Asia (Korea) (X), dan perilaku budaya populer (Y)

IV.2.1 Karakteristik Responden

Karakteristik responden merupakan salah satu variabel yang memberikan pengaruh besar dalam melihat keadaan dan latar belakang responden. Adapun karakteristik responden dalam penelitian ini meliputi jenis kelamin, usia, dan kelas.

Jenis Kelamin

Peneliti mengawali tahap karakteristik responden dengan mencari tahu terlebih dahulu jenis kelamin responden. Hal ini bertujuan untuk melihat seberapa banyak jumlah laki-laki dan perempuan yang menjadi responden penelitian ini di SMAN 1 Medan. Dalam hasil penelitian ini, peneliti dapat menunjukkan bahwa yang menjadi responden perempuan lebih banyak dibandingkan laki-laki. Hal ini

kehumasan SMAN 1 Medan, memanggil lebih banyak siswi untuk menjadi responden peneliti dibandingkan siswa. Dalam tabel ini peneliti akan menunjukkan besar frekuensi jenis kelamin responden.

Tabel 4 Jenis Kelamin

No Jenis Kelamin Frekuensi %

1. 2. Laki-Laki Perempuan 24 65 27 73 Total 89 100 Sumber: P.1 / FC. 3 Umur

Dalam penelitian ini, peneliti melihat usia siswa/i SMAN 1 Medan di tiap jenjang kelas. Tetapi karena penelitian ini dibatasi hanya pada kelas XI dan XII reguler saja maka jenjang umur yang dibuat pun hanya berkisar antara 15 – 18 tahun. Pengklasifikasian umur ini dibuat hanya untuk melihat rata-rata umur siswa/i SMAN 1 Medan kelas XI dan XII reguler. Dari penelitian, didapat bahwa rata-rata umur siswa/i kelas XI dan XII adalah 16 tahun. Sedangkan sebagian kelas XII lainnya telah berumur 17 tahun. Tetapi tak seorangpun responden yang berusia 18 tahun. Berikut tabel yang menunjukkan usia rata-rata siswa/i SMAN 1 Medan kelas XI dan XII reguler.

Tabel 5 Umur No Umur Frekuensi % 1. 2. 3. 15 tahun 16 tahun 17 tahun 8 46 35 9 51,7 39,3 Total 89 100 Sumber: P.2 / FC. 4 Kelas

Selain jenis kelamin dan umur, peneliti pun memasukkan kelas sebagai karakteristik responden penelitian. Kelas yang dimasukkan sebagai populasi yaitu kelas XI dan XII reguler. Kelas X tidak dimasukkan, mengingat ketika penelitian ini dibuat kelas X belum terdaftar sebagai siswa/i SMAN 1 Medan (belum memasuki tahun ajaran baru). Selain itu kelas internasional pun tidak digunakan sebagai populasi karena sulit meminta izin bagi mereka untuk keluar di jam sekolah walaupun hanya sekedar untuk mengisi kuesioner.

Tabel 6 Kelas No Kelas Frekuensi % 1 2 XI XII 29 60 32,6 67,4 Total 89 100 Sumber: P.3 / FC. 5

Oleh karena itu dari tabel diatas tampak bahwa yang menjadi sampel penelitian lebih banyak berasal dari kelas XII reguler (sekitar 60 orang). Hal ini disebabkan jumlah populasi kelas XII yang dua kali lipat lebih banyak dibandingkan kelas XI reguler.

IV.2.2 Terpaan Tayangan Drama Asia (Korea)

Pada bagian ini, data yang disajikan yaitu segala sesuatu yang berhubungan dengan terpaan tayangan Drama Asia (Korea) di Indosiar.

Tingkat Mengetahui Tayangan Drama Asia (Korea)

Peneliti memulainya dari tingkat pengetahuan yang dimiliki siswa/i SMAN 1 Medan terhadap tayangan Drama Asia (Korea). Dari hasil penelitian, peneliti dapat menyatakan bahwa lebih banyak responden yang mengetahui tayangan Drama Asia (Korea). Hal ini menunjukkan bahwa tayangan Drama Asia (Korea) di Indosiar berhasil menyedot perhatian remaja-remaja, tak terkecuali siswa/i SMAN 1 Medan. Remaja tertarik untuk menonton serial drama Asia

(Korea) karena alur cerita yang enak dimengerti dan jumlah episode yang terbatas. Namun ada juga responden yang kurang mengetahui tayangan Drama Asia (Korea) di Indosiar karena mereka tidak serius untuk menyaksikan tayangan tersebut dan ketidakinginan mereka untuk menonton hal-hal yang berbau serial drama (biasanya terdapat pada siswa laki-laki). Berikut ini adalah tabel hasil frekuensi tingkat mengetahui tayangan drama Asia (Korea) di Indosiar yang peneliti temukan berdasarkan hasil di lapangan.

Tabel 7

Tingkat Mengetahui Tayangan Drama Asia (Korea)

No Tingkat Mengetahui Tayangan Drama Asia (Korea) Frekuensi % 1. 2. 3. Kurang mengetahui Mengetahui Sangat mengetahui 33 42 14 37,1 47,2 15,7 Total 89 100 Sumber: P.4 / FC. 6

Tayangan Drama Asia (Korea) yang Disiarkan Lima Kali Seminggu

Sebenarnya penayangan drama Asia (Korea) yang dilakukan televisi Indosiar telah disiarkan sebanyak tujuh kali seminggu atau setiap hari. Hanya saja, sering kali tanpa ada pemberitahuan yang jelas, tayangan serial drama untuk hari Sabtu dan Minggu sering mengalami penundaan. Sehingga peneliti berinisiatif

untuk mengambil tayangan drama Asia (Korea) hanya lima kali seminggu yaitu dari hari Senin hingga Jumat.

Dalam penelitian ini, peneliti dapat menunjukkan bahwa dari 89 responden yang peneliti temui sebanyak 50 responden menyatakan bahwa tayangan drama Asia (Korea) yang ditayangkan di Indosiar sudah memadai. Hal ini dikarenakan tayangan film yang berbentuk serial drama (untuk film Indonesia disebut sinetron) biasanya ditayangkan minimal lima kali seminggu (Senin-Jumat) dan maksimal setiap hari. Sehingga remaja sudah sangat biasa, mengerti, dan memaklumi waktu siar tersebut. Selain itu sebanyak 18 responden menilai bahwa kurang dan tidak memadai jumlah penayangan yang dibuat. Mereka minta ditambah hari penayangannya, hal ini disebabkan mereka sudah sangat menyukai drama-drama Asia (Korea) sehingga merasa tidak cukup jika ditonton hanya lima kali seminggu. Peneliti menyertakan tabel berikut ini untuk melihat hasil frekuensi yang didapat.

Tabel 8

Tayangan Drama Asia (Korea) yang Disiarkan Lima Kali Seminggu No

Tayangan Drama Asia (Korea) yang Disiarkan Lima Kali Seminggu Frekuensi % 1. 2. 3. 4. Tidak memadai Kurang memadai Memadai Sangat memadai 9 9 50 21 10.1 10.1 56.2 23.6 Total 89 100 Sumber: P.4 / FC. 7

Tayangan Drama Asia (Korea) Disiarkan pada Pukul 16.00 WIB

Dalam penelitian ini didapatkan pendapat remaja tentang kesesuaian tayangan drama Asia (Korea) yang disiarkan pada pukul 16.00 WIB. Ternyata, sebagian besar remaja mengatakan bahwa sudah sesuai waktu tayang yang dijadwalkan. Hal ini disebabkan, responden sudah pulang sekolah dan sudah tiba di rumah ketika tayangan serial drama ini dimulai. Walaupun banyak remaja yang bisa menonton tayangan ini, tak sedikit pula yang kecewa dengan jam tayang yang dibuat. Kekecewaan mereka ini tampak pada 24 responden yang menyatakan bahwa jam tayangnya tidak dan kurang sesuai. Mereka inilah responden fanatik drama Korea yang sehabis jam pelajaran sekolah usai tidak bisa langsung pulang ke rumah melainkan harus les untuk pelajaran tambahan. Ini adalah tabel hasil penelitian lapangan.

Tabel 9

Tayangan Drama Asia (Korea) Disiarkan pada Pukul 16.00 WIB

No

Tayangan Drama Asia (Korea) Disiarkan pada Pukul 16.00 WIB Frekuensi % 1. 2. 3. 4. Tidak sesuai Kurang sesuai Sesuai Sangat sesuai 7 17 56 9 7.9 19.1 62.9 10.1 Total 89 100 Sumber: P.5 / FC. 8

Jika waktu tayang tersebut sesuai dengan waktu santai yang dimiliki penonton, maka tayangan tersebut dianggap sesuai. Namun, jika waktu tayang berada pada jam sekolah/les atau pada kegiatan yang rutin dilakukan maka jam tayang tersebut tidak dapat dikatakan sesuai.

Frekuensi Menonton Tayangan Drama Asia (Korea)

Frekuensi menonton adalah seberapa seringnya responden menonton tayangan drama Asia (Korea) di Indosiar. Ternyata dari hasil yang didapat, hampir sebagian responden menyatakan bahwa mereka tidak sering menonton drama Asia (Korea). Selain responden kurang menyukai tayangan drama Asia (umumnya terdapat pada siswa laki-laki) maupun mereka tidak punya waktu untuk menonton. Hal ini dikarenakan banyaknya tugas dan kewajiban yang harus ditunaikan sebagai pelajar SMA unggulan. Sehingga bagi sebagian siswi, mereka hanya menonton ketika ada waktu luang yaitu dengan membeli kadet DVDnya. Sehingga bisa diartikan, dalam seminggu mereka hanya menonton tayangan drama Asia (Korea) di Indosiar tak lebih dari lima kali. Berikut tabel frekuensinya.

Tabel 10

Frekuensi Menonton Tayangan Drama Asia (Korea)

No Frekuensi Menonton Tayangan Drama Asia (Korea) Frekuensi % 1. 2. 3. 4. Tidak sering Kadang-kadang Sering Sangat sering 41 35 8 5 46.1 39.3 9.0 5.6 Total 89 100 Sumber: P.6 / FC. 9

Tetapi diantara sebagian besar responden yang tidak rutin menonton, ada sebagian kecil siswa/i SMAN 1 Medan yang menonton dengan intensitas yang sering dan sangat sering. Mereka inilah responden yang sangat menggandrungi drama-drama Korea.

Durasi Menonton Tayangan Drama Asia (Korea)

Dalam penelitian ini peneliti akan menunjukkan pendapat 89 responden tentang durasi tayangan drama Asia (Korea) yang disiarkan selama 60 menit. Dan hasilnya adalah sebagian besar remaja menyatakan bahwa mereka hanya bisa menonton tayangan drama Asia (Korea) hanya beberapa menit saja. Hal ini karena siswa/i SMAN 1 Medan memiliki jadwal belajar di luar sekolah yang sangat padat. Sehingga kalaupun menonton, mereka hanya menonton ketika drama Korea tersebut sudah mencapai ujung cerita dari setiap episodenya.

Indosiar itu dengan durasi lebih dari 30 menit. Hal ini disebabkan mereka menyukai drama tersebut ditambah rumah mereka yang tidak terlalu jauh dari tempat les/sekolah sehingga tidak ketinggalan cerita drama Korea. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel frekuensi di bawah ini.

Tabel 11

Durasi Menonton Tayangan Drama Asia (Korea)

No Durasi Menonton Tayangan Drama Asia (Korea) Frekuensi % 1.

2. 3. 4.

Beberapa menit saja < 30 menit

> 30 menit

60 menit (menonton penuh)

53 6 16 14 59.6 6.7 18.0 15.7 Total 89 100 Sumber: P.7 / FC. 10

Tingkat Ketertarikan pada Cerita yang Disuguhkan dalam Tayangan Drama Asia (Korea)

Berikutnya peneliti ingin menggambarkan bagaimana tingkat ketertarikan remaja khususnya siswa/i SMAN 1 Medan terhadap cerita yang disuguhkan dalam tayangan drama Asia (Korea). Tingkat ketertarikan ini menunjukkan seberapa sukanya remaja dengan serial drama tersebut. Hasilnya adalah banyak remaja yang menyukainya. Bahkan beberapa responden mengatakan cerita drama asia (Korea) sangat menarik. Menurut kebanyakan remaja ini, alur cerita drama Korea bagus karena tidak menampilkan jalan cerita yang bertele-tele. Walaupun begitu,

tetap saja ada sedikit remaja yang tidak menyukai tayangan ini. Hal ini dikarenakan alur cerita yang tidak realistis dan berkutat pada masalah percintaan saja yaitu kisah cinta antara seorang gadis miskin dan laki-laki kaya raya. Inilah tabel untuk melengkapi penjelasan tersebut.

Tabel 12

Tingkat Ketertarikan pada Cerita yang Disuguhkan dalam Tayangan Drama Asia (Korea)

No

Tingkat Ketertarikan pada Cerita yang Disuguhkan dalam Tayangan Drama Asia (Korea)

Frekuensi % 1. 2. 3. 4. Tidak menarik Kurang menarik Menarik Sangat menarik 15 14 38 22 16.9 15.7 42.7 24.7 Total 89 100 Sumber: P.8 / FC. 11

Tingkat Atensi Menonton Tayangan Drama Asia (Korea)

Tingkat atensi menonton adalah seberapa besar perhatian yang kita berikan terhadap tayangan yang kita tonton. Semakin besar tingkat atensi kita, akan semakin besar pula kita menyukai dan memahami alur ceritanya. Dari kuesioner yang disebarkan kepada 89 responden terlihat bahwa antara responden yang menonton dengan perhatian yang serius dan tidak serius berimbang. Bagi remaja

menyukai tayangan drama Asia (Korea) ini. Walaupun sebagian dari mereka tidak menonton penuh ataupun yang hanya kadang-kadang menonton. Sedangkan responden yang tidak menonton dengan perhatian serius dikarenakan kurang sukanya mereka dengan drama Korea ini maupun karena banyaknya PR yang harus diselesaikan dan kegiatan les. Sehingga mereka lebih memilih untuk menyelesaikan tugas ataupun les dibandingkan harus menonton drama Asia (Korea) dengan serius. Tabel berikut akan membantu peneliti dalam menunjukkan hasil frekuensinya.

Tabel 13

Tingkat Atensi Menonton Tayangan Drama Asia (Korea)

No

Tingkat Atensi Menonton Tayangan Drama Asia (Korea) Frekuensi % 1. 2. 3. 4. Tidak serius Kurang serius Serius Sangat serius 28 24 28 9 31.5 27.0 31.5 10.1 Total 89 100 Sumber: P.9 / FC.12

IV.2.3 Perilaku Budaya Populer

Pada bagian ini data yang disajikan adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan perilaku budaya populer.

Tingkat Kesukaan Menonton Tayangan Drama Asia (Korea)

Dalam bagian ini terlebih dahulu peneliti ingin melihat tingkat kesukaan menonton tayangan drama Asia (Korea) di Indosiar pada remaja SMAN 1 Medan. Hasilnya adalah sekitar 34 orang mengatakan kurang menyukai. Meskipun pada pertanyaan sebelumnya mereka mengatakan bahwa drama Korea menarik tetapi secara pribadi mereka kurang menyukai tayangan berjenis seperti sinetron. Hal ini disebabkan karena kesibukkan mereka sebagai pelajar di salah satu sekolah unggulan yang dituntut banyak hal. Sehingga mereka tidak memiliki waktu untuk menonton. Sebaliknya 24 responden yang menyukai tayangan drama Asia (Korea) ini karena sebagai seorang remaja mereka suka dengan tayangan hiburan yang berbentuk drama. Sehingga pilihan jatuh pada drama Asia (Korea) yang tidak memiliki alur cerita yang berbelit sehingga tak perlu menunggu waktu lama untuk melihat ending filmya. Ini adalah tabel hasil frekuensi yang peneliti dapatkan.

Tabel 14

Tingkat Kesukaan Menonton Tayangan Drama Asia (Korea)

No

Tingkat Kesukaan Menonton Tayangan Drama Asia (Korea) Frekuensi % 1. 2. 3. 4. Tidak menyukai Kurang menyukai Menyukai Sangat menyukai 16 34 24 15 18.0 38.2 27.0 16.9 Total 89 100

Mengikuti Alur Tayangan Drama Asia (Korea)

Jika kita mengikuti alur cerita suatu tayangan menunjukkan seberapa besar ketertarikan kita terhadap tayangan tersebut. Berdasarkan kuesioner yang telah disebarkan, didapat bahwa lebih dari seperempat remaja mengatakan mereka kurang mengikuti tayangan drama Asia (Korea) di Indosiar. Hal ini dikarenakan kebanyakan siswa/i SMAN 1 Medan ketika ingin menonton drama Korea lebih memilih untuk membeli DVD dibandingkan menyediakan waktu khusus untuk menonton TV. Sedangkan bagi remaja yang tidak mengikuti dikarenakan mereka tidak menyukai tayangan tersebut. Namun ada juga yang menjawab mengikuti dengan alasan kesukaan mereka terhadap drama Korea sehingga merasa perlu untuk mengikuti perkembangan ceritanya sehingga tidak menimbulkan kebingungan ketika akan ditonton selanjutnya. Dan yang menjawab sangat mengikuti karena suka dan tertarik sekali mereka dengan drama tersebut. Peneliti juga menyertakan tabel untuk menunjukkan hasil frekuensi yang peneliti dapatkan dari lapangan.

Tabel 15

Mengikuti Alur Tayangan Drama Asia (Korea)

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid Tidak mengikuti 34 38.2 38.2 38.2

Kurang mengikuti 34 38.2 38.2 76.4

Mengikuti 18 20.2 20.2 96.6

Sangat mengikuti 3 3.4 3.4 100.0

Total 89 100.0 100.0

Tingkat Keperluan Menyaksikan Tayangan Drama Asia (Korea)

Dalam bagian ini peneliti juga akan menunjukkan jawaban dari responden tentang seberapa perlu mereka menyaksikan tayangan drama Asia (Korea). Hasilnya adalah sebagian mengatakan tidak perlu karena mereka kurang menyukai tayangan tersebut sehingga tidak penting untuk ditonton setiap saat. Lalu bagi yang menjawab kurang perlu disebabkan drama ini hanya perlu ditonton pada saat luang saja. Sedangkan yang menjawab perlu beralasan tayangan drama Asia (Korea) ini menarik jika dibandingkan film Indonesia makanya patut untuk ditonton. Dan yang menjawab sangat perlu beranggapan bahwa dengan menonton drama Korea kita bisa lebih mengenal lebih dekat dengan budaya negara tersebut. Berikut tabel frekuensi yang peneliti dapatkan.

Tabel 16

Tingkat Keperluan Menyaksikan Tayangan Drama Asia (Korea)

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid Tidak perlu 43 48.3 48.3 48.3

Kurang perlu 32 36.0 36.0 84.3

Perlu 13 14.6 14.6 98.9

Sangat perlu 1 1.1 1.1 100.0

Total 89 100.0 100.0

P.12 / FC.15

Kesukaan terhadap Budaya dan Gaya Hidup Korea

sebagainya) maupun gaya hidupnya dalam bentuk lagu, pakaian, model rambut, aksesoris yang sering digunakan, dan sebagainya. Kedua hal ini bisa saja menimbulkan kesukaan pada diri penonton dalam segala sesuatu yang berbau Korea. Maka peneliti akan menunjukkan jawaban dari para remaja SMAN 1 Medan mengenai hal tersebut. Hasil yang didapatkan yaitu sebagian remaja menyukai budaya dan gaya hidup Korea yang digambarkan dalam tayangan tersebut. Bahkan beberapa remaja menyatakan bahwa mereka sangat menyukainya karena menurut mereka budaya Korea sangat unik. Namun bagi sebagian remaja menganggap mereka kurang dan tidak menyukai budaya dan gaya hidup mereka. Sebab tidak seharusnya kita bangga pada budaya negara lain. Tabel berikut ini dapat memperjelas jumlah frekuensi yang peneliti dapatkan dari lapangan.

Tabel 17

Kesukaan terhadap Budaya dan Gaya Hidup Korea

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid Tidak menyukai 13 14.6 14.6 14.6

Kurang menyukai 31 34.8 34.8 49.4

Menyukai 31 34.8 34.8 84.3

Sangat menyukai 14 15.7 15.7 100.0

Total 89 100.0 100.0

Tingkat Pengetahuan tentang Budaya dan Gaya Hidup Korea

Tingkat pengetahuan yang kita dapatkan dari suatu tayangan menunjukkan seberapa besar kita terpengaruh dari segi kognitif. Peneliti akan menunjukkan hasil penelitian tentang tingkat pengetahuan budaya dan gaya hidup Korea dari menonton tayangan drama Asia (Korea) di Indosiar. Ternyata didapatkan bahwa sebagian responden menyatakan bahwa tidak dan kurang banyak pengetahuan yang bisa didapakan dari menonton tayangan drama Asia (Korea). Tentu saja hal ini bisa dimengerti, mengingat porsi penayangan budaya Korea sangat kecil (kecuali pada film-film Korea yang bersetting zaman dahulu seperti Jewel in the Palace). Sedangkan yang menjawab besar beralasan banyaknya budaya dan gaya hidup Korea yang bisa kita lihat dari menonton tayangan tersebut. Dan ada juga responden yang menjawab bahwa sangat besar pengetahuan yang bisa kita dapatkan dari tayangan tersebut. Karena mereka mulai tahu, mengenal, dan mengerti budaya dan gaya hidup Korea dari hasil menonton drama itu. Hasil frekuensinya dapat diuraikan dalam tabel berikut ini.

Tabel 18

Tingkat Pengetahuan tentang Budaya dan Gaya Hidup Korea

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid Tidak besar 25 28.1 28.1 28.1

Kurang besar 38 42.7 42.7 70.8

Besar 20 22.5 22.5 93.3

Kecukupan Diri dalam Mengenal Budaya dan Gaya Hidup Korea

Salah satu karakteristik yang cukup menonjol pada diri remaja adalah keingintahuan yang sangat besar pada sesuatu hal. Hal ini tampak pada hasil penelitian berikut ini. Bahwa sebanyak 33 responden menyatakan mereka kurang mencukupkan diri dalam mengenal budaya dan gaya hidup Korea lewat tayangan drama Asia (Korea). Karena keterbatasan film berjenis drama dalam menyampaikan pesan pengetahuan inilah yang membuat mereka mencari media lain untuk memuaskan keingintahuan mereka mengenai budaya Korea dan gaya hidup mereka yang sedang trend di kalangan anak muda saat ini. Sedangkan yang menjawab tidak mencukupkan diri berarti mereka betul-betul tidak mendapatkan apa dan bagaimana budaya Korea sehingga perlu pencarian data yang lebih dalam lagi. Dibawah ini akan digambarkan tabel hasil frekuensi yang telah peneliti dapatkan.

Tabel 19

Kecukupan Diri dalam Mengenal Budaya dan Gaya Hidup Korea

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid Tidak mencukupkan diri 26 29.2 29.2 29.2

Kurang mencukupkan diri 33 37.1 37.1 66.3

Mencukupkan diri 28 31.5 31.5 97.8

Sangat mencukupkan diri 2 2.2 2.2 100.0

Total 89 100.0 100.0

P.15 / FC.18

Walaupun begitu beberapa responden sudah cukup puas dengan pengenalan budaya dan gaya hidup Korea yang ditampilkan dalam tayangan

dramanya. Bahkan ada responden yang sudah sangat mencukupkan diri dengan pengetahuan yang sudah dimilikinya dari tayangan itu. Ini karena mereka tidak begitu tertarik untuk mengenal lebih dalam tentang budaya Korea.

Keinginan Mengetahui Lebih Dalam tentang Budaya dan Gaya Hidup Korea Peneliti akan menunjukkan seberapa besar keinginan 89 responden untuk

Dokumen terkait