• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA

C. Pembahasan Temuan

Berdasarkan paparan data yang telah disajikan dan dilakukan analisis, maka dilakukan pembahasan terhadap hasil temuan dalam bentuk interpretasi dan diskusi dengan teori-teori yang ada serta relevan dengan topik penelitian ini. Pembahasan penelitian disesuaikan dengan fokus penelitian yang terdapat fokus penelitian. Adapun perincian pembahasan temuan penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Perencanaan metode Tamyiz Sekolah Dasar Plus Al-Ishlah Kecamatan Grujugan Kabupaten Bondowoso tahun pelajaran 2016/2017

Berdasarkan hasil temuan penelitian dapat diketahui bahwa dalam perencanaan metode Tamyiz di Sekolah Dasar Plus Al-Ishlah, guru menerapkan konsep belajar sesuai perangkat pembelajaran dari Ponpes Bayt

61 Observasi, 24-25 Mei 2017.

62 Kusaeri, wawancara, Bondowoso 24 Mei 2017.

Tamyiz Indramayu. Adapun perangkat pembelajaran berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Silabus (Standart Pengajaran Tamyiz), Batasan Materi Tamyiz, dan Buku pegangan Guru.

Temuan tersebut kemudian didialogkan dengan teori yang dikemukakan oleh Abaza yaitu :

Belajar mengajar Tamyiz dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu Tamyiz Intensive yang diajarkan kepada santri secara intensif sehari 3 – 4 jam dalam sistem pesantren dan Tamyiz inside yang disisipkan pada kurikulum sekolah SD/MI, SMP/Mts, SMA/MA, Pesantren dan Perguruan Tinggi.63

Berdasarkan teori tersebut dapat diketahui bahwa dalam perencanaan metode Tamyiz Sekolah Dasar Plus Al-Ishlah menerapkan konsep perencanaan cara belajar Tamyiz Inside yang menyisipkan Tamyiz pada kurikulum dan menjadi program unggulan di Sekolah Dasar Plus Al-Ishlah dengan selalu memperhatikan prinsip belajar dan mengajar. Teori tersebut sesuai dengan kenyataan di lapangan dan telah berjalan dengan baik selama 4 tahun sejak tahun 2013 hingga sekarang.

Teori tersebut juga merujuk pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Tentang Pembelajaran pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah dalam Pasal 3 ayat 1 dan 2 yang berbunyi:

(1) Pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan RPP. (2) RPP sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 disusun oleh guru dengan mengacu pada silabus dengan prinsip: memuat secara utuh kompetensi dasar sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan; dapat dilaksanakan dalam satu atau lebih dari satu kali pertemuan; memperhatikan perbedaan individual peserta didik;

berpusat pada peserta didik; berbasis konteks; berorientasi kekinian;

mengembangkan kemandirian belajar; memberikan umpan balik dan

63

tindak lanjut pembelajaran; memiliki keterkaitan dan keterpaduan antarkompetensi dan/atau antarmuatan; memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.64

Kesesuaian teori tersebut dengan kenyataan di lapangan adalah benar adanya, bahwasanya dalam melaksanakan pembelajaran, guru harus menyiapkan RPP terlebih dahulu. Adapun RPP yang telah disusun oleh Ponpes Bayt Tamyiz dapat dimodifikasi sesuai dengan keinginan guru yang lebih memahami kondisi siswanya.

2. Proses pembelajaran metode Tamyiz Sekolah Dasar Plus Al-Ishlah Kecamatan Grujugan Kabupaten Bondowoso tahun pelajaran 2016/2017

Berdasarkan hasil temuan penelitian di Sekolah Dasar Plus Al-Ishlah diketahui bahwasanya dalam proses pembelajaran Tamyiz di kelas IV diterapkan secara berkelompok yaitu kelompok putra dan kelompok putri dan guru Tamyiz berperan penting dalam memberikan suasana belajar yang menyenangkan kepada siswa. Selain itu pembelajaran dilakukan diluar kelas outdoor agar siswa merasa nyaman dan tidak jenuh.

Temuan tersebut dapat didialogkan oleh Teori Abaza yang dikembangkan sebagai berikut:

Dengan prinsip mengajar menggunakan Neuro Linguistic, guru mengajar dengan cara Fun and Active Teaching dan jauh dari perilaku kasar, galak, dan menakutkan bagi siswa, dan prinsip belajar Laduni, siswa belajar dengan mengintegrasikan keunggulan otak kiri (12% potensi belajar) yang sangat cerdas memahami, keunggulan otak kanan (33% potensi belajar) yang dapat mengingat seumur hidup dan keunggulan otak bawah sadar (55% potensi

64 Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 103 Tahun 2014 Tentang Pembelajaran pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah

belajar) maka memahami tarjamah Qur‟an dan Kitab Kuning terasa sangat mudah (12% + 33% + 55% = 100%).65

Teori tersebut kemudian diperkuat oleh pernyataan Kyai Anas Tamyiz sebuah pesan kepada santrinya yaitu sebagai berikut:

Pahami metode belajar dengan menggunakan Qur‟an seperti ini, maka belajar bahasa Arab (kitab kuning) akan terasa lebih mudah dan bisa dipelajari sendiri (otodidak).66

Berdasarkan pesan sederhana Kyai Anas Tamyiz dapat dikatakan bahwa belajar mengajar Tamyiz itu sangat mudah. Maka dalam proses pemebelajaran Tamyiz di kelas IV Sekolah Dasar Plus Al-Ishlah untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, pengajar harus memahami keadaan siswa termasuk kebiasaan belajarnya, dan faktor-faktor penghambat proses pembelajaran. Setelah itu baru dirancang dan diciptakan suatu lingkungan terciptanya suasana belajar tersebut. Upaya tersebut sejalan dengan prinsip-prinsip pembelajaran yang berdasarkan teori konstrukstivisme. Metode Tamyiz sebagai salah satu bentuk formulasi pendekatan pembelajarn Nahwu-Shorof quantum, berusaha menjadikan proses belajar mengajar menjadi mudah lagi menyenangkan.

Berdasarkan teori dan penjelasan tersebut, maka temuan tentang proses pembelajaran Tamyiz di kelas IV Sekolah Dasar Plus Al-Ishlah adalah sesuai dengan kenyataan di lapangan yaitu guru Tamyiz selalu berusaha menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, mengikuti proses tahapan pembelajaran yang telah disusun, dan juga menanamkan

65 Abaza, TAMYIZ, 12.

konsep belajar secara mantap sehingga siswa dapat memahami materi dengan mudah.

3. Evaluasi metode Tamyiz Sekolah Dasar Plus Al-Ishlah Kecamatan Grujugan Kabupaten Bondowoso tahun pelajaran 2016/2017

Berdasarkan hasil temuan penelitian dapat diketahui bahwa evaluasi metode Tamyiz di Sekolah Dasar Plus Al-Ishlah kelas IV dilakukan secara kontinyu dan terstruktur sesuai dengan tujuan pembelajaran yaitu evaluasi harian, evaluasi tengah semester, dan evaluasi akhir semester yang berupa tes tulis dan tes lisan.

Temuan tersebut dapat didialogkan oleh Teori Abaza mengenai cara evaluasi belajar mengajar adalah sebagai berikut:

Proses pembelajaran Tamyiz harus dirasakan mudah oleh santri, jika ada santri yang kesulitan maka ada cara mengajar yang kurang efektif (Tamyiz 1 & 2 bisa dipelajari santri yang bisa membaca Al-Qur‟an walau tanpa mengerti tarjamah bahasa Arab, Tamyiz 3 bisa dipelajari setelah tamat Tamyiz 1 & 2).67

Maksud dari teori tersebut adalah, tidak sulit bagi siswa untuk mempelajari Tamyiz. Jika dirasa sulit maka yang perlu dievaluasi adalah cara mengajarnya. Sehingga guru Tamyiz harus lebih aktif dalam mengatur strategi pembelajaran supaya siswa dapat memahami materi dan meningkatkan keterampilan menterjemah Al-Qur‟an.

Temuan ini juga dapat didialogkan dalam ayat Al-Qur‟an surat at-Taha dan Al-Qamar yang berbunyi:

67 Ibid, 8.













“Kami tidak menurunkan Al Quran ini kepadamu (Muhammad) agar engkau menjadi susah “(QS. Taha : 2).68

















“Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran? ” (QS. Al Qamar: 17).69

Dengan demikian, tidak benar jika manusia mengira bahwa belajar Al Quran itu sulit, padahal Allah telah menerangkan melalui surat Taha ayat 2 bahwa Al Quran tidak diturunkan untuk membuat kesusahan.

Dalam surat Al Qamar ayat 17 Allah juga telah menjamin akan kemudahan belajar Al Quran. Maka apabila Allah telah berjanji dalam Al-Qur‟an, hal itu merupakan suatu kebenaran dan jika banyak yang beranggapan belajar Al-Qur‟an itu sulit, maka letak kesalahan ada pada manusia itu sendiri sehingga harus ada perbaikan-perbaikan agar dapat belajar Al-Qur‟an dengan mudah.

Teori tersebut relevan dengan kenyataan di lapangan bahwasanya evaluasi Tamyiz di kelas IV berjalan sesuai tujuan pembelajaran Tamyiz yaitu meningkatkan keterampilan menterjemah Al-Qur‟an dengan prinsip Laduni (ilate kudu muni). Selain itu guru Tamyiz selalu melakukan perbaikan-perbaikan strategi, metode, dan media pembelajaran dalam

68 Usman el-Qurtuby, Al-Qur’anulkarim Terjemah & Tafsir Muslimah, 312.

69 Ibid, 529.

mengajar sehingga Tamyiz dapat dirasa mudah dalam mempelajarinya dan membuat keterampilan menterjemah pada siswa meningkat di setiap semester. Namun secara umum keterampilan menterjemah siswa meningkat setelah mempelajari Tamyiz karena siswa dapat membedakan huruf, isim, fi’il dan lain lain yang pada akhirnya kemampuan tersebut digunakan untuk menterjemahkan Al-Qur‟an.

Berdasarkan fokus penelitian, penyajian data dan analisis, serta pembahasan temuan penelitian, dapat dikemukakan kesimpulan sebagai berikut:

1. Proses pembelajaran metode Tamyiz Sekolah Dasar Plus Al-Ishlah Kecamatan Grujugan Kabupaten Bondowoso tahun pelajaran 2016/2017

Perencanaan metode Tamyiz Sekolah Dasar Plus Al-Ishlah menerapkan konsep belajar Tamyiz Inside yaitu menyisipkan Tamyiz pada kurikulum dan menjadi program unggulan di Sekolah Dasar Plus Al-Ishlah.

Perangkat pembelajaran Tamyiz berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Silabus (Standart Pengajaran Tamyiz), Batasan Materi Tamyiz, dan Buku pegangan Guru.

2. Proses pembelajaran metode Tamyiz Sekolah Dasar Plus Al-Ishlah Kecamatan Grujugan Kabupaten Bondowoso tahun pelajaran 2016/2017

Di kelas IV Sekolah Dasar Plus Al-Ishlah diketahui bahwasanya dalam proses pembelajaran Tamyiz diterapkan secara berkelompok yaitu kelompok putra dan kelompok putri. Pembelajaran dilakukan diluar kelas (outdoor) supaya siswa merasa nyaman dan guru Tamyiz berperan penting dalam memberikan suasana belajar yang menyenangkan kepada siswa agar

siswa dapat menyerap materi dengan baik sehingga keterampilannya dalam menterjemah Al-Qur’an meningkat.

3. Evaluasi metode Tamyiz Sekolah Dasar Plus Al-Ishlah Kecamatan Grujugan Kabupaten Bondowoso tahun pelajaran 2016/2017

Evaluasi metode Tamyiz di Sekolah Dasar Plus Al-Ishlah kelas IV dilakukan secara kontinyu dan terstruktur sesuai dengan tujuan pembelajaran yang meliputi evaluasi harian, evaluasi tengah semester, dan evaluasi akhir semester yang berupa tes tulis dan tes lisan. Guru Tamyiz selalu melakukan perbaikan-perbaikan strategi, metode, dan media pembelajaran dalam mengajar sehingga Tamyiz dapat dirasa mudah dalam mempelajarinya.

B. Saran

Berdasarkan temuan penelitian ini, maka saran yang dapat diberikan penulis adalah :

1. Bagi Kepala Sekolah hendaknya memfasilitasi alat dan media dalam pembelajaran Tamyiz walaupun pembelajarannya dilakukan secara berkelompok diluar kelas (outdoor) agar siswa dapat tertarik dan memfokuskan perhatiannya terhadap pembelajaran Tamyiz.

2. Bagi Guru hendaknya lebih aktif dalam merancang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Tamyiz yang menyesuaikan kondisi siswa, selalu melakukan inovasi pembelajaran agar siswa tidak merasa bosan tidak kesulitan dalam memahami materi Tamyiz dan aktif selama pembelajaran berlangsung.

3. Bagi peneliti selanjutnya disarankan agar meneliti lebih lanjut secara mendalam tentang metode Tamyiz untuk menjadikan metode Tamyiz sebagai bahan pertimbangan agar diterapkan di Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah lain.

DAFTAR PUSTAKA Abaza. 2011. Kawkaban. Jakarta:Tamyiz publising.

Abaza. 2011. TAMYIZ. Jakarta:Tamyiz publising.

Abu Razin & Ummu Razin. 2015. Ilmu Nahwu Untuk Pemula. Ebook: Tim BISA.

Achmad, Faisol. 1988. Ilmu Nahwu. Surabaya: Bintang Terang 99.

Anshori. 2013. Ulumul Quran: Kaidah-Kaidah Memahami Firman Tuhan.

Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Anwar,Moch. 2013. Ilmu Sharaf. Bandung: Sinar Baru Algesindo.

Arikunto, Suharsimi. 2014. Prosedur Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D.

Bandung: Alfabeta.

Bahri, Saiful. 2010. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Basrowi & Suwandi. 2008. Memahami Penelitian Kualitatif. Jakarta: Rineka Cipta.

Danim, Sudarwan. 2002. Menjadi Peneliti Kualitatif. Bandung: Pustaka Setia.

El-Qurtuby, Usman. 2012. Al-Qur’anulkarim Terjemah & Tafsir Muslimah.

Bandung: Cordoba

Haris, Abdul. Teori Dasar Nahwu & Sharaf. Jember: Pustaka el bied.

Moleong, Lexy J. 2004. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Muhsin, Syaikh. 1990. Matan Al Jumuriyah. Malang: Bulungan.

Mundir. 2013. Metode Penelitian Kualitatif & Kuantitatif. Jember: STAIN Press.

Mu’minin, Iman S. 2008. Kamus Ilmu Nahwu dan Sharaf. Jakarta: Amzah.

Sahlan, Moh. 2013. Evaluasi Pembelajaran. Jember: STAIN Press.

Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: PT Alfabeta.

Susanto, Ahmad. 2013. Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar.

Jakarta: Prenada Media Group.

Tim Penyusun. 2015. Pedoman Karya Tulis Ilmiah. Jember: STAIN Press.

Zen, Muhaimin. 2013. Al-Quran 100% Asli. Jakarta: Nur Al-Huda.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 103 Tahun 2014 Tentang Pembelajaran pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan

Sekretariat Negara RI. UU Sisdiknas nomor 20 tahun 2003 pasal 1 ayat 1.

https://yrsholihin.wordpress.com http://kbbi.web.id

http://ponpesbayttamyiz.blogspot.co.id http://www.kumpulandefinisi.com

Abu Razin & Ummu Razin. 2015. Ilmu Nahwu Untuk Pemula. Ebook: Tim BISA.

Achmad, Faisol. 1988. Ilmu Nahwu. Surabaya: Bintang Terang 99.

Anshori. 2013. Ulumul Quran: Kaidah-Kaidah Memahami Firman Tuhan.

Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Anwar,Moch. 2013. Ilmu Sharaf. Bandung: Sinar Baru Algesindo.

Arikunto, Suharsimi. 2014. Prosedur Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D.

Bandung: Alfabeta.

Bahri, Saiful. 2010. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Basrowi & Suwandi. 2008. Memahami Penelitian Kualitatif. Jakarta: Rineka Cipta.

Danim, Sudarwan. 2002. Menjadi Peneliti Kualitatif. Bandung: Pustaka Setia.

El-Qurtuby, Usman. 2012. Al-Qur’anulkarim Terjemah & Tafsir Muslimah.

Bandung: Cordoba

Haris, Abdul. Teori Dasar Nahwu & Sharaf. Jember: Pustaka el bied.

Moleong, Lexy J. 2004. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Muhsin, Syaikh. 1990. Matan Al Jumuriyah. Malang: Bulungan.

Mundir. 2013. Metode Penelitian Kualitatif & Kuantitatif. Jember: STAIN Press.

Mu’minin, Iman S. 2008. Kamus Ilmu Nahwu dan Sharaf. Jakarta: Amzah.

Sahlan, Moh. 2013. Evaluasi Pembelajaran. Jember: STAIN Press.

Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: PT Alfabeta.

Susanto, Ahmad. 2013. Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar.

Jakarta: Prenada Media Group.

Tim Penyusun. 2015. Pedoman Karya Tulis Ilmiah. Jember: STAIN Press.

Zen, Muhaimin. 2013. Al-Quran 100% Asli. Jakarta: Nur Al-Huda.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 103 Tahun 2014 Tentang Pembelajaran pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan

Sekretariat Negara RI. UU Sisdiknas nomor 20 tahun 2003 pasal 1 ayat 1.

https://yrsholihin.wordpress.com http://kbbi.web.id

http://ponpesbayttamyiz.blogspot.co.id http://www.kumpulandefinisi.com

Metode Tamyiz Dalam Meningkat-kan

Keterampilan Menterjemah Al-Qur’an Siswa Sekolah Dasar Plus Al-Ishlah Kecamatan Grujugan Kabupaten Bondowoso Tahun Pelajaran 2016/2017

tamyiz 1 Tamyiz Tamyiz

 Silabus Tamyiz

Siswa kelas IV Sekolah Dasar Plus Al-Ishlah Grujugan Bondowoso Tahun Pelajaran 2016/2017 2. Informan : a. Kepala

sekolah b. Guru tamyiz c. Siswa kelas

IV

3. Bahan rujukan : Literatur yang digunakan

penelitian menggunakan kualitatif deskriptif 2. Teknik

pengumpulan data:

a. Observasi b. Wawancara c. Dokumentasi 3. Metode analisis

data:

a. Reduksi data b. Penyajian data c. Verifikasi data 4. Keabsahan data:

Triangulasi teknik dan triangulasi sumber

perencanaan metode Tamyiz Sekolah Dasar Plus Al-Ishlah Kecamatan Grujugan Kabupaten Bondowoso Tahun Pelajaran 2016/2017?

2. Bagaimana proses

pembelajaran metode Tamyiz Sekolah Dasar Plus Al-Ishlah Kecamatan Grujugan Kabupaten Bondowoso Tahun Pelajaran 2016/2017?

3. Bagaimana evaluasi metode Tamyiz Sekolah Dasar Plus Al-Ishlah

Kecamatan Grujugan 2) Proses

pembelajaran Tamyiz

 Siswa belajar dengan prinsip LADUNI (ilate kudu muni)

 Menggunakan lagu-lagu untuk menghafal materi

 Penanaman

konsep materi oleh guru

3) Evaluasi Tamyiz

 Evaluasi harian

 UTS Tamyiz

 UAS Tamyiz 2. Keterampilan

menterjemah Al-qur’an

4) Keterampilan menterjemah Al-qur’an QS Al-Baqarah ayat 2-286

 Mencari kosakata pada kamus kawkaban

 Menterjemah lafdziyah/perkata

1. Proses perencanaan metode Tamyiz kelas IV Sekolah Dasar Plus Al-Ishlah Bondowoso

2. Proses pembelajaran metode Tamyiz kelas IV Sekolah Dasar Plus Al-Ishlah Bondowoso

3. Proses evaluasi metode Tamyiz kelas IV Sekolah Dasar Plus Al-Ishlah Bondowoso

B. Pedoman Wawancara

1. Wawancara dengan Kepala Sekolah

a. Mengapa SD Plus Al-Ishlah menerapkan metode Tamyiz?

b. Bagaimana proses pembelajaran metode Tamyiz di SD Plus Al-Ishlah?

c. Apa saja faktor-faktor penting yang menjadi perhatian untuk siswa dalam belajar metode Tamyiz di SD Plus Al-Ishlah?

d. Sudah berapa lama metode Tamyiz diterapkan di SD Plus Al-Ishlah?

e. Apakah metode Tamyiz dapat berhasil meningkatkan keterampilan menterjemah al-Qur’an di SD Plus Al-Ishlah?

f. Apakah kedepannya metode Tamyiz akan dipertahankan dan dikembangkan atau ada inovasi metode lain yang akan ibu terapkan untuk meningkatkan keterampilan menterjemah al-Qur’an?

lainnya?

b. Bagaimana kondisi dan perasaan siswa saat belajar metode Tamyiz?

c. Bagaimana bapak/ibu dalam merancang RPP metode Tamyiz?

d. Adakah langkah-langkah khusus atau strategi pembelajaran yang bapak/ibu terapkan dalam mengajar metode Tamyiz?

e. Apa saja kesulitan bapak/ibu dalam mengajar metode Tamyiz?

f. Bagaimana rata-rata kemampuan siswa dalam menerima materi dari pelajaran Tamyiz?

g. Apakah siswa pernah mengeluh saat pembelajaran Tamyiz berlangsung?

h. Bagaimana proses evaluasi metode Tamyiz?

i. Apakah keterampilan menterjemah siswa dapat meningkat dengan metode Tamyiz?

3. Wawancara dengan Siswa

a. Apakah kamu menyukai pelajaran Tamyiz?

b. Apa yang kamu sukai dari pelajaran Tamyiz?

c. Apa yang tidak kamu sukai dari pelajaran Tamyiz?

d. Apakah kamu dapat dengan mudah memahami materi Tamyiz? Apa alasannya?

e. Apa saja tugas dan ujian Tamyiz yang diberikan oleh gurumu?

Mengapa?

Pembelajaran Tamyiz kelas IV kelompok putri

Siswa menyimak temannya yang sedang diuji secara lisan

Pembelajaran Tamyiz kelas IV kelompok putra

Dokumen terkait