• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS

C. Pembahasan Temuan

dimasakini banyak wanita yang berlomba-lomba menggunakan hijab hannya karna ingin kelihatan modis.75 .

Dari beberapa dari beberapa pendapat tersebut dapat dianalisis bahwa terjadinya Aktualisasi hijab gaul dikarenakan perubahan zaman yang semakin moderen dan teknologi yang semakin berkembang pesat, khusunya masyarakat dan mahasiswi. Mereka termotivasi oleh public figur, karena banyak stayle hijab yang semakin menarik, ingin tampil cantik dan modis.sehingga banyak wanita muslimah berlomba-lomba memakai hijab, dan ada juga faktor penyebab yang lain seperti minimnya pengetahuan mereka terhadap jilbab, dan minimnya pengetahuan terhadap Nilai-Nilai Islam.memang jilbab gaul selalu dianggap lebih baik , dari pada tidak menutup aurta sama sekali atau juga dianggap proses belajar menutup aurat ,sekilas pernyataan tersebut tampak benar tetapi sejatinya sungguh keliru, karena setiap muslim diharuskan untuk menjalani perintah syariat secara total.

Berdasarkan paparan data dari observasi, wawancara, dan dokumentasi dapat diketahui bahwa hijab syar’i yaitu hijab yang sesuai dengan syari’at Islam, dengan memaki hijab syar’i terhindar dari kejahatan lawan jenis dan perbuatan tercela, lebih nyaman,terjaga, mendapatkan kemulian di dunia dan akhirat dengan berhijab manusia akan memuliakan dengan tindakan yang sopan tidak kurang ajar, mendapatkan ketenangan hati karena dengan memakai hijab hati merasa lebih dekat dengan Allah, dan mendidik untuk berperilaku baik.

a. Aktualisasi hijab syar’i dan relevansinya dengan nilai akidah

Aspek yang hubungannya dengan masalah-masalah muslimah keimanan dan dasar-dasar agama sebagai indentitas seorang muslim dalam menjalankan perintah Allah memakai hijab sesuai dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan dalam agama Islam contohnya hijab syar’i yaitu hijab yang menutupi kepala wanita dan menjulur hingga ke leher serta menutup dada. dengan menggunakan hijab yang benar sesuai sayri’at dan akidah membuwat muslimah yang memakainya mendapat kemulian di dunia dan akhirat, manusia akan memuliakan dengan tindakan yang sopan tidak kurang ajar,mendapatkan ketenangan hati dan merasa lebih dekat dengan Allah, terhindar dari pelecehan, mendidik untuk berperilau baik karena dengan menggunakan hijab tidak semata menutup aurat melainkan juga untuk menjaga pandangan seorang muslimah agar tetap berperilaku baik sesuai kaidah Islam.

b. Aktualisasi hijab syar’i dan relevansinya dengan nilai pendidikan syari’ah

Jalan hidup yang ditentukan oleh Allah sebagai panduan dalam menjalankan kehidupan di dunia dan di akhirat, Islam juga mengatur mengenai bagaimana ketentuan memakai hijab syar’i yang benar dan sesuai dalam hukum yang berlaku dalam al-Qur’an dan hadist, karena sesungguhnya hijab adalah aturan yang ditetapkan oleh Allah SWT perintahnya mencakup semua yang mengaku dirinya muslimah. Yaitu kewajiban.

c. Aktualisasi hijab gaul dan relevansinya dengan nilai akhlak

Yaitu sesuatu yang tertanam dalam diri manusia tentunya seorang muslimah yang baik berhijab adalah kewajiban , karna hijab tidak semata menutupi aurat melainkan untuk menjaga pandangan seorang muslimah agar berprilaku baik sesuai dengan kaidah agama Islam , pandangan disini adalah bagaimana wanita itu bisa menjaga akhlaknya dengan berhijab mendidik kita agar berprilaku baik dan melatih kesabaran dalam ketaatan

Temuan tersebut kemudian didialogkan dengan teori yang dikembangkan oleh Oki Setiana dewi sebagai berikut:

“Fungsi hijab adalah melindungi diri kita,membantu memelihara mata laki-laki diluar sana untuk menahan pandangannya. 76kurang dari 8 kriteria hijab syar,i yang harus dikuti oleh setia muslimah. 1) Menutup dan Melindungi Seluruh Tubuh, selain yang di kecualikan. 2) Longgar dan tidak Tipis (Kainnya Tebal ). 3) Tidak Memakai Parfum (Minyak Wangi) 4) tidak menyerupai pakaian

76 Oki Setiana Dewi. Hijab I’m in Love (Jakarta :Mizania, 2013), 31.

Laki-Laki. 5) Tidak untuk popularitas 6) Tidak mengundang syahwat.”77

Berdasarkan hasil temuan yang telah di dialogkan oleh teori-teori tersebut dapat disimpulkan bahwa Aktualisasi hijab syar’i yaitu pakaian terusan dengan jilbab panjang yang tidak menonjolkan bagian tubuh wanita. dengan syari’at Islam yang terkait dengan gambaran pakaian wanita muslimah,gambaran hidup Islami, dan gambaran akhlak mulia serta melihat wanita muslimah yang memakai hijab syar’i juga sudah sesuai dengan penggunaan hijab yang sesuai dengan syari’at Islam yang ditetapkan oleh Allah untuk hambanya, seorang wanita untuk dijaga dan dipelihara dengan sesuatuh yang tidak sama dengan laki-laki. Wanita dikhususkan dengan perintah untuk berhijab ( menutup diri dari laki-laki yang bukan mahramnya)

Temuan tersebut juga didialogkan dengan teori yang dikembangkan oleh Oky E. Noorsari sebagai berikut:

Hijab adalah kain yang menutup kepala, leher, hingga kedada wanita. cara berpakian wanita secara syar’i dibawah ini yaitu : 1) harusnya hijab itu menutup seluruh kepala wanita dan menjulur hingga keleher serta menutup bagian dada. 2) tidak transparan jika hijab diartikan sebagai penghalang atau penutup aurat maka kita harus memilih hijab yang tidak transparanjika tidak bisa berfungsi sebagai penutup atau penghalang namanya bukan hijab.

2) tidak ada tambhan sanggul. 3) bukan untuk berhias. Tujuan utama memakai hijab adalah untuk menutup aurat atau perhiasan, jadi hijab yang kita pakai tidak perlu diperindah sehingga menarik perhatian kaum laki-laki. 3) tidak memakai hijab poni78

78 Oky E. Noorsari, Ya Allah aku Pengin Berhijab ( yogyakarta: 2018), 100

Berdasarkan hasil temuan yang telah di dialogkan oleh teori-teori tersebut dapat disimpulkan bahwa Aktualisasi hijab syar’i yaitu pakaian yang menutup kepala leher hingga dada wanita sesuai dengan pakaian-pakian wanita pada zaman Rasulaallah ternyata perintah ini turun setelah diwajibkan menutupi aurat jadi pakaian wanita-wanita terdahulu sudah menutup seluruh badan kecuali kepala mereka dan sesuai al-Quran dan hadis dan hijab

2. Aktualisasi hijab gaul dan relevansinya dengan nilai-nilai akidah akhlak dan syariah.

Berdasarkan paparan data dari observasi, wawancara, dan dokumentasi dapat diketahui bahwa hijab gaul yaitu hijab yang hanya mengikuti popularitas tren fashionableperkembangan zaman tanpa melihat syari’at Islam salah satunya yaitu ingin tampil modis dan lebih up to date mengenai fashion, semakin kreatif dalam memadupadankan busana,salah satunya hijab yang dikenakan ke kampus dengan model hijab paris, pasmina, turki, dan berbagai motif

a. Aktualisasi hijab gaul dan relevansinya dengan nilai akidah

yaitu sebagai salah satu indentitas seorang muslimah hijab juga sebagai kewajiban dan tanda takwa kita kepada Allah SWT.

Akan tetapi banyak muslimah memakai hijab tidak sesuai dengan akidah dan syari’at Islam, memakai hijab tetapi masih mempertontonkan lekuk tubuh, memakai celana jens ketat, dan pakian yang salah bergerak sedikit bagian tubuh bisa kelihatan, minimnya

hijab yang dikenakan sering kali malah membuwat rambutnya yang panjang menjuntai keluar, berhijab tapi lengan bajunya ¾

b. Aktualisasi hijab gaul dan relevansinya dengan nilai syari’ah

jalanhidup yang ditentukan oleh Allah bagi seorang muslimah yang memahami benar ketentuan jilbab sesuai dengan perintah al-Qur’an dan hadist, akan tetapi banyak wanita muslimah yang berhijab gaul tidak sesuai dengan syari’at Islam dan hanya sebagai bentuk penyaluran slera pribadi semeta, makstunya ingin mengenakan simbol Islam tetapi juga tidak mau meningalkan model yang sedang buming saat ini. Mereka berhjab hanya karena ikut-ikutan tren fashion yang berkembang dimasyarakat saat ini, hanya mementingkan popularitas c. Aktualisasi hijab gaul dan relevansinya dengan nilai akhlak

yaitu sesuatu yang tertanam dalam diri manusia tentunya seorang muslimah yang baik berhijab adalah kewajiban , karna hijab tidak semata menutupi aurat melainkan untuk menjaga pandangan seorang muslimah agar berprilaku baik sesuai dengan kaidah agama Islam , pandangan disini adalah bagaimana wanita itu bisa menjaga akhlaknya dengan berhijab mendidik kita agar berprilaku baik dan melatih kesabaran dalam ketaatan .

Temuan-temuan tersebut kemudian didialogkan dengan teori yang dikemukakn oleh Agus Ariwibowo dan fidayani sebagai berikut:

“Hijab gaul adalah penggunaan hijab yang sering dipakai kebanyakank muslimah saat ini. Ada yang hijabnya warna-warni sangat mencolok, ada juga yang memakai hijab dengan banyak sekali atributnya, ada juga yang diputar-putar seperti

kembang gula, ada juga yang dibuat menonjol seperti punduk unta. Yang menyedihkan lagi,ternyata akhir-akhir ini muncul Aktualisasi jilboobs, yaitu di mana seseorang wanita memakai hijab namun baju dan celananya ketat membentu lekuk tubuh.

79

Berdasarkan hasil temuan yang telah di dialogkan oleh teori-teori tersebut dapat disimpulkan bahwa Aktualisasi hijab gaul sesuai dengan apa yang ada dilapangan mereka menggunakan hijab hanya karenamengedepankan popularitas dan fashion yang berkembang dimasyarakat tanpa mementingka syari’at Islam mereka yang menggunak hijab hannya karena ingin tampil modis, tampil cantik dan tidak ketinggalan zaman.

Pada dasarnya hijab berfungsi untuk menutup aurat wanita agar terhindar dari maksiat, akan tetapi banyak wanita yang berhijab dengan ketentuan yang mereka buat sendiri.

Temuan tersebut juga didialogkan dengan teori yang dikembangkan oleh Ahmad Alawiy sebagai berikut:

Islam mengidentikkan hijab bagi wanita sebagai pelindung dari berbagai bahaya yang muncul dari laki-laki. Sebaliknya, orang-orang barat mengindentikkan pakaian itu sebagai model atau trend yang justru merangsang pihak laki-laki sehingga mereka bisa menikmati keindahan tubuhnya lewat model pakaian yang mereka kenakakan. Wanita barat berprinsip “ keindahan tubuh adalah anugrah, kenapa harus ditutup-tutupi?”

Jika kedua pandangan ini di gabungkan jelas sanga kontras dan tidak akan pernah ada kesesuaian. Maka jika ditelusuri lebih jauh , munculya hijab gaul ini sebagai akibat ilfitrasi atau perembesan budaya pakaian barat terhadap generasi muda Islam, namun yang menjadi tanda-tanda besar mengapa hal ini bisa terjadi? Ada beberapa faktor yang menjadi penyebabnya:

1) maraknya tayangan televisi atau bacaan yang terlalu

79 Agus Ariwibowo & Fidayani, Makin Syar’i Makin cantik (Jakarta: 2015), 59.

berakiblat kemodel barat. Faktor ini paling dominan. Betapa tidak, semenjak menjamurnya televisi dengan persaingan merebut pemirsa, dibukanya kran kebebasan pres, berbagai tabloit yang menggumbar buka-bukaan ala barat tak dapat terkontrol menyebabkan munculnya peniruan dikalangn generasi muda Islam. Akibatnya uncullah gaya berhijab yang sesungguhnya telanjang. 2) minimnya pengetahuan terhadap nilai-nilai Islam. Muslimah yang paham agama Islam akan merasa ilmu kita kurang maka tugas kita yaitu menyegerakan untuk mencari guru dan belajar agaman secara menyeluruh atau paling tidsk ikut mnghadiri kajian-kajian Islam kalau hanya mengandalkan pelajaran agama disekolah yang hannya dua jam seminggu itu, kalian tidak akan mndapatkan nilai-nilai yang luar biasa dalam agama yang mulia ini. 3) kegagalan fungsi keleurga munculnya Aktualisasi hijabgaul ini secara tidak langsung menggambarakan kegagalan fungsi keluarga sebagai kontrol terhadap gerak dan lamhkah-langkah anak muda. 4) peran para peracang busana yang tidak memahami dengan benar prinsip pakaian Islam. Sebagai mana kita memaklumi, gairah generasi muslimah saat ini dalam menekuni islam sangat cukup segnifikan untuk merespon kebutuhan pasar yang sangat tinggi. 5) banyak muslimah yang mrnjadikan artis sebagia role model. Kita harus tau batasan-batasan yang harus kita contoh dari mereka, Islam sudah menyediakan solusi untuk kita muslimah-muslimah zaman rasulallah telah memberi contoh untuk kita bagaimana berhijab secara baik mereka adalah teladan sepanjang massa.80 Berdasarkan hasil temuan yang telah di dialogkan oleh teori-teori tersebut dapat disimpulkan bahwa Aktualisasi hijab gaul sesuai dengan apa yang ada dilapangan mereka menggunakan hijab disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu karena minimnya pengetahuan agama, banyaknya role model yang berhijab untuk dijadikan ispirasi gaya berhijab , tayangan televisi youtube, mereka hanya ingin mengedepankan popularitas dan fashion yang berkembang dimasyarakat tanpa mementingka syari’at Islam mereka yang

80 Ahmad Alawiy, Cantik Krena Allah ( Wonosari yogjyakarta), hal, 106

menggunak hijab hanya karena ingin tampil modis, tampil cantik dan tidak ketinggalan zaman. Berhijab adalah menutup aurat dengan sesungguh-sungguhnya, maka marilah kita perbaiki niat hijab kita sesuaikan dengan syari’at Islam. Jaga berhijab hanya untuk berpenampilan saja. Akan tetapi Aktualisasi hijabers gaul dan relevansinya dengan nilai pendidikan Islam kurang sesuai karena mereka menggunakan hijab bukan karena mengikuti syari’at Islam akan tetapi mereka menggunakan hijab gaul hanya untuk mengedepankan tren dan fashion saja agar tidak ketinggalan jaman, dikatakan tidak memenuhi syari’at karena pakaian yang mereka gunakan tujuannya hannya ingin tampil gaul dan modis dengan memakai hijab pasmina dan dililit, kerudung yang dipakai tidak menutup dada, memakai baju yang sedikit ketat dengan panjang lengan baju ¾ kadang baju dimasukan kedalam sehingga lekuk tubuh kelihatan dan dipadupadankan dengan celana kulot, jeans, rok sepan

Tabel 4.2 Hasil Temuan

Fokus Penelitian Hasil Temuan

1 2

1. Aktualisasi hijabers syar’i dan relevansinya dengan nilai-nilai akidah, akhlak, dan syariah

1. Penggunaan hijab syar’i sudah sesuai dengan syari’at agama Islam dan di ikuti oleh perilaku syari’at agamakarena berpakain dalam Islam yang sudah dijelaskan dalam al-Qur,an ialah pakaian yang dipakai harus menutupi aurat , serta pakian tersebut juga akan menjadi sengatan panas dan dingin dan pakian yang dipakainitu menjadi tanda atau

indentitas wanita muslimah.

2. Sudah sesuai dengan syarat-syarat penggunaan hijab dalam Islam yaitumenutupi seluruh tubuh kecuali bagian yang dikecualikan, bukan untuk berhis,bahannya tebal tidak transparan, dan tidak menampilkan lekuk tubuh, tidak diteburi wangiwangian atau parfum, tidak menyerupai pakain laki-laki dan wanita kafir, bukan pakian yang mengandung sensasi di masyarakat ( pakaian ayuhrah)

2. Aktualisasi hijabers gaul dan relevansinya dengan nilai-nilai akidah, akhlak, dan syariah

1. Pemaikain hijab gaul yang ada di FKIP Universitas Jember disebebkan karena perkembangan teknologi, seperti internet, media sosial, televisi,adanya komunitas hijab dan model-model hijab, sehingga banyak wanita yang berhijab berlomba-lomba memaki hijab hanya karena ikut-ikutan dan ingin tampil modis fashinable,up to date, cantik dari perkembangan gaya hidup tersebut membuwat mahasisiwi semakin kreatif dalam memadupadanka busana,salah satunya yaitu jilbab yang digunakan saat kekampus, keanekaragaman model dan motif jilbab yang dipakai seperti model jilbab paris yang dipadupadankan dengan baju siter dan celana kulot, memkai krudung pasmin yang dililit dan benyak asesoris, hijab turki humairah, dan jilbab sakinah jadi data yang diperoleh oleh peneliti sesuai denga apa yang ada di FKIP Universitas Jember mereka memakai hijab karena media informasi yang memudahka mereka mendapatka informasi tampa mematuhi syar’iat-syari’at Islam yang sudah dijelaskan dalm al-Quran dan sunnah

1. Aktualisasi Hijab Syar’i Dan Relevansiya Dengan Nilai-Nilai Akidah, Akhlak, Dan Syariah Bagi Mahasiswi FKIP Universitas Jember.

Setelah peneliti melakukan Observasi dan wawancara mengenai Aktualisasi Hijab Syar’i dan Relevansinya dengan nilai-nilai Pendidikan Agama Islam Bagi Mahasiswi FKIP Universitas Jember.

Bahwasanya mahasiswi-mahasisiwi di FKIP Universitas jember perguruan tinggi umum tidak diwajibkan menggunakan hijab. Akan tetapi mereka menggunakan hijab syar’i karena sebagian dari mereka sudah memahami mengenai hijab syar,i dan ketentuan berhijab bagi seorang muslimah yang sesuai dengan syariat Islam ada juga yang mengatakan bahwa dengan memakai hijab syar’i itu lebih simpel tidak ribetseperti hijab yang tren dimasa sekarang, ada juga yang mengatakan dengan berhijab syar’i lebih membatasi pergaulan dengan lawan jenis. Aktualisasi hijab syar’i yang ada di Universitas Jember disebabkan karena 2 faktor.

Faktor internalnya dan faktor eksternalnya faktor internalnya antara lain :kesadaran diri (mendapat hidayah), perintah Allah, menjaga hawa nafsu dan lebih aman dan nyaman. Sedangkan faktor eksternalnya karena sudah terbiasa dan terlindungi dari sinar matahari

Temuan-Temuan tersebut kemudian didialogkan dengan teori yang dikembangkan oleh Oki Setiana Dewi sebagai berikut:

“Fungsi hijab adalah melindungi diri kita,membantu memelihara mata laki-laki diluar sana untuk menahan pandangannya. 81kurang

81 Oki Setiana Dewi. Hijab I’m in Love (Jakarta :Mizania, 2013), 31.

dari 8 kriteria hijab syar,i yang harus dikuti oleh setia muslimah. 1) Menutup dan Melindungi Seluruh Tubuh, selain yang di kecualikan. 2) Longgar dan tidak Tipis (Kainnya Tebal ). 3) Tidak Memakai Parfum (Minyak Wangi) 4) tidak menyerupai pakaian Laki-Laki. 5) Tidak untuk popularitas 6) Tidak mengundang syahwat.”

Tahap selanjutnya Setelah Temuan-temuan tersebut di analisis dengan teori yang dikembangkan oleh Oki Setiana Dewi, maka dapat disimpulkan bahwa. hijab syar’i adalah hijab yang lebih menjaga aurat lebih tertutup sempurna yang longgar menutupi seluruh tubuh sesuai dengan al-Qur’an dan Hadist karena dalamIslam mewajibkan seorang wanita untuk dijaga dan dipelihara dengan sesuatu yang tidak sama dengan kaum laki-laki. Wanita dikhususkan dengan perintah untuk berhijab (menutup diri dari laki-laki yang bukan mahram). Islam adalah ajaran yang sangat sempurna, sampai-sampai cara berpakaian pun dibimbing oleh Allah Dzat yang paling mengetahui apa yang terbaik bagi diri kita.

2. Aktualisasi Hijab Gaul dan Relevansinya dengan Nilai-Nilai Akidah Akhlak Dan Syariah bagi Mahasiswi FKIP di Universitas Jember.

hijab gaul yang berkembang di kalangan mahasiswi disebabkan oleh perkembangan teknologi seperti internet, media sosial, telelvisi, dan adanya komunitas hijabers, sehingga mahasisiwi tertarik untuk lebih mengikuti tren di zaman sekarang , mereka memakai jilab gaul karena ingin kelihatan tampil modis, Hijab gaul adalah Aktualisasi yang terjadi dimasyarakat khusunya para kaum remaja putri dan muslimah lainnya khusunya di FKIP Universitas Jember yang mana disana tidak ada

peraturan menggunakan hijab jadi para mahasisiwi bebas. menggunakan jilbab atau tidak dan memakai jilbab model apapun tidak masalah dan tidak ada ketentuan untuk berjilbab.

Temuan-temuan tersebut kemudian didiskusikan dengan teori yang dikemukakn oleh Agus Ariwibowo dan fidayani sebagai berikut:

“Hijab gaul adalah penggunaan hijab yang sering dipakai kebanyakank muslimah saat ini. Ada yang hijabnya warna-warni sangat mencolok, ada juga yang memakai hijab dengan banyak sekali atributnya, ada juga yang diputar-putar seperti kembang gula, ada juga yang dibuat menonjol seperti punduk unta. Yang menyedihkan lagi,ternyata akhir-akhir ini muncul Aktualisasi jilboobs, yaitu di mana seseorang wanita memakai hijab namun baju dan celananya ketat membentu lekuk tubuh. 82

Tahap selanjutnya Setelah Temuan-temuan tersebut di analisis denga teori yang dikemukakan oleh Agus Ariwibowo dan fidayani maka dapat disimpulkan bahwaAktualisasi hijab gaul disebebakan karena adanya teknologi yang semakin canggih, sehingga banyak wanita yang belum berhijab, menggunakan hijab karena tertarik ingin meniru tren public figure. Pada dasarnya hijab berfungsi untuk menutup aurat wanita agar terhindar dari maksiat, akan tetapi banyak wanitayang berhijab dengan ketentuan yang mereka buat sendiri tampa memperhatikan tuntutan syariat, dengan alasana modis, tampil cantik dan tidak ketinggalan zaman.

82 Agus Ariwibowo & Fidayani, Makin Syar’i Makin cantik (Jakarta: 2015), 59.

A.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil Analisis data dikemukakan sebagai berikut:

Penelitian yang dilakukan di Universitas Negeri Jember tentang Aktualisasi Hijabers dan Relevansinya dengan Nilai-nilai akidah akhlak dan syariah bagi mahasiswi fakultas keguruan dan ilmu pendidikan maka peneliti dapat menarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Aktualisasi Hijab Syar’i dan Relevansinya Dengan Nilai-Nilai Akidah, Akhlak, dan Syariah Islam Bagi Mahasiswi FKIP Universitas Jember.

Berhijab syar’i bukan hanya untuk mengejar modernisasi zaman.

Akan tetapi berhijab syar’i yaitu menutup seluruh badan kecuali yang diperbolehkan untuk di tampakkan, dan bukan berfungsi sebagai perhiasan.

Akan tetapi bagaimana bisa berpenampilan hanya untuk meraih ridhonya Allah SWT. Berpenampilan yang bisa menjaga diri sendiri dan juga bisa sebagai indentitas diri.

2. Aktualisasi Hijab Gaul dan Relevansinya dengan Niai-Nilai Akidah, Akhlak, dan Syariah bagi Mahasiswi FKIP di Universitas Jember

Banyaknya komunitas hijab moderen adalah bukti penggunaan hijab moderen yang berkembang pesat di maysrakat yang kini dijadikan tren center untuk berpenampilan. Hal ini sebagai bentuk feminisme adopsi dari budaya barat yang tidak sesuai dengan nilai-nilai pendidikan Islam.

B. SARAN- SARAN

Setelah dilakukan penelitian yang akhirnya dituangkan dalam bentuk skripsi, maka diakhir penulisan ini kami sebagai penulis ingin memeberikan beberapa saran sebagai berikut

1. Bagi Mahasisiwi

Berdasarkan hasil temuan yang peniliti peroleh dilapangan.

Bahwasanya mahasiswi FKIP Universitas jember sebagian sudah berhijab sesuai dengan syariat dan sebagian ada juga yang tidak berhijab. Maka peneliti menyarankan agar mahasiswi FKIP Universitas Jember bisa memberi contoh yang baik. lebih memahami syariat Islam. Supaya tidak asal-asalan mengikuti trend fashion, tetapi harus dilihat apakah sesuai dengan syari’at Islam apa belum.

2. Bagi Peneliti selanjutnya

Diharapkan bisa menjadi sumber data atau refrensi bagi peneiliti selanjutnya dan diharapkan bisa menambah manfaat bagi pembaca maupun peneliti selanjutnya

Ali, Muhammad Daud. 2011. Pendidikan Agama Islam. Jakarta:Raja Grafindo Persada.Amin,.

Alawiy, Ahmad. 2018CantikKrena Allah.Wonosariyogjyakarta

Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek.

Jakarta: Baca Pustaka.

Badudu, J.S. dan Muhammad Zain, Sutan. 1994. Kamus Umum Bahasa Indonesia.

Jakarta : Pustaka Sinar Harapan.

Chabib, M. Thaha. 1996. Kapita Selekta Pendidikan Islam. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Djam’an Satiri dan Aan Komariah. 2014. Metodologi Penelitian Kualitatif.

Bandung : Alfabeta.

Etta Mamang dan Sopiah. 2010. Metodologi Penelitian Pendekatan Praktis dalam Penelitian. Yogyakarta : CV Andi Offset.

Kementrian Agama RI. 2013. Al-Mumayyaz Al-QuranTerjemah Perkata. Bekasi:

Cipta Bagus Segara.

Khallaf, Abdul Wahab. 2002. Kaidah Kaidah Hukum Islam. Jakarta:PT Grafindo Persada

Margono, S. 2005. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Renika Cipta Moleong, Lexy J. 2007.Metodoligi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Muhaimin & Abdul Mujib. 1993. Pemikiran Pendidikan Islam (Kejian Filosofis

dan Kerangka Dasar Oprasional). Bandung : PT Trigenda Karya.

Muthahhari, Murtadha. 1994. Gaya Hidup Wanita Islam. Bandung : Mizan.

Nazir, Moh. 2011. Metode Penelitian. Bogor: Ghalia Indonesia.

Nasikhun. 2013. Nilai Akhlak dalam Lagu Maher Zain Album Thank You Allah dan Relevansinya. Yogyakarta : UIN Sunan Kalijaga.

Noorsari,Oky E. 2018Ya Allah akuPenginBerhijab. yogyakarta

Sahar Yasin, Abdul. 2015. Word Hijab Days PerisaiPanah-Panah Iblis dari Pena Beracun. Jombang : Amnada press.

Dokumen terkait