Pelatihan 222 Info Sen
C. Pembakaran Keramik
Tahap akhir dari proses membuat gerabah adalah pembakaran. Membakar benda yang terbuat dari tanah liat tidaklah mudah. Untuk melakukan kegiatan ini dibutuhkan teknik dan media yang tepat. Hal ini dilakukan pada keramik atau gerabah yang telah dibuat tidak mengalami keretakan atau bahkan pecah.
Pelajaran 3 Mengapresiasi Seni Kriya Gerabah 47 Gambar 3.10
Gerabah dijemur sebelum dibakar
Sumber: www.flickr.com
Pertama-tama benda gerabah yang telah selesai dibuat harus dikeringkan terlebih dahulu. Hal ini dilakukan agar kandungan air pada benda tersebut menguap dan kandungan airnya rata. Cara pengeringannya cukup sederhana yaitu cukup disimpan di atas rak terbuka dan diangin-anginkan. Setelah beberapa hari,
gerabah dijemur di terik matahari hingga
betul-betul kering (kering disini bersifat sementara karena kalau terkena air atau udara lembab maka tanah akan kembali
lembek). Setelah kering, barulah gerabah dibakar dengan cara langsung atau
menggunakan alat lain berupa tungku (oven/kiln).
Pada umumnya pembakaran keramik dikenal dengan istilah bakar biskuit
(untuk jenis keramik teraccota) atau bakar sederhana dan bakar glasir (untuk
keramik berglasir).
Berdasarkan suhu bakarnya gerabah/keramik digolongkan menjadi tiga macam, yaitu sebagai berikut.
1. Earthenware, yaitu jenis keramik yang memiliki suhu matang antara 900–1100 oC.
Jenis ini memiliki daya serap 10–5%.
2. Stoneware, yaitu keramik yang memiliki suhu matang sekitar 1200oC. Jenis ini
memiliki daya serap antara 2–5% dan memiliki kekerasan seperti halnya batu.
3. Porselen, yaitu keramik yang mamiliki suhu matang sekitar 1260oC dan
memiliki daya serap 0 hingga 1%. Bahan ini banyak digunakan untuk bahan industri bangunan mengingat kekerasan dan kestabilannya.
Gambar 3.11
Keramik earthenware, stoneware, dan porselen
Berikut ini macam-macam tungku pembakaran keramik menurut bahan bakarnya.
1. Tungku dengan bahan bakar listrik
Tungku ini menggunakan bahan bakar listrik. Panas yang dihasilkan oleh tungku ini bisa diatur disesuaikan dengan kebutuhan benda yang dibakar. 2. Tungku dengan bahan bakar minyak tanah
Pada tungku bahan bakar minyak tanah biasanya terdapat selang yang menghubungkan bagian pembakaran dengan minyak tanah. Tungku ini
biasanya digunakan untuk membakar keramik berjenis stoneware.
3. Tungku ladang dengan bahan bakar sekam, jerami, dan bambu
Tungku ini merupakan tungku tradisional yang selalu dipakai dalam pembuatan gerabah/keramik dengan mutu rendah dan dalam jumlah yang banyak. Tungku ini biasanya dibuat dengan menggali lubang terlebih dahulu, kemudian ditimbun dengan sekam, lalu dibakar. Hasil yang didapatkan kadang-kadang berwarna kehitaman/gosong. Tungku ini banyak dipergunakan dalam pembuatan kendi, genting bermutu rendah, dan batu-bata merah. 4. Tungku dengan bahan bakar gas
Tungku ini mirip dengan tungku listrik hanya bahan bakar yang digunakan menggunakan gas. Sumber panas dihasilkan dari tabung gas yang dialirkan pada logam penampang. Hasilnya sangat bagus dan tekanannya sangat tinggi. Tungku ini dapat dipakai untuk membuat gerabah/keramik mutu tinggi bahkan keramik glasir.
Gambar 3.12
Tungku untuk pembakaran keramik
Pelajaran 3 Mengapresiasi Seni Kriya Gerabah 49
Refleksi
Uji Kompetensi
Pelatihan 333
Carilah dari beberapa sumber tentang cara pembakaran gerabah yang terdapat di daerahmu. Tuliskan pendapatmu tentang cara pembakaran tersebut!
Buatlah kelompok yang terdiri atas 4 orang siswa. Diskusikan hal-hal berikut ini.
1. Apakah daerah tempat tinggalmu menghasilkan seni gerabah? 2. Apakah jenis gerabah yang dihasilkan?
3. Jelaskan cara pembuatannya!
4. Sejak kapan seni membuat gerabah tersebut ada di daerahmu? 5. Jelaskan cara menjaga hasil karya tersebut agar tetap terjaga?
Gerabah atau keramik merupakan hasil karya seni terapan yang banyak digunakan oleh masyarakat. Fungsi gerabah juga sangat beragam. Hal tersebut tentu sangat bermanfaat bagi masyarakat. Kamu harus turut menjaga agar kelestarian hasil karya seni terus terjaga. Caranya mudah, pelajari cara membuatnya dan praktikkan untuk membuat bentuk sederhana yang dapat digunakan untuk kebutuhanmu sehari-hari.
Rangkuman
• Gerabah ini terbuat dari tanah liat yang kemudian dibakar dengan suhu tertentu.
• Kerajinan gerabah di Indonesia telah dikenal sejak zaman Neolitikum (zaman prasejarah/zaman batu baru) sekitar 3000 – 1100 SM.
• Gerabah juga dikenal dengan istilah tembikar atau keramik.
• Gerabah yang dihasilkan oleh masyarakat Indonesia berupa barang pecah belah seperti tempayan, periuk, belanga, kendi, dan celengan. • Peralatan yang digunakan untuk membuat gerabah, antara lain pisau
cukil yang terbuat dari kayu/bambu, sundip yang terbuat dari kawat, butsir dengan tangkai kayu, tali pemotong, meja putaran (subang pelarik), kayu salab atau kayu rol penggilas, dan pisau.
• Teknik-teknik yang biasanya digunakan oleh pembuat gerabah atau
keramik antara lain teknik lempeng, teknik pijat, teknik pilin, teknik
putar, teknik cetak tekan, dan teknik tuang.
• Berdasarkan suhu bakarnya, gerabah/keramik digolongkan menjadi tiga
macam, yaitu earthenware, stoneware, dan porselen.
• Macam-macam tungku pembakaran keramik menurut bahan bakarnya adalah tungku dengan bahan bakar listrik, tungku dengan bahan bakar minyak tanah, tungku ladang dengan bahan bakar sekam, jerami, dan bambu, dan tungku dengan bahan bakar gas.
Pelajaran 3 Mengapresiasi Seni Kriya Gerabah 51
A. Berilah tanda silang (×) pada jawaban yang benar!
1. Hasil karya seni bahan tanah liat dengan bakaran rendah adalah .... a. gerabah
b. gelas c. keramik d. porselen
2. Daerah penghasil gerabah di Yogyakarta adalah .... a. Jatiwangi
b. Banjaran c. Plered d. Bantul
3. Membentuk atau membuat karya seni tiga dimensi dengan menggunakan media yang bersifat plastis disebut dengan ....
a. membutsir b. menganyam c. mengukir d. mematung
4. Teknik memijit tanah liat untuk menghasilkan bentuk benda dari bahan tanah
liat disebut .... a. pinching
b. coiling
c. pilin d. slabing
5. Seni hias/motif hias pada gerabah yang ditemukan pada zaman Neolitikum adalah motif ....
a. geometris b. pilin c. swastika d. meander
6. Berikut merupakan teknik yang digunakan dalam membuat motif hias pada
keramik, kecuali .... a. dicukil b. ditoreh c. ditempel d. dipotong
Pelatihan Pelajaran 3
7. Membuat benda keramik yang diawali dengan pembuatan lempengan tanah liat, kemudian dirol sampai dihasilkan lempengan tertentu. Teknik ini disebut ....
a. pinching b. coiling c. pilin d. slabing
8. Benda keramik yang menggunakan teknik putar akan menghasilkan bentuk .... a. abstrak
b. silindris c. naturalis d. kubistis
9. Dalam pembakaran keramik selalu menggunakan tungku. Tungku yang paling sederhana adalah ....
a. tungku ladang b. tungku listrik c. tungku gas
d. tungku minysk tanah
10. Supaya tanah liat sebelum digunakan memiliki kualitas yang baik biasanya ditambahkan dengan unsur lain, yaitu ....
a. pasir b. air c. kaolin d. batu
B. Kerjakan soal-soal berikut dengan baik dan benar!
1. Apakah yang kamu ketahui dengan benda gerabah/keramik!
2. Sebutkan jenis-jenis peralatan rumah tangga yang terbuat dari gerabah! 3. Sebutkan daerah penghasil gerabah/keramik di daerah Nusantara? 4. Apakah yang dimaksud dengan:
a. earthenware b. stoneware c. kaolin
5. Berikan pendapatmu tentang beragamnya bentuk gerabah yang terdapat di Indonseia!