PERMASALAHAN DAN ISU STRATEGIS
1. Pembangunan dan Pemeliharaan Infrastruktur Jalan
Salah satu komitmen utama Bupati Nganjuk dan Wakil Bupati Nganjuk terpilih adalah hendak mewujudkan infrastruktur dasar jalan dan jembatan yang mantap dan merata di wilayah Kabupaten Nganjuk. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan bahwa infrastruktur dasar yang berkualitas merupakan faktor daya saing daerah yang utama yang dapat mendukung aktivitas sosial dan ekonomi suatu daerah.
Komitmen membangun infrastruktur ini akan direalisasikan dengan kebijakan, program dan/atau kegiatan antara lain:
69
2. Membentuk Unit Reaksi Cepat Penambal Jalan (URCPJ) 3. Meningkatkan Kualitas (Mutu) Jalan
4. Normalisasi Saluran Irigasi Dan Melanjutkan Pembangunan Waduk
5. Penataan Kawasan Industri.
3.3 Telaahan Renstra Kementerian / Lembaga dan Renstra
Perangkat Daerah Provinsi Jawa Timur
Sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah yang terakhir diubah dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008, bahwa pemerintahan daerah menyelenggarakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangannya, kecuali urusan pemerintahan yang menjadi urusan Pemerintah. Dalam menyelenggarakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah, pemerintahan daerah menjalankan otonomi seluas-luasnya untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan.
Pembangunan Infrastruktur jalan dan jembatan skala kabupaten tidak terlepas dari kebijakan jangka menengah yang dilaksanakan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum. Demikian pula halnya dengan kebijakan pembangunan Infrastruktur jalan dan jembatan yang dilaksanakan harus memperhatikan pula sasaran prioritas yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah provinsi melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur sebagai bentuk sinergitas antara Pemerintah Pusat - Pemerintah Provinsi – Pemerintah Kabupaten. Prioritas Pembangunan, sasaran dan arahan pembangunan didalam Renstra Kementerian Pekerjaan Umum yang dapat dikaitkan dengan prioritas pembangunan jalan dan jembatan Kabupaten Nganjuk antara lain adalah sebagai berikut :
Prioritas Pembangunan : pengembangan jaringan infrastruktur
transportasi jalan bagi peningkatkan kelancaran mobilitas barang dan manusia serta aksesibilitas wilayah.
Sasaran Pokok : Tersusunnya jaringan infrastruktur perhubungan yang
andal dan terintegrasi satu sama lain.
Pembangunan transportasi diarahkan untuk mendukung kegiatan
ekonomi, sosial, dan budaya serta lingkungan dan dikembangkan melalui pendekatan pengembangan wilayah, serta membentuk struktur ruang dalam rangka mewujudkan sasaran pembangunan nasional. Untuk pelayanan transportasi di daerah perbatasan, terpencil, dan perdesaan dikembangkan sistem transportasi perintis yang berbasis masyarakat (community based) dan wilayah. Untuk mendukung daya saing dan efisiensi angkutan penumpang dan barang melalui pembangunan jalan bebas hambatan pada koridor-koridor strategis.
70
Sedangkan arah kebijakan pembangunan didalam Renstra Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur yang dapat dikaitkan dengan arah kebijakan pembangunan jalan dan jembatan Kabupaten Nganjuk antara lain adalah sebagai berikut :
1. Mengutamakan pemeliharaan rutin dan berkala prasarana jalan dan jembatan.
2. Meningkatkan daya dukung dan kapasitas jalan dan jembatan untuk mengantisipasi pertumbuhan lalulintas.
3. Mengharmonisasikan keterpaduan sistem jaringan jalan dengan kebijakan tata ruang wilayah nasional, provinsi, dan kabupaten/kota, dan meningkatkan keterpaduannya dengan sistem jaringan prasarana lainnya dalam konteks pelayanan intermoda dan Sistem Transportasi Nasional (Sistranas).
4. Meningkatkan dan mengembangkan koordinasi di antara pemerintah pusat dan pemerintah provinsi, serta kabupaten/kota untuk memperjelas hak dan kewajiban dalam penanganan prasarana jalan. 5. Menumbuhkan sikap profesionalisme dan kemandirian institusi dan
SDM bidang penyelenggaraan prasarana jalan.
6. Mendorong peran serta aktif masyarakat dan swasta dalam penyelenggaraan dan penyediaan prasarana jalan.
Faktor-faktor penghambat yang mempengaruhi pelayanan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Nganjuk ditinjau dari sasaran jangka menengah Kementerian Pekerjaan Umum dan arah kebijakan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur antara lain :
1. Masih terbatasnya jumlah alat pengukur kerataan perkerasan jalan (NAASRA) untuk memenuhi kebutuhan prasarana jalan sesuai standar keselamatan jalan dan berwawasan lingkungan.
2. Masih rendahnya kesadaran masyarakat pengguna maupun pemanfaat jalan dalam memanfaatkan prasarana jalan yang tersedia.
3. Masih rendahnya peran masyarakat dan dunia usaha dalam pembangunan serta operasi dan pemeliharaan prasarana jalan untuk meningkatkan rasa memiliki terhadap prasarana jalan yang ada.
4. Kurangnya keseimbangan pembangunan antarwilayah dan masih adanya kesenjangan antara kota dan desa.
5. Tingginya pertumbuhan prosentase kendaraan dibandingkan jalan yang ada.
6. Masih perlunya meningkatkan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan jalan;
7. Hambatan penyediaan tanah dan kekurangan alokasi dana.
Faktor-faktor pendorong yang mempengaruhi pelayanan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Nganjuk ditinjau dari
71
sasaran jangka menengah Kementerian Pekerjaan Umum dan arah kebijakan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur antara lain :
1. Memiliki legitimasi dalam menjalankan tugas dan fungsi melalui Peraturan Daerah Kabupaten Nganjuk Nomor 08 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten Nganjuk, dan Peraturan Bupati Nganjuk Nomor 16 Tahun 2009 tentang Rincian Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten Nganjuk.
2. Tersedianya peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang jalan, yaitu Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan dan Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2006 tentang Jalan.
3. Tersedianya peralatan berat untuk mendukung pelaksanaan pembangunan jalan dan jembatan walaupun belum optimal.
4. Ketersediaan peralatan laboratorium kebinamargaan yang cukup memadai.
5. Adanya komitmen unsur pimpinan SKPD untuk membangun organisasi yang maju.
6. Pesatnya perkembangan teknologi di bidang kebinamargaan. 7. Kuantitas penyedia jasa konstruksi yang memadai.
Adanya kebijakan pemerintah dalam membantu pendanaan di bidang pembangunan jalan dan jembatan melalui dana APBN Telaahan Renstra Kementerian/Lembaga dan Renstra SKPD Provinsi dimaksudkan untuk menilai keserasian, keterpaduan, sinkronisasi dan sinergitas pencapaian sasaran pelaksanaan renstra SKPD Kabupaten terhadap terhadap sasaran Renstra Kementerian/Lembaga dan Renstra SKPD Provinsi tersebut sesuai dengan urusan yang menjadi kewenangan serta tugas dan fungsi masing-masing OPD.
Berdasarkan kewenangan yang dimiliki pemerintah Kabupaten dalam bidang perencanaan pembangunan sebagaimana telah diatur dalam peraturan pemerintah nomor 38 tahun 2007 tentang pembagian urusan pemerintahan antara pemerintah pusat, Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota maka Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Nganjuk melakukan progam dan kegiatan telah sesuai dengan program dan kegiatan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Timur.
3.4 Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan
Hidup Strategis
3.4.1 Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah
Mengacu kepada Peraturan Daerah Kabupaten Nganjuk Nomor 2 Tahun 2011 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Nganjuk Tahun 2010-2030, tujuan penataan ruang wilayah Kabupaten adalah mewujudkan ruang wilayah Kabupaten Nganjuk sebagai pusat kawasan
72
peruntukan pertanian di wilayah tengah pada wilayah Provinsi Jawa Timur yang didukung dengan pengembangan kawasan peruntukan pariwisata, perdagangan, jasa dan industri yang berdaya saing. Untuk mewujudkan tujuan penataan ruang sebagaimana dimaksud ditetapkan beberapa kebijakan penataan ruang Kabupaten, salah satu diantaranya : Pengembangan dan pengendalian kawasan peruntukan industri, perdagangan dan jasa, dan periwisata didukung dengan pengembangan dan optimalisasi sistem jaringan transportasi. Indikasi program utama perwujudan sistem transportasi yang diwujudkan program kegiatannya meliputi : (a) pengkajian dan pengembangan fungsi jalan di wilayah kabupaten, (b) pengembangan fungsi jaringan jalan yang menghubungkan antar kawasan kecamatan dan antar kabupaten, (c) pengembangan jalan bebas hambatan yang menghubungkan Kertosono-Nganjuk-Ngawi, (d) pengembangan dan peningkatan jalan yang melayani antar pusat kegiatan lingkungan dan antar kawasan peruntukan, (e) pengembangan dan peningkatan jalan penghubung antar lingkungan pelayanan desa dan pusat pelayanan kawasan, (f) pengembangan jembatan lintas kabupaten dan antar kawasan kecamatan, (g) pengembangan dan penetapan lokasi fungsi terminal angkutan penumpang dan barang (cargo), dan (h) menyusun ketentuan dan persyaratan tata bangunan dan lingkungan. Dalam upaya mewujudkan pengembangan sistem jaringan transportasi yang optimal, perlu mendapatkan perhatian yaitu jalan kabupaten sebagai jalan kolektor dan lokal primer/sekunder, yang meliputi : (1) ruas jalan kolektor Loceret-Tanjunganom-Prambon-Ngronggot-Kelutan, Prambon-Tanjunganom-Baron, Guyangan – Tiripan - Candirejo, Nganjuk- Rejoso- Gondang – Lengkong - Jatikalen, Jalan masuk (Interchange) TOL Jombang-Kertosono-Nganjuk-Ngawi dan rencana jalan lingkar Willis yang menghubungkan perbatasan Madiun-Nganjuk sampai Perbatasan Kediri-Nganjuk, jalan kolektor dalam kawasan perkotaan Kediri-Nganjuk, jalan Loceret – Berbek – Sawahan, (2) ruas jalan Kertosono – Trayang – Banjarsari - Kelutan merupakan jalan strategis kabupaten, dan (3) ruas jalan lokal antar kecamatan di wilayah Kabupaten Nganjuk dan jalan penghubung Kecamatan Ngluyu Kabupaten Nganjuk-Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro.
Faktor-faktor penghambat yang mempengaruhi pelayanan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Nganjuk ditinjau dari implikasi Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis, antara lain :
1. Terdapat beberapa ruas jalan yang perlu ditingkatkan kualitasnya, khususnya jaringan jalan utama yang mempunyai fungsi lokal primer atau jaringan jalan yang menghubungkan antar wilayah yang saat ini kondisinya rusak dan kurang mendukung.
2. Terdapat beberapa kawasan potensial yang belum didukung dengan jaringan jalan yang memadai, misalnya jaringan jalan yang menghubungkan ke kawasan obyek wisata air Sedudo yang saat ini kondisinya masih sempit dan menanjak serta bergelombang yang mana jalan ini merupakan akses utama yang menuju potensi wisata bagi Kabupaten Nganjuk.
3. Belum optimalnya jalan-jalan tembus yang menghubungkan kabupaten/kota sekitar Kabupaten Nganjuk.
73
4. Seringnya terjadi kemacetan terutama pada jam-jam puncak disepanjang jalan Arteri Primer ini merupakan satu-satunya jalan (akses tengah di Propinsi Jawa Timur) yang menghubungkan Surabaya dengan Propinsi Jawa Tengah, sehingga diperlukan jalan bebas hambatan (Jalan TOL).
5. Berdasarkan dari hasil pengamatan di lapangan, secara umum dapat disimpulkan bahwa wilayah-wilayah yang memerlukan penanganan khusus (prioritas utama) dalam kaitannya dengan pengembangan dan peningkatan kualitas jalan yaitu ditekankan pada wilayah Kecamatan Gondang menuju Kecamatan Lengkong. Mengingat dari segi perkembangan wilayah Kabupaten Nganjuk, wilayah tersebut perkembangannya lebih lambat jika dibandingkan dengan wilayah lainnya. Salah satu penyebabnya antara lain faktor aksesibilitas yang kurang mendukung, sehingga berdampak bagi pengembangan potensi sumber daya alam setempat
Faktor-faktor pendorong yang mempengaruhi pelayanan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Nganjuk ditinjau dari implikasi Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis, antara lain :
1. Memiliki legitimasi dalam menjalankan tugas dan fungsi melalui Peraturan Daerah Kabupaten Nganjuk Nomor 08 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten Nganjuk, dan Peraturan Bupati Nganjuk Nomor 16 Tahun 2009 tentang Rincian Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten Nganjuk.
2. Tersedianya peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang jalan, yaitu Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan dan Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2006 tentang Jalan.
3. Tersedianya peralatan berat untuk mendukung pelaksanaan pembangunan jalan dan jembatan walaupun belum optimal.
4. Ketersediaan peralatan laboratorium kebinamargaan yang cukup memadai.
5. Adanya komitmen unsur pimpinan SKPD untuk membangun organisasi yang maju.
6. Pesatnya perkembangan teknologi di bidang kebinamargaan. 7. Kuantitas penyedia jasa konstruksi yang memadai.
8. Adanya kebijakan pemerintah dalam membantu pendanaan di bidang pembangunan jalan dan jembatan melalui dana APBN
3.4.2 Telaahan Kajian Lingkungan Hidup Strategis
Isu Pembangunan berkelanjutan berdasarkan PP No 46 Tahun 2016 dalam Penyusunan KLHS harus memuat isu Pembangunan berkelanjutan antara lain :
74
1. Penurunan atau terlampauinya kapasitas daya dukung dan daya tamping lingkungan hidup untuk pembangunan;
2. Peningkatan Dampak dan Resiko Lingkungan Hidup; 3. Penurunan Kinerja layanan atau jasa ekosistem;
4. Penurunan mutu dan ketersediaan sumber daya alam;
5. Peningkatan intensitas dan cakupan wilayah bencana banjir,longsor, kekeringan atau kebakaran hutan dan lahan;
6. Penurunan ketahanan dan potensi keanekaragaman hayati;
7. Peningkatan Kerentanan dan kapasitas adaptasi terhadap perubahan iklim;
8. Peningkatan jumlah penduduk miskin atau penurunan penghidupan sekelompok masyarakat serta terancamnya keberlanjutan penghidupan masyarakat;
9. Peningkatan resiko terhadap kesehatan dan keselamatan masyarakat; 10. Peningkatan ancaman terhadap perlindungan kawasan tertentu secara
tradisional yang dilakukan oleh masyarakat dan masyarakat hukum adat.
Isu strategis pembangunan berkelanjutan Kabupaten Nganjuk berdasarkan partisipasi masyarakat :
Tabel 3.2
Isu Strategis Pembangunan Kabupaten Nganjuk
No Issue Pembangunan berkelanjutan (PB)
Isu Pembangunan Berkelanjutan
1 Tata Ruang Semakin Meningkatnya aktivitas alih fungsi