BAB III KISAH INAMURA NO HI DI WAKAYAMA, JEPANG
3.1.2 Pembangunan Hirogawa Sebagai Pusat Pendidikan Tsunami
Setelah wafatnya Hamaguchi Goryo, pemerintah terus-menerus melanjutkan pembangunan Hirogawa agar menjadi pusat wisata pengetahuan tentang tsunami.
Berikut adalah usaha-usaha pembanguan yang dilakukan untuk mempertahankan eksistensi Inamura No Hi di Hirogawa, Wakayama:
1. Makam Hamaguchi Goryo
Setelah meninggal di New York, jasad Hamaguchi Goryo dipindahkan ke Hirogawa. Makamnya terletak di arah tenggara gunung Tan-nou. Terdapat tulisan
„Makam Hamaguchi Goryo‟ yang diukir di bagian depan dan samping makam. Kata-kata tersebut diukir pada 21 April 1885. Makam Hamaguchi Goryo ditetapkan sebagai situs bersejarah pada tanggal 14 Desember 1938.
Makam tersebut sebagai tanda pengingat bagi penduduk Hirogawa bahwa itu adalah tempat peristirahatan terakhir Hamaguchi Goryo dan beliau adalah pahlawan yang layak untuk diberi penghormatan untuk selama-lamanya. Dengan adanya makam tersebut, penduduk dapat berziarah sekaligus mendoakan beliau.
2. Monumen Hamaguchi Goryo
Monumen Hamaguchi Goryo didirikan setelah kematian beliau. Monumen ini didirikan di sudut sisi gunung di dalam area kuil Hirohachiman pada bulan April 1893 (Periode Meiji).
As a physical marker, memorials and monuments are created to preserve and honor the memory of the lives lost in a disaster. Artinya: Sebagai penanda fisik, memorial-memorial dan monumen-monumen dibuat untuk mempertahankan dan menghormati kenangan nyawa yang hilang dalam bencana. (Sumber: Telling Live Lessons International Recovery Platform https://www.recoveryplatform.org: diakses pada tanggal 20 Oktober 2019)
Penulis berpendapat bahwa monumen tersebut dibangun di dalam area kuil dikarenakan kuil merupakan tempat yang dianggap suci dan sebagai tempat penyembahan dewa. Maka dapat disimpulkan bahwa penduduk menyamakan kedudukan Hamaguchi Goryo sebagai dewa.
3. Inamura No Hi Matsuri
Sejak zaman dahulu, Tsunami Matsuri atau Festival Tsunami sudah sudah ada dan selalu diakukan setiap tahunnya. Di Hirogawa, matsuri itu disebut Inamura No Hi Matsuri atau Festival Inamura No Hi yang ditujukan untuk menghibur roh-roh para korban tsunami yang sudah mendahului mereka serta mengingat kembali kepahlawanan Hamaguchi Goryo yang menyelamatkan nyawa penduduk Hirogawa.
Festival tsunami tersebut masih digelar hingga saat ini setiap tanggal 5 November (sumber: http://wbs-waka.sblo.jp/article/25970894.html: diakses pada tanggal 20 Oktober 2019).
Setap tahunnya, penduduk kota Hirogawa selalu melaksanakan serangkaian festival tsunami. Pada pagi hari mereka mengenakan setelan hitam sebagai simbol berduka. Para penduduk mengambil tanah dari bukit terdekat. Orang tua membawa gerobak untuk membawa tanah tersebut, lalu para anak anak memasukkannya ke dalam furoshiki lalu membawanya ke tanggul Hiromura dengan gerobak itu.
Pada saat tanggul Hiromura selesai dibangun, orang-orang melestarikannya dengan melakukan serangkaian acara tradisional di kota. Mereka percaya jika para pendahulu yang telah melakukan festival ini akan berdampak sebagai kekuatan jika tsunami kembali terjadi. Pada tahun 2003 Festival Inamura No Hi pertamakali diadakan menggunakan parade obor (sumber: https://www.
town.hirogawa.wakayama.jp/kyouiku/japan-heritage-hirogawa.html: diakses 20 September 2019).
Menurut pendapat penulis, matsuri dilakukan sebagai sarana bertemunya kembali antara manusia yang masih hidup dengan roh-roh yang telah tiada. Inamura No Hi Matsuri menggunakan parade obor merupakan perwujudan dari kisah Hamaguchi Goryo pada saat membakar tumpukan padi miliknya menggunakan obor.
Inamura No Hi Matsuri bukan hanya sebagai ritual dalam kepercayan mereka, namun dijadikan sebagai sarana hiburan bagi wisatawan yang datang. Para wisatawan dapat menyaksikan Inamura No Hi matsuri tanpa harus ikut berpartisipasi dalam setiap ritual yang diadakan.
4. Patung Perunggu Hamaguchi Goryo
Patung tersebut didirikan di depan sekolah menengah Taikyu pada bulan Januari 1967. Patung tersebut terbuat dari perunggu dan dibangun untuk menghormati Hamaguchi Goryo. Penulis berpendapat jika semakin banyak situs tentang Hamaguchi dibangun, maka kenangan akan Inamura No Hi akan selalu ada. Patung tersebut didirikan di depan sekolah dikarenakan bahwa sosok Hamaguchi Goryo yang merupakan sosok yang penuh dengan dedikasi yang tinggi dan diharapkan dapat menjadi sosok yang dapat dicontoh oleh generasi muda.
5. Monumen Apresiasi
Monumen tersebut didirikan pada bulan Desember 1993 yang menceritakan tentang sejarah Hirogawa dan untuk mengenang jasa para leluhur yang melindungi Hirogawa dari bencana. Salah satunya adalah jasa Hamaguchi Goryo.
Penduduk Hirogawa harus mengetahui sejarah tempat mereka tinggal, bahkan sejak dini mereka sudah diajarkan tentang sejarah yang terjadi di masa lalu. Semakin mereka mengetahui sejarah, maka semakin mereka mengerti dan akan saling menjaga dan tidak akan membiarkan kehancuran datang untuk kedua kalinya di tempat kelahiran mereka.
6. Inamura No Hi No Yakata
Inamura No Hi No Yakata merupakan museum yang didirikan di kota Hirogawa untuk mengenang kejadian Gempa dan Tsunami Ansei-Nankai yang terjadi pada tahun 1854 serta sebagai pengingat Hamaguchi Goryo. Di sekitar Inamura No Hi No Yakata
terdapat Arsip Hamaguchi Goryo dan Pusat Pendidikan Tsunami dimana pengunjung dapat belajar tentang “Inamura No Hi” dan bagaimana pencegahan gempa dan tsunami di masa yang akan datang.
Museum ini didirikan pada bulan April 2007 di tanah yang masih menjadi kepemilikan Hamaguchi Goryo. Bangunan ini memiliki luas 5023.16 m2. Museum ini beroperasi pada pukul 10.00 pagi hingga pukul 05.00 sore. Museum ini tutup di hari senin dan liburan akhir tahun serta tahun baru (29 Desember – 4 Januari).
Biaya yang dikenakan untuk mengunjungi museum tersebut bervariasi, untuk umum dikenakan biaya 500 yen, untuk pelajar SMA dikenakan biaya 200 yen, sementara siswa sekolah dasar dan sekolah menengah dikenakan biaya 100 yen.
Museum ini dapat dinikmati ke dalam 8 bahasa, salah satunya bahasa Indonesia (sumber : http://www_town_hirogawa_wakayama.jp/inamuranohi /english/indexhtml:
diakses pada tanggal 15 Agustus 2019).
Inamura No Hi No Yakata mengikat kemitraan dengan Museum Tsunami Aceh di Indonesia pada tanggal 16 Desember 2016. Sehingga di bagian museum itu terdapat
„Mini Museum Tsunami Aceh‟ yang terdapat gambaran beserta foto-foto Museum Tsunami Aceh.
Inamura No Hi No Yakata banyak mengambil peran penting dalam mempertahankan eksistensi kisah Inamura No Hi. Dengan dibangunnya museum tersebut, hal itu akan mempermudahkan untuk menyebarluaskan kisah Inamura No Hi kepada orang-orang serta kepada dunia luar agar mereka dapat mengetahuinya serta dapat dijadikan suatu pelajaran yang berharga sekalipun mereka tidak mengalami kejadian tersebut secara langsung. Pembangunan museum ini juga diharapkan dapat
meningkatkan pendapatan daerah setempat agar pemerintah terus menerus memajukan Hirogawa sesuai dengan harapan para pendahulu mereka.
7. Arsip Hamaguchi Goryo
Bangunan tersebut terbuat dari kayu yang didesain dengan elegan dan memiliki total luas 587,57m2. Luas bangunan utamanya 384,63m2. Biaya yang dihabiskan untuk membangun arsip Hamaguchi Goryo adalah sebesar 282 juta yen.
Arsip Hamaguchi Goryo merupakan bangunan yang masih terhubung dengan area Museum Inamura No Hi. Bangunan tersebut dibangun pada bulan Agustus 2004 dan selesai pada Maret 2007. Dari ruang arsip, pengunjung dapat melihat biografi hidup Hamaguchi Goryo selama 66 tahun hidupnya.
Ruangan pertama, terdapat galeri yang menceritahkan kehidupan Hamaguchi Goryo dari tahun pertama kelahirannya. Di ruangan kedua, terdapat pertunjukan visual tentang kehidupan Hamaguchi Goryo. Di ruangan ketiga terdapat ruang belajar yang bisa digunakan oleh pengunjung. Di ruangan ke empat terdapat gambaran kehidupan periode Edo salah satunya adalah pakaian yang terbuat dari besi khas Edo. Di ruangan tersebut juga terdapat foto beliau pada saat berada di air terjun Niagara. Di ruangan ke lima merupakan ruangan yang digunakan untuk minum teh yang berfungsi sebagai tempat pertemuan para pengunjung. Yang terakhir adalah halaman yang didedikasikan untuk mengenang Hamaguchi Goryo.
Dari penjelasan di atas, penulis berpendapat bahwa pemerintah mengeluarkan dana yang besar untuk pembangunan-pembangunan secara terus menerus semata-mata
untuk kepentingan bersama. Pemerintah yakin jika hal tersebut akan membawa manfaat yang besar kepada orang-orang. Dengan adanya pembangunan Arsip Hamaguchi Goryo tersebut, diharapkan dapat dijadikan sebagai wisata edukasi. Para pengunjung seolah-olah kembali ke masa lalu pada saat Hamaguchi Goryo masih hidup. Mereka dapat merasakan bagaimana besarnya jasa beliau serta besarnya kasih sayang beliau terhadap Hirogawa
8. Pusat Pendidikan Tsunami
Pusat pendidikan tsunami ini mulai dibangun pada Oktober 2005 dan selesai pada Maret 2007. Kotruksi bangunan tersebut terbuat dari beton, berbeda dengan bangunan arsip Hamaguchi Goryo yang keseluruhannya terbuat dari kayu. Luas bangunannya adalah 591,41m2 yang erdiri dari tiga lantai. Lantai pertama luas bangunannya 577,31 m2, lantai kedua luas bangunannya 282,06 m2, dan lantai ketiga memiliki luas 330,74m2. Biaya yang diperlukan untuk membangun adalah sebesar 804 juta yen.
Pusat pendidikan tsunami terbagi menjadi 2 lantai. Lantai pertama terdiri dari beberapa bagian. Bagian pertama terdapat tempat yang digunakan untuk mempelajari cara mempersiapkan tsunami melalui video simulasi bencana. Bagian selanjutnya merupakan tempat bermain game yang berhubungan dengan penyelamatan diri terhadap tsunami, salah satunya adalah game yang bernama Inamura Ranger. Bagian selanjutnya pengunjung dapat menonton mini tsunami. Dari situ pengunjung dapat mempelajari dampak dan bagaimana bentuk gelombang tsunami yang berbeda dari gelombang biasanya sehingga mereka dapat melakukan antisipasi dengan cepat ketika
hal itu terjadi. Bagian terakhir terdapat video tiga dimensi untuk menyaksikan bagaimana kedahsyatan tsunami.
Di lantai dua juga terdapat beberapa bagian ruangan. Di ruangan pertama terdapat galeri “Inamura No Hi”. Di sana pengunjung dapat mempelajari kisah Inamura No Hi. Di bagian ke dua terdapat lorong panjang yang menceritakan kisah perjalanan sejarah tsunami berdasarkan kronologisnya.
Penulis berpendapat bahwa keseluruhan inti dari Inamura No Hi No Yakata berpusat pada Pusat Pendidikan Tsunami yang dijadikan sebagai tempat pemahaman akan tsunami. Dengan adanya Pusat Pendidikan Tsunami, diharapkan pengunjung dapat belajar, memahami, serta dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata, sehingga saat tsunami kembali datang di kemudian hari, kita sudah tau apa saja hal-hal yang dilakukan sebagai upaya penyelamatan diri.
9. World Tsunami Awareness Day
Pada tanggal 22 Desember 2015 PBB menetapkan tanggal 5 November sebagai Hari Kesadaran Tsunami Sedunia „World Tsunami Awareness Day‟ pada Rapat Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang ke-70 dengan sasaran untuk mendorong kesiapan seluruh dunia terhadap tsunami. Tanggal 5 November dipilih sebagai penghargaan untuk Hamaguchi Goryo.
World Tsunami Awareness Day atau Hari Kesadaran Tsunami Dunia tidak hanya sebatas hal yang hanya diperingati sekali dalam setahun saja. Dengan adanya peringatan tersebut, diharapkan seluruh masyarakat di dunia ini memiliki kesadaran akan pentingnya pengetahuan tentang tsunami serta bagaimana cara mnghadapinya.