• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN PUSTAKA A. Penelitian Terdahulu

D. Tentang Pembangunan

Pembangunan yaitu proses perubahan yang bias dijelaskan dan dipahami dengan cara yang berbeda. Perbedaan tersebut dapat diperhatikan dalam factor atau sumber yang mendorong perubahan tadi, misalnya yang ditempatkan diposisi yang lebih dominan, sumber perubahan internal maupun eksternal. Disampingitu, sebagai proses perubahan juga dapat dilihat dari intensitas atau fundamental tidaknya perubahan yang diharapkan, melalui trasformasi struktur alat atau tidak. Sebagai proses mobilisasi sumber daya juga dapat diperhatikan dengan pandangan dan

penjelasan yang berbeda, kewenangan yang diberikan kepada pihak tertentu dalam pengelolaannya diantara tiga stakeholders pembangunan, yaitu Negara, swasta, dan masyarakat. Adanya perbedaan pendapat juga menyangkut level pengelolaan sumber daya tersebut, tingkat nasional, regional, atau lokal. Pembangunan desa menempatkan dirinya kedalam 3 (tiga) sifat, yaitu:

1. Sebagai metode pembangunan, dalam rangka pembangunan pedesaan salah satu cara mewujudkan cita-cita bangsa karena masyarakat sebagian besar adalah berusaha dan tinggal di desa. Masyarakat adalah subjek pembangunan.

2. Sebagai program yang menyangkut berbagai segi terakumulasi dalam bentuk program-program yang dilaksanakan di desa dan memerlukan keikutsertaan masyarakat desa.

3. Sebagai gerakan, dimana harus dilaksanakan secara universal di pedesaan sebagai gerakan maka diperlukan kemampuan untuk mengikut sertakan masyarakat dalam melaksanakan pembangunan dilandasi oleh kesadaran untuk meningkatkan dirinya dalam keadaan yang lebih baik.

Tujuan pembangunan untuk memberikan kehidupan yang lebih sejahtera dan makmur untuk warga setempat, partisipasi masyarakat mempunyai peranan yang sangat penting dalam proses pembangunan karena tujuan pembangunan untuk memenuhi kebutuhan dari masyarakat itu sendiri, dengan adanya peran partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan diharapkan hasil dari apa yang diharapkan dan dibutuhkan oleh daerah tersebut. Sebagai strategi pendukung dalam mengatasi permasalahan pembangunan desa Partisipasi masyarakat sangatlah penting perannya,

seperti kerja sama antar masyarakat dengan pemerintah dalam merencanakan, melaksanakan, dan membiayai pembangunan.

Mengenai definisi tentang istilah pembangunan itu sendiri, Riyadi mengungkapkan adanya beragam rumusan yang dikemukakan oleh banyak pihak, namun kesemuanya itu mengarah kepada kesuatu kesepakatan bahwa pembangunan adalah suatu usaha atau proses perubahan, demi tercapainya tingkat kesejahteraan atau mutu hidup suatu masyarakat (dan individu di dalamnya) yang berpendapat dan melaksanakan pembangunan itu.

Di dalam pembangunan, terkandung begitu banyak pokok-pokok pikiran, yang antara lain adalah sebagai berikut:

1. Pembangunan adalahsuatu proses atau rangkaian kegiatan yang tidak pernah kenal berhenti, untuk terus menerus mewujudkan perubahan-perubahan dalam kehidupan masyarakat dalam rangka mencapai perbaikan mutu hidup, dalam situasi lingkungan kehidupan yang juga terus menerus mengalami perubahan-perubahan. Meskipun demikian, di dalam praktik, perencanaan pembangunan senantiasa memiliki batas waktu yang tegas, tetapi batasan-batasan itu pada hakikatnya hanyalah merupakan tahapan-tahapan yang harus dilakukan untuk menghadapi kondisi yang terjadi pada selang waktu yang sama, untuk kemudian terus dilanjutkan dengan tahapan-tahapan berikutnya yang juga dimaksudkan untuk terus memperbaiki mutu hidup masyarakat (dan individu-individu didalamnya) dalam suasana perubahan lingkungan yang akan terjadi pada selang waktu tertentu.

2. Proses pembangunan yang terjadi, bukanlah sesuatu yang sifatnya alami atau

“given”, melainkan suatu proses yang dilaksanakan dengan sadar dan terencana.

Artinya, pembangunan tersebut dilaksanakan melalui suatu proses perencanaan terlebih dahulu, untuk menganalisis masalah-masalah atau kebutuhan-kebutuhan yang akan harus dipenuhi, tujuan-tujuan yang ditetapkan atau yang hendak dicapai, alternative pencapaian tujuan dan pengambilan keputusan tentang cara-cara mencapai tujuan yang terpilih, dengan senantiasa mempertimbangkan kekuatan, kelemahan, peluang, dan resiko, yang harus di hadapi.

3. Pembangunan, dimaksudkan untuk menhasilkan individu-individu yang senantiasa memiliki kepekaan tentang keadaan-keadaan yang akan terjadi, masalah-masalah yang sedang dan akan terjadi, alternatif-alternatif yang mungkin dilaksanakan untuk mengatasi atau memecahkan masalah tersebut, dan dengan kemampuan sendiri (swakarsa, swadaya, swadana) mengambil keputusan untuk memilih alternatif-alternatif terbaik yang dapat dilaksanakan demi perbaikan mutu hidup masyarakat dan keluarganya.

Sesuai dengan undang-undang nomor 25 tahun 2014, dalam rangka mendorong proses pembangunan secara terpadu dan efisien, pada dasarnya perencanaan pembangunan nasional di Indonesia mempunyai 5 tujuan dan fungsi pokok. Tujuan dan sasaran pokok tersebut adalah sebagai berikut:

1. Mendukung kordinasi antara pelaku pembangunan

2. Menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi, dan sinergi antar daerah, waktu dan fungsi pemerintah, baik pusat maupun daerah.

3. Menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan pengawasan.

4. Mengoptimalkan partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan.

5. Menjamin tercapainya penggunaan sumber daya secara efisien, efektif, dan adil.

Keterlibatan anggota masyarakat dalam proses pembangunan mutlak adanya, karena tanpa itu maka program pembangunan yang dilaksanakan maupun yang akan dilaksanakan tidak akan tercapai sesuai yang diharapkan. Yakni pembangunan yang berkelanjutan dan dapat mensejahterakan masyarakat. Oleh karena itu masyarakat sebagai objek sekaligus subjek pembangunan perlu benar-benar diperhitungkan.

Diperhitungkan dalam arti masyarakat setidaknya dipercaya dan diberikan tanggungjawab serta dibangkitkan semangatnya, agar turut serta dalam proses pembangunan.

Rendahnya tingkat pendidikan dan pendapatan masyarakat membuat partisipasinya terhadap pembangunan dalam suatu komunitas tertentu masih sangat belum memadai. Dalam keadaan miskin, masyarakat sulit mengambil keputusan mana yang harus dilakukan antara kepentingan perut atau kepentingan bersama (gotong royong) yang mungkin boleh jadi akan membawa manfaat yang lebih besar.

Untuk terjadinya proses pembaharuan yang continue berkesinambungan, maka perlu ada dukungan dan kerjasama antara pemerintah dengan masyarakat dalam segala aspek dan segi pembangunan. Kerjasama yang diharapkan pemerintah dari masyarakat adalah keikutsertaan atau turut sertanya segenap anggota masyarakat

dalam menyumbangkan kemampuannya berupa pemikiran, keterampilan, bahan/material dan terlebih lagi adalah dana.

Untuk mewujudkan keberhasilan pembangunan, inisiatif dan kreatifitas dari anggota masyarakat yang lahir dari kesadaran dan tanggung jawab sebagai manusia yang hidup bermasyarakat dan diharapkan tumbuh berkembang sebagai suatu partisipasi. Sehubungan dengan partisipasi masyarakat dalam pembangunan.

Partisipasi merupakan keterlibatan masyarakat secara aktif dan juga keterlibatan dalam proses penentuan arah, strategi kebijaksanaan pembangunan yang dilaksanakan pemerintah. Hal ini terutama berlangsung dalam proses politik dan juga proses sosial, hubungan antara kelompok kepentingan dalam masyarakat sehingga demikian mendapat dukungan dalam pelaksanaannya.

Dalam pelaksanaan pembangunan harus ada sebuah rangsangan dari pemerintah agar masyarakat dalam keikutsertaannya memiliki motivasi. Menurut simatupang memberikan beberapa rincian tentang partisipasi sebagai berikut:

1. Partisipasi berarti apa yang kita jalankan adalah bagian dari usaha bersama yang dijalankan bahu-membahu dengan saudara kita sebangsa dan setanah air untuk membangun masa depan bersama.

2. Partisipasi berarti pula sebagai kerja untuk mencapai tujuan bersama diantara semua warga Negara yang mempunyai latar belakang kepercayaan yang beranekaragam dalam Negara Pancasila kita, atau dasar hak dan kewajiban bersama untuk memberikan sumbangan demi terbinanya masa depan yang baru dari bangsa kita.

3. Partisipasi tidak hanya berarti mengambil bagian dalam pelaksanaan-pelaksanaan, perencanaan pembangunan. Partisipasi berarti memberikan sumbangan agar dalam pengertian kita mengenai pembangunan kita nilai-nilai kemanusiaan dan cita-cita mengenai keadilan sosial tetap dijunjung tinggi.

4. Partisipasi dalam pembangunan berarti mendorong kearah pembangunan yang serasi dengan martabat manusia. Keadilan sosial dan keadilan nasional yang memelihara alam sebagai lingkungan hidup manusia juga generasi yang akan datang.