1) Pengertian Bahasa Indonesia.
Bahasa Indonesia tumbuh dan berkembang dari bahasa Melayu, yang sejak dahulu sudah dipakai sebagai bahasa perantara (lingua franca), bukan saja di kepulauan Nusantara melainkan juga hampir di seluruh Asia Tenggara.61 Tanggal 28 Oktober 1928, para pemuda mengikrarkan sumpah pemuda. Melalui ikrar sumpah pemuda maka resmilah bahasa melayu menjadi bahasa Indonesia.62
Bahasa Indonesia adalah bahasa bangsa Indonesia, artinya bahwa bahasa itu digunakan oleh orang yang tergolong dalam kelompok “bangsa Indonesia”.
Bahasa adalah sistem lambang bunyi ujaran yang digunakan untuk berkomunikasi oleh masyarakat yang digunakan untuk bekerjasama, berkomunikasi, dan mengidentifikasi diri.63 Bahasa adalah ungkapan dari perasaan dan fikiran seseorang, meskipun masih pada fase intelektual praoperasional, ternyata sudah bisa juga berpikir logis dan berpikir abstrak, apabila ada bantuan yang khusus sesuai potensi yang ada padanya.64 Sebagai suatu sistem, maka bahasa terbentuk oleh suatu aturan, kaidah, atau pola-pola tertentu, baik dalam bidang tata bunyi, tata bentuk kata, maupun tata kalimat. Bila
61 Drs. E. Zainal Arifin, Cermat Berbahasa Indonesia, (Jakarta: Mediyatama Sarana Perkasa, 1988), hal. 3
62 Ibid,…, hal. 5
63
Widjono Hs, Bahasa Indonesia “Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan
Tinggi, (Jakarta: Grasindo, 2005), hal. 10
64 Prof. Dr. Conny Semiawan, Belajar dan Pembelajaran Pra Sekolah dan Sekolah Dasar, (Jakarta: Indeks, 2008), hal. 53
aturan, kaidah, atau pola itu dilanggar, maka komunikasi dapat terganggu.65 Melalui bahasa seseorang menyampaikan pikiran, pengalaman, gagasan, pendapat, perasaan, keinginan, harapan kepada sesama manusia. Dengan bahasa itu pula orang dapat mewarisi dan mewariskan, merima dan menyampaikan segala pengalaman dan pengetahuan lahir batin.66
Menurut Prof. Anderson dalam Henry Guntur Taringan mengemukakan adanya delapan prinsip dasar, yaitu:67
a. Bahasa adalah suatu sistem.
b. Bahasa adalah vokal (bunyi ujaran).
c. Bahasa tersusun dari lambing-lambang arbinter, maksudnya tidak ada kententuan, atau hubungan antara suatu lambang bunyi dengan benda atau konsep yang dilambangkannya. Namun walaupun lambang-lambang bahasa bersifat atbitrer, tetapi bila terjadi penyimpangan terhadap penggunaan lambing, pasti akan terjadi kemancetan komuikasi.68
d. Setiap bahasa bersifat unik, khas.
e. Bahasa dibangun dari kebiasaan-kebiaasaan. f. Bahasa adalah alat komunikasi.
g. Bahasa berhubungan erat dengan budaya tempatnya berada.
65 Abdul Chaer, Tata Bahasa Praktis Bahasa Indonesia, (Jakarta: Rineka Cipta, 2006), hal. 1
66 Poerwadarminta, Bahasa Indonesia untuk Karang-Mengarang, (Yogyakarta: UP Indonesia, 1984), hal. 5
67 Prof.Dr. Henry Guntur Taringan, Pengajaran Kompetensi Bahasa, (Bandung: Angkasa, ), hal. 3
h. Bahasa selalu berubah-ubah.
Lerner dalam Anggani Sudono menyatakan bahwa dasar utama perkembangan bahasa adalah melalui pengalaman-pengalaman berkomunikasi yang kaya. Pengalaman-pengalaman yang kaya itu akan menunjang faktor-faktor bahasa yang lain yaitu: mendegarkan, berbicara, membaca, dan menulis. Mendengarkan dan membaca termasuk ketrampilan berbahasa yang menerima atau reseptif, sedangkan berbicara dan menulis merupakan ketrampilan yang ekspresif.69
2) Fungsi Bahasa Indonesia
Fungsi bahasa yang utama dalah sebagai alat untuk bekerja sama atau berkomunikasi di dalam kehidupan manusia bermasyarakat. Untuk berkomunikasi sebenarnya dapat juga digunakan cara lain, misalnya isyarat, lambang-lambang gambar atau kode-kode tertentu lainnya. Tetapi dengan bahasa, komunikasi dapat berlangsung lebih baik dan lebih sempurna.70
Bahasa Indonesia sendiri, yang mempunyai kedudukan sebagai Bahasa Nasional dan Bahasa Resmi Negara di tengah-tengah berbagi macam bahasa daerah, mempunyai fungsi sebagai berikut:
a. Alat untuk menjalankan administrasi Negara
69
Anggani Sudono, Sumber Belajar dan Alat Permainan “Untuk Pendidikan Anak Usia
Dini”, (Jakarta: Grasindo, 2000), hal.54-55
70 Abdul Chaer, Tata Bahasa Praktis Bahasa Indonesia, (Jakarta: Rineka Cipta, 2006), hal. 2
Segala kegiatan administrasi kenegaraan, seperti surat-menyurat dinas, rapat-rapat dinas, pendidikan, dan sebagainya harus diselenggarakan dalam Bahasa Indonesia.
b. Alat pemersatu berbagai suku Bangsa di Indonesia
Komunikasi di antara anggota suku bangsa yang berbeda kurang mungkin dilakukan dalam salah satu Bahasa Daerah dari anggota suku bangsa itu. Komunikasi lebih mungkin dilakukan dalam Bahasa Indonesia, karena komunikasi antar suku ini dalakukan dalam Bahasa Indonesia maka akan terciptalah perasaan “satu bangsa” di antara anggota suku-suku bangsa itu.
c. Media untuk menampung kebudayaan Nasional
Kebudayaan daerah dapat ditampung dengan media Bahasa Daerah, tetapi kebudayaan Nasional Indonesia dapat dan harus ditampung dengan media Bahasa Indonesia.71
3) Kegiatan Pembelajaran Bahasa Indonesia
Tujuan utama pembelajaran Bahasa Indonesia adalah meningkatkan keterampilan peserta didik dalam Bahasa Indonesia. Pengetahuan Bahasa diajarkan untuk menunjukkan peserta didik terampil berbahasa, yakni terampil menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Keterampilan berbahasa hanya bisa dikuasai dengan latihan yang terus menerus dan sistematis, yakni harus sering belajar,
berlatih, dan membiasakan diri, itulah kuncinya.72 Mata pelajaran Bahasa Indonesia adalah program untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan berbahasa dan sikap positif terhadap Bahasa, yang mencakup keterampilan menyimak, berbicara, membaca dan menulis.
Guru bahasa harus memahami benar-benar bahwa tujuan akhir pengajaran bahasa ialah agar para peserta didik terampil berbahasa, dengan kata lain, agar para peserta didik mempunyai kompetensi bahasa yang baik. Apabila seseorang mempunyai kompetensi bahasa yang baik, maka diharapkan dapat berkomunikasi dengan orang lain dengan baik dan lancar, baik secara lisan maupun secara tertulis. Para peserta didik diharapkan menjadi penyimak dan pembicara yang baik, menjadi pembaca yang komprehensif serta penulis yang terampil dalam kehidupan sehari-hari.73
Untuk mencapai tujuan tersebut, maka para guru bahasa berupaya mengajar dan mendidik diri sendiri terlebih dahulu untuk meggunakan bahasa dengan baik dan benar agar dapat menjadi contoh teladan bagi para peserta didik.74 Berdasarkan hal tersebut, maka secara timbal balik perkembangan Bahasa mampu mempengaruhi
72
Asul Wiyanto, Terampil Menulis Paragraf, (Jakarta, Grasindo, 2004), hal. 7
73 Prof. Dr. Henry Guntur Taringan, Pengajaran Kompetensi Bahasa, (Bandung: Angkasa, ), hal. 2
kehidupan intelektual peserta didik, yang kemudian akan menambah perbendaharaan dan kemampuan berbahasa.75