BAB II LANDASAN TEOR
2. Pembelajaran Bahasa Indonesia
a. Pengertian Pelajaran Bahasa Indonesia
Mulyasa mengatakan bahwa mata pelajaran Bahasa Indonesia merupakan mata pelajaran yang diajarkan sejak disekolah dasar sampai perguruan tinggi. Berdasarkan KTSP, mata pelajaran ini di SD mendapatkan alokasi waktu 5 jam per minggu, di SMP mednadapat alokasi waktu 4 jam perminggu, dan di SMA kelas X mendapat alokasi waktu 4 jam perminggu. Adapun diperguruan tinggi mata pelajaran Bahasa Indonesia wajib diikuti oleh semua mahasiswa dengan bobot 3 SKS (Sufanti, 2010 : 11).
Mata pelajaran ini dianggap penting untuk diajarkan disekolah. BSNP (2006a) menjelaskan bahwa bahasa memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional peserta didik dan merupakan penunjang keberhasilan dalam mempelajari semua bidang studi.
Pembelajaran bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar , baik secara lisan maupun tulis, serta menumbuhkan apresiasi terhadap hasil karya kesastran manusia Indonesia (Sufanti, 2010 :12).
Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran bahasa Indonesia adalah suatu mata pelajaran yang diajarkan sejak dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi guna meningkatkan kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik secara lisan maupun tulis.
b. Kedudukan dan fungsi Bahasa Indonesia
Menurut Nasucha (2009:9) kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia adalah sebagai berikut:
1) Bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional
Sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia berfungsi sebagai lambang kebanggaan kebangsaan, lambang identitas nasional, alat pemersatu berbagai suku bangsa, dan alat perhubungan antar daerah dan antar budaya.
2) Bahasa Indonesia sebagai lambang kebanggan nasional
Tidak semua bangsa didunia mempunyai sebuah bahasa nasional yang dipakai secara luas dan dijunjung tinggi. Adanya sebuah bahasa yang dapat menyatukan berbagai suku bangsa yang berbeda
merupakan suatu kebanggaan bangsa Indonesia. Ini menunjukan bahwa bangsa Indonesia sanggup mengatasi perbedaan yang ada. 3) Bahasa Indonesia sebagai lambang identitas Nasional
Indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa yang buda dan bahasanya berbeda. Untuk membangun kepercayaan diri yang kuat, sebuah bangsa memerlukan identitas. Identitas sebuah bangsa bisa diwujudkan melalui diantaranya bahasanya. Dengan adanya sebuah bahasa yang mengatasi berbagai bahasa yang berbeda, suku-suku bangsa yang berbeda dapat mengidentikan diri sebagai suatu bangsa melalui bahasa tersebut.
4) Bahasa Indonesia sebagai alat pemersatu berbagai suku bangsa Sebuah bangsa yang terdiri atas berbagai suku bangsa yang budaya dan bahasanya berbeda akan mengalami masalah besar dalam melangsungkan kehidupannya. Perbedaan dapat memecah belah bangsa tersebut. Dengan adanya bahasa Indonesia yang diakui sebagai bahasa nasional oleh semua suku bangsa yang ada, perpecahan itu dapat dihindari karena suku-suku bangsa tersebut merasa satu. Kalau tidak ada sebuah bahasa, seperti bahasa Indonesia, yang bisa menyatukan suku-suku bangsa yang berbeda, akan banyak muncul permasalahan perpecahan bangsa.
5) Bahasa Indonesia sebagai alat perhubungan antar daerah dan antar budaya.
Masalah yang dihadapi bangsa yang tediri atas berbagai suku bangsa dengan budaya dan bahasa yang berbeda adalah komunikasi. Diperlukan sebuah bahasa yang dapat dipakai oleh suku-suku bangsa yang berbeda bahasanya sehingga mereka dapat berhubungan. Bahasa Indonesia sudah lama memenuhi kebutuhan ini. Suda berabad-abad bahasa ini menjadi lingua franca diwilayah Indonesia.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwasanya bahasa Indonesia memiliki kedudukan dan fungsi sebagai bahasa nasional, lambang negara, identitas nasional dan alat pemersatu bangsa.
c. Tujuan mata pelajaran Bahasa Indonesia
Menurut sufanti (2010:12 - 13) Tujuan merupakan sesuatu yang ingin diraih dalam suatu aktivitas. Tujuan mata pelajaran bahasa Indonesia akan memberi arah seluruh aktivitas pembelajaran, agar tujuan tercapai. Adapun tujuan mata pelajaran Bahasa Indonesia adalah agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut.
1) Berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku, baik secara lisan maupun tulis.
2) Menghargai dan bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara.
3) Memahami bahasa Indonesia dan menggunakannya dengan tepat dan kreatif untuk berbagai tujuan.
4) Menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampun intelektual, serta kematangan emosional dan sosial.
5) Menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan, memperhalus budi pekerti, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa.
6) Mengharagai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai Khasanah budaya dan intelektual manusia Indonesia.
Secara garis besar tujuan mata pelajaran bahasa Indonesia adalah untuk meningkatkan empat aspek ketrampilan berbahasa yakni menyimak, berbicara, membaca dan menulis.
d. Ruang lingkup Bahasa Indonesia
Ruang lingkup mata pelajaran Bahasa Indonesia mencakup komponen kemampuan berbahasa dan kemampuan bersastra yang meliputi aspek-aspek : (1) mendengarkan, (2) berbicara, (3) membaca, dan (4) menulis (BSNP, 2006a;2006b;2006c). Komponen kemampuan berbahsa adalah kemampuan yang menuntut siswa untuk berkomunikasi dengan bahasa Indonesia dengan memanfaatkan empat aspek berbahasa yaitu mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis dengan materi nonsastra. Komponen kemampuan bersastra adalah kemampuan yang menuntut siswa untuk kegiatan apresiasi dan ekspresi dengan materi sastra yang meliputi kegiatan mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis karya sastra (Sufanti, 2010 :13).
Paparan tersebut menunjukan bahwa materi dalam mata pelajaran bahasa Indonesia itu berupa suatu aktivitas, perilaku, atau penampilan. Awalan dalam bersastra dan berbahasa dengan jelas menunjukan bahwa
materi pembelajaran dalam mata pelajaran ini berupa aktivitas, perilaku, atau penampilan, yaitu mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. Pengetahuan tentang bahsa dan sastra Indonesia diperlukan agar aktivitas, perilaku, dan penampilan berbahasa ini berdasarkan pengetahuan yang memadai sehingga efektif. Hal ini sudah sangat jelas ditunjukan dalam rumusan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar dalam KTSP.
Komponen kemampuan berbahasa merupakan komponen dalam mata pelajaran bahasa Indonesia yang berupa aktivitas mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis dengan topik-topik non sastra. Dengan demikian, topik dalam komponen ini sangat fleksibel, topik apasaja bisa tetapi yang menjadi fokus perhatian pembelajaran adalah ketrampilan berbahasa untuk berkomunikasi, bukan pada pembahasan topik-topik tersebut (Sufanti, 2010 :14).
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa ruang lingkup bahasa Indonesia mencakup dua ranah yakni kemampuan berbahsa dan kemampuan bersastra dimana kedua ranah tersebut memiliki 4 aspek ketrampilan dasar yang sama, yang membedakan kedua ranah tersebut yakni komponen-komponen didalamnya dimana komponen berbahasa lebih fleksibel dan lebih ditujukan untuk berkomunikasi.