• Tidak ada hasil yang ditemukan

Komik Hadis

PEMBELAJARAN HADIS DI TINGKAT PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PIAUD)

Hadis menjadi sebuah bagian pembelajaran dalam pendidikan di Indonesia. Hal ini setidaknya tema-tema hadis tertentu diajarkan sejak dini mulai dari PAUD, TK bahkan sampai PT. Semua pembelajaran hadis tersebut disesuaikan dengan usia perkembangan anak. Dengan demikian, pem-belajaran atas hadis pun dapat beragan cara dan metodenya namun intinya sama yakni memahami ajaran mulia dari Nabi Muhammad saw. Di era literasi banyak lahir karya pem-belajaran hadis khususnya untuk TPQ/TK dan SD. Hal ini merupakan upaya pemahaman atas ajaran Islam sejak dini di kalangan anak-anak. Pembelajaran hadis sebagaimana di tingkat dasar tersebut adalah sangat sederhana dan tidak saja dengan menekankan pada substansi ajaran dalam hadis melainkan juga memahami dengan ilustrasi lewat gambar terentu. Cara pengenalan lewat buku ini menjadikan anak lebih mudah memahami hadis dan mempraktekkannya. Apalagi gambar yang ada sangat disukai anak-anak dengan warna yang memcolok. Dengan demikian, media ini menjadi-kan sebagai cara efektif dalam menanammenjadi-kan isi ajaran Islam sebagaimana dalam hadis dengan baik.

Tema-tema ajaran Islam yang seserhana tentang pendi-dikan karakter anak menjadi tema yang penting. Setidaknya dalam sebuah karya Lia Fitriani dalam buku 70 Hadis Pilihan untuk Anak menjadi bahan penting dalam menjelaskan ajaran dari Nabi Muhammad saw. Hal inilah setidaknya bagi guru K o m i k H a d i s

sekolah tersebut semakin mudah mengeksploarasi tema-tema ke dalam kelas yang tidak membosankan. Dengan demikian, banyak tema yang dapat disanpaikan dalam pembelajaran untuk siswa di kalangan awal pendidikan ini. Tema-tema hubungan personal dengan sesama manusia menjadi bagian terpenting dalam memahami hadis. Setidaknya tema itu antara lain senyum adalah sesekah, salam cinta damai, berjabat tangan, orang Islam bersaudara, mencintai saudara, menya-yangi yang kecil dan memuliakan tetangga. Tema-tema tersebut merupakan tema yang penting diajarkan sejak kecil di mana pada saat ini masih sering terjadi kesalahpahaman antara satu dua orang bahkan dengan kelompok lain. Dengan cara ini maka hadis dapat dipahami sejak dini dan diinternalisasilan dalam keseharian.

Tentu, anak jika membaca buku secata sendiri belum bisa memahami secara maksimal pesan Nani tersebut. Hal inilah yang menjadikan perlunya guru baik itu yang melaku-kan pembelajaran di kelas maupun di luar kelas seperti di rumah tangga yang dilakukan ayah ibu seorang anak. Sebagai anak TK yang masih membutuhkan asupan keilmuan maka metode yang penting adalah dengan menjelaskan secara sederhana dengan melalui gambar. Dengan demikian, ajaran agama sebagaimana dalam hadis dapat terpahami dengan baik sejak dini. Integrasi pembelajaran atas usia kanak-kanak menjadi sebuah keharusan. Upaya ini secara tidak langsung anak dapat memahami ajaran sebagaimana dalam hadis. Dalam buku tersebut juga mengintegrasikan antara ajaran Islam tentang moral dengan hadis Nabi saw. dengan bahasa Inggris. Sehingga dalam karya ini anak juga ditekankan

memahani bahasa Arab, Indonesia dan sekaligus bahasa Inggris. Hal ini terlihat dalam semua kajian hadis yang ada di dalamnya. Dengan demikian, bahan pembelajaran ini me-manfaatkan multitalenta anak dengan baik.

Hadis tentang senyum adalah sedekah sebagai contoh hadis yang dijelaskan dalam buku tersebut. Dalam judul tersebut juga diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dengan Smile is Charity baru kemudian mengutip teks Arab dan teks latin atas hadis. Penjelasan atas hadis ini dilakukan dnegan menrrjemahkan hadis saja dan dengan memberi penjelasan periwayat hadis di tingkat terakhir. Hadis tentang ini asalah diriwayatkan oleh Imam Tirmizi. Penjelasan sleanjutnya ada-lah lewat kata-kata dalam bahasa Inggris yakni your smile to your brother os charity dan gambar tertentu yakni memberi-kan seorang ibu yang sedang memberimemberi-kan hadiah untuk anak-nya. Dengan cara itulah, maka ajaran hadis dapat dipahami oleh anak-anak dengan baik.

Penjelasan lain adalah tetang kebersihan sebagaimana dalam hadis riwayat Imam Muslim. Teks hadis dalam hal ini adalah al-tahur satr al-iman. Hadis tersebut dimasuklan dalam tema cleanliness is path of faith. Untuk menjelaskan hadis bisa dimasukkan petunjuk dalam menjelaskan hadis-hadis sebagaimana di akhit buku yang memuat 70 hadis tersebut. Penjelasan atas hal itu antara lain misalnya tentang hadia ke 25 yakni dengan penjelasan menuntut ilmu bagi semua orang Islam baik laki-laki maupun perempuan. Alasannya adalah ilmu merupakan kunci kebahagiaan dunia dan akhirat. Oleh karenanya jangan malas dalam belajar agar pintar dan beguna bagin bangsa dan negara. Dengan demikian pola ini adalah K o m i k H a d i s

untuk menjelaskan hadis sebagaimana dalam tiap halaman. Hal ini adalah untuk keperluan jatah halaman dalam menjelaskan narasi hadis berikut teks hadis baik yang latin, Arab, Indonesia dan Inggris.

Hadis dan Media sebagai bagian dari keilmuan yang berkembang dapat dilakukan dengan penelitian. Sebagaimana dengan penelitian lainnya, hadis dan media memiliki obyek kajian spesifik. Setidaknya, dalam kajiannya dengan obyek Hadis dalam media yang berkembang di era teknologi informasi. Data yang diperoleh berbeda dengan penelitian hadis dalam konteks teks pada umumnya. Hal tersebut lebih spesifik teks-teks yang dikaji lebih pada hasil produksi yang berkembang di era teknologi informasi. Obyek kajian tersebut membedakan dengan teks lain yaitu teks-teks yang merupakan hasil yang dilakukan ulama hadis dalam sejarahnya baik lisan maupun tulisan dan perkembangan cetak. Beragam kajian tersebut sudah lama dilakukan ulama hadis, akademisi baik di dunia Timur maupun barat yang menghasilkan banyak karya-karya baru yang menjadi bagian dari perkembangan kajian hadis itu sendiri.

Kajian terdahulu berbasis teks dapat berupa ilmu hadis, (Bawni’ mat, 2013; Suryadi, 2015) pemahaman hadis atau

VII

Dokumen terkait