BAB I PENDAHULUAN
5. Pembelajaran IPA di SD Kelas V Semester 2
Menurut Depdiknas Ditjen Manajemen Dikdasmen Ditjen Pembinaan TK dan SD (2007 : 14) secara garis besar terdapat empat kelompok yang dibahas di dalam Ruang lingkup mata pelajaran IPA di sekolah dasar, yaitu:
a. Makhluk hidup dan proses kehidupan, yaitu manusia, tumbuhan, hewan, interaksi makhluk hidup dengan lingkungan, serta kesehatan.
b. Benda, sifat-sifat benda dan kegunaannya meliputi antara lain benda padat, benda cair, dan gas.
c. Energi dan perubahannya meliputi antara lain gaya, bunyi, magnet, listrik, panas, cahaya, dan pesawat sederhana.
d. Bumi beserta alam semesta meliputi: tanah, bumi, tata surya, dan benda-benda langit lainnya.
Penelitian ini membahas beberapa materi IPA yang ada di sekolah dasar antara lain:
a. Gaya
Gaya yang dikerjakan pada suatu benda akan mempengaruhi benda tersebut. Gaya terhadap suatu benda dapat mengakibatkan benda bergerak, berubah bentuk, dan berubah arah. Berdasarkan sumbernya, gaya dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu gaya magnet, gaya gravitasi, dan gaya gesekan (Sulistyanto, dkk., 2008 : 89).
Azmiyawati (2008: 82-90) menuliskan bahwa gaya dibedakan menjadi 3 yaitu:
1). Gaya Gravitasi
Gaya gravitasi bumi sering dikenal dengan gaya tarik bumi. Gaya gravitasi bumi menyebabkan benda-benda yang ada di bumi tidak terlempar ke luar angkasa. Selain itu, gaya gravitasi membuat kita dapat berjalan di atas tanah. Gaya gravitasi juga menyebabkan semua yang ada di bumi mempunyai berat sehingga tidak melayang-layang di udara. Contoh gaya gravitasi berupa buah yang jatuh dari pohonnya dan dapat dilihat pada gambar berikut:
Gambar 2.1 Buah jatuh dari pohonnya
Sumber: http://1.bp.blogspot.com/-
2). Gaya Gesek
Gaya gesek merupakan gaya yang menimbulkan hambatan ketika dua permukaan benda saling bersentuhan. Penerapan gaya gesek antara lantai dan almari dapat dilihat pada gambar berikut:
Gambar 2.2 Gesekan antara lantai dan almari
Sumber: https://2.bp.blogspot.com/-
cdUkYgOjqLA/UtoKSTLNl9I/AAAAAAAAAoA/NzJ8Xz5wOro/w800-h800/s.gif
3). Gaya Magnet
Gaya tarik pada magnet dapat menarik benda-benda tertentu. Bahan dari besi atau baja dapat ditarik magnet. Bahan dari plastik dan kayu tidak dapat ditarik magnet. Magnet mempunyai dua kutub. Pada keadaan bebas, magnet akan selalu menunjuk ke arah utara dan selatan. Ujung magnet yang mengarah ke utara disebut kutub utara, sedangkan ujung magnet yang mengarah ke selatan disebut kutub selatan. Salah satu contoh gaya magnet dalam ditunjukkan dengan gambar 2.3.
Gambar 2.3 : Contoh Gaya Magnet
Sumber:https://happychusnuraafi.files.wordpress.com/2015/06/images.jpg
b. Pesawat Sederhana
Semua jenis alat yang digunakan untuk memudahkan pekerjaan manusia disebut pesawat. Kesederhanaan dalam penggunaannya menyebabkan alat-alat tersebut dikenal dengan sebutan pesawat sederhana. Gabungan beberapa pesawat sederhana dapat membentuk pesawat rumit, contohnya mesin cuci, sepeda, mesin mobil, dan lain- lain. Pesawat sederhana dikelompokkan menjadi empat jenis, yaitu tuas, bidang miring, katrol, dan roda berporos (Sulistyanto, dkk., 2008 : 109- 110).
1) Tuas
Tuas atau lebih sering disebut dengan nama pengungkit. Berdasarkan posisi atau kedudukan beban, titik tumpu, dan kuasa, tuas digolongkan menjadi tiga, yaitu sebagai berikut :
a) Tuas golongan pertama
Pada tuas golongan pertama, kedudukan titik tumpu terletak di antara beban dan kuasa. Contoh alat yang menggunakan prinsip tuas golongan pertama dapat dilihat pada gambar berikut:
Gambar 2.4 Alat yang menggunakan prinsip tuas golongan pertama
Sumber: http://1.bp.blogspot.com/-9jOeJCpPGvM/T4SMYNs0q8I/AAAAAAAAAh0/8v- ojpZgACI/s1600/Jenis+tuas.bmp
b) Tuas golongan kedua
Pada tuas golongan kedua, kedudukan beban terletak di antara titik tumpu dan kuasa. Contoh alat yang menggunakan prinsip tuas golongan kedua adalah:
Gambar 2.5 Alat yang menggunakan prinsip tuas golongan kedua
Sumber: http://1.bp.blogspot.com/-9jOeJCpPGvM/T4SMYNs0q8I/AAAAAAAAAh0/8v- ojpZgACI/s1600/Jenis+tuas.bmp
c) Tuas golongan ketiga
Pada tuas golongan ketiga, kedudukan kuasa terletak di antara titik tumpu dan beban. Contoh alat yang menggunakan prinsip tuas golongan ketiga dapat dilihat pada gambar berikut:
Gambar 2.6 Alat yang menggunakan prinsip tuas golongan ketiga
Sumber: http://1.bp.blogspot.com/-9jOeJCpPGvM/T4SMYNs0q8I/AAAAAAAAAh0/8v- ojpZgACI/s1600/Jenis+tuas.bmp
2) Bidang Miring
Bidang miring merupakan permukaan rata yang menghubungkan dua tempat yang berbeda ketinggiannya. Azmiyawati (2008: 101) mengungkapkan bidang miring tergolong pesawat sederhana karena dapat mempermudah
pekerjaan yang dilakukan oleh manusia. Contoh penggunaan prinsip bidang miring dapat dilihat pada gambar sebagai berikut:
Gambar 2.7 Contoh penggunaan prinsip bidang miring
Sumber: http://3.bp.blogspot.com/-
YMqE4psFl0w/UPV8Q9iNjOI/AAAAAAAAAHA/o4-e51gYsQ8/s1600/6.PNG
3) Katrol
Katrol merupakan roda yang berputar pada porosnya. Biasanya pada katrol juga terdapat tali atau rantai sebagai penghubungnya. Azmiyawati (2008: 103) mengatakan ada beberapa jenis katrol sebagai berikut:
a). Katrol tetap : katrol yang tidak berubah posisinya ketika digunakan untuk memindahkan benda.
b). Katrol bebas : katrol yang berubah posisinya ketika digunakan untuk memindahkan benda.
c). Katrol rangkap : katrol yang terdiri dari lebih dari satu katrol yang disusun berjajar.
d). Katrol ganda atau takal : katrol yang terdiri dari beberapa katrol yang disatukan
Untuk lebih memperjelas pengertian, dapat dilihat penggolongan jenis katrol pada gambar sebagai berikut:
Gambar 2.8 Jenis katrol
Sumber: http://3.bp.blogspot.com/-
cELuiIW96pQ/Vob9w5Z9r0I/AAAAAAAAA6Y/mPu4ivpVyHE/s1600/jenis-katrol.jpg
4) Roda Berporos
Roda berporos merupakan roda yang dihubungkan dengan sebuah poros yang dapat berputar bersama-sama.
c. Cahaya dan Sifat-sifatnya
Cahaya adalah gelombang elektromagnetik yang dapat ditangkap oleh mata. Gelombang elektromagnetik adalah gelombang yang dihasilkan dari perpaduan medan listrik dan medang magnet (Yousnelly, dkk., 2010: 104). Sumber cahaya dapat dibedakan menadi dua yaitu buatan yang berasal dari alam yaitu berupa matahari, sedangakan sumber cahaya buatan yang berasal adri buatan manusia berupa lampu listrik, lampu minyak, lilin, dan lampu senter.
Cahaya juga memiliki sifat-sifat yaitu: 1) Cahaya dapat merambat lurus, misalnya pada malam hari kemudian menyalakan lampu senter sehingga cahaya dapat dilihat bahwa cahaya merambat lurus; 2) Cahaya dapat menembus benda bening, misalnya menyenteri air cahaya akan menembus air; 3) Cahaya dapat dipantulkan, contohnya sinar senter diarahkan kecermin dan diarahkan ke dinding, cahaya tersebut akan terlihat memantul kedinding; 4) Cahaya dapat membias, misalnya pensil dimasukan kedalam gelas yang terisi air akan terlihat patah. Hal tersebut terjadi karena cahaya dibiaskan mendekati garis normal; 5) Cahaya dapat diuraikan, misalnya peristiwa penguraian cahaya adalah matahari (Yousnelly, dkk., 2010: 105-113).
Sifat-sifat cahaya dapat dimanfaatkan untuk membuat suatu alat-alat optik yaitu 1) Kaca pembesar atau biasa disebut lup. Kaca pembersar merupakan mikrkop yang paling sederhana untuk melihat benda-benda kecil; 2) Kamera adalah alat yang digunakan untuk membentuk suatu gambar; 3) Mikroskop adalah alat optik yang digunakan untuk mengamati benda-bendak renik; 4) Teropong adalah alat optik yang digunakan untuk mengamati benda-benda yang letaknya jauh; 5) Periskop adalah sejenis teropong yang biasa dipasang pada kapal selam untuk mengamati keadaan di permukaan laut; 6) Overhead Projector (OHP)
digunakan pada gambar tembus cahaya untuk suatu media pembelajaran, rapat, atau seminar (Haryanto, 2004: 153-154).
Periskop adalah sejenis teropong yang biasanya terdapat pada kapal selam untuk mengamati keadaan di permukaan laut. Periskop dapat digunakan untuk melihat benda yang berada di atas batas pandang (Sulistyanto, dkk., 2008 : 139). Gambar periskop dapat dilihat pada gambar 2.9.
Gambar 2.9 : Contoh Periskop
Sumber: http://1.bp.blogspot.com/-O-
bVzjYOzmA/Vmv3N853wI/AAAAAAAADTg/KsrtcU4rGOE/s1600/Periskop.jpg
d. Proses Pembentukan Tanah Karena Pelapukan Batuan
Tanah merupakan hasil dari pelapukan yang terjadi pada batuan. Batuan yang berada di atas permukaan tanah akan mengalami perubahan secara terus menerus karena adanya pengaruh dari lingkungan. Perubahan cuaca, suhu, dan tekanan udara dapat menyebabkan batuan memuai kemudian pecah menjadi batuan-batuan yang lebih kecil lagi. Batuan-batuan tersebut lama-kelamaan akan menjadi butiran-butiran halus (Sulistyanto, dkk., 2008 : 150). Proses
penbentukan tanah karena pelapukan batuan dapat dilihat pada gambar 2.10.
Gambar 2.10 : Proses Pembentukan Tanah Akibat Pelapukan Batuan
Sumber: http://1.bp.blogspot.com/-
pCQ_LRKO0H4/VhgLl29PAiI/AAAAAAAABRQ/03pBzDQPDrA/s1600/daur%2Bbatu an.jpg
e. Susunan Bumi
Sulistyanto, dkk., (2008 : 152-153) menuliskan bahwa bumi merupakan salah satu anggota tata surya dengan matahari sebagai pusatnya. Jika bumi diiris maka akan tampak lapisan-lapisan bumi. Struktur bumi dari dalam ke luar adalah lapisan inti bumi dalam, inti bumi luar, selimut bumi, dan kerak bumi. Susunan bumi tampak berlapis-lapis seperti pada gambar 2.11.
Gambar 2.11 : Susunan Bumi
Sumber: https://fiflowers.files.wordpress.com/2012/10/picture13.png
Lapisan inti bumi dalam merupakan pusat bumi. Lapisan inti dalam memiliki diameter sebesar 2600 km. Lapisan ini terbentuk dari besi dan nikel padat dan merupakan lapisan yang paling panas.
Lapisan inti bumi luar merupakan lapisan tersusun atas cairan yang sangat kental. Ketebalan lapisan ini adalah 2200 km. Lapisan inti bumi luar berbatasan dengan lapisan selimut bumi. Lapisan ini memiliki ketebalan 2900 km dan terdiri atas cairan silikat kental. Pada bagian atas lapisan selimut ini berbatasan dengan kerak bumi. Pada bagian inilah sering terjadi pergerakan yang diakibatkan karena melelehnya kerak bumi bagian bawah dan menerobosnya cairan silikat kental panas melalui celah-celah kerak bumi. Cairan ini dikenal dengan sebutan magma. Pergerakan magma inilah yang menyebabkan terjadinya gempa bumi.
Lapisan kerak bumi merupakan lapisan dimana makhluk hidup tinggal. Pada lapisan ini banyak terdapat batuan. Selain itu juga terdapat mineral dan tanah.