• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN TEORITIS DAN PENGAJUAN HIPOTESIS

2. Pembelajaran Kooperatif

a. Definisi Pembelajaran Kooperatif

Pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran yang mengutamakan kerjasama untuk mencapai tujuan pembelajaran. Ngalimun dalam bukunya mengatakan bahwa, "pembelajaran kooperatif (cooperative learning) merupakan bentuk pembelajaran dengan cara peserta didik belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil secara kolaboratif, yang anggotanya terdiri dari 4 sampai 6 orang, dengan struktur kelompok yang bersifat heterogen."16 Heterogen maksudnya adalah peserta didik berada dalam kelompok kecil dengan peserta didik yang memiliki tingkat keahlian berbeda, menggunakan ragam aktivitas untuk meningkatkan

15

Ngalimun, Strategi dan Model Pembelajaran, (Yogyakarta: Aswaja Pressindo, 2013), h. 41

16

pemahaman mereka pada sebuah subyek (mata pelajaran).17 Selain itu, pembelajaran kooperatif merupakan serangkaian kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh peserta didik dalam kelompok, untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.18 Model pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran yang banyak digunakan dan menjadi perhatian serta dianjurkan oleh para ahli pendidikan.19

Berdasarkan pemaparan yang telah dijelaskan dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif merupakan suatu strategi pembelajaran di dalam kelompok kecil yang berjumlah 4-6 orang, dengan tingkat keahlian yang berbeda serta memiliki keterampilan-keterampilan khusus agar dapat bekerjasama di dalam kelompoknya demi mencapai tujuan pembelajaran.

b. Karakteristik Pembelajaran Kooperatif

Secara umum pembelajaran kooperatif terdiri dari lima karakteristik, yaitu peserta didik berkelompok untuk menyelesaikan tugas atau aktivitas dalam proses pembelajaran, peserta didik saling bergantung secara positif, peserta didik belajar dalam kelompok kecil yang terdiri dari 2 sampai 5 peserta didik, peserta didik menggunakan perilaku kooperatif, pro-sosial, setiap peserta didik secara mandiri bertanggungjawab untuk pekerjaan pembelajaran mereka.20

Untuk itu dibutuhkan niat para peserta didik dan para anggota kelompoknya untuk bekerja sama yang saling menguntungkan dan saling menguasai materi pembelajaran dan menyadari peran masing-masing serta setiap anggota kelompoknya berhak memberi pandangan atau bertukar ide dalam penyelesaian masalah agar dapat diterima dan dipahami oleh semua peserta didik. Tujuan pembelajaran tidak akan tercapai jika penyelesaiannya hanya dilakukan oleh seorang peserta didik saja.

17

Zulfiani, Tonih Feronika, dan Kinkin Suartini, Strategi Pembelajaran Sains, (Jakarta: Lembaga Penelitian UIN Jakarta, 2009),h. 130

18

Rusman, Model-model Pembelajaran, (Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada, 2011), h. 204

19

Ibid, h. 205

20

c. Tujuan dan Manfaat Model Pembelajaran Kooperatif

Pembelajaran kooperatif mempunyai beberapa tujuan, diantaranya meningkatkan kinerja peserta didik dalam tugas-tugas akademik, dapat menciptakan kerjasama yang baik dengan kelompoknya yang mempunyai berbagai perbedaan latar belakang sehingga dapat menghargai pendapat orang, berbagi tugas dan kerjasama dalam kelompok. selain itu pembelajaran kooperatif dapat mengembangkan keterampilan sosial peserta didik, memancing rasa ingin tahu peserta didik, memotivasi peserta didik menjelaskan ide atau pendapat.21

Tujuan penting dari pembelajaran kooperatif adalah untuk mengajarkan kepada peserta didik keterampilan kerja sama dan kolaborasi. Keterampilan ini amat penting untuk dimiliki di dalam masyarakat di mana banyak kerja orang dewasa sebagian besar dilakukan dalam organisasi yang saling bergantung sama lain dan di mana masyarakat secara budaya semakin beragam.22

Jadi, model pembelajaran kooperatif dikembangkan untuk mencapai setidaknya tiga tujuan pembelajaran yaitu hasil belajar akademik, perbedaan terhadap individu, dan pengembangan keterampilan sosial, juga memperbaiki prestasi peserta didik atau tugas akademis penting lainnya. Model pembelajaran kooperatif bertujuan untuk menerima secara luas dari orang-orang yang berbeda berdasarkan ras, budaya, kelas sosial, kemampuan, dan ketidakmampuannya. Pembelajaran kooperatif memberi peluang bagi peserta didik dari berbagai latar belakang dan kondisi untuk bekerja dengan saling bergantung pada tugas-tugas akademik dan melalui struktur penghargaan kooperatif akan belajar saling menghargai satu sama lain.

d. Keterampilan dalam Pembelajaran Kooperatif

Pembelajaran kooperatif tidak hanya mempelajari materi saja, tetapi peserta didik juga harus mempelajari keterampilan khusus yang disebut keterampilan kooperatif. Keterampilan kooperatif ini berfungsi untuk melancarkan hubungan kerja

21

Abdul Majid, op.cit., h. 175

22

dan tugas. Peranan hubungan kerja dapat dibangun dengan membagi tugas anggota kelompok selama kegiatan. Keterampilan-keterampilan kooperatif tersebut meliputi keterampilan tingkat awal, keterampilan tingkat menengah dan keterampilan tingkat mahir.23

Keterampilan tingkat awal, pada keterampilan tingkat awal meliputi menggunakan kesepakatan, menghargai kontribusi, mengambil giliran dan berbagai tugas, berada dalam kelompok, berada dalam tugas, mendorong partisipasi, mengundang orang lain, menyelesaikan tugas pada waktunya, menghormati perbedaan individu. Keterampilan tingkat menengah, meliputi menunjukkan penghargaan dan simpati, mengungkapkan ketidaksetujuan dengan cara dapat diterima, mendengarkan dengan aktif, bertanya, membuat rangkuman, menafsirkan, mengatur dan mengorganisir, serta mengurangi ketegangan. Keterampilan tingkat mahir, meliputi mengelaborasi, memeriksa dengan cermat, menanyakan kebenaran, menetapkan tujuan, dan berkompromi

e. Prosedur Pembelajaran Kooperatif

Pembelajaran Kooperatif memiliki 6 fase atau langkah utama. Pembelajaran dimulai dengan guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan motivasi peserta didik untuk belajar. Fase ini diikuti peserta didik dengan penyajian informasi, sering dalam bentuk teks bukan verbal. Selanjutnya peserta didik dikelompokkan ke dalam tim-tim belajar. Tahap ini diikuti bimbingan guru pada saat peserta didik bekerjasama menyelesaikan tugas mereka. Fase terakhir dari pembelajaran kooperatif yaitu penyajian hasil akhir kerja kelompok, dan mengetes apa yang mereka pelajari, serta memberi penghargaan terhadap usaha-usaha kelompok maupun individu. Keenam fase pembelajaran koperatif dirangkum pada Tabel 2.2 berikut ini.24

23

Trianto, Mendesain Model Pembealjaran Inovatif –Progresif, (Jakarta: Kencana, 2009), h. 64

24

Tabel 2.2 Fase Pembelajaran Koperatif Fase Tingkah Laku Guru Fase 1:

Menyampaikan tujuan dan memotivasi peserta didik

Guru menyampaikan semua tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dan memotivasi peserta didik belajar

Fase 2:

Menyajikan informasi

Guru menyajikan informasi kepada peserta didik dengan jalan demonstrasi atau lewat bahan bacaan

Fase 3:

Mengorganisasikan peserta didik ke dalam kelompok-kelompok belajar

Guru menjelaskan kepada peserta didik bagaimana caranya membentuk kelompok belajar dan membantu setiap kelompok belajar agar melakukan transisi secara efisien.

Fase 4:

Membimbing kelompok bekerja dan belajar

Guru membimbing kelompok-kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas.

Fase 5: Evaluasi

Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari atau masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya.

Fase 6:

Memberikan penghargaan

Guru mencari cara-cara yang baik untuk menghargai upaya maupun hasil belajar individu dan kelompok

Dokumen terkait